
Aurel tidak peduli kalau misalnya permintaannya itu bisa membuat Papanya bakalan berubah pikiran, soalnya kalau misalnya dirinya tidak meminta seperti ini Ya jelas aja pria itu bakalan terus saja seperti itu tidak ada niatan untuk melakukan seperti yang ia inginkan nantinya.
dia tidak masalah kalau misalnya sebagai seorang anak dirinya menuntut sampai seperti itu , habisnya mau bagaimana lagi kalau misalnya semua ini harus dilakukan Ya harus dilakukan daripada nantinya akan ada penyesalan yang membuat anak kecil itu merasa tidak terima ketika Papanya sulit sekali untuk diajak berkompromi tentang bertemu dengan Naura nantinya.
naura itu bagi Aurel begitu penting karena dirinya tidak suka ketika berada di dekat orang lain apalagi berada di dekat mamanya sendiri yaitu Siska, sebab menurutnya Siska itu sangat kejam ketika melakukan sesuatu dan juga tidak pernah memikirkan perasaannya sebagai seorang anak maka dari itu ia memilih untuk mengabaikannya tidak pernah mengingat dirinya sebab ketika dilihatnya juga Papanya Itu merasa tidak nyaman kalau sampai ia menyebut nama Siska.
Kenzo tidak tahu lagi harus menaruh wajahnya di bagian mananya ketika mau tidak mau harus mengabulkan permintaan Putri kecilnya itu, padahal sebenarnya tadi itu sudah berharap bahwa sudah tidak ada lagi nama Naura dalam kehidupan keluarganya tapi sepertinya keinginan Aurel itu begitu kuat untuk bertemu dengan wanita tersebut,
meskipun semua ini sudah membuat dirinya kecewa tetapi balik lagi ia tidak bisa melakukan apapun karena semuanya sudah terjadi dan kalau misalnya dirinya harus berdiam diri terus juga rasanya sangat tidak mungkin, maka dari itu lebih baik seperti begini saja mengikuti keinginan Aurel toh ini semua juga kemauannya Aurel bukan berasal dari keinginannya sendiri.
liliana hanya diam saja karena sebenarnya merasa takut juga sih sebab tadi sudah melakukan kesalahan dengan membuat wajah Kenzo benar-benar tidak bersahabat kali ini, kalau Bima Ya jelas juga merasa tertekan karena mereka kan tidak tahu apapun namun bagi Kenzo semua orang itu salah ketika melakukan sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya.
" nanti kalau sampai di sana indah Jangan buat Papa kamu marah-marah soalnya nanti non aurelnya biasa saja tapi nanti Tante Liliana sama Om Bima bakalan kena dampaknya loh, soalnya tahu sendiri kan kalau Pak Kenzo marah itu mengerikannya seperti apa"? Bisik Liliana karena dirinya yakin Aurel itu sebenarnya anak yang cerdas dan tentu saja akan mengikuti apa yang diperintahkan olehnya serta apa yang dikatakannya ini Tentu saja tidak didengarkan oleh Kenzo yang kebetulan Jalan lebih dulu daripada mereka soalnya kebiasaan pria itu ya seperti itu tidak mau berdiri di belakang selalu maunya di depan.
" tapi papa itu sangat menyebalkan tante, selalu saja marah-marah seperti itu padahal aku kan tidak melakukan kesalahan sama sekali? "omel Aurel membuat Liliana hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sebenarnya dirinya juga Berada di posisi yang serba bingung harus bersikap Bagaimana dan juga harus melakukan apa.
semua orang yang ada di tempat itu sebenarnya sudah paham dengan Bagaimana sikap dari pemilik Rumah Sakit itu, sangat terbukti Kenzo menyuruh direktur yang sudah ditempatkannya di situ untuk tidak mendekat ke arahnya karena hari ini pikirannya memang benar-benar tidak terarah kepada pekerjaan karena dirinya ingin yang namanya rileks sejenak memikirkan segala sesuatunya yang secara tiba-tiba.
Kenzo duduk dengan tenang dan juga tidak melakukan apapun karena sekarang dirinya duduk di samping Bima yang tengah menyetir mobil sedangkan Aurel dan juga Liliyana duduk di bangku belakang, tidak ada percakapan di tempat itu karena bukannya Aurel tidak ingin berceloteh sebab sebenarnya tubuhnya itu sedang panas tinggi tetapi karena permintaannya yang terus-menerus ingin bertemu dengan Naura membuat Kenzo mau tidak mau membawa anaknya itu keluar dari rumah sakit karena di rumahnya kan ada sinta yang bakalan merawatnya soalnya adiknya itu kan dokter anak jadi otomatis bisa dong menanganinya.
Sesampainya di sana terlihat kos-kosannya itu begitu kecil yang sebenarnya Bima yang bekerja keras untuk mencari tahu semuanya kepada Sinta, meskipun awalnya Shinta menolak karena dirinya takut Nanti kakaknya itu bakalan membuat Naura merasa tidak nyaman dengan segala perkataannya tetapi hasil akhir tetap dikatakan juga soal Alamat tempat tinggal mereka karena ternyata ada Aurel juga yang ikut serta dan juga sebenarnya suhu tubuh anak itu sedang meningkat tetapi mau tidak mau tetap dipaksa untuk jalan Soalnya Aurel itu tidak anteng berada di rumah sakit dan bawaannya merengek terus meminta bertemu dengan Naura makanya Kenzo mengambil keputusan seperti ini.
__ADS_1
kos-kosan itu begitu sepi karena kebetulan tempat itu merupakan tempat tinggal hanya untuk wanita saja untuk kaum pria dilarang untuk tinggal di tempat itu, maka dari itu suasana terasa begitu sepi di siang hari mungkin karena semua orang pada pergi bekerja dan kalaupun ada yang di rumah tentu saja mereka memilih untuk istirahat.
" kamu yakin wanita itu tinggal di sini atau mungkin Sinta malah memberikan alamat yang salah karena ingin mengerjai kita, coba kamu telepon ulang lagi siapa tahu Mungkin memang benar ini bukan tempatnya? "perintah Kenzo tetapi Aurel langsung meminta turun dari gendongan Liliana karena dirinya sangat mengenal sandal yang ada di kos-kosan yang paling pojok.
" tidak perlu apa-apa karena itu aku tadi melihat sendal miliknya Mami Naura dan aku yakin dia pasti ada di dalam sana, Jadi tidak perlu ditelepon lagi Om Bima soalnya nanti hanya buang-buang pulsa padahal Orangnya sudah ada di depan mata loh! "setelah mengatakan hal itu Aurel pun langsung mengetuk dengan kuat pintu kamar milik Naura membuat semua orang di dalam sana yang sedang asyik menonton drakor terlonjak karena merasa terkejut dengan bunyi dentuman benda keras di depan pintu itu.
Shinta yang memiliki Batas kesabaran setebal tisu memilih untuk keluar dan juga memastikan kira-kira manusia kurang ajar Siapa yang sudah membuat mereka bertiga senam jantung, Bayangkan saja di saat suasana yang lagi sunyi tiba-tiba dikejutkan dengan suara seperti begitu kan rasa-rasanya benar-benar sangat tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata tentunya.
"kalian berdua tunggu di sini saja karena aku ingin membereskan orang yang ada di depan pintu itu, enak sekali loh dia membuat kita hampir mampus di sini sedangkan dianya terus saja menggedor pintu seperti itu!" omel Sinta yang tidak terima bahkan kini sepertinya ada asap yang tanggal keluar di bagian telinganya karena merasa bahwa dirinya sudah tidak bisa lagi mengontrol kesabarannya kali ini.
naura dan juga Pamela hanya bisa menggelengkan kepala karena menurut mereka sebenarnya sudah biasa hal-hal yang seperti begini terjadi karena ini kan tempat umum Ya maksudnya siapa saja bisa datang di sini mungkin mengunjungi keluarga atau sekedar mampir, Jadi kalau misalnya ada hal-hal yang terkadang tidak pernah kita prediksi sebelumnya sepertinya tidak perlu harus dipermasalahkan dengan panjang lebar karena nantinya hanya akan membuat kita kebingungan harus bersikap yang bagaimana dan juga tidak tahu lagi harus melakukan yang seperti apa karena semuanya bisa di handle dengan begitu baik Kalau mau berbicara dengan pelan tidak perlu pakai emosi.
"S Kalau ketemu sama mama kamu rasa-rasanya pasti mereka berdua bakalan dugem bareng deh soalnya memiliki sikap yang sama, aku heran loh orang-orang seperti begitu punya kesabaran tipis sekali padahal sebenarnya ini semua juga tidak terlalu merugikan dia sama sekali kan? "Pamela tidak habis pikir dengan isi otaknya Shinta karena selalu saja seperti itu.
"sudahlah itu anak orang dan dia sedang bersama dengan ayahnya sekarang kalau misalnya kamu terlalu cemas berlebihan sekarang pertanyaannya hubungan kamu dengan dia itu apa, kalau misalnya kamu keluarga Ya tentu saja kamu tidak akan ditolak kehadirannya di sana yang ada mereka bakalan menghargai kamu dan membiarkan kamu tetap ada di situ sampai kapanpun sesuai dengan keinginan kamu kan?" jelas Pamela karena dirinya tidak ingin sahabatnya itu harus memikirkan masalah orang lain sedangkan masalahnya saja menumpuk belum ada penyelesaian sama sekali.
naura terlihat berusaha untuk tetap tenang tidak terpancing apalagi terprovokasi karena dirinya bukanlah tipe orang seperti itu, ia selalu mengikuti apa yang terjadi tidak pernah terlalu mempermasalahkannya dan juga intinya yang menurutnya biasa saja ketika ingin melakukan sesuatu yang istilahnya tidak ada niatan untuk merugikan siapapun di sini.
" ya kamu tahu sendiri kan aku itu kan bingung harus melakukan apa kalau misalnya selalu saja ada kejadian yang seperti begini dan selalu saja aku harus berusaha untuk tetap tenang, itu anak kecil entah bagaimana ceritanya tapi aku merasa dekat sekali loh dengan dia seperti kamu itu punya ikatan yang tidak terlihat dan juga kami itu punya hubungan kekeluargaan yang tidak pernah aku sadari sebelumnya." Naura memang mengakui hal itu.
Shinta yang ingin sekali marah-marah kini langsung merubah wajahnya dengan tersenyum karena tidak percaya jika orang yang tadi menggedor pintu adalah keponakan kesayangannya, coba saja kalau misalnya tadi orang lain yang melakukannya Oh tentu saja dirinya tidak akan pernah tinggal diam.
__ADS_1
" Hello cantik Bagaimana kabar Kamu, kenapa sih Tubuh kamu masih panas kayak begini maunya harus keluar dari rumah sakit? Harusnya kan kamu tunggu di sana saja biar tante Sinta yang bakalan jemput Mami Naura agar mau ikut ke sana lagi, terus kalau misalnya kami sudah sampai di sana pokoknya kamu tenang saja karena kali ini Tante bakalan mengusir papa kamu agar Jangan mendekat sedikitpun! "jelas Sinta sambil mencibir ke arah kakaknya karena menurutnya Kenzo itu memang tidak punya bakat sama sekali untuk mengasuh anaknya sendiri karena terbukti bukannya mengingat apanya tetapi yang ada Aurel malah mengingat soal Naura saja.
"Tante bisa tidak Jangan menghalangi jalanku karena aku ingin bertemu dengan Mami, Oh iya untuk Om Bima dan juga tante Liliana pasti merasa penasaran kan dengan maminya Aurel itu seperti apa Ya sudah ayo ikutan biar kalian bisa tahu!" ajak Aurel sambil tersenyum membuat Bima dan juga Liliana bingung Haruskah maju untuk melihat yang namanya Naura tapi belum mendapatkan perintah dari Kenzo atau melanggar saja Soalnya kan ini tempat umum belum tentu pria itu bakalan memarahi mereka.
" Ya sudah non aurelnya lebih dulu saja deh biar nanti Om sama Tantenya bakalan menyusup sebentar lagi Soalnya ada urusan dengan papanya karena, Oh iya satu lagi jangan lari-lari ya karena memang karena kamu itu masih panas loh nanti bakalan lebih sakit lagi , "saran Liliana membuat Aurel hanya mengacungkan kedua jempolnya pertanda paham dengan perintah yang diberikan kepadanya itu.
Naura merasa terkejut ketika melihat ada Aurel di hadapannya saat ini sambil tersenyum, dirinya bahkan ingin memastikan secara langsung sampai-sampai mengucek kedua matanya untuk memastikan secara langsung kira-kira apa yang ada di hadapannya ini benar nyata atau tidak.
"loh Aurel kamu tuh ada di sini, Kenapa tidak pasti dirawat di rumah sakit nanti penyakit kamu lebih parah lagi? ayo Kakak Naura bakalan antar kamu sekarang ke sana sekarang juga karena tidak boleh ada di sini soalnya kondisi kamu itu tidak memungkinkan, pokoknya Kak Naura itu tidak ingin menanggung kesalahan yang benar-benar tidak dilakukan akibat papa kamu yang selalu salah paham. "ajak Naura tetapi Aurel menggelengkan kepalanya karena Percuma saja dong sudah ada di tempat ini malah dibawa pergi lagi.
Kenzo tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana saat mendengar apa yang dikatakan oleh Naura barusan, karena memang anaknya itu masih butuh perawatan tetapi karena saking keras kepalanya dan juga susah diatur yang mau tidak mau harus seperti ini.
"ih Mami kok seperti itu sih padahal aku sudah jauh-jauh lho datang ke tempat ini mau ketemu sama mami malah dibawa pergi lagi, kalau misalnya aku di rumah sakit terus maminya juga ada di sana Ya tidak masalah tapi nanti aku juga pasti ditinggalkan lagi kan sendirian sama Papa yang tukang marah-marah itu? "tolak Aurel karena Biar bagaimanapun dirinya tidak ingin berada dekat dengan Kenzo yang sebab menurutnya pria itu terlalu menyebalkan dan juga susah sekali untuk diajak kompromi.
pamela tersenyum ketika melihat kegigihan Aurel agar tetap bisa bersama dengan Naura padahal berkali-kali selalu ditolak oleh wanita itu, karena Naura memang merasa tidak pantas kalau misalnya mau ngurus Aurel coba mereka berdua itu bukan siapa-siapa dan juga Takutnya nanti Kenzo mungkin bakalan melaporkannya ke polisi karena sudah mencoba untuk membuat otak anaknya terkontaminasi jadi hasil akhir di sini Naura lagi yang disalahkan maka dari itu wanita itu ingin mencari kamar dan juga tidak ingin menyusahkan dirinya sendiri.
" Naura Please deh kamu jangan ngomong seperti itu karena ini juga atas kemauan semuanya dan juga tidak ada unsur paksaan dari siapapun , jangan merasa bersalah begitu dong nantinya kamu yang akan memikirkan semua ini terlalu berlebihan dan juga hasil akhir kamu yang gantian sakit lagi karena merasa tertekan. "Shinta tidak ingin sahabatnya itu merasa salah paham dengan apa yang terjadi di hadapannya kini sebab menurutnya dirinya juga merupakan seorang saksi di mana Aurel yang datang ke tempat itu secara sukarela bukan atas unsur paksaan dari siapapun dan juga bukan atas kemauan Naura serta mungkin terlalu ingin bertemu dengan anak kecil itu sampai-sampai mau berusaha untuk membujuk dirinya.
"ya tetap saja kan dia itu masih kecil dan juga perlu perawatan ekstra agar sakitnya itu cepat sembuh, kalau misalnya dia tetap bertahan di sini ada apa-apa Memangnya kamu bisa tanggung jawab? " tanya Naura penasaran membuat Sinta hanya bisa tertawa saja karena memang sih Naura itu terlihat dari tadi begitu panik dan paniknya itu bukan karena dibuat-buat tetapi memang murni kenyataannya seperti itu.
bima dan Liliana benar-benar terpesona dengan keberadaan Naura di tempat itu karena memang wanita itu merupakan paket sempurna kalau misalnya nanti membangun sebuah keluarga dengan Kenzo, apalagi melihat Aurel yang begitu nyaman saat bersamanya membuat apa yang mereka pikirkan itu benar-benar berharap menjadi kenyataan apalagi dengan perhatian yang begitu berlebihan dan juga kasih sayang yang secara langsung diberikan secara nyata itu bukan karena pura-pura atau disengaja hanya untuk mendapatkan perhatian semua orang.
__ADS_1
"ayo semuanya masuk dan juga Maaf ya kos-kosannya Ini kecil karena nama aku mah diisi Hanya dua orang dan juga inginnya minimalis biar bersihnya tidak capek, Lagian untuk apa juga yang besar-besar jika hasil akhir suatu saat kami pasti bakalan pindah dari tempat ini kalau sudah selesai kuliah! "jelas Pamela yang ingin melihat kira-kira nanti bagaimana Respon yang diberikan oleh Kenzo.