NAURA BE MINE

NAURA BE MINE
Berjuang


__ADS_3

Pamela yang mendengar kalau sahabatnya rencana untuk menerima beasiswa eh lebih tepatnya bukan rencana tetapi sudah menerima beasiswa yang diberikan, langsung meminta izin kepada Reni dan juga Raharja Papanya agar mengijinkan dirinya ikut menemani Naura berkuliah di kota dan tentu saja orang tuanya tidak mungkin menolak karena mereka merasa sayang kepada Naura yang jelas-jelas sama diperlakukan tidak adil oleh Melinda.


" kamu temani Naura dan juga kamu jangan lupa untuk selalu menjaga diri kamu agar tetap aman dan juga nyaman, jika ada apa-apa yang terjadi di antara kalian berdua Tolong kasih kabar ke Papa dan juga mama biar kami segera bergerak untuk mengurus masalah itu! pokoknya semua kebutuhan kalian berdua di sana biar nanti papa sama mama yang menghandle, Tolong bilang sama naura Fokus sama sekolahnya saja karena nanti semua biaya Hidupnya akan ditanggung oleh kami dan biaya akademisnya kan nanti ditambah oleh kampus karena dia kan merupakan murid yang menerima beasiswa full! " jelas Raharja ketika Pamela dan juga Naura akan pamit membuat Naura langsung menitikkan air mata karena tidak percaya jika ada orang yang begitu peduli dengan keadaannya berbeda dengan orang tuanya sendiri yang seakan-akan tidak suka ketika melihat dirinya berjuang untuk maju dan menjadi orang sukses kedepannya.

__ADS_1


" apa nanti tidak menyusahkan Om sama Tante kalau misalnya semua kebutuhan saya kalian yang harus memenuhinya, nanti saya bakalan bekerja kok di sana setelah pulang dari kuliah akan langsung mengambil pekerjaan baru waktu karena saya yakin pasti ada yang mau menerima saya! "Naura tidak ingin hanya duduk diam dan menyusahkan orang lain karena selama ini ia selalu dituntut menjadi orang yang mandiri tidak boleh pemalas dan intinya harus bisa berdiri di kaki sendiri.


Reni tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Naura tadi dan memang itu sebenarnya sangat masuk akal, Mengingat bahwa mereka tidak punya hubungan kekeluargaan sama sekali hanya sebatas saling mengenal itu juga karena Pamela merupakan sahabat dari Naura.

__ADS_1


" hidup itu hanya sekali saja di saat sekarang ketika kita bisa memberikan apa yang kita punya ya sebenarnya tidak masalah, karena nantinya apa yang sudah kita dapatkan di dunia ini tidak akan kita bawa mati semuanya akan kita tinggalkan jadi harus dinikmati dong! "ujar Reni sambil tersenyum.


Melinda yang kebetulan tinggal tidak jauh dari situ ketika dirinya sudah selesai mencuci pakaian tempat dirinya bekerja lalu keluar dari rumah dan terkejut ketika melihat Naura dan juga Pamela yang sudah berada di dalam mobil hendak melakukan perjalanan yang sepertinya sangat jauh, Lalu setelah itu ia menghampiri Reni dan juga Raharja karena memang setahunya dari dulu pasangan suami istri itu yang selalu saja melengkapi segala macam kebutuhan Naura ketika sedang dalam kesulitan.

__ADS_1


" kalian kenapa sih selalu saja ikut campur dengan urusan orang lain, Seharusnya kalian itu sadar kalau Naura itu anaknya saya dan saya yang harus bertanggung jawab dengan hidupnya bukan kalian ya sok kaya dan juga Sok perhatian? "omel Melinda yang tidak terima membuat Reni hanya menggelengkan kepala ketika melihat sikap sahabatnya itu yang menurutnya sangat aneh dan juga tidak masuk akal.


"Melinda, semakin ke sini kamu semakin lain tidak kayak dulu lagi yang penuh kasih sayang dan juga perhatian! Naura itu sebenarnya salah apa sama kamu sampai-sampai Kamu begitu membenci anak itu, kalau memang dari awal kamu sudah tidak ada niatan untuk menjaga dan mengurusnya ia kenapa ketika dibawa datang oleh Mas Wijaya kamu malah mengiyakan saja ? " Reni merasa tidak suka dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Melinda itu.

__ADS_1


__ADS_2