
Shinta sebenarnya saat ini sudah berada di kos-kosannya Naura karena dirinya memilih untuk menyusul wanita itu pulang ke sana, sebab dirinya yakin kepergian Naura itu akibat kelakuan kakaknya yang tidak pernah berubah meskipun sudah setua itu tapi mulutnya itu kalau nyerocos tidak pernah berhenti bahkan hobinya Hanya mengundang masalah saja.
Shinta benar-benar merasa bersalah kepada Naura sebab tadi kan yang menelpon wanita itu untuk pergi ke rumah sakit adalah dirinya bukan orang lain, Jadi kalau misalnya Sesampai di sana Naura diperlakukan dengan begitu buruk Ya jelas saja Ia yang bakalan tidak terima dan juga akan membuat perhitungan dengan orang-orang yang sudah melakukan hal itu.
Naura sebenarnya tidak masalah ketika Kenzo memperlakukannya dengan begitu buruk Sebab menurutnya itu masuk akal juga sih karena orang tua mana yang bakalan terima saat anaknya lebih menghargai keberadaan orang lain dibandingkan mereka sendiri, padahal kalau bisa dibilang Naura itu kenal dengan Aurel saat anak kecil itu sudah besar seperti sekarang ini jadi kalau misalnya Aura lebih mendengarkannya ya rasanya tidak mungkin dan otomatis Kenzo Tentu saja tidak akan terima.
" Kamu marah ya karena kakak yang sudah memperlakukan kamu dengan begitu tidak baik, Maaf ya soalnya tadi aku keluar menemui dokter makanya tidak tahu tentang apa yang terjadi di dalam sana? kalau nanti kamu ingin membuat perhitungan dengan Pak Tua itu pokoknya kamu tenang saja aku bakalan membantu kamu dengan begitu baik, soalnya dia juga sudah sangat keterlaluan masa iya bukannya berterima kasih malah mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal!"Shinta tidak akan pernah menerima apapun yang dilakukan oleh kakaknya selama ini kepada Naura karena menurutnya itu sudah sangat keterlaluan dan juga tidak bisa dibiarkan begitu saja pokoknya harus diperbaiki agar nantinya tidak menjadi sikap yang terus-menerus dan tidak pernah berubah serta hanya akan membuat orang lain itu rasa-rasanya sudah tidak ada harganya sama sekali.
Naura hanya tersenyum ketika mendengar nada protes yang diberikan oleh temannya itu sebab dirinya sebenarnya tidak mempermasalahkan apapun saat ini, malah Sebenarnya sekarang dirinya yang sedikit merasa agak malu dan juga bersalah karena bisa-bisanya loh membuat anak orang lain merasa nyaman dengan dirinya sampai-sampai membuat anak kecil itu melupakan keberadaan orang tuanya.
" ya kamu tenang saja karena sebenarnya aku itu tidak ada niatan untuk marah apalagi untuk membuat Kakak kamu merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi, hanya saja mungkin cara pengucapannya itu terlalu terbuka sampai-sampai aku juga bingung harus mencernanya seperti apa Dan juga bagaimana, " jelas Naura yang berada pada posisi serba salah kalau misalnya dirinya meninggalkan Aurel yang ada nanti anak kecil itu bakalan histeris mencarinya yang tidak ketemu sama sekali dan kalau misalnya Memilih tetap bertahan di situ yang ada nanti Kenzo bakalan tersinggung dan juga merasa bahwa ia terlalu banyak ikut campur di dalam masalah keluarga mereka.
maka dari itu Naura memilih untuk tidak usah lagi mengingat semuanya Soalnya kalau semakin diingat membuat pikirannya semakin mumet, dan orang lain pastinya tidak akan pernah mengerti dengan perasaannya sekarang soalnya mereka juga punya urusan masing-masing yang tidak bisa harus 100% selalu berada di sampingnya untuk menenangkannya agar jangan terlalu memikirkan hal-hal aneh lagi,
"yaitu tetap saja pokoknya aku merasa bersalah dan juga tetap tidak enak hati kepada kamu soalnya kamu pergi ke sana kan atas undangan dariku secara langsung, dan lihatlah bukannya merasa berterima kasih eh itu orang malah membuatku merasa emosi maka dari itu aku datang untuk meminta maaf kepada kamu Dan nanti kembali bakalan langsung membuat perhitungan dengannya! "Shinta tidak peduli kalau misalnya kakaknya itu lebih tua darinya atau mungkin seseorang yang sangat berpengaruh di tempat ini karena baginya urusan mereka belum selesai ya tetap akan seperti itu terus.
Naura tertawa saat melihat kegigihan Shinta yang benar-benar ingin membantu dirinya padahal dirinya saja merasa biasa saja tidak terlalu terpengaruh apalagi merasa bersedih atau semua yang ada, kalau misalnya terlalu baper ya lebih baik tidak usah hidup di dunia ini karena orang-orang di dunia ini selalu saja mengeluarkan kata-kata yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain Jadi untuk apa dirinya harus memikirkan semuanya Bukankah Hidup itu harus tetap berlanjut tidak perlu harus menoleh terus ke belakang dan alhasil melangkah maju pun terasa begitu berat.
__ADS_1
"kamu ih stop sudah Jangan melakukan aneh-aneh lagi nanti kakak kamu itu bakalan mencurigai kalau misalnya aku yang menyuruh kamu melakukan hal seperti itu, jadi lebih baik biarkan seperti begini yaitu kalian dengan urusannya kalian sedangkan aku dengan kehidupanku sendiri seperti dulu lagi tidak perlu saling mengganggu satu sama lain kan?" saran Naura namun temannya itu sepertinya tidak akan pernah terima karena menurutnya sebuah kesalahan itu harus segera diselesaikan saat itu juga Biar jangan berlarut-larut dan alhasil hanya akan membuat dirinya terus memikirkan tentang apa yang dilakukan oleh kakaknya itu.
Shinta dan juga Diana mamanya adalah kedua wanita yang tidak pernah sombong tidak pernah yang namanya memamerkan harta kekayaan yang bukan milik mereka, karena yang bekerja keras selama ini adalah kakaknya dan dirinya hanya menikmati saja jadi yang pantas untuk sombong untuk percaya diri untuk memamerkan sesuatu adalah pria itu kalau dirinya harusnya berterima kasih sudah diizinkan untuk tetap bersekolah kemudian diberi makan minuman dan intinya apapun yang diinginkan selalu dapat terpenuhi saat itu juga.
" ya jangan seperti itu juga kan kalau misalnya aku membiarkan kakakku terus-menerus menindas Kamu Padahal jelas-jelas anaknya itu sangat membutuhkan kamu rasanya aku yang sudah keterlaluan di sini, jadi pokoknya kamu tenang saja karena aku yang bakalan membuat kamu bisa dihargai dan juga dianggap kehadirannya nanti kalau soal urusan Aurel kamu Pokoknya tenang saja karena aku yang bakalan membuat anak itu datang ke sini supaya papanya yang sombong itu tidak terlalu banyak berbicara lagi."Shinta terlihat benar-benar tidak peduli dengan Respon yang akan diberikan Kenzo nantinya kalau misalnya dirinya yang terus-menerus seperti itu.
ketika mereka berdua sedang berbincang-bincang tampak dari depan muncul Pamela yang sepertinya baru pulang magang karena kebetulan temannya itu mendapatkan shift malam jadi otomatis baru pergantian jam Setelah itu dirinya baru bisa pulang, Sesampainya di sana dirinya merasa heran Karena ada Shinta yang tengah mengobrol dengan Naura pada saat awalnya sahabatnya itu hari ini rencananya ingin istirahat total seharian tanpa melakukan apapun.
"kamu bisa ada di sini, Memangnya kamu tidak ada niatan untuk istirahat atau melakukan apa gitu? "tanya Pamela penasaran'
" Ya aku kan pengangguran tidak suka melakukan pekerjaan apapun soalnya mau bekerja pun apa yang harus aku lakukan jika semuanya tidak bisa, kalau misalnya Kalian mau aku membantu di sini ya sudah katakan saja karena dengan senang hati aku pasti akan melakukannya tanpa mengeluh sedikitpun." tawar Shinta membuat Naura dan juga pembela hanya bisa Saling pandang sebab menurut mereka wanita yang sudah kebiasaan hidup enak seperti itu kira-kira bisa melakukan apa sebab yang ada hanya akan menghancurkan semua dan membuat kos-kosan mereka itu menjadi hancur berantakan layaknya kapal pecah.
" Aduh Terima kasih tawarannya soalnya melihat tampang kamu saja saya yakin sebentar lagi pasti ada yang hancur berantakan di dapur, Jadi lebih baik kamu diam duduknya jadi nona manis aja ya mungkin dalam begitu semua bakalan terasa aman nyaman dan juga terkendali? "ejek Pamela membuat suasana menjadi lebih ramai soalnya Pamela itu kan lebih heboh dibandingkan Naura yang jelas-jelas merupakan seseorang yang sedikit introvert serta tidak terlalu banyak berbicara karena menurutnya banyak berbicara juga jika tidak ada faedahnya sama sekali ya percuma yang ada hanya membuat itu tenggorokan menjadi kering.
Shinta Tentu saja tidak pernah memikirkan perasaan kakaknya yang kini tengah kebingungan soalnya kedua asistennya belum muncul juga dari tadi, padahal anaknya sudah mulai rewel mulai meminta ini dan itu yang penting intinya itu sebenarnya seputaran Naura saja namun pria itu masih berusaha untuk membuat pikiran dan fokus anaknya itu sedikit teralihkan agar jangan terlalu membahas seseorang yang tidak ada di tempat ini.
" papa kalau bisa tolong telepon aunty Shinta dong datang ke sini supaya aku mau ngomong sama Mami Naura, kalau misalnya Papa tidak mau telepon ya sudah sini biar aku saja melakukannya soalnya kebiasaan papa kan seperti itu kalau diminta tolong susahnya minta ampun, " bujuk Aurel berharap agar pria yang dipanggil Papahnya itu bisa mengikuti kemauannya walaupun hanya sedikit saja namun intinya daripada terus-menerus seperti itu dan membuat dirinya kebingungan.
__ADS_1
Kenzo merasa kesal bukan karena marah kepada anaknya tetapi melainkan kepada Bima dan juga Liliana yang sudah diperintahkannya selama 1 jam yang lalu untuk datang ke tempat ini tetapi kenapa sampai sekarang belum nongol juga, dirinya merasa jika sedang dipermainkan oleh asistennya itu sebab membiarkan dirinya menunggu Padahal mereka semua tahu jika Bima adalah orang yang memiliki kesabaran yang sangat tipis sehingga kalau disuruh menunggu itu adalah pekerjaan yang sangat menyebalkan baginya.
Bima dan juga Liliana saat ini sudah sampai di rumah sakit dan tampak keduanya begitu terburu-buru Soalnya merasa yakin sebentar lagi pasti bakalan kena angin karena dari Raja besarnya, soalnya Siapa sih yang tidak tahu kebiasaan Kenzo ketika ada orang yang dengan sengaja membuat dirinya harus menunggu dan Percayalah kalau sebenarnya pria itu paling tidak suka dengan pekerjaan yang namanya menunggu.
kini keduanya sudah ada di ruangan di mana tempat Aurel dirawat dan tampak majikan mereka itu menatap tidak suka ke arah keduanya, namun mereka bisa apa ketika datang ke tempat ini harus mengatur ulang jadwal meeting Kenzo bersama dengan kliennya yang sudah harus diundur beberapa kali, tetapi bukannya mengerti dengan keadaan mereka pria itu malah melototkan matanya dengan begitu tajam seolah-olah tadi itu Bima dan juga Liliana sudah berkeliling kota sampai-sampai tidak ada niatan untuk datang ke tempat ini dan juga memenuhi permintaan yang sudah diberikan olehnya tadi .
Kenzo memberikan kode kepada Liliana agar maksudnya bisa segera mendekat ke arah Aurel, karena setahunnya anak kecil itu kan sedikit dekat dengan Liliana sebab Sudah beberapa kali dititipkan kepada wanita itu agar mengurus anaknya jika saat itu dirinya telah disibukkan dengan pekerjaan.
Liliana terlihat begitu bingung ketika dirinya diberikan kode seperti itu sebab setahunnya datang ke tempat ini hanya ingin untuk membahas pekerjaan dengan pria itu, tetapi kenapa sekarang seperti Tengah diberikan perintah untuk mengurus anaknya padahal jelas-jelas Aurel itu sedang sakit dan membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah.
" tante Liliana Stop jangan mendekati Aurel sama sekali, karena Aurel itu maunya Mami Naura bukan orang lain kenapa malah tante yang datang ke sini? "tanya Aurel yang tidak terima dan Percayalah anak sekecil itu pun sudah bisa menyampaikan nada protesnya akibat Apa yang dilakukan oleh papanya yang tidak mau mendengarkan dirinya sedikitpun.
Kenzo mengusap wajahnya frustasi karena sepertinya anaknya itu tetap tidak mau dengan siapapun dan juga otaknya isinya sepertinya sudah terkontaminasi dengan keberadaan Naura di sekitarnya, Padahal semua orang itu memberikan perhatian kepadanya dengan begitu baik malah bisa dibilang Naura itu lebih kurang loh memperhatikan Aurel hanya Kenapa anaknya itu lebih nyambungnya dengan Naura dibandingkan dengan orang lain dan juga dirinya yang notabene merupakan ayah kandungnya sendiri.
" Aurel Tolong ya jangan menyusahkan semua orang dengan sikap kamu itu karena kami juga punya pekerjaan yang tidak bisa harus tetap stand by di sini, setidaknya jadi anak kamu mengerti dong keinginan papa kamu ini mungkin dengan begitu kamu bakalan bisa dibilang sebagai anak yang penurut dan tidak suka membangkang? " ujar Kenzo yang merasa kesabarannya sudah habis kalau setiap saat anaknya itu selalu mengatakan hal-hal seperti begini dan juga lagi yang sebenarnya tidak ada yang salah juga kan kalau Liliana datang kemudian mengurus Aurel.
aurel menundukkan wajahnya saat mendengar Papanya Itu yang sudah mulai membentak dirinya,Kenzo sebenarnya tidak tega melakukan semua ini hanya saja menurutnya anaknya itu sudah terlalu banyak menguji kesabarannya dari tadi maka dari itu jangan salahkan jika dirinya merespon dengan begitu heboh juga supaya nantinya anaknya itu tidak terus-menerus mengatakan hal yang aneh-aneh.
__ADS_1