NAURA BE MINE

NAURA BE MINE
Enak Sekali Ya!


__ADS_3

Naura jelas saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Arjuna tadi sebab menurutnya dirinya itu adalah orang normal dan Sejak kapan mau menjadi orang yang tidak waras, kalau ditanya Apakah masalah kehidupannya membuat dirinya sudah stres Ya mungkin jawabannya Iya Tetapi kalau misalnya pikirannya sekarang juga ikutan stress itu sangat tidak mungkin karena ia selalu berusaha menjadi orang waras agar nantinya bisa mengubah segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya ini.


arjuna Entah mengapa terlihat begitu kesal tadi Saat tahu bahwa Naura terlalu fokus dengan urusan dari anak pemilik Rumah Sakit tempat mereka bekerja sekarang, bahkan sampai nekat datang hanya untuk mengurusi anak kecil itu padahal sekarang kan seharusnya Naura istirahat di rumah setelah semingguan bekerja.


Hanya saja karena Naura itu hobinya membantu orang lain dan selama ini selalu diperhatikan oleh Arjuna membuat dokter muda itu ya terkadang harus mengakui hal itu jika sebenarnya jiwa wanita yang ada di hadapannya ini sangatlah halus dan tidak bisa melihat orang lain kesulitan, bukan seperti Arjuna yang hobinya hanya cuek dan juga tidak peduli urusan semua orang bahkan terkesan memang sengaja melakukannya agar nantinya orang-orang tersebut bakalan kesulitan kemudian bakalan meminta tolong kepadanya Dan intinya bakalan membuat dirinya merasa orang yang tidak nyaman sama sekali.


" Maaf dokter kalau berbicara setidaknya kira-kira dong, aku mana ada pikiran buat menjadi orang yang tidak waras hidupku saja sudah terlibat ini, "protes Naura tidak terima membuat Arjuna tersenyum tapi samar dan bukan seperti dirinya yang biasa ya Meskipun mendengar cerita komedi sekalipun tidak pernah membuat dirinya bakal merasakan hal ini namun Entah mengapa saat bertemu dengan Naura semua terasa itu berbeda.


Arjuna juga bukan tipe seseorang yang bisa dekat dengan orang lain secepat itu karena biasanya harus butuh proses dan juga harus butuh kerja keras orang-orang tersebut agar bisa dekat dengannya, namun dilihat lah kepada Naura dirinya memberikan sesuatu yang berbeda yaitu rasa ingin tahu rasa perhatiannya dan juga rasa ingin selalu berada di samping wanita itu sampai membuat dirinya terkadang berpikir secara tidak jerni lagi.


"kamu mau pulang sekarang, ya sudah Kebetulan saya juga mau pulang Jadi kita barengan saja?" tawar Arjuna membuat Naura menggelengkan kepala sebab dirinya tidak ingin dong merepotkan dokter senior tersebut sebab nanti yang ada para anak magang yang lain pasti bakalan berpikiran yang tidak-tidak dan juga berpikir jika dirinya sudah menggoda pria tersebut.


Apapun yang terjadi kedepannya pokoknya Arjuna harus melakukan seperti keinginan hati nuraninya agar nanti dirinya tidak merasa menyesal suatu saat nanti ketika Naura Sudah dimiliki oleh orang lain, Bukankah umurnya sudah 31 tahun dan mewajibkan untuk menikah sesuai dengan keinginan mamanya yang setiap saat selalu ingin memiliki menantu dan juga cucu karena katanya umurnya sudah tidak lama lagi jadi yang diharapkan dalam dunia ini adalah melihat kebahagiaan anaknya itu.


menggelengkan kepala ketika mendengar ajakan yang diberikan oleh Arjuna tadi, karena dirinya sepertinya tidak siap berada dalam satu mobil dengan dokter yang menurutnya sangat irit bicara kemudian sekali berbicara langsung menyebalkan itu dan juga intinya membuat dirinya tidak betah berada di samping Arjuna yang menurutnya sangat ditakuti oleh semua anak magang yang ada di tempat itu terkecuali dirinya sih.


" Maaf dokter saya sepertinya tidak bisa soalnya takut nanti merepotkan dan juga Takutnya juga nanti akan menimbulkan fitnah diantara para anak-anak memegang yang lain, Biar bagaimanapun kita semua itu sendiri tahu karena negara +62 yang hobinya hanya mengomentari kehidupan orang lain yang tidak memberikan kesempatan agar orang lain itu bisa bernapas dengan baik dan juga selalu mencurigai yang bukan bukan, " tolak Naura membuat Arjuna mendengurus kesal karena menurutnya untuk apa juga harus memikirkan perasaan orang lain Jika yang menjalani kehidupan adalah kita sendiri dan untuk apa juga peduli dengan apa yang terjadi jika hasil akhir apapun yang kita lakukan kita juga yang bakalan menikmatinya.

__ADS_1


" Kamu ini bicara apa, dan juga kenapa mesti peduli dengan pendapat orang lain di luaran sana padahal yang menjalani hidupkan kita? Lagian saya itu hanya menawarkan saja untuk membantu kamu atas nama kemanusiaan dan juga saya mengenal kamu karena kamu itu magang di tempat ini, jadi tidak ada salahnya kan kalau saya yang senior membantu mengantarkan juniornya pulang supaya sampai di tempat tujuan dengan selamat agar nantinya tidak ada beban moral yang bakalan saya tanggung kalau misalnya kamu kenapa-napa di luaran sana, "jelas Arjuna yang merasa gemas karena susah sekali untuk meyakinkan Aura kalau dirinya itu bermaksud baik bukan untuk mengambil kesempatan yang ada aku lagi membuat wanita itu nantinya merasa tidak nyaman dan intinya pasti akan membuat dirinya merasa bersalah karena anak orang dibiarkan begitu saja tidak dipedulikan sama sekali.


"Maaf Pak, rumah saya itu jaraknya hanya 20-an menit dari sini Jadi sepertinya sangat berlebihan kalau misalnya harus naik mobil nanti hanya 5 menit saja loh yang sampai! " jelas Naura membuat Arjuna benar-benar tidak tahu harus membujuknya dengan cara apalagi supaya bisa menuruti permintaannya Meskipun tidak banyak karena hanya kali ini saja.


" ya biarkan saja mau 5 menit atau berapa menit yang penting intinya sekarang kamu ikut saya soalnya saya juga sudah capek membujuk kamu terus-menerus tapi keras kepalanya minta ampun, dan juga kamu ini dari dulu sampai sekarang baru saya tunggu di dunia ini kalau orangnya sangat menyebalkan padahal kata orang fisik kamu begitu keren tapi menurut saya itu sangat kurang karena mulut kamu tidak bisa diajak kerjasama, "protes Arjuna lalu memilih untuk menarik tangan Naura agar ikut dengannya soalnya tidak peduli lagi kalau misalnya wanita itu menolak terus-menerus karena maksud dan tujuannya baik sebab dirinya bukanlah penjahat wanita yang hobinya menghancurkan anak gadis orang lain.


naura akhirnya pasrah ketika tangannya diseret seperti itu dan lihatlah para teman magangnya yang lain hanya menatap tak percaya ke arahnya, mereka bahkan berpikir kalau Naura itu pasti punya kesalahan dan akhirnya dokter Arjuna pun bergerak untuk membuat perhitungan dengannya soalnya kebiasaan pria itu ya seperti itu.


" semangat ya Naura, Pokoknya ingat kalau kami akan selalu mendukung Apapun yang terjadi kepada kamu dan juga satu lagi jangan mencari perkara dengan Pak Arjuna! "ujar teman-teman di situ membuat Naura mengerutkan keningnya karena menurutnya Sepertinya anak-anak itu tidak berpikir jika dirinya dekat dengan Arjuna Tetapi malah mengira bahwa ia sedang ditindas.


Arjuna tidak peduli dengan tatapan semua orang kepadanya yang tengah menyeret Naura untuk segera pergi dari tempat itu, karena baginya masalah ini lebih serius daripada hal-hal yang sangat tidak penting dan juga ya sudah sangat kelelahan Jadi butuh istirahat sekarang juga.


" Kakak Coba jelaskan sekarang di mana Naura, kalau sampai kamu menyuruhnya pulang maka mulai dari sekarang Kamu urus itu anak kamu sendiri karena aku juga bakalan pindah rumah? " tekan Naura karena ia juga sudah capek setiap hari harus membujuk Kenzo dengan cara apalagi agar pria itu paham jika Terkadang hidup ini tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita harus mencoba sesuatu hal yang baru.


Kenzo memilih untuk cuek dan juga tidak peduli dengan segala macam ancaman yang diberikan oleh adiknya itu karena menurutnya tadi itu kan Naura sendiri yang mau pergi bukan atas paksaan darinya apalagi ya yang sengaja mengusir gadis itu, namun kalau misalnya satu orang pun tidak percaya yaitu merupakan hak mereka juga sih karena dirinya tidak akan pernah berubah pikiran dan juga tidak akan pernah mau ketika dituduh melakukan ini dan itu tapi ia tidak pernah melakukannya.


Shinta benar-benar Jengah dengan kelakuan kakaknya karena bisa-bisanya terlihat begitu santai di saat hari ini ia benar-benar Tengah marah besar, Bayangkan saja seseorang yang sudah membuat Aurel lebih tenang lebih aman dan juga nyaman malah sekarang sudah pergi nanti kalau misalnya Aurel lagi siapa yang bakalan berusaha membujuk anak kecil itu?

__ADS_1


bukan karena ingin membebankan semuanya kepada Naura hanya saja ketika kedekatan Aurel dan wanita itu lebih terjamin dan juga terjaga Bukankah lebih lebih bagus, tapi kakaknya itu selalu bersikap dan tidak-tidak membuat orang-orang pasti bakalan berpikir yang aneh-aneh Dan akhirnya akan merasa emosi dengan segala macam kelakuan yang tidak jelas itu.


"susah yang ngomong sama orang-orang yang tidak punya hadiah Nurani sama sekali yang hobinya selalu bersikap benar dan juga bertindak bijaksana, Jika seperti begini terus aku lebih baik pindah sekarang juga soalnya capek loh melihat orang yang ketika dibicarakan dengan baik-baik tetapi responnya sangat menyebalkan? "setelah mengatakan hal itu wanita itu memilih untuk pergi sekedar menenangkan diri karena susah berbicara dengan kakaknya yang menurutnya sangat menyebalkan kemudian sangat sulit diatur dan juga hobinya membantah setiap perkataan orang membuat dirinya terkadang merasa capek karena tidak dihargai apapun yang diperintahkan olehnya.


Kenzo hanya terdiam saja melihat adiknya itu yang memilih pergi meninggalkannya berduaan saja dengan Aurel anaknya yang tengah sakit seperti begini, bisa dibayangkan Kalau sebentar pasti anak kecil itu bakalan bangun dan juga heboh saat melihat Naura tidak ada kemudian aunty-nya juga ikut-ikutan tidak ada ya pastinya dalam pikirannya kalau Naura akan meninggalkannya selamanya dan kalau misalnya ingin menelpon Naura tentu saja harus menggunakan ponsel aunty-nya.


Kenzo akhirnya memilih untuk menghubungi Bima dan juga Liliana soalnya dirinya harus menyuruh mereka datang ke rumah sakit karena ia harus pulang kemudian membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket, Bayangkan saja dirinya pergi ke rumah sakit dengan menggunakan jas yang tentunya tebalnya minta ampun.


Bima yang hari ini benar-benar sibuk karena Bosnya itu yang tidak datang benar-benar sedang diuji kesabaran saat ada telepon yang masuk berasal dari Kenzo, dan Saat itu pula Liliana juga masuk memberikan berkas yang harus segera diperiksa karena nanti akan dipakai buat meeting sore nanti dan mereka berharap di saat seperti itu ada majikan mereka yang datang karena jika tidak bisa dipastikan betapa pusingnya minta ampun untuk menyelesaikan semua pekerjaan ini.


" Apakah Pak Kenzo sudah menghubungi kamu, dan juga memastikan kalau sebenarnya keadaannya itu baik-baik saja atau gimana Coba karena kita harus bertemu dengannya Sekarang sebab nanti Beberapa jam lagi ada meeting loh? "tanya Liliana Mau memastikan karena Bima yang selalu terhubung dengan majikan mereka itu jika tidak bisa dipastikan pekerjaan ini bakalan hancur berantakan padahal sudah disiapkan dari jauh-jauh hari tinggal mengeksekusinya saja.


Bima mengangkat ponselnya kemudian menunjukkan kalau saat ini orang yang akan dihubunginya itu malah sudah lebih dulu menghubunginya, sepertinya ini malah lebih bagus karena dengan begitu ia tidak perlu harus bekerja ekstra lagi agar nantinya bisa berbicara dengan majikan yaitu di seberang.


" Iya Pak, Ada yang bisa saya bantu? " tanya Bima penasaran soalnya biasanya kalau misalnya pria itu menghubunginya lebih dulu pertanda pasti ada masalah Yang harus diselesaikan atau mungkin ingin meminta tolong tentang hal pribadi.


" kamu datang ke rumah sakit sekarang karena saya mau pulang mandi soalnya ini tubuh saya lengket semua, dan kalau bisa sekalian bareng sama Liliana karena saat ini Aurel sedang sakit Jadi dia butuh ada pengawasan dari orang dewasa lebih dari satu! "perintah Kenzo lalu segera mematikan panggilan tersebut tanpa mendengar dulu jawaban yang diberikan oleh asistennya di seberang membuat Bima hanya bisa menghela nafasnya kasar lalu terduduk di sofa yang ada dalam ruangan itu.

__ADS_1


Penasaran ya jelas tentu saja itulah yang dirasakan oleh Liliana saat ini karena perasaan tadi itu majikannya yang menelpon entah setelah selesai kenapa wajah Bima sekarang yang terkesan sangat perlu untuk dikasihani, membuat wanita itu memilih duduk di samping Bima kemudian memastikan secara langsung kira-kira apa yang terjadi agar nantinya bakalan tidak salah paham dan juga berpikir kalau Sebenarnya ada hal buruk yang sedang terjadi dan dirinya tidak tahu sama sekali.


" pak Kenzo menghubungi anda sebenarnya ada masalah apa ya Pak, karena ini juga darurat urusan kantor yang tidak bisa ditinggalkan dan beliau harusnya tanggung jawab dong? "omel Liliana yang tidak terima membuat Bima menatap tajam ke arah wanita itu sebab menurutnya pikirannya saja sedang membuat Kenapa harus muncul pertanyaan yang tidak jelas dan hanya akan memancing keributan saja.


__ADS_2