
Naura kebingungan harus menjawab apa dari pertanyaan Aurel tadi begitu pula dengan Kenzo yang benar-benar terkejut, sebab Bayangkan saja ini semua itu terasa begitu membingungkan Dan intinya membuat dirinya itu sudah seperti seseorang yang tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana Padahal selama ini juga Ditanya soal mengambil keputusan yang terbaik dan intinya tidak akan pernah Merugikan dirinya sendiri.
Shinta memilih untuk malas tahu dan juga tidak peduli karena baginya ini semua bukanlah perkara yang rumit dan juga permintaan dari Aurel itu tidak ribet, tinggal di iyakan saja ya semua jadi beres dan juga nantinya tidak akan membuat mereka jadi kebingungan harus bersikap Bagaimana menghadapi anak kecil itu .
balik lagi meskipun terkesan memaksakan diri dan juga sangat tega terhadap Naura yang jelas-jelas masih muda dan masa iya harus dijodohkan dengan seorang duda beranak satu sudah begitu duda itu sangat sombong dan juga sulit diatur serta tidak punya hati nurani, akan tetapi sepertinya tidak masalah kalau memang tidak ada cinta di antara mereka berdua karena nantinya masa depan Naura akan terjamin tidak terlentang-lantung tidak harus mengalami kesengsaraan seperti begini dan juga diabaikan oleh semua orang terdekatnya.
Kenzo berharap agar Naura memberikan jawaban yang maksudnya menolak permintaan dari Aurel Tadi nanti kalau misalnya anaknya itu rewel ya perkaranya sangat mudah tinggal dibujuk saja lah, karena Bukankah anak kecil itu sebenarnya tidak terlalu ribet kalau misalnya sudah terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkan Ya tentu saja saat dibujuk pasti akan langsung menurut?
" Kenapa papa sama mami diam saja, Padahal dari tadi Aurel bertanya loh? Oh kalau misalnya diam saja pasti mau ya, sudah tidak masalah nanti kita pulang ke rumah Terus aku yang bakalan ngomong sama nenek, " ujar Aurel antusias membuat Sinta hanya mengacungkan kedua jempolnya karena akhirnya apa yang mereka impikan selama ini tercapai namun yang lebih parahnya itu kan mereka belum mendengar jawaban yang diberikan oleh Kenzo dan juga Naura.
" Aurel, sepertinya Kak Naura tidak bisa deh! soalnya nanti setelah magang di rumah sakit ini Kak Naura bakalan pulang kembali ke kampung, soalnya kan di sana ada mama Naura yang lagi menunggu, nanti kalau misalnya tidak pulang-pulang kasihan kan dia sudah tua tapi tidak punya temannya, "sahut Naura yang mencoba untuk berkompromi dengan Aurel Siapa tahu mungkin anak kecil itu memang bisa diajak kompromi oleh dirinya.
Kenzo sedikit merasa lega dengan jawaban yang diberikan oleh Naura tadi karena menurutnya memang harus seperti itu agar nantinya urusan membujuk Aurel biarlah dirinya yang menghandle, karena ya balik lagi meskipun anaknya itu benar-benar menginginkan Naura tapi kan yang menikahinya adalah dirinya dan kalau misalnya ia tidak mau masa iya dia harus dipaksakan?
Shinta tidak tahu lagi harus merespon Yang bagaimana karena ia juga sedikit kebingungan jika jawabannya Naura berikan tadi seperti itu, padahal harapannya benar-benar menginginkan agar wanita itu menjadi kakak iparnya dan dengan begitu mereka bisa melakukan apapun barang soalnya dirinya kan selama ini sendirian hanya dengan Kenzo namun kakaknya itu paling susah untuk diajak mengatakan sesuatu ataupun menyampaikan masalah yang pernah dihadapinya Dan intinya pasti membuat dirinya sedikit merasa terganggu kalau sendirian terus-menerus.
Aurel terlihat menjatuhkan air matanya karena biarpun anak itu masih kecil tapi percayalah usia 4 tahun itu mereka sudah mulai mengerti segalanya, mengerti Ketika seseorang tidak menyukainya mengerti Ketika seseorang sudah memarahinya dan juga mengerti ketika apa yang diinginkannya tidak diindahkan sama sekali.
Aurel kini bahkan sudah menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Naura karena takut nanti wanita itu bakalan pergi meninggalkannya sendirian, Bayangkan saja selama ini baru mendapatkan seorang ibu tetapi baru saja memintanya untuk tetap tinggal wanita itu malah memilih untuk tetap pergi rasanya begitu menyakitkan dan juga sepertinya tidak ada rasa ikhlas di dalamnya.
__ADS_1
" Mami tidak sayang Aurel, sampai-sampai mau pergi meninggalkan Aurel dan juga membiarkan Aura menangis seharian karena tidak ada yang menggendong tidak ada yang menceritakan dongeng, " ujar Aurel sambil menundukkan kepalanya membuat Naura benar-benar tidak tega.
" Nanti Kak Naura bakalan sering berkunjung deh ke rumahnya Aurel kemudian mengajak Aurel main lalu menceritakan dongeng, tapi kalau misalnya untuk menjadi maminya Aurel terus-menerus tinggal di rumahnya Aurel rasanya tidak mungkin soalnya kan kakak juga punya dan Kasihan dong kalau rumah sudah dibayar tapi tidak ditinggalkan sama sekali? "bujuk Naura lagi tetapi Aurel menggelengkan kepalanya karena memang ia tidak akan pernah mengizinkan wanita itu kembali ke kos-kosannya lagi.
Aurel mana mau ketika mendengar tawaran yang diberikan oleh Naura seperti itu, karena sama saja wanita itu tetap tidak akan pernah mau menjadi maminya padahal Ia ingin sekali memanggil Naura dengan sebutan Mami kemudian memamerkan kepada siapapun kalau sebenarnya dirinya juga punya Mami seperti mereka.
" papa itu Kenapa diam saja sih dari tadi, Apa tidak sayang lagi sama Aurel jadinya tidak mau membujuk Mami Naura untuk menjadi maminya Aurel? Aurel juga pengen saat tidur dibacakan dongeng saat menangis ada yang membujuk kemudian saat pergi sekolah ada yang mengantar, kalau Papi diam saja yang ada mami tetap tidak akan pernah mau menjadi maminya Aurel? "protes Aurel membuat Kenzo menghela nafasnya kasar karena ia juga tidak mungkin dong mengikat seorang gadis hanya karena keegoisan keluarga mereka dan juga hanya karena permintaan dari Aurel itu.
Shinta memilih untuk tidak ikut campur dalam polemik rumah tangga kecil tersebut karena kedua orang itu kan sudah dewasa yang tentunya akan bisa mengambil keputusan yang paling terbaik dalam hidup mereka, kalau misal nanti mereka benar-benar memutuskan untuk bersama yaitu malah lebih bagus tapi kalau misalnya mereka memutuskan untuk tidak akan pernah menjalin yang namanya sebuah keluarga ya Maka jangan menyesal kalau dirinya bakalan melakukan dengan caranya sendiri.
"kalian itu kenapa sih egois sekali terhadap anak sekecil ini dengan tidak mau mengikuti apa yang ia minta, setidaknya Tolonglah lakukan saja seperti yang dikatakannya itu kemudian lakukan saja seperti yang ia inginkan mungkin dengan begitu bakalan lebih nyaman dan juga lebih beres?" omel Shinta yang tidak terima.
" ah sudah kamu saja yang di sini biar aku yang pergi ngomong sama dokter Arjuna, soalnya nanti tidak menjamin kalau misalnya kamu pergi terus aurelnya bakalan dia pastinya dia akan rewel! " ujar Shinta yang memilih untuk cari aman daripada hanya berada dalam satu ruangan bersama dengan kakaknya yang sudah kayak monster tidak suka berbicara itu ya lebih baik ya pergi saja kan.
Naura memilih untuk pasrah saja karena tidak mungkin juga kan Aurel bakalan melepaskan dirinya ketika anak itu selalu menggenggam tangannya begitu erat, hanya saja yang sedikit merasa keberatan karena pastinya di dalam ruangan itu bahkan hanya ada mereka bertiga yaitu dirinya dan juga Aurel serta Kenzo.
Apapun yang terjadi kedepannya Ya tentu saja dirinya tidak bisa banyak mengelak apalagi terlalu banyak meminta dengan semua yang ada, kalaupun nantinya harus berjalan sesuai dengan keinginan dia tidak masalah jika terlalu banyak meminta dan mengharap lebih juga sepertinya tidak terlalu memungkinkan.
" aku tahu kalau kamu juga pasti menginginkan hal ini terjadi kan, padahal tadi aku sudah menawarkan uang lo untuk kamu bahkan 1 jam dengan 10 juta itu merupakan tawar nenek yang tidak pernah diberikan orang lain di muka bumi ini, "Kenzo berbicara secara perlahan ketika melihat Aurel sudah tertidur lagi sebab dirinya benar-benar harus fokus mengurus masalahnya dengan Naura agar Gadis itu sadar diri jika dirinya bukanlah seorang pria yang Sembarangan mengiyakan dan juga menerima orang-orang asing dalam kehidupannya.
__ADS_1
ingin sekali Naura tertawa karena menurutnya Kenzo itu terlalu percaya diri bahkan terkesan seperti tidak menghargai keinginan orang lain, padahal Apa yang dilakukannya itu tidak ada yang salah dan kalaupun nanti ada masalahnya juga ia bisa mengurus semuanya dengan begitu baik tanpa harus melibatkan yang ini dan juga yang itu serta tanpa membuat dirinya merasa tidak begitu nyaman.
" jadi di sini aja kan yang diberikan oleh adik dan juga anak kamu maka aku yang salah, padahal Dari awal kamu sudah tahu kan kalau misalnya aku tidak pernah ikut campur di dalamnya untuk mengurus semuanya? aku juga tidak terlalu menginginkan jika memang benar harus sesuai dengan keinginan, karena nantinya pasti hanya akan membuat kamu merasa terlalu percaya diri karena mungkin berpikir bahwa kamu orang kaya dan aku adalah orang miskin yang akan tergila-gila dengan yang namanya uang? " tanya Naura dengan tersenyum mengecek karena Siapa sih yang tidak merasa lucu ketika dituduh seperti itu dan menurutnya tuduhan itu sangat sadis dan juga tidak berdasarkan fakta.
Kenzo merasa lucu dan akhirnya tertawa ketika Gadis itu membela dirinya, karena tadi itu sebenarnya jawaban yang diberikan oleh Naura itu menggantung dan tentunya pasti ingin menjadi istrinya padahal Percayalah dirinya sedikitpun tidak doyan dengan anak kecil.
"aurel sudah tidur kan, sekarang kamu tolong pergi dari sini dan berikan nomor rekening kamu karena saya bakalan transfer secara langsung tanpa menunggu beberapa menit lamanya," tawar Kenzo membuat Naura menghilang nafasnya kasar karena dirinya juga punya harga diri kalau misalnya memilih bertahan yang ada apa yang dipikirkan Kenzo itu benar-benar sesuai karena mengira bahwa dirinya memilih bertahan kemudian menurunkan harga dirinya hanya karena takut nantinya harta benda pria itu bakalan jatuh ke tangan orang lain.
naura secara perlahan numberingkan Aurel di atas tempat tidurnya pasien kemudian menyelimutinya dengan begitu baik membenarkan posisi bantalnya agar tidurnya Aurel menjadi lebih nyaman , Lalu setelah itu mengambil tasnya tanpa menoleh ke arah Kenzo kemudian memberikan sebuah pernyataan yang mungkin membuat harga diri pria itu sedikit jatuh.
" ternyata uang itu bisa membuat seseorang tidak pernah menggunakan otaknya untuk berpikir dalam mengeluarkan kata-kata yang pantas, karena mereka selalu merasa bahwa uang itu bisa membeli harga diri orang lain sampai-sampai mungkin kalau orang lain pun bisa! akan tetapi saya garis bawahi di sini kalau semua orang itu tidak sama Sebab saya masih punya tenaga untuk bekerja menghasilkan uang dan juga masih bisa menjaga harga dirinya saya agar tidak diinjak orang, kalau memang Anda merasa bahwa uang itu berharga Ya sudah jagalah uang itu baik-baik nanti takut bakalan diambil orang, "setelah mengatakan hal itu Naura pun memilih untuk pergi tidak masalah kalau misalnya orang-orang merasa tidak terima dan juga tersinggung dengan apapun yang dikatakannya karena memang sejatinya seseorang itu akan memiliki harga diri ketika dirinya mempertahankannya dengan begitu baik.
Kenzo mengepalkan tangannya menahan emosi sebab dirinya benar-benar tidak terima ketika anak sekecil itu berani menasehatinya dan juga berani mengatakan hal-hal yang membuat harga dirinya jatuh ke bawah, namun balik lagi ia tidak mungkin bersikap lebih dari ini yaitu mengeluarkan kata-kata yang kasar dengan intonasi yang begitu tinggi bahkan dengan melakukan tindakan karena Takutnya nanti Aurel bakalan terganggu maka dari itu ia tidak masalah kalau misalnya Naura pergi dan juga tidak ada niatan untuk mencegahnya karena menurutnya Aurel itu merupakan anaknya dan otomatis kalau misalnya anak itu tantrum dirinya akan bisa membujuknya dengan begitu baik seperti selama ini.
Naura menyesal kenapa sih tadi saat Shinta menelepon Ia dengan begitu cepat datang ke tempat ini, dan lihatlah sekarang tidak ada kata-kata terima kasih yang didapatkan tetapi yang ada malah Makian kemudian orang-orang yang malah meremehkan soal statusnya dan juga tentang apa yang dilakukannya selama ini.
" percuma datang ke sini jika hasil akhir bakalan dimaki-maki seperti itu, itu aki-aki tua bukannya Terima kasih karena aku sudah berbaik hati mengurus anaknya eh malah dikatain lagi? pokoknya jangan harap nanti kalau misalnya mereka meminta tolong untuk mengurus Anaknya lagi karena aku tidak akan pernah membiarkan Harga Diriku diinjak lagi, enak saja selama ini aku sudah selalu direndahkan oleh orang-orang sekitarku dan sekarang malah direndahkan lagi Oh tentu tidak akan pernah aku biarkan ferguso! " Laura sepanjang jalan hanya marah-marah tidak jelas sampai-sampai tidak sadar kalau saat ini Arjuna Tengah menatap heran ke arahnya.
"kamu masih sehat kah, kalau memang sudah merasa sakit Berhentilah jadi dokter dan pergilah mendaftar diri di rumah sakit jiwa ? " ujar Arjuna membuat Naura membulatkan matanya sempurna karena masa iya dirinya yang sehat walafiat malah dikatain sebagai orang yang tidak waras lagi ya sejak kapan orang tidak waras itu bakalan berkeliaran dengan penampilan yang begitu rapi.
__ADS_1