NAURA BE MINE

NAURA BE MINE
Tolong


__ADS_3

Kenzo yang sudah capek berdebat dengan adiknya itu kini memilih untuk menemui anaknya siapa tahu mungkin sudah ada perubahan, namun Lihatlah Aurel kini Duduk menatap ke arah luar tepat di samping jendela dalam keadaan yang tidak bergerak sama sekali bahkan bisa dibilang tatapannya itu begitu kosong seolah-olah Tengah memikirkan sesuatu yang sepertinya tidak akan pernah bisa didapatkan.


Kenzo sebenarnya tidak ingin menjadi seorang ayah yang begitu egois katanya tidak bisa memikirkan perasaan anaknya sendiri, namun balik lagi tidak mungkin juga kan Ya harus meminta Naura datang dan menemui Aurel sedangkan mereka saja tidak punya hubungan apapun yang mewajibkan agar wanita itu datang dan mengurus anaknya.


sedangkan Siska yang notabene merupakan mama kandung dari Aulia saja tidak pernah sekalipun datang kemudian mengecek keadaan Anaknya ya Meskipun sebenarnya Kenzo tidak akan pernah mengizinkan hal itu terjadi.


karena Biar bagaimanapun hak asuhnya Aurel itu sudah jatuh di tangannya Kenzo jadi otomatis pria itu akan menjaga dengan baik anaknya supaya tidak kekurangan yang namanya kasih sayang, tidak kurang yang namanya segala macam perhatian kemudian materi dan juga kebahagiaan serta kenyamanan yang harus didapatkan oleh anaknya itu.


Kenzo secara perlahan mendekati Aurel kemudian mengusap pelan kepalanya membuat gadis kecil itu mendongak menatap ke arah Papanya, tatapannya begitu sendu bahkan terlihat genangan air mata di dalamnya membuat pria itu hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sumpah lebih baik dirinya disuruh menghadapi 1000 orang untuk bertarung daripada melihat anaknya yang keadaannya seperti begini seolah-olah kehilangan arah dan juga sangat membutuhkan yang namanya kasih sayang.


"Mami Naura nya sudah datang papa ? " tanya Aurel memastikan bahkan kini dirinya sudah celingukkan mencari ke arah depan pintu Siapa tahu mungkin Naura menyusul Papahnya untuk masuk ke dalam rumah dan dengan begitu pasti wanita itu bakalan datang belakangan Makanya sekarang Aurel memastikan kembali Siapa tahu mungkin Naura benar-benar sudah berada dalam rumah ini.


Kenzo menghela nafasnya kasar ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh anaknya itu, karena sebenarnya tidak mungkin dong dirinya berkata jujur kalau sebenarnya Naura itu memang tidak ada sama sekali sebab dirinya tidak pernah memberi kabar apalagi mencoba untuk meminta tolong yang pada akhirnya hanya akan membuat harga dirinya itu begitu jatuh ke bawah soalnya sudah menjadi pengemis.


Kenzo memaksakan diri untuk tetap tersenyum meskipun ada rasa kecewa ketika anaknya itu lebih mengharapkan Naura dibandingkan dirinya yang jelas-jelas hari ini sudah meluangkan waktu seharian untuk bersama dengan Aurel, bahkan sampai pertemuan dengan klien yang paling penting sekalipun harus di cancel oleh Bima dan juga Liliana sebab untuk sekarang Anaknya lebih penting dibandingkan segala harta duniawi karena baginya harta itu tidak akan pernah dibawa mati tetapi perhatian dari seorang ayah ke anaknya itu merupakan hal yang utama kalau tidak ya sama saja untuk apa melahirkan anak ke dunia jika hasil akhirnya bakalan ditelantarkan begitu saja.


" ada Papa di sini, Kenapa harus cari orang lain? Apakah Aurel sudah tidak sayang lagi sama papa dan juga memilih untuk Papa pergi saja tidak usah dekat-dekat di sini lagi, Soalnya papa itu rela menemani Aurel seharian Tetapi malah Aurel cuek loh sama papa dari tadi? " Kenzo terlihat pura-pura merajuk Ya siapa tahu dengan begitu Aurel bakalan melupakan permintaannya tentang membawa Naura untuk datang ke rumah ini dan juga merawat dirinya sebab itulah harapannya dari tadi.

__ADS_1


Aurel menggelengkan kepalanya Karena maksud dan tujuannya tidak pernah mengarah ke arah yang itu sebab yang ada dalam pikirannya hanyalah ingin bertemu dengan Naura kemudian mendapatkan kasih sayang Serta perhatian dari wanita itu, kalau misalnya papanya mau pergi kerja Ya tidak masalah karena memang sudah kebiasaan seperti itu jika Kenzo itu lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan dirinya makanya anak itu sudah terbiasa tanpa cancel di sampingnya apalagi dengan Siska ya lebih tidak lagi karena baginya siska ada atau tidak sama saja wanita itu selalu jahat dan juga tidak pernah perhatian kepadanya.


" ya sudah Papa pergi kerja saja nanti biar Mami Naura yang menemani aku di sini soalnya kan papi harus kerja Biar aku sama mami Naura bisa belanja sepuasnya, aku juga tidak mau melarang Papi untuk tetap tinggal soalnya kan papi itu biarpun tinggal tetap pikirannya hanya ke kerjaan saja jadi lebih baik aku bareng sama mami Naura saja deh! "jelas Aurel meskipun suhu tubuhnya begitu tinggi tetapi mulutnya tetap saja nyerocos tanpa henti karena memang kebiasaan anak-anak di umur seperti begitu kan ingin mencoba sesuatu yang baru kemudian mencari tahu apa yang diinginkan oleh pikirannya.


Kenzo terlihat begitu frustasi mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh anaknya bahkan bisa dibilang itu merupakan sebuah perintah, padahal dari awal ia sudah berkata bahwa tidak akan pernah ada Naura di tengah-tengah mereka dan tidak akan pernah ada seorang wanita lain lagi dalam kehidupannya sudah cukup dulu berurusan dengan Siska maka sekarang bedanya sudah kapok dan juga benar-benar sangat kapok maka dari itu lebih baik seperti begini saja hidup tanpa beban dan menikmati semuanya sendirian tanpa ada yang mengganggu.


Shinta ingin sekali tertawa ketika melihat wajah kakaknya yang begitu frustasi seolah-olah permintaan dari anaknya itu merupakan sebuah hal yang paling berat yang tidak mampu untuk dipikulnya, padahal sebenarnya itu Masalahnya simpel saja hanya karena kakaknya itu yang kelebihan gengsinya makanya tidak berani menelpon Naura atau pun meminta dirinya untuk segera menghubungi wanita itu biar segera datang ke tempat ini.


"sebenarnya tante itu mau menelpon Mami Naura tetapi papa kamu itu yang tidak mengizinkannya ya mau gimana lagi coba, kalau misalnya papa kamu mengijinkan dari tadi pasti saja Mami Naura juga sudah di sini dan karena menyangkut tuan rumahnya tidak izin ya tidak mungkin dong tante menelponnya? "Shinta sengaja memprovokasi Aurel membuat kakaknya itu menatap tajam ke arahnya karena tidak percaya adiknya itu tiba-tiba nongol dan mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal dan bisa dibilang hanya mencari perkara dengannya soalnya Ia memang dari awal tidak akan pernah mengizinkan Naura datang ke tempat itu Kenapa adiknya sekarang malah nyerocos tidak jelas.


aurel menatap tajam ke arah papanya juga ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Shinta tadi jika sebenarnya Naura tidak jadi datang ke sini hanya karena apa-apanya itu yang tidak suka dengan keberadaan wanita tersebut, dan setelah menatap tajam kini gantian anak kecil itu menangis terus sampai-sampai akhirnya karena kepleset dan terjatuh sehingga kepalanya pun langsung membentur lantai dan mengeluarkan darah yang begitu banyak.


semua orang ada dalam ruangan itu berteriak histeris ketika melihat apa yang terjadi di hadapan mereka dan juga bagaimana sekarang keadaan gadis kecil di dalam rumah itu, ada rasa tidak tega ada rasa sakit hati dan juga kecewa disaat yang bersamaan Ketika di saat seperti begini tidak ada yang menggantikan sosok Ibu karena Aurel itu sebenarnya sedang membutuhkan yang namanya perhatian dan juga kasih sayang dari seorang ibu namun kasihan dari umur 1 tahun pun tidak pernah ia dapatkan sama sekali.


" sudah puaskan kamu melihat Aurel seperti ini? Coba saja Kalau waktu itu misalnya kamu tidak melakukan hal nekat dengan mengenalkan dia kepada orang asing Ya tentu saja dia juga tidak akan kayak begini, sekarang kalau sudah begini Siapa lagi yang mau tanggung jawab Emangnya kamu bisa mengembalikan anakku? "Kenzo mengatakan hal itu sambil berteriak histeris membuat Sinta mendengus kesal karena menurutnya kakaknya itu terlalu lebay.


" eh Anaknya lagi pingsan digendong kemudian dibawa ke rumah sakit jangan banyak bicara deh Memangnya dengan kamu bicara Aurel bakalan segera sadar sekarang, jadi pria itu jangan terlalu Cengeng masalah itu diselesaikan apalagi soal anak kecil seperti begini dan juga jangan terlalu memegang ego yang tidak jelas! "omel Sinta yang memilih untuk menggendong keponakannya itu karena kalau misalnya menunggu kakaknya sepertinya tidak akan pernah kelar urusan marah-marahnya tadi

__ADS_1


Kenzo akhirnya tersadar ketika melihat Sinta sudah membawa anaknya itu keluar dari dalam kamar dan sekarang segera menyusul ke dalam mobil adiknya itu, Sinta memilih untuk duduk dan memangku kepalanya Aurel sedangkan Kenzo disuruhnya untuk menjadi sopir kali ini tidak peduli kalau ternyata di dalam keluarga itu ada sopir pribadi yang siap mengantar mereka ke manapun.


Shinta yang benar-benar merasa emosi dengan kakaknya akhirnya mengambil keputusan sendiri dengan menelpon Naura, meskipun ini weekend tetapi setidaknya pastinya Gadis itu akan merespon panggilan darinya karena jika tidak seperti begini maka bisa dipastikan maka Aurel nanti Saat sadar nanti tetap akan histeris jika tidak ada Naura di sampingnya.


Naura yang sedang mencuci pakaian kemudian sekaligus memasak dan juga berberes rumah karena kebetulan Pamela yang pergi belanja hari ini, merasa heran ketika ada panggilan masuk dari Shinta karena memang mereka kan berteman di satu fakultas dari otomatis saling menyimpan nomor ponsel satu dan yang lainnya dan terkadang cinta itu menawarkan untuk memberikan dirinya HP Android yang meskipun itu bekas pakainya Tetapi wanita itu menolak sebab menurutnya ia tidak mau terlalu banyak berhutang Budi pada orang yang pada akhirnya tidak akan bisa dibalas satu persatu.


" ya Shinta, Ada apa ya? Kok tumben kamu meneleponku, padahal kamu tahu sendiri kalau ini hari Minggu ya Otomatis diamnya kita buat istirahat kan? "tanya Naura penasaran sebabnya Emang selama ini Shinta tidak pernah mengganggunya di hari Minggu kebiasaan Gadis itu akan menelponnya ketika hari Senin sampai dengan hari Jumat karena memang disaat seperti itu mereka bakalan bertemu di fakultas dan kalaupun ada tugas yang tidak sempat dikerjakan pasti bakalan saling mengabari satu sama lain.


Shinta tidak peduli sekali dengan tatapan tajam kakaknya saat dirinya menyebut nama Naura, karena menurutnya Jika ia harus mengikuti Kenzo maka Lagi Dan Lagi Aurelia yang akan menjadi korban soalnya anak kecil itu kan belum paham apapun tentang masalah orang dewasa.


"Naura, kamu hari ini sibuk tidak? soalnya aku tuh benar-benar membutuhkan bantuan kamu dan Percayalah ini darurat banget tanpa tapi dan juga tanpa karena, soalnya aku mau menjelaskan secara langsung kepada kamu rasanya Satu jilid buku pun tidak akan cukup maka dari itu aku langsung to the point aja kamu bisa tidak datang menemuiku sekarang?" tanya Shinta penasaran membuat Kenzo mengepalkan tangannya menahan emosi karena sepertinya adiknya itu memang tidak mau mendengarkan apapun yang dikatakannya padahal dari awal ia sudah berkata bahwa tidak ada yang boleh menelpon Naura dan juga meminta agar wanita itu datang kemudian mengurus anaknya.


naura mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Shinta tadi karena Masa iya orang kaya sepertinya malah meminta tolong kepada dirinya yang jelas-jelasin miskin yang tidak punya apapun yang bisa dibanggakan, kalaupun meminta tolong pun pasti hanya tenaga saja yang bisa diberikannya kalau soal finansial sepertinya sangat tidak masuk akal sama sekali.


"ya Memangnya kenapa sin ? "Naura benar-benar penasaran maka dari itu lebih baik memilih untuk memastikan saja siapa tahu memang wanita itu benar-benar membutuhkan bantuannya soalnya jarang sih kalau Sinta meminta pertolongan seperti ini soalnya kan segala macam sudah tersedia baginya mau menyuruh pun sudah ada asisten rumah tangga kemudian ada pengawal dan juga sebagainya yang pastinya akan mengerjakan semua perintahnya tanpa terkecuali.


"kamu datang dong ke Rumah Sakit Kasih Bunda karena aku ada di situ sekarang, nanti aku bakalan kasih tahu tempatnya ada di mana tetapi intinya tolong ya kamu datang sekarang juga soalnya ini darurat banget loh ! " jelas Shinta ambigu membuat Naura benar-benar kebingungan Apakah harus menyanggupi atau mungkin menolak.

__ADS_1


Shinta Mendengar hembusan nafas yang begitu berat dari seberang pertanda bahwa orang yang ada di seberang itu sepertinya berat untuk melakukan perintah yang ia berikan tadi, Dan ini semua sebab muasalnya adalah dari sikap kakaknya yang tidak tahu menghormati orang lain dan juga maunya menang sendiri padahal jelas-jelas manusia itu merupakan makhluk sosial di bumi ini yang saling membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekat maupun orang yang tidak dikenal sekalipun karena memang dia tidak mungkin akan mengurus dirinya saat kecelakaan atau mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan.


" kamu Jangan memikirkan soal Abangku karena jangan pedulikan dia soalnya Anggap saja kalau dia itu lagi mengembara Sekarang! aku meminta tolong kepada kamu karena ini menyangkut soal keponakanku Yang pastinya kamu tahu dong jika itu Aurel, karena anak kecil itu sekarang dalam keadaan pingsan Soalnya dari semalam itu dia drop panas tingginya kumat jadi mau tidak mau kami membawanya ke rumah sakit dan sekarang dia hanya mengigo menyebut nama kamu saja! "jelasin Shinta membuat Naura tanpa banyak berbicara langsung saja pergi menyusul mereka ke rumah sakit yang tadi disebutkan namanya Soalnya biar bagaimanapun anak kecil itu tidak punya dosa sama sekali karena yang melakukan kesalahan kan orang tuanya.


__ADS_2