
Naura tidak peduli kalau misalnya saat ini Aurel Tengah menangis histeris tidak mau dirinya tinggalkan, soalnya Siapa sih yang bakalan tahan ketika diperlakukan begitu buruk oleh Kenzo seperti tadi maka biarlah mau Aurel menangis seperti apapun Bukankah ada ayahnya yang sedang bersamanya saat itu Jadi tidak mungkin dong harus membutuhkan dirinya.
naura hanya berusaha maksudnya untuk menjadi orang yang tidak terlalu merasa kasihan terhadap masalah orang lain karena Biar bagaimanapun dirinya juga punya masalah yang harus bisa segera diselesaikan, kalau misalnya fokus mengurus masalah orang sekarang pertanyaannya Kapan jadinya bakalan bisa bernafas juga jika semuanya harus seperti begini terus dan juga tidak jelas ujungnya bakalan seperti apa.
wanita itu bahkan memilih untuk menutup mata dan telinganya serta tidak ingin mendengarkan apapun apalagi suara Aura itu begitu menggema di taman rumah sakit, di sini merasa kasihan dengan anak itu namun balik lagi tidak mungkin juga kan Iya yang tidak punya apapun menjanjikan yang namanya kenyamanan sebab Kenzo lebih berhak dan juga lebih pantas melakukan semua itu.
Cinta yang kebetulan sudah selesai kini menyusul Naura yang terlihat hanya menundukkan kepalanya dengan wajahnya yang memerah entah karena apa dirinya juga tidak tahu sama sekali, maka dari itu ia memilih untuk mendekatinya tetapi sepertinya Naura tidak sadar jika sebenarnya saat ini Sinta Tengah menatap ke arahnya.
"kamu Kenapa sendirian di sini, terus aurelnya lagi ke mana? Kenapa kamu mau Malah meninggalkannya ya Meskipun bisa dibilang kamu melakukan hal ini secara cuma-cuma tetapi jangan gitu dong Dia kan masih kecil belum paham apapun, kalau memang kamu kesulitan saat bekerja selagi masih ada dia yang sudah titipkan saja dia kepada siapapun yang ada di sini Bukankah mereka itu juga merupakan bawahan dari Kak Kenzo? "tanya Sinta yang merasa penasaran karena Naura dari tadi hanya menggelengkan kepala seolah-olah tidak peduli dengan apa yang ditanyakan olehnya tadi.
__ADS_1
"kamu ngomong dong kenapa diam saja seperti itu, Aku sumpah benar-benar merasa penasaran Sebenarnya apa yang terjadi? kalau misalnya sudah merasa tidak nyaman dia tinggal ngomong saja tidak ada yang bakalan marah kok, soalnya aku juga tahu kamu pasti merasa tidak nyaman ketika ada anak kecil yang tidak punya hubungan darah sama sekali dengan kamu tetapi malah meminta hal yang aneh-aneh?" Sinta Sebenarnya merasa kasihan dengan Naura yang harus kesulitan bekerja hanya karena menjaga Aurel yang dari tadi sangat rewel dan tidak mau dipegang oleh siapapun kecuali oleh Gadis itu.
" kamu Jangan berpikiran yang aneh-aneh seperti itu dong Memangnya kamu pikir aku setrika itu apa sama anak kecil, dia sekarang bersama dengan papanya dan aku benar-benar tidak ingin menjaganya lagi soalnya Kakak kamu itu sifatnya sangat keterlaluan, " jelas Naura lalu pergi dan saat itu dirinya berpapasan dengan Arjuna yang kebetulan juga sedang ingin mencarinya.
Arjuna menatap tajam ke arah Naura yang kebetulan tadi sempat menabrak dirinya sedangkan wanita itu hanya meringis merasa tidak enak hati soalnya bukannya bekerja malah keluyuran ke sana kemari, tetapi mau bagaimana lagi ketika ada Aurel yang harus dia bujuk agar lebih anteng dan tidak mungkin dong harus samakan dengan para peserta magang yang lain yang terlihat lebih bebas dibandingkan dirinya yang kemana-mana tidak bisa sama sekali.
Sinta sebenarnya membaca Apa yang dilakukan oleh Arjuna itu semata hanya ingin mendapatkan perhatian dari Naura namun dirinya melakukan hal ini melalui versinya agar mungkin Aura tidak sadar tentang perasaannya, maka dari itu iri dirinya hanya tersenyum dan mencoba memprovokasi kakaknya Ya siapa tahu mau membujuk Naura agar mau menjadi babysitternya Aurel.
"naura Kalau boleh tahu tadi kamu meninggalkan Kakak sama anaknya ada di mana ya, soalnya aku lagi ingin membicarakan hal penting dengannya Tetapi kalau bisa Kamu jangan pergi kemana-mana ya Terus kalau mau pulang ya silakan mengirimkan pesan supaya aku tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini, "saran Sinta lalu segera pergi meninggalkan Naura yang tengah kebingungan.
__ADS_1
Arjuna masih menatap tidak suka ke arah Naura yang menurutnya terlalu banyak menundukkan kepala padahal jelas-jelas Ia ingin melihat kira-kira bagaimana ekspresi wanita itu ketika dirinya berkata dengan keras seperti tadi, dan hal ini pula yang membuat dirinya terkadang merasa tidak suka karena menurutnya jika Naura terus-menerus bersikap hanya menunjukkan kepala ya nanti orang-orang di luar sana juga tidak akan pernah menganggap kehadiran wanita itu berarti.
" kamu bisa tidak menghadap ke arah lawan bicara bukan malah menunjuk ke bawah saja, memangnya Apa sih yang kamu cari di bawah sana Bukankah orang itu berdiri di hadapan kamu bukan malah perlu dibawakan kamu, ayo Sekarang ikut saya kita harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi dan Ingat saya tidak terima yang namanya alasan ini dan itu karena Siapa suruh dari tadi kamu keluyuran tidak jelas," ajak Arjuna dan Naura hanya menganggukan kepala.
Wanita itu jelas saja tidak punya kekuatan untuk membantah sebabnya bagaimanapun keputusan seorang dokter kepada perawatnya itu adalah mutlak harus dilakukan, meskipun ada rasa tidak nyaman ketika orang-orang itu memberikan perintah dengan begitu kasar namun ketika mendengar jika selama ini Melinda lebih parah daripada yang dilakukan oleh Arjuna maka wanita itu kembali tersenyum dan merasa bahwa dirinya baik-baik saja
Sinta saat ini telah menemukan kakaknya yang sedang berjuang mendiamkan Aurel yang dari tadi berteriak misterius semenjak ditinggalkan Naura , anak kecil itu bahkan tidak mau dibujuk dan lebih memilih untuk meminta agar Kenzo menurunkannya ke bawah tanah soalnya dirinya tidak sulit disentuh oleh papanya yang selama ini ketika meminta sesuatu terlalu banyak alasan untuk mengabulkan hal itu.
" loh Aurel Kamu kenapa duduk di bawah situ, ayo bangun tidak baik loh bagi kesehatan kalau misalnya terlalu lama berada di atas tanah itu! "tawar Sinta yang tidak tega ketika melihat keponakannya harus seperti itu.
__ADS_1