
Melinda siapa saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Reni barusan, kok bisa-bisanya wanita itu menilai dirinya dengan sesuai keinginannya sendiri tanpa peduli dengan perasaan orang lain kira-kira bakal terima tidak apa yang ia katakan tadi?
" Maksud kamu tadi berbicara seperti itu apa, kamu sedang menghina saya atau mungkin menghina dengan keadaan keluarga saya saat ini ? jangan terlalu kurang ajar ya dengan mencoba-coba untuk menjadi guru dalam kehidupan pribadinya saya , memang saat ini kamu sedang bahagia Ya sudah Nikmati saja kebahagiaan kamu itu jangan malah mengganggu urusan orang lain! "omel Melinda lalu segera pergi dari situ tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan oleh Reni ataupun suaminya karena menurutnya urusan mereka itu tidak ada sama sekali Jadi sepertinya tidak perlu saling dekat atau bagaimanapun.
Reni hanya menggelengkan kepala ketika melihat tingkah dari Melinda yang menurutnya sudah sangat keterlaluan itu, setiap kali orang berbicara baik-baik tanggapannya pasti bakalan langsung ngegas kemudian tidak terima dan juga sepertinya mudah sekali tersinggung.
__ADS_1
"kenapa ya Mas, Melinda itu semakin hari semakin lain tidak seperti dulu lagi ketika Mas Wijaya masih hidup?" tanya Rini Yang penasaran dengan perubahan sikap sahabatnya itu yang semakin hari semakin tidak bisa terkontrol sama sekali.
" Biarkan saja dia mau melakukan apapun yang penting intinya tidak berlebihan terhadap Naura, Lagian sekarang anak itu kan sudah di kampusnya mungkin soalnya tadi apa Papa dengar katanya hari ini kampus yang dituju itu sudah membuka pendaftaran! "ujar Raharja karena memang ingin selalu berpikir positif Biarkan saja Melinda mau marah Seperti apa karena itu merupakan haknya wanita itu untuk bersikap yang penting intinya Tidak semua orang dirugikan kemudian tidak ada kehidupan orang lain yang hancur akibat perubahan sikap wanita itu yang sangat keterlaluan dan juga tidak punya rasa kemanusiaan sama sekali ketika melakukan sesuatu.
"ya Iya sih Mas, ngapain juga sih pusing ingin Melinda yang penting intinya sekarang kan Naura baik-baik saja?" ujar Reni dan akhirnya memilih untuk masuk dalam rumah daripada nantinya terlalu respon dengan Melinda pun wanita itu sepertinya tambah merasa tidak suka kepadanya.
__ADS_1
Naura kali ini benar-benar takjub dengan bangunan megah yang ada di hadapannya saat ini begitu pula dengan Pamela, keduanya bahagia sekali karena kampus yang dulu menjadi favorit kini benar-benar ada di hadapan mereka dan Ketika mendaftar entah nantinya lolos atau tidak yang penting intinya semua sudah dipastikan kalau mereka bakalan lolos soalnya keduanya merupakan siswa dengan peringkat yang begitu memuaskan.
" Ya ampun Naura aku senang sekali lho akhirnya kita bisa injakan kaki di tempat ini tidak seperti dulu yang hanya Bermimpi saja, pokoknya kita harus menjadi orang sukses setelah tamat dari sini karena aku ingin membungkam mulutnya tante Melinda supaya tidak terlalu menjelek-jelekkan kamu terus-menerus! " ujar Pamela antusias sedangkan Naura memilih hanya menggelengkan kepalanya karena ia tidak ingin membahas siapapun sebab Percuma saja ketika membahas Melinda sedangkan wanita itu saja tidak pernah memikirkan keadaannya sama sekali.
"Aku ingin maju di tempat ini dan kalau bisa jangan sebut-sebut lagi soal Mama soalnya nanti takut dia bakalan tersinggung ketika tahu, padahal kamu tahu sendiri kan kalau aku merasa tidak nyaman ketika setiap hari harus dipersalahkan terus-menerus? "tolak Naura yang benar-benar tidak ingin bergosip soal mamanya sendiri terlepas dari wanita itu yang selalu menyangkal kalau dirinya itu bukanlah anaknya namun Naura bisa apa ketika tidak punya bukti yang kurang kreatif kalau apa yang dikatakan oleh Melinda itu benar-benar merupakan sebuah kenyataan.
__ADS_1