
Kenzo hari ini benar-benar dibuat kewalahan karena tingkah yang ditunjukkan oleh Aurel dari tadi pagi hingga saat ini,sebab anak kecil itu begitu aktif dan juga sangat membuat Kenzo tidak bisa berkata kata.
Bima ingin sekali tertawa melihat wajah cemberut milik bos nya itu namun dirinya memilih untuk cuek karena ia masih berusaha untuk tetap hidup dan juga bekerja ,sebab kalau tidak ya sama saja bohong jika ia masih bersikap biasa saja.
Kenzo ingin menghajar asistennya itu karena dari tadi sepertinya Tengah menertawakan keadaannya yang berusaha membujuk Aurel agar tinggal di dalam ruangan karena dirinya mau melakukan meeting sebentar lagi, bukannya kurang ajar sih tetapi setidaknya bisa membuat perubahan dalam hidupnya dan juga anaknya itu bisa sedikit menjauh serta tidak terlalu mengganggunya lagi.
__ADS_1
" Jadi ceritanya kamu mau tertawakan saya terus-menerus tanpa henti dan mau mengundang masalah begitu, kalau sekali lagi kamu melakukan hal itu maka jangan menyesal saya akan membuat hidup kamu berantakan dan juga berhenti bernafas? "omel Kenzo yang tidak terima.
Bima memasang tatapan tak percayanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu yang selalu saja menyalahkan dirinya, padahal setahunya apa yang ia lakukan itu tidak ada yang salah tetapi kenapa terlihat begitu marah Memangnya letak kesalahannya ada di mana coba?
" Ya sudah kalau begitu saya minta maaf tuan, nanti saya akan usaha untuk tidak tertawa lagi meskipun sangat lucu dan juga menggemaskan! "Bagaimana tidak lucu ketika Kenzo menggendong anaknya itu dengan menggunakan kain gendong berbentuk boneka berwarna pink dan lebih parahnya lagi sambil berjoget agar maksudnya anaknya itu tidak menangis.
__ADS_1
" Liliana, Tolong kamu urus anakku belikan apa saja yang dia inginkan dan juga apa yang disentuh tetapi untuk sekarang saya harus pergi meeting! " perintah Kenzo yang mau tidak mau menyerahkan anaknya itu kepada sekretarisnya yang kebetulan sedang berada di dekat situ karena Biar bagaimanapun Bima itu sebenarnya adalah asisten sekaligus sekretaris pentingnya dan kalau misalnya Bima lagi sibuk Tinggal Liliana yang akan menggantikan.
Kenzo tetap harus meninggalkan anaknya itu terserah mau menangis seperti apapun karena dirinya sebenarnya juga tidak tega, hanya ini semua ia lakukan cukup bukan untuk dirinya melainkan untuk Aurel juga Jadi kalau misalnya sedikit tidak egois ya bisa panjang juga kan urusannya.
Liliana meringis soalnya dirinya itu masih gadis dan juga perawan Ting Ting jadi otomatis menimang anak kecil itu merupakan perkara yang sangat sulit, dibandingkan seorang gadis yang baru belajar make up entah salah atau benar kan bisa diperbaiki Tetapi kalau anak kecil misalnya kalau cara menggendongnya salah atau mungkin cara dirinya membujuknya menggunakan cara yang begitu brutal Ya pastinya nanti akan sama saja bohong kan soalnya anak itu yang ada bukan tambah diam tetapi malah menangis.
__ADS_1
Kenzo yang melihat Liliana begitu lambat membuat dirinya menatap tajam ke arah gadis tersebut karena ini perkara sedang sulit Kenapa Harus berpikir lagi, kenapa tidak langsung mengerjakan saja perintahnya mungkin dengan begitu hidupnya bakalan lebih tenang kali ini.