NAURA BE MINE

NAURA BE MINE
Kota


__ADS_3

Ningsih akhirnya memilih untuk pulang kampung saat itu juga soalnya dirinya sudah berusaha untuk memberi masukan kepada Melinda Tapi tetap saja tidak dihargai sama sekali seolah-olah apa yang dikatakannya itu merupakan sebuah hal yang lelucon tidak pantas untuk didengar, Coba bayangkan saja ketika kita sudah berusaha melakukan yang terbaik terhadap orang itu yang ada malah tidak dihargai sama sekali seolah-olah apa yang kita katakan itu tidak pantas untuk didengar.


Melinda bener-bener hari ini merasakan perubahan yang sangat dahsyat dalam hidupnya, ketika diberikan uang sebanyak itu ia sudah mulai merancang apa saja yang ingin dibelinya sebab selama ini boro-boro untuk membeli sesuatu memikirkannya saja dirinya tidak berani Soalnya orang kalau sudah memikirkan ya biasanya ingin sekali untuk membelinya terus pertanyaannya kalau mau membeli memangnya pakai apa kalau daun bisa dipakai buat alat transaksi atau tentu saja semua orang di dunia ini tidak mau melakukan pekerjaan soalnya kan tinggal menanam pohon Ya semuanya jadi uang.


ningsih hanya ingin mengingatkan kepada tetangganya itu namun Kalau misalnya tidak mau mendengarkannya Ya sudah daripada dirinya bekerja keras untuk menyadarkan Melinda Tetapi wanita itu malah memilih untuk tidak peduli, Memangnya ada keuntungan bagi Indonesia kalau sampai Melinda itu menjadi wanita yang penurut kan tidak ada sama sekali?


" Jadi ceritanya kamu tidak ada niatan untuk kembali ke kampung, kalau begitu Kamu mau ke mana dan juga hidup di mana Bukannya uang yang hanya seperti itu saja kalau dipakai setiap hari kan bakalan habis? "Tanya Ningsih heran karena menurutnya Melinda itu lebih baik pulang ke kampungnya saja sebab di sana itu ada rumah kemudian ada kebun yang bisa dikelola kalau misalnya andalkan hidup di kota ya segala sesuatunya mengeluarkan uang.


Melinda tertawa ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Ningsih tadi jika wanita itu merasa cemas dengan keadaannya Kalau misalnya tidak mau pulang ke kampung mengikuti dirinya, tarikan ia sempat mengatakan kalau uang yang diberikan Renata itu hanya berjumlah 10 juta padahal sebenarnya lebih Wow daripada itu Dan kalau misalnya ia ingin pergi berlibur di manapun Sebenarnya masih bisa karena kan hanya seorang diri dan juga kalau misalnya mau tinggal di kota pun sepertinya bisa juga karena ya bisa mengontrak sebuah kos-kosan selama 1 tahun atau 2 tahun dan langsung dibayarnya Lalu setelah itu tinggal urus makan saja kan tidak masalah?

__ADS_1


bagi Melinda temannya di kampung yaitu Ningsih itu terlalu mencemaskan sesuatu secara berlebihan padahal sejatinya Masalahnya kan tidak serumit yang dipikirkan, kalau misalnya harus terus-menerus menetap di tempat ini tidak melakukan perubahan ya sama saja bohong maka dari itu ia ingin seperti membuka usaha atau mencari pekerjaan yang baru yang penting intinya Jangan mendekati yang namanya buruh cuci karena dirinya benar-benar membenci pekerjaan itu.


karena Bayangkan saja selama di kampung setelah ditinggal pergi oleh Gunawan dan saat dirinya harus mengasuh Naura ia selalu dihadapkan dengan yang namanya pakaian kotor kemudian setrikaan dan juga air dterjen, dan itu dilakukannya selama bertahun-tahun dan Bayangkan saja betapa capeknya dirinya ketika tidak bisa menikmati hidup dengan uang dari hasilnya itu karena harus membeli susunya Naura kemudian keperluan sekolahnya meskipun terkadang itu juga kebanyakan dikasih oleh orang tua dari Pamela.


"pokoknya kamu tenang saja karena aku bisa menjaga diriku dengan baik tidak memerlukan bantuan kalian dan juga tidak akan pernah menjadi orang yang suka minta-minta, kalau memang kamu tidak percaya ya sudah terserah kamu saja tetapi intinya aku tidak ingin nantinya kamu terlalu banyak mengatur kehidupanku apalagi saat ini aku itu sedang capek dan kalau misalnya pulang ke kampung ya tetap saja bakalan balik mengerjakan pekerjaan sebagai buruh cuci Emangnya kamu pikir aku tidak capek tiap hari hanya Jungkook terus-menerus untuk mencuci pakaiannya orang? " jelas Melinda yang terlihat begitu kecewa ketika menjalani hidup dan begitu berat dan lebih parahnya lagi rasa kecewanya itu entah ditujukan kepada siapa ketika suaminya yang tega sekali membawa wanita lain lalu memberikan dirinya seorang anak yang bukan merupakan darah dagingnya untuk diasuh Lalu setelah itu mereka pergi begitu saja tanpa peduli dengan perasaannya sama sekali.


sekarang dirinya malah jadi pengemis untuk datang meminta-minta sedikit uang dari istri pertamanya Gunawan meskipun sebenarnya selama ini ia tidak pernah berpikiran ke arah sana soalnya dirinya kan adalah pelakor di rumah tangga antara Gunawan dan juga Renata, Masak harus datang meminta uang lagi terhadap wanita itu ya seharusnya kan dia merasa bersalah datang untuk minta maaf mungkin masuk kapal tetapi Datang malah meminta haknya untung juga Renata mengerti dengan memberikan hak dari wanita itu atas nama Naura Kalau tidak mau jangan harap yang ada Melinda bakalan di jebloskan ke dalam penjara saat itu juga soalnya benar-benar datang mencari perkara dengan orang yang salah.


Melinda menatap tidak suka kearah Ningsih yang sangat kurang ajar itu,karena bisa bisanya menasehati dirinya sampai segitunya padahal harusnya wanita itu sadar diri jika mereka itu bukan siapa-siapa hanyalah berkenalan karena kebetulan tetangga dekat Selain itu tidak ada hubungan sama sekali Jadi kalau misalnya menasehati dirinya rasanya sangat tidak mungkin.

__ADS_1


"Kamu kenapa terlalu banyak ikut campur dengan segala macam urusanku seolah-olah kita ini merupakan keluarga dekat jadi pantas untuk menasehati satu sama lain, Seharusnya kan kamu sadar diri kalau misalnya kita ini hanyalah tetanggaan Jadi kalau misalnya kamu mengajarkanku tentang ini dan itu sepertinya Kamu salah besar karena aku tidak akan pernah mengikutinya apalagi mencoba untuk menghargai Apapun yang kamu katakan itu ? " Melinda memang benar-benar seperti kaca yang lupa kulitnya ketika dirinya melupakan kebaikan yang sih yang mau menampungnya selama beberapa hari di kota ketika dirinya menjadi pengemis di keluarganya Renata dan juga Siska.


Ningsih terlihat menghewan nafasnya kasar karena ya begitu sudah Biasanya orang-orang kalau sudah mendapatkan apa yang diinginkan maka akan segera melupakan orang-orang yang sudah berjasa di dalamnya, Terkadang juga mereka memperlakukan orang-orang itu layaknya musuh yang tidak pantas untuk didekati dan juga musuh yang tidak pantas untuk dihargai.


" Ya sudah kalau begitu bereskan semua barang-barang kamu dari kos-kosan anakku Karena sekarang juga aku mau pulang, karena kamu sudah kaya maka Carilah kehidupan kamu sendiri dan aku juga tidak akan peduli dengan pertanyaan orang-orang kampung di sana! kalau bisa jangan lupakan kalau kamu punya rumah di sana agar nantinya tidak menjadi tempat yang angker karena terlalu lama ditinggalkan oleh pemiliknya, kalau memang tidak ada niatan kembali ke kampung ya sudah jual saja itu rumah supaya aku juga tidak usah melihat orang seperti kamu! "perintah Ningsih yang benar-benar sedikit tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Melinda tadi karena baginya maksud dan tujuan mengatakan semua itu baik bukan ingin membuat Melinda celaka atau apapun Tetapi kalau misalnya tidak dihargai Ya sudah untuk apa juga kan Ya harus memikirkan sesuatu secara berlebihan jika orang-orang itu malah tidak memikirkannya sama sekali.


" Oke aku bakalan membereskan semua barang-barangku dan kamu tenang saja karena rumah di kampung itu tidak akan pernah aku jual, suatu saat aku pasti pulang dan juga Intinya kalau memang kita tidak saling mengenal Ya sudah aku juga tidak masalah dan aku ini akan memberikan ongkos ku selama tinggal di tempat ini!" terlihat Melinda menyerahkan beberapa lembar pecahan uang berwarna merah kepada Ningsih sebagai biaya sewa kos-kosan itu karena dirinya menginap lumayan lama sih selama satu minggu soalnya kalau misalnya tidak menginap ya Otomatis dirinya tidak punya tempat tinggal lain lagi karena yang hanya dekat dengan rumahnya renate itu adalah kos-kosannya anaknya Ningsih itu jadi otomatis meskipun wanita itu Mulutnya cerewet minta ampun dirinya tetap harus menginap di situ daripada nantinya Ia juga bakalan kesulitan dan sekarang ketika sudah mendapatkan apa yang diinginkan maka dengan senang hati dirinya bakalan meladeni apapun yang dikatakan oleh Ningsih tadi.


Ningsih menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak akan pernah menerima uang-uang yang seperti itu apalagi didapatkan dengan cara memaksa bukan karena keikhlasan hati dari pemiliknya apalagi juga harus membawa-bawa nama Naura untuk mendapatkan yang diinginkan, pada anak itu selama ini sudah cukup sengsara meskipun melakukan pekerjaan yang diinginkan oleh Melinda tetap saja di mata wanita itu Naura Selalu Salah.

__ADS_1


"terima kasih atas pemberiannya tetapi aku tidak terima dan aku yakin kamu masih lebih butuh dibandingkan aku, apalagi suamiku juga masih hidup dan juga masih kuat kerja di kampung masa iya aku menerima pemberian yang benar-benar bukan merupakan haknya aku?" tolak Ningsih membuat Melinda mendengus kesal karena menurutnya wanita yang ada di hadapannya ini sudah miskin dan juga Sombongnya Minta Ampun untung juga Ia juga tidak terlalu peduli dengan semuanya Coba kalau tidak bisa dipastikan mereka berdua bakalan bertengkar saat itu juga.


"Ya sudah kalau memang kamu tidak mau menerimanya yang penting intinya aku sudah kasih ya, kalau begitu aku permisi dulu soalnya mau cari kos-kosan yang lebih layak dan juga intinya jauh dari pantauan kedua wanita itu! "setelah mengatakan hal itu Melinda pun mengangkat tas ransel yang dipakainya saat datang dari kampung kemudian memilih untuk pergi dan kebetulan tepat saat ia keluar dari rumah ada angkot yang lewat.


__ADS_2