
Melinda benar-benar merasa emosi ketika dirinya melakukan sesuatu sendirian sedangkan Naura sampai sekarang belum tampak batang hidungnya di rumah, Padahal tadi katanya setelah acara kelulusan bakalan langsung pulang karena cucian begitu numpuk dan Melinda tidak mampu mengerjakan hal itu sendirian.
wanita paruh baya itu berencana Ketika nanti Naura pulang ia bakalan memarahinya sampai habis-habisan karena berani-beraninya memperlakukannya layaknya pembantu, anak itu maunya sekolahnya tinggi-tinggi padahal sudah tahu bahwa orang tuanya tidak mampu masih saja melakukan hal itu.
naura hari ini cemas ketika Pamela mengajaknya ke sana kemari dirinya ingin cepat pulang sebab tadi mengingat dengan jelas apa yang dikatakan oleh mamanya, kalau habis menerima amplop kelulusan tidak boleh pergi kemanapun langsung pulang ke rumah karena pekerjaan sedang ada banyak-banyaknya.
__ADS_1
belum lagi tadi apa yang dikatakan oleh mamanya Anita membuat fokus Naura benar-benar sudah tidak bisa teralihkan lagi, karena Ayudia menuduhnya melakukan sebuah kecurangan sampai-sampai membuat mereka harus tertahan dulu karena guru-guru harus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi dan itu semua kesalahan ditujukan kepada orang tuanya Anita.
Ayudia yang tahu kalau mamanya Naura merupakan buruh cuci di rumahnya langsung menggunakan kesempatan itu untuk membuat Naura Kena masalah, dan berakhirlah di sini ketika Melinda pulang dengan rasa emosi karena dirinya sudah dilarang untuk menjadi buruh cuci di kediaman orang tuanya Anita dampak dari apa yang terjadi di sekolah tadi.
" aku pulang saja ya takutnya nanti bakalan Kena masalah di rumah Soalnya kamu tahu kan mama itu seperti apa, Jadi aku mohon pengertian kamu dengan masalahku ini kalau misalnya aku kenapa-napa nanti kita bakalan Repot juga kan? "bujuk Naura yang sudah sedikit takut karena ini sudah hampir jam 4 sore tetapi orang tuanya Pamela masih mau mengajaknya jalan-jalan kemudian berbelanja hitung-hitung katanya untuk merayakan kelulusannya dengan nilai yang paling sempurna di sekolah.
__ADS_1
"aku mohon sama kamu Pamela tolong aku ingin pulang sekarang soalnya kamu mengerti sendiri kan kondisi di rumah itu seperti apa, Tolong jangan menambah masalah aku lagi karena ini saja aku sudah pusing memikirkannya apalagi kalau misalnya aku benar-benar pulang sampai malam? "bujuk Naura lagi membuat Reni dan juga Raharja serta Pamela mau tidak mau mengikuti apa yang diinginkannya sebab Biar bagaimanapun nanti yang akan merasakan semua ini adalah Naura.
sesampainya di rumah Naura sambil memegang piala dan piagam penghargaan serta sertifikat beasiswa begitu antusias turun dari mobil karena ia ingin menunjukkan semuanya kepada mamanya, kalau dirinya benar-benar menjadi lulusan terbaik dengan predikat nomor 1 serta membanggakan orang tuanya karena ia mendapatkan hadiah serta beasiswa full tanpa ada potongan sama sekali.
"Mah, Naura pulang!" ujar Naura antusia meskipun sebenarnya ia merasa sedikit ada perasaan was-was Takutnya nanti pasti Melinda akan marah besar dan benar saja belum juga dirinya duduk Wanita itu sudah berteriak dengan begitu keras.
__ADS_1
" Oh jadi begini kelakuan kamu sudah seperti Nona besar dengan keluyuran kesana kemari membawa benda-benda yang tidak berharga itu , Memangnya kamu pikir saya peduli dengan hadiah yang kamu dapatkan itu karena dia tetap tidak akan mengubah ekonomi keluarga kita? "sarkas Melinda kasar'
Naura hanya menundukkan kepalanya karena Lagi Dan Lagi Mamanya itu tidak pernah menghargai apa yang ia dapatkan, setidaknya memberikan selamat ataupun menanyakan hasilnya tadi Seperti apa tetapi lihatlah tidak ada pertanyaan itu sama sekali yang ada hanya kata-kata Makian yang selalu dikeluarkan seolah-olah apa yang didapatkan oleh Naura itu hanyalah sesuatu yang memalukan.