
Bima dan juga Liliana merupakan orang yang paling bingung sejagat raya hari ini karena Bagaimana tidak bingung ketika mereka sedang berada di kantor lalu mendapat telepon dan bisa dibilang itu seperti sebuah perintah kalau mereka harus pergi ke rumah sakit saat itu juga, padahal beberapa jam dari sekarang bakalan ada pertemuan penting dengan klien yang sebenarnya sudah ditunda beberapa kali dan sepertinya kali ini pastinya kalian itu tidak bisa mentolerir yang terjadi dan alhasil mereka harus berusaha bertemu dengan klien itu secara langsung melakukan meeting dadakan selama 20 menit.
bayangkan 20 menit itu pasti kalau saat sampai di rumah sakit nanti akan terkena imbas kemarahan Kenzo soalnya pria itu sepertinya tidak pernah mengerti dan juga tidak pernah berpikir kalau perusahaan bakalan kenapa-napa kalau misalnya mereka menjadi orang yang tidak kompeten, banyak pengusaha muda di luar sana yang bersaing untuk mendapatkan proyek ini dan seharusnya pria itu bersyukur karena mereka merupakan kandidat yang terpilih namun Lihatlah Apa yang dilakukannya maka dari itu Liliana dan juga Bima harus putar otak Bagaimana caranya agar mengurus pasien lebih dulu baru pergi ke rumah sakit untuk mengurus bayi tua mereka yang tidak pernah ada habisnya mencari perkara itu.
untung juga Liliana dan juga Bima sangat menguasai bagiannya masing-masing sehingga ketika pertemuan dengan klien pembahasannya begitu cepat langsung to the point Dan intinya ada kesepakatan yang diambil lalu setelah itu tanda tangan dan selesai, Coba kalau misalnya mereka harus segala sesuatunya menunggu Kenzo dulu maka bisa dipastikan jika permasalahan mereka itu tidak akan pernah ada habisnya dan juga lebih parah mungkin daripada yang ini.
apapun yang terjadi kedepannya seharusnya mereka sadar jika sebenarnya pekerjaan itu adalah menyangkut tentang kehidupan banyak orang di mana orang-orang semua bergantung pada pekerjaan yang akan dijalani nantinya, Namun balik lagi terkadang pemimpin mereka itu merupakan orang yang egois yang lebih mementingkan urusan pribadinya mungkin karena dia sudah capek bekerja selama ini berjuang selama ini untuk mendapatkan kesuksesan seperti sekarang ini Jadi intinya saat ini ia ingin menikmati hidupnya dengan begitu baik.
Kenzo tidak mau tahu tentang perkara klien yang sedang menunggunya saat ini karena yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya agar ada orang yang mau bantu mengasuh Aurel yang dari tadi begitu rewel dan juga susah untuk diajak kompromi, Coba kalau misalnya ia sudah membujuk secara perlahan sudah berusaha caranya bagaimana agar menjadi anak yang manis dan juga penurut ya mungkin tidak masalah tetapi lihatlah dari awal anak itu sudah benar-benar menolak keberadaannya di tempat itu dan alhasil dirinya harus berusaha mencari bantuan kepada orang-orang yang bisa dipercaya.
padahal Seharusnya kalau mau minta tolong ya mungkin kepada mamanya yang sudah terbiasa mengasuh anak kecil tetapi ini perkaranya dirinya malah meminta tolong kepada Bima dan juga Liliana yang kalau misalnya disuruh mengurusi berkas dan juga komputer mungkin mereka bakalan cepat tanggap, tetapi ini mengasuh anak kecil yang rewel yang lagi tantrum hanya karena keinginannya tidak dituruti Memangnya mereka bisa apa coba pasti yang ada bakalan membuat pusing lagi orang-orang sekitar dan mungkin bakalan terjadi kehebohan di tempat itu.
maka dari itu saat datang ke rumah sakit terlihat wajah Kenzo yang menatap masam ke arah mereka pertanda bahwa pria itu dari tadi sedang menunggu ke keberadaan kedua orang itu, namun Bima dan juga Liliyana memilih untuk tidak peduli soalnya mereka saja Sedang pusing gara-gara kelakuan Kenzo membuat keduanya harus melaksanakan meeting dadakan dengan klien dan bersyukur karena kalian mereka itu orangnya santai tidak terlalu meminta banyak jadi hasil akhir ya baik-baik saja Coba kalau misalnya Klien itu terlalu rewel dan juga bawel kelihatan tuh mereka juga akan dipusingkan dengan permintaan yang aneh-aneh dan juga sangat tidak masuk akal.
" non Aurel Lebih Baik istirahat saja ya nanti kakak Liliana yang bakalan membacakan cerita biar nantinya bisa istirahat soalnya kan anak yang sakit itu tidak boleh begadang, dan siapa tadi namanya itu nanti bakalan dijemput deh sama Om Bima soalnya Kak Liliana kan tidak tahu cara bawa mobil itu seperti bagaimana! "Liliana benar-benar sedang mencari masalah dengan majikannya soalnya Coba bayangkan saja dari tadi Aurel membujuk Papanya Itu agar pergi menjemput Naura tetapi Kenzo menolak namun Lihatlah sekarang malah Liliana dengan senang hati menawarkan agar Bima yang pergi menjemput Naura itu kan nanti bisa menimbulkan masalah yang baru.
__ADS_1
Bima menatap tajam ke arah Liliana karena dari tadi itu cerewet kepada Aurel Tetapi hanya menjual dirinya saja setidaknya wanita itu juga mau dong direpotkan bukan hanya melibatkan orang lain sedangkan dirinya sepertinya telah lepas tangan, jika sudah seperti begini menyesal datang ke tempat ini karena nantinya dirinya akan dijadikan kambing hitam oleh semua orang dan alhasil ya lagi yang bakalan disalahkan oleh Kenzo jika sudah melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan pria itu.
Aurel tertawa dan juga merasa bahagia ketika mendengar tawaran yang diberikan oleh Liliana tadi bahkan kini gadis kecil itu mengacungkan kedua jempolnya pertanda dirinya sangat setuju dengan saran yang diberikan oleh Liliana tadi, Percayalah mereka berdua bahkan mengabaikan perasaan kedua pria dewasa yang benar-benar menolak dan juga merasa tidak terima jika hasil akhir kalau Naura akan dibawa ke tempat ini kalau Bima sih tidak masalah karena dirinya juga tidak mengenal Naura Tetapi kalau Kenzo ya jelas-jelas merasa gengsi lah tadi kan dirinya sudah mengusir wanita itu kan apa harus menyuruh asistennya untuk pergi menjemputnya lagi.
" Liliana, kamu memang benar-benar ya! "ujar Kenzo berbicara sambil berbisik membuat Liliana menatap heran ke arah majikannya itu karena menurutnya apa yang dikatakannya sepertinya tidak ada yang salah sama sekali.
"ya memang saya benar loh Pak kalau memang non Aurel maunya ketemu sama maminya Naura ya kenapa kita tidak pertemukan mereka saja, kecuali saat ini Mami Naura itu lagi tinggal di benua yang lain Jadi kita harus pakai proses untuk menjemputnya Nah itu dia jadi permasalahannya tapi kan ini tinggal pakai mobil 15 menit saja sampai Lalu setelah itu kembali kan?" Liliyana jelas bangga dong berpikir bahwa saat ini majikannya itu Tengah memuji atas segala macam kepintaran yang sudah dirinya keluarkan padahal Percayalah untung juga ada Aurel kalau tidak saat ini Liliana pasti bakalan kabur lewat jendela rumah sakit karena mendengar teriakan emosi dari Kenzo.
Kenzo merasa seperti ada asap yang keluar dari kedua telinganya sekarang ini karena benar-benar merasa emosi dengan tingkah semua orang yang ada di sekitarnya, Bayangkan saja dirinya benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika semua orang yang ada di situ memang tidak bisa diandalkan dan juga tidak berguna sama sekali.
" maaf tuan, apa saya sekarang langsung pergi menjemput wanita yang bernama Naura itu? kalau boleh tahu alamatnya di mana ya maksudnya biar saya langsung menuju ke sana untuk menjemputnya, karena Kebetulan saya juga tidak pernah tahu tempat tinggalnya ada di mana dan juga dia asalnya dari mana Soalnya kan terasa begitu asing saya saja baru mendengar namanya kali ini? " tanya Bima membuat Aurel membulatkan matanya sempurna karena dirinya benar-benar merasa bahagia kalau misalnya Bima benar-benar akan pergi menjemput Naura sekarang juga.
"nah tuh kan aku bilang juga Apa kalau Om Bima itu paling keren daripada Papa Soalnya Om Bima mau pergi menjemput Mami Naura sedangkan Papa mah buru-buru mau pergi menjemput lihat Mami Naura saja bola matanya lebar sekali loh, nanti kalau tidak tahu alamatnya Jangan tanya sama papa deh Soalnya papa itu terlalu jual mahal lebih baik Om Bima Tanya saja sama tante Shinta karena tante Sinta itu kan temannya Mami Naura! "ujar Aurel antusias membuat Bima menghela nafasnya kasar karena sepertinya dirinya dan juga Liliana sudah melakukan kesalahan saat mendengar keterangan yang diberikan oleh Aurel barusan.
Bima memberikan kode kepada Liliana agar segera mendekat kepadanya karena ada hal penting yang harus dirinya bahas tentang masalah yang sudah mereka berdua ciptakan ini, namun Liliana memilih untuk Acuh karena dirinya kan tidak tahu menahu soal apa yang terjadi dalam ruangan ini yang ada dalam pikirannya hanyalah Bagaimana caranya memenuhi keinginan Aurel yang ingin bertemu dengan wanita yang bernama Naura sebab Liliana juga merasa penasaran kira-kira wanita itu Modelnya Bagaimana sampai membuat anak dari majikannya ini benar-benar tidak bisa lepas dari Pesona wanita itu yang sepertinya namanya begitu asing dalam pendengarannya dan ia pun tidak tahu sebenarnya wanita itu siapa.
__ADS_1
"Ya sudah pergi sana jemput wanita yang bernama Naura itu supaya nantinya biar cepat sampai, Iya kan Tuan Kenzo harusnya seperti itu atau bagaimana ya saya juga jadi bingung nih?" tanya Liliana kemudian membuat Kenzo merasa emosi Soalnya kalau dari tadi Bertanya kepadanya Ya tidak masalah tetapi setelah semuanya sudah Terlewatkan kemudian Aurel sudah mendengar jawaban yang jelas eh baru membahas dari belakang ya percuma.
" Terserah kalian mau melakukan apa tetapi kalau mau menjemput ketemunya di rumah kalian saja jangan di sini Soalnya kami sebentar lagi mau pulang, Lain kali kalau mau melakukan sesuatu tanya dulu jangan hanya asal langsung nyerocos begitu saja tidak menghargai pemikiran orang lain! "Kenzo mengomel sepanjang waktu membuat Liliana menggigit jarinya karena dirinya sudah sangat yakin 100% kalau tadi sudah membuat kesalahan dan kini terlihat Aurel hanya menundukkan kepalanya sambil menitikkan air matanya karena garis kecil itu lagi dan lagi harus menerima yang namanya kekecewaan akibat tidak dihargai keinginannya oleh papanya sendiri.
Kenzo tidak peduli lagi dengan segala permasalahan yang ada di dalam ruangan itu karena semua orang tidak ada yang mendengarkan keinginannya sedikitpun ataupun bisa dibilang mengakuinya lah, mereka itu selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri dan merasa diri paling benar serta hasil akhir membuat dirinya itu terlihat seperti orang bodoh yang tidak bisa melakukan apapun.
siapapun yang berada di posisi Kenzo ya jelas saja akan merasa kecewa karena ia punya istri namun setelah itu sudah bercerai Oke tidak masalah karena memang jika dua manusia yang sudah tidak cocok dalam satu hubungan dia tidak boleh dong memaksakan tetap berkomitmen, jadi lebih baik ya seperti begitu saja ya itu melakukan sesuatu tanpa melibatkan orang lain Dan intinya Siska sebagai ibu kandungnya Aurel saja tidak pernah memikirkan perasaan anaknya masa iya dirinya harus mengundang orang lain untuk mengurus Aurel yang rasa-rasanya dirinya sebagai seorang ayah sudah sangat gagal menggantikan peran ibu.
Bima dan Liliana sebenarnya tidak bisa disalahkan di sini karena mereka memang tidak tahu apapun dan yang ada dalam pikiran mereka hanyalah Bagaimana caranya agar Aurel tetap baik-baik saja dan juga selalu merasa bahagia serta tidak usah sakit seperti begini, Jadi kalau mau menyalakan mereka rasanya terlalu berlebihan kalau memang seperti begitu kenapa tadi tidak membiarkan saja mereka di kantor dan juga kenapa harus mengundang mereka ke sini dan hasil akhir ketika mereka melakukan sesuatu yang memang seharusnya benar malah selalu dianggap itu salah oleh majikan mereka sendiri.
Kenzo rasa apa yang dilakukan oleh anak buahnya itu tidak ada yang salah dan benar sekali karena memang mereka lebih mengutamakan keinginan Aurel dibandingkan kepentingan yang lain ya, namun balik lagi mereka tidak bisa melakukan apapun jika Apa yang dilakukan itu hanya akan membuat semuanya menjadi rumit tidak ada yang pantas untuk dipertahankan dan juga tidak ada yang pantas untuk dipertanggungjawabkan sebuah pikiran mereka juga terkadang terasa begitu buntu jika diperintah secara terus-menerus dan juga beruntun padahal pekerjaan mereka itu di kantor menghadapi berkas yang begitu tebal menghadapi komputer dan juga klien yang kadang bisa diajak kerjasama dan juga ada klien yang begitu bawel.
Liliana mendekati Aurel dirinya memang tidak punya keahlian untuk membujuk anak kecil apalagi menjaga mereka seharian karena memang dirinya itu belum fokus ke bagian yang sama kecuali kalau statusnya sudah menjadi ibu rumah tangga, berbeda dengan Naura karena jiwa ke Ibunya sudah ada kemudian selama ini kan dirinya selalu hidup susah jadi terkadang anak kecil yang selalu datang menemaninya itu yang membuat dirinya merasa lebih nyaman maka dari itu saat bertemu Aurel pun dia tidak terlalu merasa keberatan jika disuruh mengasuh anak kecil itu.
Hanya saja Kenzo yang selalu merasa keberatan jika sampai dirinya terlalu memperhatikan Aura sampai selebihnya dan membuat anak pria itu merasa nyaman dengannya, namun balik lagi perasaan itu kan tidak bisa dipaksakan jika Aurel memang merasa nyaman dengannya ya mau tidak mau mereka harus bisa saling menghargai satu sama lain.
__ADS_1