
Melinda tentu saja selama ini tidak pernah memikirkan soal keberadaan Naura sedikitpun, wanita itu menganggap anak itu sudah keluar dari rumahnya otomatis sudah menjadi orang asing dalam kehidupannya jadi sedikitpun dirinya tidak pernah berpikiran kalau anak itu adalah anak yang dulu pernah IA besarkan.
bukan karena ingin menjadi seseorang yang selama ini tidak berguna sama sekali dalam kehidupan anak itu tetapi menurutnya kalau sudah memberinya makan ya sudah lebih dari cukup, Memangnya apalagi yang bisa dilakukannya selain memikirkan semua ini dan juga Seharusnya kan Naura berterima kasih dirinya Masih sempat merawatnya dan juga memberinya makan serta memberinya pakaian walaupun kebanyakan itu merupakan pemberian dari para Tetangga.
wanita itu selama ini selalu menganggap bahwa dirinya adalah seorang wanita yang benar-benar mengalami nasib yang sangat tidak menyenangkan, Bayangkan saja bukannya memberikan harta yang banyak sebagai ganti daripada perselingkuhan yang dilakukan tetapi Gunawan malah memberikannya seorang anak kecil yang jelas-jelas merupakan anak dari wanita lain serta tidak ada hubungan sama sekali dengan dirinya.
Kalau boleh mengeluh ya dirinya tentu saja akan mengeluh dan selama ini sudah dilakukannya, di mana ia tidak akan pernah menerima sedikitpun keberadaan Naura di dalam hatinya dan juga di dalam pikirannya sebab menurutnya wanita itu adalah rusak dalam rumah tangganya dan hasil akhir harus membuat dirinya kesulitan mengurus anaknya.
semua itu sebenarnya dalam keadaan yang baik-baik saja nanti kalau mereka harus seperti apa Dan juga bagaimana ya Tergantung lihat saja hasilnya nanti, dirinya juga tidak mungkin kan harus Banyak mengeluh dan juga terlalu berpikiran yang ini dan yang itu jika hasil akhir bakalan seperti begini juga.
__ADS_1
Melinda benar-benar merasakan sakit hati yang amat sangat ketika saat ini di hadapannya terlihat Renata dan juga Siska menenteng tas belanjaan mereka yang begitu banyak, sedangkan dirinya jangankan menenteng tas belanjaan pergi membeli sabun untuk mandi dan itu merupakan sabun batangan saja susahnya minta ampun.
datang ke tempat ini pun dia harus rela menabung selama berminggu-minggu dengan menjadi buruh cuci dikeliling kampung gitu, Yang penting intinya ia bisa mendapatkan penghasilan Lalu setelah itu bisa digunakan untuk ke kota dan juga meminta sesuatu yang benar-benar menjadi hak miliknya.
Melinda jelas saja merasa sakit hati ketika dirinya bersusah payah dengan hidup yang begitu keras tetapi di lain pihak wanita lain dari suaminya malah hidup dengan begitu baik, jika bertanya apakah ini Adil ya jawabannya Tentu saja tidak dan jika bertanya apakah ia menerima semua ini ya jawabannya Tentu saja tidak sebab semuanya terasa begitu sangat tidak menyenangkan.
Melinda tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh Ningsih sebab sekarang juga dirinya harus kembali bertemu dengan Renata dan membahas semuanya, kalaupun nanti dirinya diperlakukan dengan begitu tidak baik ia tidak akan mempermasalahkan hal itu yang penting intinya mereka memberikan apa yang menjadi hak miliknya.
"aku tetap tidak akan bisa berdiam diri seperti ini tanpa mendapatkan apapun sebab aku harus mengeluarkan banyak untuk datang ke tempat ini dan kamu tahu sendiri kan penghasilanku seperti apa, Jadi kalau misalnya aku tidak mendapatkan apapun Setelah semua yang sudah kulakukan yang Percuma saja aku datang kemudian bekerja keras selama ini jika hasilnya kosong, "jelas Melinda lalu kini sudah berdiri dan tidak peduli lagi dengan tatapan penuh permohonan dari Ningsih yang benar-benar merasa kasihan dengan wanita itu sebab Takutnya nanti mereka bakalan terkena masalah hanya karena meladeni orang kaya yang sombong seperti Renata dan juga anaknya itu.
__ADS_1
melindas saat ini sudah berdiri tepat dihadapannya Renata dan juga Siska yang benar-benar merasa tidak suka dengan keberadaannya di tempat itu, bahkan terlihat Renata akan pergi tetapi dengan segera Melinda mencekal tangannya dan juga memberikan kode agar maksudnya wanita itu tidak boleh macam-macam dengan dirinya dan setidaknya hargai kehadirannya.
" Kamu itu kenapa lagi sih datang ke tempat ini lagi, Bukankah Kemarin kami sudah mengusir kamu untuk pergi? Awas aja kalau misalnya kamu terus-menerus ada di tempat ini dan juga tidak pernah ada niatan untuk pergi maka kami akan membuat perhitungan dengan kamu, dasar wanita pengganggu hubungan orang lain dan sekarang malah datang untuk mengganggu kehidupan kami lagi dan kamu pikir kami bakalan membiarkan hal itu bakalan terjadi? " tanya Renata sinis membuat Melinda mendengus kesal soalnya dirinya tidak terima sama sekali ketika maksud dan tujuannya tidak ingin membuat keributan tetapi salah diartikan terus-menerus oleh wanita yang ada di hadapan yaitu.
" saya tidak akan pergi sebelum mendapatkan apa yang saya inginkan! Kalau kalian ingin melarang saya maka itu hanya akan membuat mulut kalian capek serta membuat kalian nantinya akan merasa bosan sendiri, Lagian saya datang ke sini itu meminta apa yang menjadi hak milik saya itu juga kan merupakan miliknya Mas Gunawan bukan kalian yang menghasilkan, "ujar Melinda yang penuh penekanan membuat Renata mendengus kesal sebab menurutnya dari dulu sampai sekarang itu cerita pelakor memang tidak akan pernah ada habisnya karena mereka akan selalu seperti begini datang dengan tidak punya rasa malu sama sekali kemudian meminta sesuatu yang harusnya menjadi hak dari istri sah suami yang sudah mereka rebut.
" kalau misalnya saya meminta kamu untuk mengembalikan Mas Gunawan kemudian mengembalikan Semua air mata yang sudah saya keluarkan gara-gara kehadiran kamu di pernikahan kami Memangnya kamu bisa melakukannya, atau mungkin saya meminta Jika kamu tidak pernah hadir dalam kehidupan rumah tangga kami serta membuat anak saya merasakan kasih sayang seorang ayah yang utuh Memangnya kamu bisa memberikannya lagi?" tanya Renata sinis bahkan tidak peduli kalau misalnya sekarang ada di hadapannya itu Melinda benar-benar sangat membutuhkan semuanya sampai-sampai wanita itu rela menjadi pengemis.
Melinda memilih untuk berlutut di hadapan mereka berdua sebab dirinya benar-benar sudah capek menjadi orang miskin, apalagi orang miskin itu benar-benar tidak dihargai oleh siapapun maka dari itu hanya meminta sedikitpun masa iya tidak boleh?
__ADS_1