NAURA BE MINE

NAURA BE MINE
Terserah


__ADS_3

Kenzo mau tidak mau harus membawa Aurel kembali ke kantornya soalnya tidak ada yang menjaga anak kecil itu dan juga yang tidak ingin pergi sekolah ya makanya mau tidak mau, meskipun nanti sampai di sana Bima dan juga Liliana tidak akan mau menjaga anak kecil itu tetapi sebagai seorang ayah ia tentu saja harus memastikan keadaan Aurel baik-baik saja.


Liliana merasakan sesak ketika melihat Kenzo yang datang membawa anaknya dan dirinya yakin sebentar lagi pasti akan ada perintah secara pribadi kepadanya, seharusnya pria itu kalau memang sedang sibuk harusnya menitipkan anaknya itu kepada orang rumah atau mungkin bila perlu menyewa pengasuh biar nantinya ketika sedang melakukan pekerjaan dia tidak terganggu sebab kalau seperti begini terus yang ada dirinya yang bakalan berubah menjadi pengasuh dadakan Padahal dia datang ke tempat itu untuk bekerja bukan untuk melakukan hal yang lain.


Bima apalagi jelas saja tidak mau mengasuh anaknya Kenzo soalnya dirinya saja belum menikah dan belum terlalu berpengalaman mengurus anak kecil masa iya semuanya harus dibebankan kepadanya,Kenzo itu adalah seseorang yang sangat sulit untuk diatur kehidupannya padahal tahukah pria itu kalau sebenarnya masalah yang dihadapinya itu selalu saja membawa-bawa orang lain juga yang belum tentu akan merespon dengan begitu baik tentang apa yang terjadi.


" Liliana sepertinya sekarang merupakan waktunya kamu mengalami yang namanya musibah soalnya itu lihat Bos datang membawa dengan anaknya dan aku yakin dia tidak akan pernah mau menitipkan orang lain selain kamu dan aku, tetapi karena kami berdua sedang ada kesibukan makanya aku merasa percaya diri sekali Jika saat ini aku bakalan bebas!" Ujar Bima.


Liliana jelas saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Bima tadi Karena tidak selamanya Kenzo bakalan mempercayakan dirinya untuk menjaga anaknya tersebut, Siapa tahu mungkin sekarang dirinya yang akan pergi rapat dengan Kenzo sedangkan Bima yang gantian memomong anak kecil itu.

__ADS_1


" jangan terlalu percaya diri karena belum tentu Apa yang kamu katakan itu benar-benar akan menjadi kenyataan Siapa tahu mungkin kali ini kamu yang terkena imbasnya,jadi kita lihat saja Misalnya ini merupakan hari keberuntungan kamu maka mungkin kamu akan bebas Tetapi kalau tidak maka Anggap saja ini merupakan hari yang paling terbaik dalam hidupku! " ujar Liliana yang tidak mau terlalu pesimis takutnya jangan sampai memang benar jika Kenzo akan menitipkan anaknya kepada dirinya Ya jelas saja ia tidak mau akan hal itu bukan karena tidak menyukai anak kecil tetapi hanya karena memang kemampuannya untuk menjaga anak kecil itu belum terlalu memadai.


Kenzo benar-benar dibuat pusing karena harus meeting saat ini juga bertemu dengan klien bersama dengan Liliana dan juga Bimo tetapi ada anaknya juga yang ikut, kalau misalnya Tadi ia meninggalkan Aurel kepada Sinta ataupun Naura sepertinya dirinya tidak akan sibuk seperti itu namun balik lagi gengsinya yang terlalu tinggi ya akhirnya mau tidak mau ya pusing sendiri memikirkan masalah yang datang.


" kalian berdua pergi ke ruang meeting dan katakan Saya pergi sebentar nanti bakalan kembali lagi, mungkin satu jam dari sekarang kalau misalnya kalian belum datang ya bersyukur kalau tidak kalian handle sementara! "Kenzo akhirnya memilih untuk kembali lagi ke rumah sakit soalnya tidak mungkin dirinya harus bekerja membawa Aurel .


Bima dan juga Liliana benar-benar bersyukur karena ternyata pria itu tidak ada niatan untuk menitipkan anaknya, Jika seperti begini keadaannya maka bisa dipastikan mereka bakalan terbebas dan juga tidak akan terbebani dengan kedatangan Aurel di tempat mereka ya sebenarnya anak itu bisa dibilang anteng tetapi tetap saja karena tidak terbiasa makanya terasa begitu sulit.


naura saat ini benar-benar menangkap semua yang dikatakan oleh dokter senior di tempat itu tentang Bagaimana merawat pasien yang terluka kemudian memberikan dia proses yang paling tepat dan intinya ketika membawanya ke ruangan operasi, di sana dirinya begitu kagum ketika melihat para dokter senior yang begitu cekatan dan diantara dokter senior itu sebenarnya ada seorang dokter muda yang bernama Arjuna yang terlihat begitu dingin dan juga tidak pernah berbasa-basi.

__ADS_1


arjuna adalah orang yang cuek dan juga tidak peduli dengan sekitarnya bukan karena sombong tapi memang kebiasaannya seperti itu tidak terlalu senang mengakrabkan diri dengan orang lain, karena terbukti sekarang Naura ditugaskan bersama dengan dirinya untuk mengobservasi pasien dan ia bertanya kepada Naura seperlunya dan juga membicarakan sesuatu juga hanya seadanya saja tidak sampai berlebihan ataupun sekedar maksudnya biar tidak ada kecanggungan yang terjadi di antara mereka berdua.


Sinta terlihat begitu antusias saat melihat Naura dan juga Arjuna yang kebetulan sudah selesai melakukan pemeriksaan dan akan menuju ke ruangan masing-masing, wanita itu tidak masalah jika Naura menemukan kebahagiaan di tempat ini karena selama ini Gadis itu sudah cukup menemukan banyak kesulitan dalam hidupnya.


"kamu mau makan siang ya, apa barengan sama dokter Arjuna atau sendirian?" tanya Sinta sambil menaik turunkan alisnya menggoda sahabatnya itu membuat Naura menatap heran ke arahnya sebab Sejak kapan dirinya dekat dengan seseorang yang bernama Arjuna Ataupun mungkin lawan jenis.


"Memangnya kenapa sama dokter Arjuna, aku kalau mau makan siang ya Sendirian lah masa mau capek-ajak sama orang lain kan tidak mungkin ? " tanya Naura heran ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Sinta tadi.


Pamela hari ini tidak terlalu sibuk maka dari itu ia memilih untuk menyusul Naura ke rumah sakit sambil membawakan makan siang untuk sahabatnya itu, Sesampainya di sana dirinya melihat Naura dan juga Shinta ngobrol maka dari itu ya segera langsung menyusul mereka.

__ADS_1


"wah Kalian lagi ngobrolin apa sih serius banget, Padahal aku di sana sendirian tidak ada yang menemani dan hidupku benar-benar susah?" Pamela terlihat begitu tidak suka dengan tempatnya magang sekarang tetapi tidak bisa berbuat banyak juga karena ini merupakan jurusan yang diambil soalnya Rumah Sakit itu tidak bisa menampung terlalu banyak anak-anak matang maka dari itu mereka menyebar ke segala Titik yang ada di kota tersebut.


Naura benar-benar terkejut dengan kedatangan Pamela sebab setahunnya sahabatnya itu juga sebenarnya lagi repot di sana tetapi kenapa harus rela menyusulnya ke sini, jika sudah seperti begini maka Entah berapa banyak lagi kebaikan yang tidak dapat dibalasnya ketika Pamela selalu saja membantu dan juga meringankan segala beban yang ia pikul.


__ADS_2