
Naura hari ini terlihat begitu gugup pasalnya ini merupakan hari pertama dirinya magang di salah satu rumah sakit yang besar di tempat itu, mungkin karena dirinya merupakan siswa berprestasi dengan IPK yang begitu tinggi akhirnya membuat dirinya ditempatkan di rumah sakit itu atau apalah Ia pun tidak tahu yang penting intinya sampai sejauh ini kuliahnya berjalan lancar.
Pamela benar-benar bahagia ketika melihat sahabatnya itu menggunakan jas dokter yang berwarna putih yang terlihat sangat pas di tubuhnya dan juga membuat aura wanita itu semakin memancar, coba saja kalau misalnya Melinda mendukung keputusan anaknya itu pasti sekarang Wanita itu sangat berbahagia karena akhirnya anak yang ia besarkan dengan susah payah hampir menjadi orang sukses.
"Kamu keren sekali loh Naura menggunakan jas dokter itu , dan aku yakin hari pertama kamu ada di sana pasti kamu adalah dokter muda yang akan menjadi idola siapapun! " ujar Pamela membuat Naura hanya menggelengkan kepala karena Terserah mau diidolakan siapapun yang penting intinya ia lulus dan juga segera bekerja karena sebenarnya dirinya juga sedikit merasa malu kepada Pamela sebab untuk biaya makan minum selalu ditanggung oleh kedua orang tuanya yang tidak pernah mengeluh selama ini Bahkan mereka selalu melebih-lebihkan uang jajannya Pamela maksudnya bisa berbagi dengan Naura karena takutnya jangan sampai ada kebutuhan non akademis yang harus dipenuhi.
" Jangan dilihat dari jasa yang dipakai tapi lihatlah dari ekonomi ku yang sangat memalukan Ketika Harus berpikiran ke arah sana, makan saja harus numpang sama kamu masa iya harus sudah memikirkan hal yang lain-lain? "tanya Naura Sambil tertawa soalnya lucu saja sih kalau sampai dirinya memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi.
Pamela mendengus kesal karena sahabatnya itu selalu seperti begitu kelakuannya mau bahas hal yang paling tidak ia sukai, Padahal selama ini dirinya dan juga kedua orang tuanya membantu Naura itu dengan tulus ikhlas tanpa mengharapkan apapun dan juga tanpa menghitung apapun itu karena bagi mereka menolong anak yang teraniaya itu merupakan sebuah keharusan dan ganjarannya adalah pahala yang begitu besar saat di surga nanti.
__ADS_1
Melinda hari ini berencana pergi ke kota untuk menemui istri pertama dari almarhum suaminya, ia sudah capek harus hidup miskin seperti ini terus maka dari itu dirinya ingin menuntut hak seperti bagaimanapun meskipun pernikahannya dengan Wijaya itu dilakukan secara siri tetapi setidaknya ada sedikit harta yang milik pria itu yang bisa diberikan untuknya apalagi Ia juga sudah capek membesarkan anak dari Wijaya bersama dengan wanita yang lain sedangkan dirinya tidak diberikan apapun.
Sesampainya di sana terlihat rumah Mekkah itu kosong seperti tidak ada orang sama sekali namun anehnya ada berbagai macam kendaraan yang telah terparkir di depannya, membuat dirinya tetap yakin kalau ada orang di dalam dan Terserah mau tanggapan yang mereka seperti apa yang penting intinya ia sudah capek hidup susah.
" permisi, apa Renata ada di rumah atau barangkali anaknya itu Siska? kalau mereka bertanya bilang saja kerabatnya dari kampung datang untuk mengunjungi mereka, dan tidak ada yang namanya mengabaikan saya begitu saja karena saya sudah melakukan perjalanan yang begitu jauh! "ujar Melinda kepada salah satu asisten rumah tangga yang kebetulan merasa heran ketika dirinya berada di depan pintu gerbang.
satpam tadi yang kebetulan sedang ada urusan di belakang merasa heran ketika ada orang asing depan pintu, ya mau tidak mau ia menyuruhnya masuk meskipun penampilannya pastinya akan membuat Renata dan juga Siska marah Tetapi kan tamu itu merupakan raja jadi apapun keadaannya apapun kehadirannya ya harus dihargai.
" Bilang saja bersama dengan Melinda, dan mereka pasti tahu aku itu siapa! " Melinda sebenarnya Jengah terlalu banyak prosedur yang harus ia alami padahal tinggal hanya bertemu dengan kedua wanita itu saja Kenapa susah sekali sih.
__ADS_1
Renata dan juga Siska yang kebetulan hari ini mau keluar dari rumah karena rencananya bakalan pergi shopping sampai sepuasnya, mendadak jadi kesal ketika mendengar perkataan dari asisten rumah tangga mereka kalau ada tamu yang tidak Diundang datang ke rumah mereka di siang seperti ini.
" Kenapa tidak diusir saja sih, padahal kamu tahu sendiri kan kalau kamu lagi sibuk? "kesal Renata tetapi tetap saja pergi menemui orang yang berani-beraninya datang ke tempat ini.
renata membulatkan matanya sempurna ketika tahu siapa orang yang datang ke rumahnya dengan berani bahkan tanpa rasa takut sama sekali, membuat rasa emosinya yang dulu Sudah terkubur kini mencuat kembali ke permukaan dan juga merasa ingin sekali mengunyah wanita yang ada di depannya ini hidup-hidup.
"wah pelakor berani datang ke tempat ini, memangnya stok malu kamu masih banyak sampai-sampai kamu berada datang ke sini? "tanya Renata dan tersenyum mengejek membuat Siska yang mendengar suara namanya yang begitu menggelegar yang memilih untuk keluar dan memastikan.
" dia siapa mah, Kok bisa sih Mama kenal orang yang penampilannya sangat menjijikkan seperti itu? " tanya Siska dengan memasang Tatapan yang tidak suka ketika melihat Melinda.
__ADS_1
Melinda mengepalkan tangan menahan emosi kalau saja dirinya tidak punya maksud yang lain ya tentu saja Ia juga bakalan memaki kedua manusia itu, soalnya mereka itu sangat serakah sampai-sampai tidak memikirkan orang lain dan hanya memakan harta suaminya sendirian tanpa mau berbagi sedikit pun dan juga bisa dibilang gaya Hidup glamor mereka ini kan merupakan hasil dari perusahaan Wijaya yang mereka ambil ketika memutuskan untuk menikah dan juga tinggal dengannya.