
Saat ini Frans,istri dan anak-anaknya sudah berada di Madrid, Spanyol.
Saat tiba Frans dan keluarganya sudah di jemput oleh sopir pribadi keluarga Anderson yang di utus langsung oleh Oma Marley untuk menjemput mereka.
Kini mereka dalam perjalanan menuju mansion utama Anderson.
Frans sedari tadi terus memandangi putrinya itu,karena sampai sekarang faa masih mendiaminya.
Anna yang melihat suaminya itu,merasa kasihan, karena Frans sama sekali tidak bisa tahan jika putrinya itu sudah mogok bicara padanya.
”Sabarlah,putri mu itu tidak akan bisa marah padamu, mungkin dia hanya kesal karena kau sering menjahilinya” ucap Anna mengelus lengan suaminya
Frans hanya mengangguk pasrah.
”Kakak kenapa?” tanya faa melihat kakaknya hanya diam sedari tadi
”Tidak apa-apa sayang” jawab Fadly tersenyum
Faa menyenderkan kepalanya di bahu Kakaknya,faa selalu nyaman jika bersama Fadly.
”Kau tau kak,aku orang yang sangat bahagia mempunyai kakak seperti mu” ucap faa mengungkapkan rasa bahagianya memiliki Fadly
”Aku lebih bahagia little girls, mempunyai kamu dalam hidup kakak” balas Fadly mencium pucuk kepala adiknya
”Kak Fadly , bisakah jangan memanggilku little girls,aku bukan gadis kecil lagi,aku ini sudah menikah” protes Faa pada kakaknya karena selalu saja memangilnya gadis kecil
”Tidak bisa,karena kamu akan selalu menjadi little girls ku, selamanya” jawab Fadly tersenyum melihat wajah adiknya yang memanyunkan bibirnya yang terlihat sangat mengemaskan bagi Fadly
Frans dan Anna memperhatikan mereka berdua hanya tersenyum bahagia.
”Sayang kau lihat mereka, sangat lucu” ucap Frans pada Anna melihat kedua anaknya
”Mereka adalah kesayangan ku” balas Anna
Tak terasa akhirnya mobil yang mereka pakai sudah memasuki halaman luas mansion utama Anderson.
Frans dan Anna turun dari mobil dengan bergandengan tangan.
begitu pun dengan faa turun dengan mengandeng lengan kakaknya.
Di pintu utama sudah ada Oma Marley yang menunggu kedatangan mereka.
Tatapan Oma Marley tidak lepas dari pria yang lengannya di gandeng oleh cucu perempuannya.
”Akhirnya kalian sampai juga” ucap Oma Marley tapi tatapannya tak lepas dari Fadly
Faa berlari memeluk Oma Marley.
”Oma faa sangat-sangat merindukan oma” ucap faa memeluk Oma Marley
”Oma juga merindukan mu sayang” balas Oma Marley mencium kedua pipi cucunya
”Mama, bagaimana kabarmu?” tanya Anna memeluk Oma Marley
”Mama baik sayang” balas Oma Marley memeluk menantunya
”Mama aku merindukan mu”ucap Frans mencium pipi mamanya
”Tapi aku tidak merindukan mu” balas Oma Marley membuat faa dan Anna terkekeh
”Padahal aku di sini putra kandung mu mah” cibir kesal Frans
”Mama aku ingin mengenalkan seseorang” ucap Anna melihat ke belakang di mana Fadly berdiri memperhatikan sedari tadi
Oma Marley pun melihat pria yang ada di hadapannya sekarang, sangat mirip dengan Frans putranya,dan juga garis keturunan suaminya sangat terlihat pada pria itu.
”Mah dia cucu mu Fadly ” ucap Frans
Mata Oma Marley terlihat berkaca-kaca, melihat cucu pertamanya yang hilang 27 tahun lalu,dan kini dia sudah tumbuh menjadi pria tampan dan sekarang berada di hadapannya.
”Be.. benarkah dia cucuku Fadly, benar-benar cucu kandungku?” tanya Oma Marley mengangkup wajah Fadly dengan kedua tangannya
Frans dan Anna mengangguk mengiyakan pertanyaan Oma Marley.
Seketika air mata Oma Marley jatuh begitu saja,lalu memeluk cucu pertamanya yang selama ini dia rindukan.
”Oh ya tuhan ..terima kasih kau telah mengembalikan cucuku” ucap Oma Marley lalu mencium seluruh wajah Fadly
”Cucuku..ini Oma sayang ” ucap Oma Marley
__ADS_1
”Oma ” satu kata terucap dari bibir Fadly
”Ah iya sayang,ini Oma ..aku Oma mu” balas Oma Marley
Fadly mengusap air mata Omanya.
”Jangan menangis lagi” ucap Fadly lembut
Oma Marley mengangguk mengiyakan permintaan cucunya.
”Iya Oma tidak akan menangis lagi” balas Oma Marley
...
Kini mereka semua sudah berada di ruang keluarga, setelah Frans menceritakan semuanya tentang bagaimana Fadly bisa di temukan,dan Frans juga memberi tahu Oma Marley tentang orang yang menculik Fadly.
Semenjak kedatangan mereka cucu dan Oma itu seakan tidak bisa di pisahkan, terlihat Fadly begitu nyaman bersama Oma Marley dan Omanya juga sangat memanjakan Fadly.
Berbeda dengan faa kini gadis berusia 18 tahun itu sudah terlelap, mengikuti mimpinya, setelah sampai tadi faa langsung mengabari suaminya.
Di ruang keluarga Oma Marley mengatakan keinginannya untuk melakukan sesi foto keluarga esok hari,dan itu di Iyakan oleh Frans dan Anna.
Frans juga sudah berencana kan setelah mereka kembali ke Indonesia,Frans akan mengenalkan putranya pada dunia,dan akan menyerahkan pimpinan perusahaan kepada putranya.
Awalnya Fadly tidak mau menerima itu,tapi Fadly tidak bisa membantah perkataan frans dan Oma Marley, terlebih saat Frans mengatakan bahwa adiknya lah yang meminta untuk Fadly di perkenalkan kembali pada publik bahwa dia juga anak dari keluarga Anderson.
🌼 Flashback 🌼
”Papa apa boleh aku mengatakan sesuatu?” tanya faa pada papanya
”Iya sayang ada apa?” tanya frans
”Pah setelah kita kembali ke Indonesia,faa ingin papa memperkenalkan kakak pada publik, bagaimana pun kakak adalah keturunan Anderson” pinta faa
”Iya sayang,papa akan mengenalkan kakakmu pada publik,karena memang itu sudah papa pikiran,papa akan kembali membuka berita kehilangan kakakmu 27 tahun lalu,agar setelah papa mengenalkan kakak mu tidak ada berita yang tidak-tidak tentang keluarga kita” jawab frans
🌼 Flashback end 🌼
Setelah itu Oma Marley mengajak Fadly untuk kekamarnya,kamar Fadly saat bayi sampai sekarang kamar itu masih rapi,karena Oma Marley setiap harinya meminta pelayan untuk membersihkannya.
Kamar itu tidak pernah di masuki oleh faa,hanya Oma Marley,Frans dan Anna yang bisa memasuki kamar itu,karena setiap kamar di mansion utama Anderson harus memasukkan sidik jari dan password.
Kamar itu sudah di sulap menjadi kamar untuk pria dewasa seperti Fadly.
”Oma siapa yang di foto itu?” tanya Fadly menunjuk foto yang cukup besar terpajang di dinding kamarnya
”Itu kamu dan kakek mu sayang,kakek Anderson” jawab Oma Marley
Lalu Oma Marley menceritakan semua masa kecil Fadly sebelum dia di culik,lalu menceritakan kematian kakek Anderson.
”Kakek mu pasti bahagia melihat mu sekarang bisa berkumpul dengan kami” ucap Oma Marley bahagia dan hanya di balas senyuman oleh Fadly
”Istirahatlah sayang,nanti Oma akan membangunkan mu untuk makan malam” sambung Oma Marley
”Iya Oma ” balas Fadly
Oma Marley keluar dari kamar Fadly.
”Hay kakek,apa kabar..ini Fadly kek, sekarang Fadly janji sama kakek tidak akan meninggalkan keluarga Fadly lagi” ucap Fadly melihat foto kakeknya
Lalu Fadly merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya,tak lama kemudian di sudah terlelap.
...
Sedangkan di tempat lain,di perusahaan Nugraha Group.
Kenzo menyibukkan dirinya dengan pekerjaan selama dia di tinggal oleh istrinya keluar negeri.
”Hufff kapan kau akan kembali sayang, aku sungguh merindukanmu” gumam Kenzo merindukan istrinya
Tok.tok.
”Masuk” ucap Kenzo saat seseorang mengetuk pintu ruangan kerjanya
”Maaf pak,saya kesini untuk memberi tahu,30 menit lagi bapak ada meeting dengan perwakilan ANZ Group di restoran xxx” ucap Sania
”Hemm baiklah,kamu ikut saya meeting kali ini,dan ingat saat meeting catat semua poin-poin pentingnya” ucap Kenzo
”Baik pak” balas Sania dengan suara menggodanya tapi sama sekali tidak di gubris oleh Kenzo
__ADS_1
Sania keluar dari ruangan Kenzo.
Kenzo menghubungi seseorang untuk menemaninya ke restoran xxx tempat dia akan mengadakan meeting dengan rekan kerjanya,karena Kenzo tidak ingin ada salah paham antara dia dan istrinya,jika Kenzo hanya berdua dengan Sania.
Kini Kenzo dan Sania sudah berada di restoran,dan sedang melakukan meeting, dan ada 2 pasang mata yang mengawasi mereka,dari meja tak jauh dari meja Kenzo.
Setelah hampir 1 jam meeting, akhirnya meeting pun selesai dengan hasil yang memuaskan, setelah semuanya selesai perwakilan ANZ group sudah pergi meninggalkan restoran.
Tentu saja ini kesempatan yang di tunggu-tunggu oleh Sania,karena bisa dengan bebas berduaan dengan kenzo.
”Tuan Kenzo,saya sudah pesankan makan siang untuk tuan, sebaiknya kita makan siang dulu” ucap Sania
”Hemm baiklah” jawab Kenzo
Dalam hati Sania bersorak senang karena Kenzo mau makan siang bersama dirinya,tapi kebahagiaan itu seketika luntur karena ada dua wanita tiba-tiba duduk di meja tempatnya duduk bersama Kenzo.
”Apa yang kalian lakukan di sini,tidak sopan sekali duduk tanpa permisi” ucap kesal Sania karena kedua wanita itu menggangu rencana makan siangnya dengan Kenzo
”Maaf ya Tante, suka-suka kita dong mau duduk di mana,di sini kan bangkunya juga kosong,lagi pula di sini tidak perlu minta ijin dulu jika mau duduk,semua orang di sini bebas mau duduk di mana saja” ucap Olivia
Ya kedua wanita itu adalah Olivia dan Ellen,Kenzo menghubungi mereka agar menemani dirinya ke restoran itu,Olivia dan Ellen dengan senang hati mengawasi Kenzo dari Sania karena itu juga permintaan dari sahabatnya faa, selama dia berada di luar negeri.
”Kamu panggil saya Tante,enak saja dasar bocah” ujar Sania geram
”Biarin kita bocah,yang penting kita masih muda masih laku,dari pada tante sudah tua,malah maunya godain suami orang” sahut Ellen mengejek
Kenzo hanya diam menyaksikan kelakuan Olivia dan Ellen terhadap Sania.
Pelayan datang membawa makanan yang sudah di pesan oleh Sania untuk Kenzo.
Kesal, marah itu yang di rasakan Sania,jika saja tidak ada Kenzo di sana,sudah di pastikan sania akan menampar wajah olivia dan Ellen,tapi dia harus menjaga sikapnya di hadapan Kenzo.
”Ayo tuan silahkan di makan,saya pesankan khusus untuk anda” ucap sania lembut
”Tidak,kak ken tidak suka dengan makan seperti itu,jadi Tante saja yang makan” cegah Olivia agar Kenzo tidak memakannya
Kenzo mengeritkan keningnya,apa maksud olivia, jelas-jelas makanan di hadapannya ini adalah pasta kesukaannya.
”Tapi bukannya tuan Kenzo menyukai pasta?” tanya Sania pada kenzo
”Ah iya Sania saya tidak suka makanan seperti ini,kamu saja yang makan” jawab Kenzo mengikuti permainan kedua wanita yang sudah di anggap adiknya itu
”Ta..tapi tuan ini khusus untuk anda saya pesankan” ucap Sania
”Haduh tante,tadi kak Ken ,sudah mengatakan jika dia itu tidak suka pasta,jadi Tante saja yang makan” serkas Ellen jengah dengan Sania
”Sebaiknya kamu saja yang makan Sania” ucap Kenzo
Sania diam,tidak mungkin dia yang makan,karena dia sudah menaruh obat sakit perut di dalam makanan itu, tujuannya agar dia bisa mencari kesempatan untuk dekat dengan kenzo.
”Ayo di makan” ucap Kenzo lagi sedikit memaksa
” Eh iya pak,saya makan” ucap Sania dengan ragu dia memasukkan pasta ke dalam mulutnya
”Di habiskan ya Tante,sayang mubasir kalau buang-buang makanan” ucap Olivia menahan tawanya
Sebenarnya Olivia dan Ellen sudah mengetahui rencana buruk Sania ,karena saat Sania memesan makanan dia meminta pelayan untuk menaruh obat sakit perut ke dalam makanan Kenzo.
Dan untuk pelayan tadi sudah di bereskan oleh Olivia dan Ellen, mereka melaporkan pelayan itu ke manajer restoran.
”Lapar ya Tante” ucap Ellen melihat Sania menghabiskan pasta itu
Seketika Sania memegang perutnya,pasti obat sakit perut itu sudah bereaksi di dalam perutnya,dan Sania dengan cepat berlari ke toilet.
Olivia dan Ellen tertawa melihat Sania berlari ke kamar mandi.
”Kasihan sekali.. senjata makan tuan” ucap Olivia tertawa
”Hahah benar sekali..kau lihat tadi ekspresi wajahnya, sungguh mengenaskan” sambung Ellen
Kenzo menyentil kening olivia dan Ellen ,dan itu membuat kedua wanita itu berhenti tertawa, dengan mengelus keningnya yang sudah di Sentil oleh Kenzo.
”Kak ken” protes Olivia dan Ellen
”Kalian tidak mau menceritakan,apa yang baru saja kalian lakukan” tanya Kenzo
Lalu Olivia dan Ellen menceritakan semua kelakuan Sania di restoran,dan itu membuat Kenzo emosi.
”Ck!! dasar ******” umpat Kenzo
”Aku akan memecatnya” ucap Kenzo dengan dingin
__ADS_1
”Setuju” seru Olivia dan Ellen setuju jika Sania di pecat
Kenzo, olivia dan Ellen pergi meninggalkan restoran itu.