Nona Faa

Nona Faa
Aku tidak mau tau jangan sampai kamu sakit.


__ADS_3

Keesokan harinya di kota Madrid, sesuai keinginan Oma Marley untuk melakukan sesi foto keluarga akan di lakukan hari ini,dan sedang berlangsung sejak tadi pagi.


Sudah menunjukkan waktu makan Siang, akhirnya pengambilan gambar keluarga selesai, seluruh keluarga Anderson sedang membersihkan diri di kamar masing-masing, setelah itu mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk makan siang bersama.


Tapi ada satu orang yang belum juga muncul,ya siapa lagi kalau bukan anak bungsu keluarga Anderson Faa.


”Anna kenapa faa lama sekali?” tanya Oma Marley karena sedari tadi semua orang menunggu dirinya


”Biar aku melihat ke kamarnya” jawab Anna ingin beranjak menyusul faa ke kamarnya


”Mama biarkan Fadly saja yang memanggilnya” tahan Fadly pada mamanya


”Hemm ya sudah , panggil adikmu” ucap Anna mengiyakan putranya


Lalu Fadly dengan segera menyusul faa ke kamarnya.


”Aku bersyukur Fadly ku kembali,dan dia juga terlihat sangat menyayangi adiknya” ucap Oma Marley


”Iya mah,Fadly sangat menyayangi adiknya, terlihat bagaimana caranya selalu memanjakan adiknya itu” sambung Anna


”Tentu saja,mereka bersaudara pasti akan saling menyayangi” sambung Frans


Sementara di kamar faa,Fadly tidak menemukan adiknya di dalam kamar,tapi Fadly mendengar suara gemercik air dalam kamar mandi,dan dia yakini pasti adiknya berada di dalam.


”Faa kamu di dalam” teriak Fadly dari balik kita kamar mandi faa


”Faa kamu di dalam kan,faa kamu tidak apa-apa?” teriak Fadly karena tidak mendapat jawaban dari dalam


”Faa buka pintunya kam__”


Faa membuka pintu kamar mandinya,dan melihat Fadly dengan raut cemas berdiri di depan kamar mandi.


”Kamu tidak apa-apa kan?” tanya Fadly khawatir


”Aku tidak apa-apa kak,ada apa kakak mencari ku?” tanya faa


”Ayo semua orang sudah menunggu,untuk makan siang” jawab Fadly pada adiknya dan di balas anggukan oleh faa


Fadly memperhatikan wajah adiknya yang pucat,dan itu membuat dia khawatir.


”Tunggu wajah mu pucat faa,kamu yakin tidak apa-apa?” tanya Fadly cemas mengangkup wajah adiknya


”Aku tidak apa-apa kak,aku baik-baik saja tidak perlu khawatir” ucap faa meyakinkan kakaknya bahwa dia tidak apa-apa


”Hemm ya sudah,ayo kita turun” ajak Fadly berjalan keluar dari kamar adiknya dan di ikuti oleh faa


Setelah Fadly dan faa sudah duduk di meja makan,Frans memperhatikan putrinya yang terlihat pucat.


”Faa wajah mu pucat sayang,kamu baik-baik saja?” tanya frans khawatir dengan putrinya


Oma Marley dan Anna juga memperhatikan wajah faa yang terlihat pucat,dan membuat mereka juga khawatir pada faa.


Faa tersenyum menanggapi papanya yang terlihat khawatir.


”Faa baik-baik saja,tidak perlu khawatir” jawab faa


”Kamu yakin sayang,tidak apa-apa?” tanya Anna


”Iya faa,wajah mu pucat begitu” sambung Oma Marley


”Oma,mama faa benar-benar tidak apa-apa,jadi tidak perlu khawatir,ayo makan faa sudah lapar dari tadi” ucap faa mengalihkan pembicaraan agar semua keluarganya tidak khawatir padanya


Sebenarnya faa saat pagi tadi merasakan aneh pada tubuhnya,pusing bersamaan dengan perutnya sakit,dan itu membuat dia muntah pagi tadi tapi tidak hanya cairan bening saja yang keluar.


Dan setelah selesai pengambilan foto keluarga faa kembali merasakan sakit perut itu,dan merasakan kepalanya pusing lagi,mungkin itu penyebab faa terlihat pucat.


Makan siang pun di mulai,tapi sedari tadi Frans dan Fadly memperhatikan faa,mereka masih khawatir dengan wajah pucat faa.


Setelah makan siang,faa lebih dulu pamit untuk kekamarnya,ingin istirahat.

__ADS_1


Saat faa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, terdengar suara ponselnya berbunyi dan itu panggilan video call dari suaminya.


Lalu faa segera menjawab panggilan suaminya.


”Hallo sayang,aku merindukan mu” ucap kenzo saat faa menjawab panggilan video call Kenzo


”Aku juga merindukan mu kak” jawab faa yang tiba-tiba sedih melihat wajah suaminya


”Hey sayang,jangan bersedih okey” ucap Kenzo menatap wajah istrinya


”Sayang wajah mu pucat,kamu tidak apa-apa?” tanya kenzo khawatir pada istrinya


Faa menggeleng” Aku tidak apa-apa, mungkin hanya kelelahan saat pengambilan gambar tadi” jawab faa tidak mau membuat suaminya khawatir


”Kamu yakin hanya kelelahan,aku tidak mau tau jangan sampai kamu sakit” ucap tegas Kenzo pada istrinya


”Iya aku baik-baik saja,jangan khawatir” jawab faa


”Hemm ya sudah,kabari aku jika ada apa-apa” ucap kenzo


”Iya sayang” jawab faa


”Ya sudah kamu istirahat, jangan terlalu lelah, sampai rumah nanti aku hubungi lagi” ucap Kenzo dan di balas anggukan oleh faa


”Aku tutup teleponnya, I love you my wife” ucap Kenzo


”Love you too my husband” balas faa lalu mematikan sambungan teleponnya dari suaminya


Karena faa mulai merasakan pusing di kepalanya lagi,dia pun memejamkan matanya mencoba untuk tidur,dan tak lama dia pun benar-benar tertidur.


...


Malam harinya frans masuk ke dalam kamar putrinya,karena rasa khawatirnya masih belum hilang melihat wajah pucat putrinya siang tadi.


Saat frans masuk dia melihat putrinya itu tidur dengan pulas,tapi masih dengan wajahnya yang pucat.


Lalu Frans menarik selimut menutupi tubuh faa sampai lehernya,lalu mencium kening putrinya.


”Selamat malam putri kecil papa” ucap Frans lalu mematikan lampu kamar faa,dan keluar dari kamar faa menutup pintu kamar putrinya


”Apa faa sudah tidur?” tanya Anna saat melihat suaminya masuk kedalam kamarnya


”Hemm..” jawab Frans


”Jangan khawatir,faa tidak akan apa-apa” ucap Anna karena tau jika suaminya itu sedang mencemaskan putrinya


”Iya..” jawab singkat Frans


”Mas,kita besok sudah kembali ke Indonesia,apa tidak sebaiknya mama kita ajak tinggal bersama kita?” tanya Anna karena merasa khawatir jika meninggalkan mama mertuanya sendiri di mansion utama


”Aku juga mau mama ikut dengan kita tinggal di Indonesia,tapi aku yakin mama tidak akan mau meninggalkan mansion ini,terlalu banyak kenangan ayah yang sulit untuk mama tinggalkan” jawab Frans mengingat almarhum ayahnya


”Hemm baiklah” pasrah Anna karena tau kalau mama mertuanya itu tidak akan mudah di bujuk untuk ikut dengannya tinggal bersama


”Tidak perlu khawatir,kita akan sering mengunjungi mama ke sini bersama anak-anak kita” ucap frans mengerti kekhawatiran istrinya pada mamanya,Frans juga merasa khawatir jika meninggalkan mamanya yang sudah tua yang hanya tinggal bersama pelayan di mansion utama Anderson,tapi mau bagaimana lagi mamanya itu tidak akan pernah mau meninggalkan Madrid


...


Kamar faa,tengah malam faa terbangun karena merasakan perutnya kembali sakit lagi,padahal dia sedang tidak datang bulan,itulah yang di pikirkan faa.


Faa sedang berada di kamar mandi, mengeluarkan semua isi perutnya,tapi yang keluar hanya cairan bening saja.


”Astaga sungguh membuat aku kesal, sebenarnya apa mau tubuh ku ini,saat mau muntah hanya cairan bening saja yang keluar dan rasanya kepalaku berat sekali” gerutu kesal faa pada dirinya sendiri


”Ah kak Ken,aku merindukan mu” ucap faa tiba-tiba sedih mengingat suaminya


Entah kenapa faa saat mengingat suaminya, rasanya dia ingin sekali menangis karena merindukan kenzo.


Faa kembali ke atas tempat tidur, mencoba membuat dirinya tertidur,tapi hampir setengah jam dia mencoba memejamkan mata,tapi belum juga bisa tidur seakan rasa kantuknya lenyap begitu saja.

__ADS_1


Faa melihat jam yang berada di dinding kamarnya,kini menunjukkan pukul 02.00 pagi.


”Kak Ken..hiks.. hiks aku merindukan mu” ujar faa tiba-tiba menangis dalam selimutnya


Faa sendiri merasa bingung pada dirinya,kenapa dia bisa seperti itu.


Faa terus saja menangis sampai jam menunjukan pukul 04.00 pagi,baru faa berhenti menangis,karena kelelahan menangis beberapa jam membuat dia tertidur.


Pagi harinya faa terbangun karena merasakan mual dan sakit perutnya kembali.


Dengan cepat faa berlari ke kamar mandi,masih sama dia hanya memuntahkan cairan bening saja.


Faa kembali ke tempat tidurnya, tiba-tiba Fadly masuk ke dalam kamarnya.


”Faa kau sudah bangun” ucap Fadly saat masuk ke dalam kamar adiknya


”Hemm..” sahut faa


Fadly memperhatikan wajah adiknya yang terlihat masih pucat dan mata yang sembab.


”Kau habis menangis faa,matamu sembab” ucap Fadly khawatir pada adiknya


”Hiks..hiks kakak,aku tidak tau kenapa tiba-tiba saja aku merindukan kak Ken,dan itu membuat aku menangis tadi pagi” jawab faa menangis lagi


Fadly terkekeh hanya merindukan Kenzo adiknya itu menangis, sungguh itu bukan faa.


”Sudah jangan menangis lagi,apa kau lupa kalau sore ini kita akan kembali ke Indonesia,jadi kau akan segera bertemu suami mu” ucap Fadly memenangkan adik kesayangannya itu


”Astaga aku lupa,aku akan segera bertemu kembali dengan kak ken” ucap faa berbinar setelah mendengar ucapan kakaknya dia akan kembali sore ini ke Indonesia


Fadly menggeleng kepala, melihat adiknya tiba-tiba kembali berbinar, setelah tadi menangis.


Dasar adik kecil ku,hanya merindukan Kenzo dia menangis, hingga membuat matanya sembab” batin Fadly


” Ya sudah,kakak kembali ke kamar dulu,mau bereskan barang-barang kakak” ucap Fadly mengacak-acak rambut adiknya tanpa protes dari faa


”Iya aku juga mau membereskan barang-barang ku,” balas faa tersenyum manis pada kakaknya


Fadly pun keluar dari kamar adiknya, menuju kamarnya untuk membereskan barang-barangnya.


...


Pukul 03.00 sore kini Frans,Anna dan kedua anaknya akan berangkat ke Bandara.


”Oma tidak mau ikut kami ke Indonesia,kita tinggal bersama saja” ajak Fadly tidak tega meninggalkan Omanya sendiri di Madrid


”Tidak sayang,Oma tidak bisa meninggalkan tempat ini” jawab Oma Marley sedih karena kedua cucunya akan kembali ke Indonesia


”Oma..faa akan sering berkunjung ke sini,setiap bulannya bersama kakak dan kak ken” ucap faa memeluk Omanya


”Iya sayang,Oma akan merindukan kalian” ucap Oma Marley memeluk kedua cucunya laku mencium kening keduanya


”Kami juga akan merindukan Oma" ucap Fadly dan faa


”Mah kami berangkat dulu,jaga dirimu baik-baik,kami akan sering berkunjung” ucap Anna memeluk ibu mertuanya


”Iya,jangan sedih mama baik-baik saja” ucap Oma Marley melihat wajah sedih menantunya


”Mama kami berangkat,Frans sayang mama” ucap frans mencium kening mamanya


”Mama juga menyayangi mu,ya sudah sana pergi dan hati-hati di jalan,kabari Oma jika kalian sudah tiba” ucap Oma Marley menahan tangisnya melihat anak dan cucunya akan kembali ke Indonesia


”Siap Oma ..dahh ” jawab Fadly dan faa setelah sudah berada di dalam mobil


Mobil yang akan mengantarkan Frans dan keluarganya akhirnya meninggalkan mansion,menuju bandara.


Oma Marley yang melihat mobil yang di pakai anak dan cucunya sudah tidak terlihat lagi, seketika air matanya jatuh,berat rasanya di tinggal oleh anak dan cucunya,tapi dia sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan mansion itu karena terlalu banyak kenangan dirinya bersama almarhum suaminya.


”Anderson, sekarang aku siap kapan saja menyusul mu, kehidupan putra kita Frans sekarang sudah lengkap dengan ke bahagian,cucu pertama kita sudah kembali ke dalam keluarga kita” gumam Oma Marley berjalan masuk ke dalam mansion menuju kamarnya

__ADS_1


__ADS_2