Nona Faa

Nona Faa
Faa Menikahlah Dengan Anak Paman


__ADS_3

”Bagaimana kabarmu paman,apa anda sudah tidak merasakan sakit lagi?” tanya faa pada Wijaya


”Paman sudah tidak apa-apa,bagaimana kabarmu faa,aku dengar dari papamu kalau kau sudah belajar di perusahaan?” tanya Wijaya menatap lekat putri dari sahabatnya itu yang sudah dia anggap putrinya sendiri


”Kabarku baik paman,dan benar yang di katakan papa kalau aku sudah belajar di perusahaan untuk melatih diriku nanti saat perusahaan papa di serahkan padaku nanti” jawab faa tersenyum


”Anak yang pintar” sahut Wijaya mengelus kepala faa


”Ooh iya paman, terimakasih untuk semua hadiah yang paman kirim setiap tahunnya di hari ulangtahun ku,aku menyukai semua hadiah dari paman” ucap faa pada Wijaya


”Sama-sama sayang,paman senang jika kamu suka” balas Wijaya di balas senyuman oleh faa


Dan merekapun mengobrol,Wijaya meminta faa menceritakan semua tentang dirinya,dan itu tak lupuk dari perhatian Frans,Anna dan dian.


”Faa sayang,paman ada satu permintaan kamu mau kan menerima permintaan paman?” tibalah Wijaya mengutarakan keinginannya


Dan itu membuat Frans dan Anna gugup melihat anaknya.


”Apa itu paman,jika faa bisa akan aku lakukan untuk paman” balas faa dengan senyuman manisnya


”Paman sudah tua nak,dan sama sekali paman tidak tau kapan ajal menjemput paman, apalagi kondisi paman yang sekarang___” kata Wijaya mengatung


”Paman tidak boleh berkata seperti itu,paman akan sembuh faa yakin itu,janjilah jika paman tidak akan mengatakan itu lagi” ucap faa mengajukan jari kelingking ke hadapan Wijaya dan di sambut oleh Wijaya


”Paman janji” kata Wijaya tersenyum pada faa


”Jadi apa permintaan paman pada faa,akan faa usahakan untuk mengabulkannya selama faa bisa” kata faa penasaran dengan permintaan Wijaya


”Faa jadilah menantu paman” kata Wijaya dan itu membuat faa melotot kan mata terkejut dan hanya bisa diam


Frans dan anna,Dian hanya bisa diam melihat reaksi faa.


”Faa menikahlah dengan anak paman” kata Wijaya lagi menggenggam kedua tangan faa


Faa pun menoleh ke arah papa dan mamanya seolah olah meminta jawaban,tapi Frans dan Anna hanya tersenyum padanya.faa kembali menatap Wijaya .


”Paman apa tidak salah...ma.. maksud faa, kenapa paman mau faa menikah dengan anak paman?” kata faa mencoba untuk tenang


”Paman tidak salah sayang,paman dan istri paman sangat menyayangi kamu ,dan paman yakin putra paman juga akan menyayangi kamu melebihi paman” kata Wijaya mengelus kepala faa


”Paman tidak akan salah memilih kamu untuk menjadi,menantu keluarga Nugraha” kata menyakinkan faa


Faa pun menatap papa dan mamanya yang terlihat bingung.


Frans dan Anna pun mengerti jika anaknya itu bingung harus bagaimana,mereka pun mendekat.


”Papa...” panggil lirih faa pada papanya


”Papa serahkan semuanya sama kamu sayang,apapun keputusan yang kamu buat,papa tidak akan marah atau mama” kata frans mengangkup wajah putrinya itu


”Anak paman Wijaya juga orang baik,dan dia juga orang yang bertanggung jawab,papa yakin dia akan bisa menjaga kamu sama seperti papa menjaga mu” tambah frans menyakinkan faa


Faa menoleh ke arah Anna .


”Jangan takut sayang,kami akan menerima semua keputusan mu” ucap Anna mengelus kepala faa


Faa menatap Wijaya dan dian dan tersenyum.


Ya Tuhan ..kenapa aku harus terlibat dalam situasi seperti ini,aku belum siap menikah aku masih muda kenapa juga harus aku.tapi kasihan paman wijaya bagaimana pun dia sahabat papa dan mama dan dia juga sayang banget sama aku,dan papa,mama juga sepertinya setuju,aku harus bagaimana,ahhh semoga keputusan ku tepat,aminn” batin faa setelah mempertimbangkan permintaan Wijaya


”Paman,jika memang paman mau faa menjadi menantu paman, akan faa lakukan demi paman” kata faa dengan tenang


Ucapan faa pun membuat semuanya tersenyum bahagia, mendapatkan jawaban memuaskan dari faa.


”Terimakasih sayang” kata Wijaya mencium kening faa


”Terimakasih banyak sayang,kami akan sangat bahagia mendapatkan menantu seperti mu” kata dia bahagia


”Sama-sama,faa juga senang jika kalian bahagia” kata faa memaksakan tersenyum


Setelah mengutarakan permintaan wijaya, mereka pun pamit pulang.


”Paman,Tante faa balik dulu besok sepulang dari kampus faa akan ke sini lagi” kata faa pamit


”Iya sayang.. hati-hati” kata Wijaya dan senyuman dari Dian


”Frans,Anna terimakasih” Kata Wijaya


”Tidak perlu seperti itu, cepatlah sembuh dan kami pamit pulang dulu, sampai jumpa Wijaya,Dian ” kata frans pamit

__ADS_1


”Iya hati-hati di jalan” kata Dian dan Wijaya dia balas anggukan Frans dan Anna


Faa yang sudah dari tadi keluar pun menunggu papa,mamanya di di mobil.


🌼 Kediaman Anderson 🌼


”Pah,mah...” panggil faa saat mereka sudah berada di ruang tamu


”Kenapa sayang?” tanya frans


Tiba-tiba saja faa menangis dan memeluk papanya dan itu membuat Frans dan Anna khawatir.


”Sayang kamu kenapa,kok nangis gini?” tanya Anna mengelus kepala faa dengan lembut


”Papa.. ” lirih faa


Faa memang selama ini sangat manja pada papanya, apapun itu selalu sama Frans menangis pun akan pergi ke frans,jadi tak heran jika faa selalu saja menempel pada Frans.


”Iya sayang ayo cerita,kamu kenapa jangan buat papa sama Mama khawatir” ucap lembut Frans pada faa yang masih memeluk erat tubuhnya


”Apa faa salah menerima permintaan paman Wijaya?” tanya faa lirih masih memeluk erat Frans


”Sayang kamu tidak salah,papa setuju jika kamu mau menikah dengan anak paman Wijaya,papa akan lebih tenang jika ada yang menjaga mu selain papa” ucap frans pada putrinya


”Tapi pah,faa Tidak mau menikah secepat itu,faa mau kuliah dulu” kata faa yang sudah melepaskan pelukannya dari Frans dan menatap kedua orangtuanya


”Nanti kita bisa membicarakan itu sayang,dengan paman Wijaya dan calon suami mu,tapi kamu sudah menerimanya sayang,jadi itu berarti kamu sudah bersedia untuk menikah” kata Anna mencoba membuat faa mengerti


”Baiklah faa akan menerima semuanya dengan lapang dada,jika faa harus menikah muda berarti itu sudah takdir faa” kata faa mencoba tegar


Dan itu membuat Frans dan Anna tersenyum.


Ya tuhan,jika ini sudah menjadi jalan takdir putriku,aku hanya minta berikan selalu kebahagiaan padanya,karena aku tidak akan pernah sanggup melihatnya bersedih” batin Frans menatap lekat faa


”Oh ya pah,bagaiman anak paman Wijaya di sudah tua apa masih muda?” tanya faa penasaran


”Dia masih muda sayang,dan juga tampan dan juga di orang yang pintar,kamu bisa belajar bisnis dari dia nanti ” jawab Anna tersenyum


”Mama kenapa mama sangat senang menyebut orang lain tampan ,memangnya dia lebih tampan dari papa?” goda faa pada mamanya


Dan itu membuat Frans melotot pada istrinya itu.


Frans dan Anna pun melihat senyuman faa kembali.


Ya tuhan sertakan selalu kebahagiaan pada putriku” batin Anna memandangi wajah anaknya


Tiba-tiba faa memeluk kedua leher orang tuanya.


”Faa sayang mama,papa..I love you” ucap faa


Frans dan Anna pun saling memandang dari balik kepala faa dan tersenyum.


”Kami juga sayang faa,I love you more ” kata frans dan Anna


🌼Kampus 🌼


Seperti biasa rutinitas setiap hari faa akan ke kampus pagi,dan siang akan ke kantor papanya untuk belajar.


Kini faa sedang bersama dengan olivia di kantin kampus.


”Faa kamu kenapa sih, sedari tadi hanya diam saja” tanya Olivia sedari tadi melihat faa hanya diam


”Aku tidak apa-apa olivia” jawab faa singkat


”Apa habis ini kamu ke kantor papamu?” tanya Olivia


”Tidak,aku mau ke panti asuhan” jawab faa


”Baiklah aku akan menemanimu,aku juga tidak ada kegiatan lain” kata olivia


”Baiklah, setelah ini kita ke mall dulu untuk membeli hadiah untuk anak-anak panti” kata faa memasukkan bakso ke mulutnya


”Okey” singkat Olivia


Setelah makan di kantin kampus,faa segera ke mall dekat kampus untuk membeli hadiah untuk anak-anak panti yang akan dia kunjungi.


Setelah membeli semuanya,faa dan olivia berangkat ke panti asuhan yang sering kali dia datangi.


🌼Panti asuhan 🌼

__ADS_1


Setelah beberapa menit merekapun sampai,dan di sambut oleh pengelola panti dan anak-anak panti yang sudah sangat mengenal mereka berdua.


”Kakak faa,kakak olivia ” teriak anak-anak panti


”Halo anak-anak bagaimana kabar kalian semua?” tanya faa pada anak panti


”Kami baik kak" jawab mereka semua


”Ini kak faa dan kak Olivia bawah hadiah untuk kalian,jangan berebut yah” kata olivia menyerahkan hadiah pada anak panti dan di sambut dengan girang


”Makasih kakak cantik” Kata anak panti


”Sama-sama” kata faa dan olivia


Faa dan Olivia pun menghampiri ibu panti,yang sedari tadi memperhatikan dia dengan Olivia.


”Apa kabar bu?” Tanya faa pada ibu panti yang bernama Lilis


”Ibu baik nak, bagaimana dengan kalian?” tanya balik bu Lilis


”Kami baik bu” jawab Olivia


Dan mereka pun mengobrol panjang, sesekali melirik anak panti yang sedang membagikan hadiah dengan rata.


”Nak faa,nak Olivia terimakasih sudah mau membahagiakan mereka semua” ucap Bu Lilis menatap faa dan Olivia


”Ibu tidak perlu sungkan begitu Bu,kami senang kok bisa melihat senyuman mereka” kata faa tulus


”Iya Bu,kami juga sangat menyayangi mereka semua” timpal Olivia


”Kalian sungguh anak-anak yang baik,berhati mulia, semoga kebahagiaan selalu memberkati kalian” kata ibu Lilis mendoakan


”Amiin” kata faa dan olivia


Tidak lama ponsel faa pun berbunyi.


Dring..Dring..Dring


Dan itu panggilan masuk dari frans.dan faa pun mengangkat telponnya yang sudah menjauh dari Bu Lilis dan olivia.


”Hallo papa,ada apa?” Kata faa setelah menjawab telepon dari Frans


”Kamu di mana faa,tumben kamu belum ada di kantor sayang?” tanya frans yang sebenarnya sudah tau kalau faa ada di panti asuhan dari bodyguard yang mengawasi faa selama di luar rumah


”Maaf papa,faa lupa mengabari papa kalau faa hari ini tidak ke kantor,faa sekarang ada di panti asuhan,dan sepulang dari sini faa akan ke rumah sakit,karena sudah janji pada paman Wijaya kalau faa akan datang hari ini” kata faa menjelaskan pada papanya


”Baiklah sayang,kamu dengan siapa ke sana?” tanya frans yang sudah tau jika putrinya pergi bersama Olivia


”Aku bersama olivia papa” jawab faa


”Baiklah kalian hati-hati,jika ada apa-apa cepat kabari papa,okey” pesan frans memperingati faa


” Iya papa sayang,faa tutup telponnya yah” kata faa langsung menutup telepon dari papanya


Setelah menjawab telepon dari frans,faa bergabung lagi dengan olivia dan Bu Lilis dan mengobrol bersama.setelah cukup lama mengobrol mereka pun pamit pulang.


”Bu kami pamit pulang yah,jaga kesehatan ibu dan juga anak-anak,kami akan sering berkunjung” kata faa pada Bu Lilis


”Iya nak,kalian juga ” sahut Bu Lilis


” Kalau begitu kita pergi dulu bu” kata olivia yang sudah berjalan masuk ke dalam mobilnya dengan faa


”Hati-hati di jalan” ucap Bu lilis saat faa sudah meninggalkan panti


”Semoga kalian selalu dalam lindungan,dan kebahagiaan selalu bersama kalian” kata Bu Lilis mendoakan faa dan Olivia yang sudah tidak terlihat lagi


🌼Dalam mobil Olivia 🌼


”Faa kamu mau langsung pulang biar aku anter yah?” tanya olivia


”Anter aku ke rumah sakit ..xxx aku sudah janji pada paman Wijaya akan menjenguk nya hari ini” kata faa


” Baiklah,kalau begitu aku juga akan ikut, bagaimana pun dia juga sahabat ayah ku” kata olivia yang sedang fokus menyetir


”Baiklah terserah kamu saja,kita mampir buat beli buah dulu” sahut faa


1 jam kemudian mereka sampai di rumah sakit tempat Wijaya di rawat dan tadi mereka sudah membeli buah untuk wijaya.


Faa dan Olivia pun masuk ke dalam rumah sakit dan berjalan menuju ruang inap Wijaya.

__ADS_1


__ADS_2