
“Papa,mama kenapa?” tanya Fadly ,yang tiba-tiba sudah berada di ambang pintu kamar Anna dan Frans
“Fadly! Mama tidak apa-apa sayang” jawab Anna,dengan cepat dia tidak mau sampai putranya itu khawatir
“Tapi kenapa mama menangis?” tanya Fadly, menatap Frans seolah meminta penjelasan,kenapa mamanya menangis
Frans yang di tatap hanya diam, frans menatap balik istrinya seolah berkata 'Fadly juga akan tau,maka beritahu dia sebelum dia mengetahuinya lebih dulu'.
“Mama tidak apa-apa sayang! Sungguh” kata Anna , meyakinkan putranya
“Mama menyembunyikan sesuatu,dari Fadly!” ucap Fadly, menatap Anna dengan serius
“Tidak ada yang mama sembunyikan darimu nak” jawab Anna,tanpa melihat Fadly
“Mama sudah lama kita berpisah! Tidak bisakah mama terbuka dengan fadly? Apa mama tidak menyayangi aku?” tanya fadly, terlihat sedih menatap wanita yang sudah melahirkan dirinya itu
“Sayang kenapa kamu berbicara seperti itu,kamu tau sendiri mama sangat menyayangi mu nak! Kamu adalah putra mama satu-satunya,harta berharga mama.Jangan pernah mengatakan itu lagi!” kata Anna,dia benar-benar merasa bersalah pada putranya itu.
Frans diam,dia ingin istrinya terbuka pada anak-anaknya.Sudah cukup istrinya itu menyimpan sendiri kesedihannya,yang selama ini dia simpan sendiri,tanpa mau membaginya.
Fadly diam,dia ingin wanita di hadapannya itu bercerita padanya.
“Baiklah,mama akan menceritakan semuanya pada mu sayang,tapi mama mohon jangan sampai adikmu tau” kata Anna, akhirnya dia memutuskan akan menceritakan semuanya pada putranya,dia tidak akan menyimpan itu lebih lama lagi
“Tapi kenapa adikku tidak boleh mengetahuinya mah?” tanya Fadly , bingung dengan permintaan Anna
“Mama akan cerita,tapi kamu harus janji sama mama,jangan sampai faa adikmu tau” kata Anna, menatap pria tampan yang ada di hadapannya itu,tak lain adalah putra kandungnya sendiri
“Baiklah! Fadly janji faa tidak akan mengetahuinya” jawab Fadly, menyetujui permintaan Anna
Lalu Anna, menceritakan semua tentang masa kecilnya.Bagaimana dia saat kecil di perlakukan seperti orang asing di dalam rumahnya sendiri,dan ibu yang melahirkan dirinya tidak menyayangi dirinya,dan selalu mengatakan kata-kata kasar pada anna.Dan juga Anna menceritakan dia sudah di telantarkan sejak kecil.Dan pergi dari rumah saat usianya 12 tahun.Anna juga menceritakan semua yang terjadi padanya setelah meninggalkan rumahnya saat itu.Dan bagaimana dia bisa bersama dengan Frans.
“Apa ibu mama,masih hidup?” tanya lembut Fadly, mengusap air mata Anna,dia tidak rela ibunya menangis demi orang yang tidak pernah menganggap ibunya ada
“Iya nak,mama selalu datang tapi hanya dari kejauhan saja.Karena mama tau jika nenekmu pasti tidak mau melihat wajah mama” jawab Anna,dengan lirih
“Nenek ku hanya Oma Marley,tidak ada yang lain mah.Aku tidak akan menganggap dia sebagai nenekku , karena dia juga tidak menganggap mama sebagai anaknya!” jawab Fadly, membuat Anna terdiam ,dia sudah tau akan seperti itu jadinya jika anaknya tau
“Sekarang aku mengerti kenapa mama,Takut jika sampai faa tau soal ini.Karena aku yakin jika faa akan melakukan hal yang sama denganku! Aku dan adikku tidak akan pernah rela jika mama di sakiti oleh orang ,termasuk ibu mama sendiri” lanjut Fadly menatap Anna
“Fadly jangan seperti itu nak,mama sudah melupakan semuanya.Mama sekarang sudah bahagia dengan adanya papa,kamu dan adikmu. Bagaimanapun juga nenekmu yang melahirkan mama sayang,jangan menaruh benci pada nenekmu” Anna menatap Fadly,dia tidak mau jika anaknya membenci ibu kandungnya,tak lain adalah nenek kandungnya
“No mam! Fadly akan menganggapnya jika dia meminta maaf pada mama,dengan tulus!” kata Fadly,dengan tegas lalu pergi meninggalkan kamar orangtuanya
“Mas jangan diam saja. Bantu aku,aku tidak mau Fadly membenci mama kandung ku” kata Anna berlinang dengan air mata , memohon pada suaminya agar Frans membantunya berbicara dengan Fadly
“Anna,anak mana yang tidak marah dan sedih jika mengetahui ibunya tersiksa sejak dulu, walaupun mereka tidak melihatnya,tapi mereka juga merasakan sakit yang pernah ibunya alami.Maaf aku tidak bisa membantumu berbicara pada Fadly,dia punya hak untuk marah karena membela ibunya” kata frans, menatap Anna
“Dan jika faa tau,pasti dia yang akan sangat marah karena ada yang menyakitimu.Apa kamu ingat kejadian saat di kantor waktu itu.Yang mana baru kali itu kita melihat faa yang selalu baik pada semua orang,dan tidak pernah marah pada orang lain.Tapi di saat orangtuanya di singgung dengan orang lain,dia berubah menjadi sangat marah,dan bahkan dia menampar orang itu,tanpa pikir panjang faa meminta aku membuat nama rini di black list,agar dia tidak di terima kerja di perusahaan manapun” lanjut frans, mengingat kemarahan faa pada rini beberapa waktu lalu
Anna juga sedang mengingat semua kejadian,di mana putrinya menampar seseorang untuk pertama kalinya,karena ada yang menyinggung dirinya dan suaminya.
“Anna,jika memang kamu ingin memperbaiki semuanya,aku akan menemanimu untuk menemui ibumu" ucap Frans, memegang kedua tangan istrinya,lalu mengusap air mata Anna yang masih saja keluar
“Aku hanya takut kamu akan di hina! Saat kita bertemu dengan mamaku" ucap Anna,menatap suaminya itu
"Aku tidak masalah jika harus di hina,yang terpenting bagi diriku kamu tidak bersedih lagi.Tidak peduli apapun yang terjadi,kamu harus ingat jika masih ada aku, Fadly,dan faa anak-anak kita yang akan selalu ada untukmu.Aku dan mereka adalah keluarga mu!" kata frans,dengan lembut lalu mencium kening wanita yang sangat dia cintai
"Hiks..hiks, terimakasih! Aku tidak tau bagaimana hidupku saat itu,jika saja kamu dan mama tidak ada menolongku.
__ADS_1
Aku selalu bersyukur karena di berikan kebahagiaan,dengan memiliki dirimu dan anak-anak" tangis faa, terharu dengan apa yang di ucapkan suaminya
"Berhentilah menangis,karena aku akan menjadi sasaran amukan kedua anakmu,jika kau terus saja menangis" ucap Frans, memeluk anna
"Mereka tidak akan melakukan itu,karena mereka tau jika papanya sangat mencintai mamanya" balas Anna , tersenyum menatap suaminya
"Sayang apa Fadly dan faa akan setuju jika mereka memiliki adik lagi?" goda Frans, mencairkan suasana
"Tidak! aku yang tidak setuju.Cukup Fadly dan faa saja,dan ingat kita akan segera menimang cucu dari kedua anak kita!" jawab Anna,dengan cepat melepaskan pelukan suaminya
"Hahaha,kau bahkan masih sangat cantik saat seperti itu.Tidak ada yang berubah darimu" ucap Frans, menatapnya dengan lembut
"Berhentilah menggodaku,ingat umurmu sudah tua!" serkas Anna, mengatai suaminya tua
"Sayang aku baru 48 tahun,dan aku juga masih tampan!" bantah frans,tidak terima di katai tua oleh istrinya
"Ya terserah kau saja! aku ingin melihat menantuku" ucap Anna,lalu keluar dari kamarnya setelah, melihat dirinya sudah baik-baik saja
Frans, mengerutuk kesal di dalam kamar,karena Anna pergi meninggalkan dirinya sendiri.
Setelah Anna keluar dari kamarnya,dia segera menuju kamar anak dan menantunya.
Dia ingin melihat olivia,dan juga menanyakan perihal 7bulanan faa.
Tok.tok.tok
"Fadly, olivia apa mama boleh masuk" kata anna dari balik pintu
"Iya mah, sebentar" sahut Olivia dari dalam,tak lama pintu kamar itu sudah terbuka
"Ayo mah,masuk" ucap olivia, mempersilahkan mertuanya masuk ke dalam kamarnya
"Di mana suamimu?" tanya Anna,tidak melihat putranya
"Mama habis menangis" kata olivia, menyadari mata ibu mertuanya sembab
"Tadi ada debu yang memasuki mata mama, jadinya seperti orang yang habis menangis" bantah Anna, menyakinkan olivia
"Mama bohong,mana ada debu di rumah ini.
Setiap hari para pelayan membersihkannya.Ada apa mah?" tanya olivia,dia tidak percaya apa yang di katakan ibu dari suaminya itu
"Tidak ada apa-apa sayang, sungguh" jawab Anna,dia tau olivia juga sangat menyayangi dirinya,karena itu olivia terlihat sangat khawatir padanya
"Baiklah,jika memang mama tidak mau cerita dengan olivia.Tapi jika mama butuh Olivia untuk bercerita,dengan senang hati olivia akan menjadi tempat bercerita mama.
Anggap aku seperti faa mah,aku juga putrimu,jangan sungkan untuk sekedar bercerita padaku" ucap olivia, membuat Anna kembali berkaca-kaca,dia sangat terharu
"Terimakasih sayang" ucap Anna, memeluk dan mencium wajah olivia
Fadly yang baru saja keluar dari kamar mandi, mendengar semua obrolan mama dan istrinya.
Dia bahagia karena istrinya terlihat sangat menyayangi mamanya.
"Hmmm"
"Kakak sejak kapan selesai dari kamar mandi?" tanya Olivia, mendengar suara suaminya
"Sejak kalian berpelukan!" jawab singkat Fadly
__ADS_1
"Fadly sayang" panggil Anna
"Ada apa mah" tanya lembut Fadly
"Tadi mama menelpon adikmu,dan menanyakan perihal 7bulanannya yang akan dilakukan 1 minggu lagi.
Adikmu berharap kita semua datang,apa kamu bisa?" tanya Anna
"Kita semua pasti akan datang mah,aku tidak akan melewatkan setiap momen bersama adikku!" jawab Fadly,karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri,akan selalu ada untuk adiknya
"Tapi sebaiknya kamu harus membawa olivia konsultasi dengan dokter,untuk perjalanan ke Madrid" saran Anna,dia tidak mau jika terjadi apa-apa dengan menantu dan calon cucunya
"Itu sudah pasti mah,aku akan membawa olivia ke dokter, sebelum kita semua berangkat ke Madrid" ucap Fadly, menatap mama dan istrinya
"Uuh aku akan segera mempunyai ponakan yang lucu.Kira-kira apa jenis kelamin anak faa nanti ya mah?"kata olivia,mencoba menebak jenis kelamin anak faa dan kenzo
"Itu hanya menjadi kejutan saat kelahirannya.
Yang pasti jika ponakan ku laki-laki akan tampan seperti aku" sahut Fadly, membayangkan ponakannya
"Ck!! Kak kenzo adalah ayahnya,sudah pasti anaknya akan mengikuti jejak ketampanan ayahnya.Mana mungkin dia mengikuti wajah pamannya seperti ini" ledek olivia, menunjuk suaminya
"Aku ini tampan,yang jelas ponakan ku akan mirip dengan ku" kekeh Fadly,ingin anaknya faa mirip dengannya
"Ya sudah kalau begitu,saat anakku lahir aku ingin dia tampan seperti pamannya kenzo!" ucap Olivia, membuat Fadly melotot padanya
"Tidak bisa! dia harus mirip denganku,karena aku ayahnya" ucap Fadly tidak terima jika anaknya mirip dengan kenzo
Enak saja mirip kenzo,kan aku yang membuatnya,harus mirip seperti aku tentunya" batin Fadly
Anna hanya diam mengeleng kepala, melihat tingkah pasangan suami-istri di hadapannya itu.
Hingga anna pergi dari kamar Fadly dan olivia tanpa mereka sadari.
"Terserah kau sajalah,yang jelas aku ingin anakku mirip dengan kak ken" titah olivia,dalam hati dia merasa sangat senang karena membuat Fadly kesal
"Tidak aku bilang tidak! aku ayahnya dan harus mirip aku" kata Fadly,sudah sangat terlihat kesal
"Kenapa kau jadi kesal seperti itu kak. Bukannya kau sendiri yang memulainya" ledek olivia, melihat kekesalan suaminya
"Ah sudahlah! mama? mama kemana?" tanya olivia, baru menyadari jika ibu mertuanya sudah tidak ada
"Eh iya,mama kemana" sahut Fadly,juga sadar mamanya sudah tidak ada di kamarnya
"Mama pergi karena melihat kelakuan mu kak,yang seperti anak kecil yang kehilangan permen!" ucap olivia,lalu lari meninggalkan suaminya, setelah mengatainya anak kecil
"Olivia , kembali!" teriak Fadly,kesal karena di katai anak kecil kehilangan permen pada istrinya
Tidak jauh dari kamar Fadly dan olivia.Frans mendengar teriakkan Fadly.
"Ada apa dengan fadly sayang? kenapa dia berteriak memanggil olivia?" tanya Frans yang kini duduk di sofa bersama Anna
"Biasa, pasangan tom and Jerry" jawab Anna tersenyum, mengingat tingkah putra dan menantunya
Selamat membaca 🤩
Jangan lupa mampir di novel aku yang judulnya:👇
Doctor Is Mine
__ADS_1
My Husband Is A Psychopath
Jangan lupa Vote yang banyak ,like dan kritikan dari kalian, agar aku bisa belajar memperbaiki kesalahan dari kritikan kalian semua😚