
Tepat 2 Minggu sudah Kenzo masih belum juga melewati masa kritisnya.
Wijaya dan Dian kini sedang di ruangan inap Kenzo di rumah sakit.
"Faa sayang,mama dan papa harus pulang lebih dulu" kata Dian ,pada menantunya itu
"Iya faa,karena papa masih harus memantau perusahaan,selama Kenzo tidak memegang kendali" sambung Wijaya
"Iya mah,pah" jawab faa tersenyum pada kedua mertuanya
"Kabari kami kondisi kenzo.
Mama titip Kenzo padamu sayang" kata Dian, memeluk faa
"Mama tidak perlu khawatir.
Aku akan menjaga kak ken" jawab faa ,membalas pelukan sang ibu mertua
Wijaya dan Dian mendekat ke arah tempat tidur kenzo.
"Sayang mama pulang dulu ya.
Kamu harus cepat sadar,mama merindukanmu" bisik Dian ,di telinga Kenzo lalu mencium lembut kening putranya itu
"Ken, cepatlah sadar.
Kami semua menunggumu" sambung Wijaya ,ikut mencium kening putranya
"Kalau begitu kami pulang dulu.
Jaga dirimu baik-baik" kata Wijaya mengelus lembut kepala faa
"Kalian hati-hati di jalan" sahut faa,pada mertuanya
Wijaya dan Dian lalu pergi meninggalkan rumah sakit,yang kini hanya tinggal faa saja yang menjaga Kenzo suaminya.
Faa hari ini terlihat tidak baik-baik saja.
Sejak pagi tadi dia merasakan mual,dan lidahnya pun terasa pahit.
Mungkin hanya bawaan baby saja" batin faa, wajahnya yang kini terlihat pucat
"Baby,kapan daddymu akan sadar?
Tidurnya lama sekali" ucap faa, mengelus perutnya yang sudah sedikit membuncit
Faa menggenggam tangan Kenzo, meletakkannya di perutnya.
"Sayang!!
Apa kau tidak bisa merasakannya,saat ini di dalam perut ku ada baby.
Cepatlah bangun,kami merindukanmu" kata faa, menggenggam erat tangan suaminya itu
Faa merasa tiba-tiba tangan Kenzo bergerak.
Dan dengan secara bersamaan alat monitor Kenzo juga berbunyi.
Itu membuat faa panik.
Dengan cepat faa memencet tombol samping tempat tidur.
Untuk memanggil dokter segera datang ke kamar inap kenzo.
"Kak Ken!!" panik faa, menggenggam tangan kenzo
"Kakak jangan tinggalkan aku!!
Aku mohon,demi aku dan anak kita..hiks..hiks" pikiran faa sudah melayang kemana-mana.
Karena kepanikannya
Tak lama kemudian dokter datang bersama dengan 2 orang suster yang mengikutinya.
"Dokter jangan biarkan suami saya kenapa-napa saya mohon" kata faa memohon pada dokter Gustin,yang baru saja masuk
"Nyonya,anda harus tenang.
Kami akan periksa pasien dulu" kata dokter Gustin pada faa
Lalu dokter Gustin segera memeriksa kenzo.
"Suster lepaskan semua alat-alat medis ini dari tubuh pasien" perintah dokter Gustin pada kedua suster yang ikut dengannya
__ADS_1
"Dokter kenapa alat medis suami saya di lepas?
Bagaimana keadaan suami saya?" tanya faa dengan cemas,karena alat medis Kenzo di lepas
"Nyonya saat ini pasien sudah melewati masa kritisnya.
Dan organ vital pasien sudah kembali normal, semuanya sudah baik-baik saja.
Kita tinggal menunggu pasien sadar saja" penjelasan dokter Gustin
"Benarkah?
Dokter benar apa yang kau katakan?" tanya faa,sudah melebarkan senyumnya mendengar kabar bahagia itu
"Benar nyonya.
Kami akan kembali mengecek pasien, setelah dia sadar" jawab dokter Gustin
"Terimakasih dok" kata faa
"Kalau begitu saya permisi nyonya" pamit dokter Gusti,lalu meninggalkan ruangan Kenzo
Lalu faa menghampiri kenzo.
Faa sangat bahagia mendengar jika suaminya sudah melewati masa kritisnya.
Dan tinggal menunggu suaminya sadar.
"Aku mencintaimu" bisik faa,mencium singkat bibir Kenzo
"Baby daddymu akan segera sadar"kata faa begitu bahagia, berbicara pada anaknya yang ada dalam kandungannya
Sudah 2 jam faa terus berjaga di dekat kenzo.
Faa sudah menghubungi orangtuanya dan kedua mertuanya jika Ken sudah melewati masa kritisnya,dan tinggal menunggunya sadar.
Faa juga sudah mengabari Kevin dan ellen.
Dan akan segera ke rumah sakit bersama Ellen.
Rasa kantuk faa sudah tidak bisa dia tahan lagi, akhirnya faa tertidur dengan bertumpu tangan di dekat Kenzo,dengan satu tangannya menggenggam tangan kenzo.
Tak lama faa tidur,Kenzo pun sadar setelah sekian lama terbaring di rumah sakit.
Kenzo melihat tangannya di genggaman seseorang,dan itu adalah istrinya sendiri.
Kenzo tersenyum melihat itu.
Kenzo lalu berusaha untuk bangun,dan berusaha agar tidak menggangu tidur istrinya.
"Maafkan aku" kata kenzo, mengelus pipi faa
"Pasti kamu sangat lelah.
Sampai kamu tidak merasa terusik sama sekali" lanjut kenzo,karena faa sama sekali tidak terusik saat Kenzo menyentuh pipinya
Tak lama kemudian pintu kamar ruang inap kenzo terbuka,dan muncullah orangtuanya dan kevin, Ellen.
Yang baru saja tiba secara bersamaan.
"Ken" pekik dian, melihat putranya itu kini sedang duduk di atas tempat tidur
Kenzo melihat mereka semua masuk dengan cepat menaruh telunjuknya di bibir, mengisyaratkan agar semuanya tidak berisik.
Semuanya pun mengerti maksud kenzo,agar tidak menggangu faa yang sedang tidur.
"Kamu sudah sadar sayang" kata Dian,lalu mencium semua seluruh wajah kenzo
"Apa masih ada yang sakit Ken?" tanya Wijaya ,pada putranya itu
Wijaya dan Dian begitu bahagia melihat putranya sudah baik-baik saja sekarang.
"Mama dan papa tidak usah khawatir.
Ken sudah baik-baik saja" jawab kenzo pada kedua orangtuanya
"Aku bahagia karena kakak bisa melewati masa kritis" kata Ellen,ikut bahagia lalu memeluk kenzo yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri
"Terimakasih Ellen" balas kenzo, memeluk ellen
"Hy bro" lanjut Kevin, memeluk Kenzo
"Ahh kau menekannya bodoh!!" kesel kenzo,karena lukanya masih terasa nyeri
__ADS_1
"Ck!! lemah sekali kau.
Tapi aku bahagia melihat mu baik-baik saja sekarang" kata Kevin ,begitu bahagia melihat sepupunya itu sudah sadar
"Ya aku baik-baik saja.
Tidak perlu khawatir lagi" ucap kenzo,satu tangannya masih setia di genggaman tangan istrinya,yang sedang tertidur pulas
"Sayang apa istrimu sudah tau jika kau sadar?" tanya Dian, melihat wajah faa begitu damai saat tidur
"Belum mah,aku sadar faa sudah tidur.
Aku tidak tega membangunkannya" jawab Kenzo
"Menantu papa ini pasti sangat lelah.
Selama 2 Minggu kamu tidak sadar,dia yang selalu menemani kamu,tanpa meninggalkan kamu walaupun itu hanya sebentar saja" kata Wijaya, memandangi menantu kesayangannya itu
"Benar sekali.
Apalagi di tambah saat ini faa sedang mengan__" Dian hampir saja keceplosan memberitahu jika faa sedang hamil saat ini
"Mengan apa mah?
Kenapa tidak mama lanjutkan?" tanya kenzo, penasaran
Wijaya,Kevin dan ellen mengeleng kepala melihat Dian hampir saja keceplosan tentang kehamilan faa.
Karena mereka ingin,faa lah yang harus memberitahu kenzo.
"Ah tidak ken,mama hanya salah bicara saja.
Kamu harus banyak istirahat.
Apa kau lupa kalau Fadly dan olivia akan menikah,maka dari itu kamu harus segera pulih" ucap Dian dengan cepat, mengatakan panjang lebar agar Kenzo melupakan ucapannya tadi
"Iya Ken,bibi benar.
Kau harus segera pulih.
Agar bisa hadir di pernikahan Fadly dan olivia" sambung Kevin
"Iya aku tidak melupakan itu.
Aku juga pasti akan hadir" ucap kenzo,lalu memperhatikan istrinya yang masih tidur
Wajahnya sedikit berisi,kenapa dia tambah imut seperti itu" batin Kenzo, memperhatikan wajah faa yang sedikit cabi
"Ken kalau begitu aku dan Ellen pulang dulu.
Soalnya aku harus kembali ke kantor" kata Kevin ,karena masih banyak yang harus dia kerjakan, sebelum dia berangkat ke Madrid menghadiri pernikahan Fadly dan olivia
"Baiklah kalian hati-hati" balas kenzo, tambah mengalihkan pandangannya dari istrinya
"Paman bibi,kami pulang dulu" kata Ellen,pada Wijaya dan Dian
"Iya,kalian hati-hati di jalan" balas Wijaya
Lalu Kevin dan Ellen ,pergi meninggalkan rumah sakit.
"Ken apa kau mau makan sesuatu sayang?" tanya Dian,pada putranya itu
"Iya mah, terserah mama saja" jawab Kenzo,karena memang merasa lapar
"Baiklah,kalau begitu papa dan mama keluar dulu membeli makan untukmu dan juga faa.
Dia juga pasti belum makan" kata wijaya
"Iya.
Terimakasih mah,papa" ucap kenzo,pada kedua orangtuanya itu
"Sama-sama sayang" balas dian,lalu keluar bersama suaminya.
Menuju restoran terdekat di rumah sakit itu
Kini tinggal Kenzo dan faa di ruangan itu.
Kenzo terus saja memperhatikan wajah istrinya.
Ada yang beda dari faa,saat ini.
Sangat menggemaskan" batin kenzo, kembali mengelus lembut wajah istrinya itu
__ADS_1