Nona Faa

Nona Faa
Faa & Nenek Andrea


__ADS_3

"Nyonya Marley,maaf untuk semuanya" hanya itu yang bisa di katakan oleh Andrea, melihat kemarahan Marley


Anna,dan yang lain cukup terkejut mendengar semua cerita Oma Marley.Yang mana sempat mendatangi Andrea, sebelum Anna di bawah oleh Oma Marley ke Madrid 30 tahun lalu.


Sebenci itukah mama padaku dulu?" batin Anna


Sekarang aku tau alasan kemarahan mama!" batin Frans


"Nyonya, apa anda saat ini yakin jika anda menyesali semuanya! Apa bisakah anda menyesal juga?" cibir Oma Marley, menatap Andrea dengan kebencian


Andrea tertunduk mendengar ucapan Oma Marley,tapi sungguh dari dalam hatinya dia sangat menyesali semua yang pernah dia lakukan pada putrinya Anna.


"Mama lupakan semuanya, Anna sudah memaafkan mama Andrea" pinta Anna, memegang kedua tangan wanita yang sudah merawatnya dan sekarang berstatus sebagai ibu mertuanya


"Anna mohon,Anna hanya mau kebahagiaan pada akhirnya" lanjut Anna, memohon pada ibu mertuanya itu


"Anna sayang,mama bersyukur bisa memiliki dirimu,jika saja kau terlahir dari rahimku. Aku pasti adalah ibu paling beruntung memilikimu" ucap Oma Marley, mengelus pipi menantunya itu


Ya tuhan,aku sangat malu karena semua perbuatanku" batin Andrea, sangat menyesal dengan semua yang dia lakukan pada putrinya Anna


"Mama,papa" panggil seseorang dari belakang mereka semua


"Faa!" ucap Anna,terkejut melihat faa dan Kenzo sudah berada di belakang mereka, tanpa ada yang menyadarinya


Andrea tersenyum melihat cucunya itu,tapi sesaat dia kembali sedih,karena di yakin jika faa akan membencinya jika faa tau semua perbuatannya pada mama cucunya itu.


"Apa yang dikatakan oleh Oma tadi?" tanya faa,dia terkejut mendengar semua yang dikatakan oleh Omanya


"Faa,kamu baru kembali sayang?" tanya Anna, mengalihkan pembicaraan


"Oma,apa yang Oma katakan tentang mama tadi benar?" tanya faa,pada Oma Marley,tanpa menjawab pertanyaan mamanya Anna


Anna menatap Oma Marley dengan memohon agar tidak memberitahu yang sebenarnya pada faa. Anna sangat yakin jika , putrinya faa tau,faa pasti akan membenci Andrea neneknya.


"Sebaiknya kita bicarakan ini di dalam" selah Frans,karena mereka semua masih berada di depan pintu utama


Kini mereka semua sudah berada di ruang tamu. Tapi tidak dengan Bimo,Sarah,Wijaya dan Dian,mereka semua memilih untuk ke kamar masing-masing,mereka tidak mau ikut campur dalam hal ini.


"Hati-hati sayang" kata frans,pada putrinya saat ingin duduk di sofa di bantu oleh Kenzo,yang terlihat kesulitan karena perutnya yang sudah semakin membuncit

__ADS_1


Faa hanya tersenyum menanggapi papanya itu.


"Apa ada yang kalian sembunyikan dari aku?" tanya faa,to the point


Anna menggenggam tangan Andrea,dia juga sama gugupnya karena putrinya sendiri.


Sedangkan Andrea terlihat tenang,tapi tidak dengan hatinya. Ketakutan terbesarnya saat ini,dia akan di benci oleh cucunya sendiri.


"Kenapa kalian dia saja?" tanya faa,lagi karena semua orang hanya diam ,tidak ada yang menjawab pertanyaannya


Faa melihat ke arah mamanya yang kini sedang memegang tangan seorang wanita yang tidak di kenal oleh faa.


"Mama, Oma jawab?" kata faa, sekali lagi


Oma Marley,diam karena di tau Anna pasti akan sangat sedih,jika wanita yang menjadi ibu kandungnya di benci oleh putrinya faa.


Oma Marley,masih sangat membenci Andrea,karena semua yang telah dia lakukan pada putri kandungnya sendiri.


"Faa_"


"Oma apa benar yang Oma katakan tadi? Mama tidak di inginkan oleh mama kandungnya? mama di telantarkan sejak kecil? Dan yang melakukan itu adalah nenek faa,ibu kandung mama?" tanya faa memotong pembicaraan dan, menatap Oma Marley


"Yang Oma katakan benar" kata Oma Marley,karena dia tau cucunya itu tidak akan bisa di bohongi,dan cepat atau lambat faa pasti akan mengetahui semuanya


"Faa" lirih Anna, menatap putrinya


Faa selama ini ternyata tau,kalau Anna sering menangis diam-diam" batin Frans


"Apa wanita yang ada di samping mama,adalah ibu kandung mama?" tanya faa, menatap Andrea neneknya dengan tatapan yang sulit di artikan


Andrea diam,dia tidak tau harus mengatakan apa.


"Iya faa,dia nenekmu sayang" jawab Anna, menatap lembut faa


"Nenek? tidak mah,nenek faa hanya satu,yaitu Oma Marley!" bantah faa,dengan cepat


"Faa" tegur Frans,karena faa tidak mengakui Andrea sebagai nenek kandungnya


Faa seolah tidak takut lagi mendengar teguran papanya.Faa terus menatap Andrea dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


Anna sudah menitihkan kembali air matanya,dia tidak tau harus mengatakan apa pada putrinya.


"Nenek tau kau pasti sangat marah pada nenek karena perlakuan nenek pada mamamu di masa lalu.Tapi sungguh nenek sangat menyesal akan semua itu,nenek hanya ingin memperbaiki semuanya" akhirnya Andrea ,berani berbicara pada faa cucunya itu


"Maaf nyonya! apa anda tidak mendengar yang saya katakan tadi! Saya hanya cucu dari Marley Margaretha Anderson,tidak ada yang lain.Saya tidak peduli jika anda adalah ibu kandung mama saya! yang saya tau anda tidak menginginkan mama saya sejak lama.Saya juga tidak peduli jika memang anda sudah menyesali semuanya! karena saya tidak akan pernah menganggap anda yang sudah menyakiti mama saya!" ucap faa, menatap tajam Andrea wanita yang menjadi neneknya itu


"Mungkin mama saya sudah memaafkan anda! tapi itu tidak akan mengurangi semua yang di lalui mama saya selama ini,di acuhkan dan tidak di anggap." lanjut faa,lalu pergi meninggalkan ruang tamu, setelah mengatakan itu pada Andrea


Kenzo cukup terkejut melihat sikap istrinya faa, selama ini Kenzo tidak pernah melihat faa berkata kasar,atau marah pada orang,dan faa yang selalu hormat pada orang yang lebih tua darinya.Tapi kali ini Kenzo melihat sisi lain dari istrinya jika sudah menyangkut kedua orangtuanya.


"Faa" panggil Anna, melihat faa pergi meninggalkan ruang tamu


Tapi faa,sama sekali tidak menggubris Anna,faa terus saja berjalan menuju kamarnya.Faa tidak ingin lebih lama berada di sana, terlebih faa tidak sanggup melihat mamanya Anna menangis.


"Mama,Kenzo yang akan coba bicara pada faa. Saat ini faa sedang hamil" kata Kenzo, mengingatkan jika kini faa sedang hamil,karena itulah faa sangat mudah emosi


Kenzo lalu menyusul istrinya, kini tinggal keempat orang itu,yang masih membisu.


"Anna, sebaiknya mama kembali saja ke Indonesia. Mama tidak mau jika membuat acara 7 bulanan faa, menjadi kacau" kata Andrea pada putrinya Anna


"Tidak mah! Mama akan di sini.Percayalah faa anak yang baik,dia akan menerima mama sebagai neneknya" ucap Anna,tidak membiarkan Andrea kembali ke Indonesia


"Anna sebaiknya kau bawah nyonya Andrea masuk ke dalam kamar yang masih kosong! Kalian semua pasti lelah,karena perjalanan jauh" kata Oma Marley pada Anna, lalu pergi meninggalkan ruang tamu setelah mengatakan itu


Jika itu semua bisa membuat anggota keluarga ku menjadi bahagia,aku sendiri yang akan membujuk cucuku,demi kebaikan semua orang" batin Oma Marley,dia tidak bisa melawan takdir yang sudah terjadi


Anna tersenyum mendengar ibu mertuanya itu, setidaknya mertuanya sudah bisa memaafkan mama kandungnya Andrea.


"Anna,antar mama ke kamarnya. Aku menunggumu di kamar" kata Frans,pada istrinya dan di balas anggukan oleh Anna


"Mama istirahatlah" lanjut Frans,pada wanita yang menjadi mertuanya itu


"Terimakasih Frans" balas Andrea


Lalu Anna, membawa mamanya ke kamar yang masih kosong,yang akan di pakai oleh Andrea.


"Mama,jangan sedih lagi! Anna yakin faa akan menerima mama sebagai neneknya" ucap Anna, setelah tiba di dalam kamar Andrea


"Iya nak,semoga saja" balas Andrea, tersenyum pada putrinya itu

__ADS_1


"Sebaiknya mama istirahat,jika mama memerlukan sesuatu panggil Anna,kamar Anna tidak 2 kamar dari sini" kata Anna,dan di balas anggukan oleh Andrea


Terimakasih tuhan,kau masih memberikan aku kesempatan untuk melihat senyum putriku. David maafkan aku,karena tidak menjaga putri kita, seperti yang kau ucapkan sebelum kau pergi " batin Andrea, menatap putrinya


__ADS_2