Nona Faa

Nona Faa
Aku sungguh berterimakasih,telah memberikan aku putri yang begitu berhati mulia


__ADS_3

"Sayang,kau menangis" Kenzo tidak tega melihat faa menangis


"Berapa kali harus aku katakan padamu! Jangan menangis jika itu bukan tangis kebahagiaan" lanjut Kenzo, mengusap air mata istrinya


"Apa kakak tau,selama ini aku selalu mendengar suara tangisan mama,jika berada di dalam kamar sendiri.Aku selalu ingin bertanya kenapa mama selalu menangis dalam diam,tanpa membaginya pada aku ataupun papa,tapi aku takut jika itu menyinggung mama" ucap faa, mengingat betapa seringnya dia mendengar mamanya menangis saat papanya sudah tidak ada di rumah


"Dan aku tau alasannya sekarang,itu karena wanita itu,dia yang membuat mama menjadi sedih selama ini" lanjut faa


"Kakak aku tidak pernah bisa rela jika ada yang menyakiti mama dan papa,bahkan setetes air mata mereka aku tidak pernah bisa merelakannya"


Kenzo diam mendengar setiap keluh kesah istrinya,biarkan faa mengeluarkan semuanya.Jika memang itu bisa membuatnya lebih baik.


"Mama yang selalu memberikan aku kebahagiaan,kasih sayang, sehingga aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki kasih sayang dari seorang ibu. Tapi mama sendiri di acuhkan dan sama sekali tidak di anggap oleh mama kandungnya sendiri!" ucap faa, mengusap air matanya


"Faa coba kau pikir,kenapa mama selalu memberikan perhatian dan kasih sayang yang full padamu,itu karena mama tidak ingin kau merasakan apa yang pernah di rasakan mama di masa lalunya.Sayang semua orang pasti melakukan kesalahan,dan ibu kandung mama Anna,juga sudah menyesali semua yang pernah dia lakukan pada mama. Tidak akan ada anak yang bisa melihat ibunya bersedih,tapi coba kau pikir jika dengan keberadaan ibu kandung mama,bisa membuat mama bahagia,bukankah kebahagiaan mama adalah yang kau inginkan" kata Kenzo,pada faa


"Tapi, bagaimana dengan semua yang di lalui mama dengan kesedihan" ucap faa


"Mungkin selama ini mama sedih,tapi kamu pasti bisa melihat bagaimana bahagianya mama,saat bersama dengan ibu kandungnya" jawab Kenzo


Faa diam,yang dikatakan oleh suaminya benar, kebahagiaan mamanya lebih penting.


"Ken,faa boleh aku masuk?" teriak seseorang dari balik pintu kamarnya


"Masuklah pintunya tidak di kunci" jawab Kenzo


Ceklek..


"Kakak" ucap faa, melihat pria itu masuk tak lain adalah kakaknya Fadly


"Kenapa kau menangis" tanya Fadly, mengusap air mata adiknya itu


"Kenapa kakak tidak memberitahu aku tentang mama,dan wanita itu" kata faa,yang masih enggan menyebut Andrea sebagai nenek


"Faa,dia adalah ibu kandung mama,dan itu berarti adalah nenek kandung kita. Seharusnya kau sudah tau bukan,masa lalu mama! Tapi apa kau lihat mama sekarang bahagia karena bisa bersama dengan nenek Andrea" kata Fadly , menatap adiknya itu


"Apa yang dikatakan oleh kakakmu benar faa, kebahagiaan mamamu lebih penting" sambung Oma Marley baru saja masuk ke dalam kamar faa dan Kenzo


"Oma,apa sudah memaafkan wanita itu?" tanya faa


"Wanita itu nenekmu sayang,kamu harus bisa menerimanya.Dia tetap ibu kandung mamamu, sebesar apapun kesalahan yang dia perbuat,itu tidak akan mengubah ikatan darah antara kalian" jawab Oma Marley

__ADS_1


"Faa masa lalu hanya untuk pembelajaran untuk kita, sehingga kita tidak akan melakukan hal yang sama di masa depan." lanjut Oma Marley, menatap lembut cucunya itu


Faa diam, mencerna semua yang di katakan Omanya.


"Terserah jika memang nenek Andrea sudah menyesali semua perbuatannya pada mama,tapi jika nenek Andrea menyakiti mama lagi,aku tidak akan memaafkannya lagi" kata faa, akhirnya dia memanggil Andrea dengan sebutan nenek


Oma Marley, Kenzo dan Fadly tersenyum mendengarnya.


"Ya sudah,kita akan berkumpul malam ini untuk makan malam" kata Oma Marley,mencium kening faa, lalu keluar dari kamar cucunya itu


"Mama pasti sangat bahagia dengan ini faa" kata Fadly pada adiknya itu


"Kebahagiaan mama adalah yang terpenting kak" ucap faa, tersenyum


"Hey bagaimana kabar anak Daddy?" kata Fadly, berjongkok di hadapan faa lalu mendekatkan kepalanya di perut buncit faa


"What!! Daddy?" pekik Kenzo, mendengar Fadly mengucapkan Daddy


"Ada denganmu?" tanya balik Fadly, melihat sahabatnya itu


"Tidak anakku tidak akan memanggil mu dengan sebutan Daddy,itu hanya sebutan untukku saja!" protes Kenzo,tidak ingin jika nanti anaknya memanggil Fadly dengan sebutan Daddy,karena Daddy hanya sebutan untuknya


"Kenapa? dia anak adikku! jadi dia juga anakku.Tidak masalah bukan jika dia memanggil aku Daddy" jawab acuh Fadly


Faa hanya menggeleng kepala melihat suami dan kakaknya berdebat,hanya karena panggilan Daddy.


"Ck! tidak bisa,anak faa akan tetap memanggil aku dengan Daddy nanti" kekeh Fadly


"Dia juga anakku,kau hanya pamannya saja!" kata Kenzo,kesal pada Fadly


"Daddy hanya untuk aku!" lanjut Kenzo,tegas lalu masuk ke dalam kamar mandi karena kesal pada Fadly


"Ck..hahahhaha dasar" tawa Fadly seketika terdengar begitu saja , melihat Kenzo merajuk masuk ke dalam kamar mandi


"Kakak berhentilah membuat kesal kak Ken.


Dan istirahat sana,kakak pasti sangat lelah karena perjalanan jauh ke Madrid" kata faa,sudah tau jika kakaknya itu sengaja membuat suaminya kesal


"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa makan malam nanti" kata Fadly, mencium kening faa lalu keluar dari kamar Kenzo dan faa


Ya Fadly memang sengaja membuat kesal kenzo dengan mengatakan jika anak faa nanti akan memanggilnya dengan sebutan Daddy.Itu karena Fadly sudah tau kalau Kenzo dan faa ingin anaknya memanggil orangtuanya dengan sebutan Daddy dan mommy, sedangkan dia akan di panggil dengan sebutan papa,sama seperti anaknya nanti dengan Olivia.

__ADS_1


...


Makan malam pun tiba,kini semua orang sudah berkumpul di meja makan.


"Nenek Andrea" panggil faa,baru saja bergabung langsung memanggil Andrea dengan sebutan nenek


Frans,Anna dan yang lain cukup terkejut,tapi tidak dengan Oma, Kenzo,dan Fadly.


"Iya nona Faa" jawab Andrea,juga terkejut mendengar cucunya memanggilnya dengan sebutan nenek


"Panggil aku faa,aku juga cucumu" kata faa, tersenyum memegang tangan nenek Andrea


"Iya faa,cucu nenek" ucap nenek Andrea,yang mana matanya kini sudah berkaca-kaca


"Maaf jika ucapan faa sudah kasar tadi pada nenek" faa minta maaf,pada Andrea dengan semua ucapannya siang tadi


"Nenek yang seharusnya minta maaf. Lagipula wajar jika kamu marah,karena kamu begitu menyayangi mamamu" kata nenek Andrea, mengelus punggung tangan faa


"Faa hanya ingin mama bahagia" ucap faa, menatap mamanya yang kini sedang menatapnya juga


Terimakasih tuhan" batin Anna


Aku sungguh berterimakasih,telah memberikan aku putri yang begitu berhati mulia" batin Frans, tersenyum menatap putrinya itu


"Faa, bolehkan nenek mengelus perut mu" kata nenek Andrea,pada faa dan di balas anggukan


Nenek Andrea, langsung mengelus lembut perut buncit faa,dengan senyuman yang tidak hilang dari wajahnya.


"Nenek tidak mau memeluk faa" kata faa manja,pada nenek Andrea


Nenek Andrea sudah tidak bisa menahan air matanya lagi,dan langsung memeluk cucunya itu.


"Nenek bahagia, ternyata nenek mempunyai cucu yang sangat cantik dan juga tampan"kata Andrea, mengelus lembut punggung faa


Fadly mendekat ke arah nenek Andrea dan faa.Lalu memeluk kedua wanita beda usia itu.


Semua orang tersenyum karena nenek Andrea dan kedua cucunya itu.


"Kita adalah cucu nenek,kita lupakan semua yang sudah terjadi" kata faa, mengusap air mata nenek Andrea


"Betul yang di katakan faa nek,kita semuanya harus melupakan semuanya yang telah terjadi,dan memulai kehidupan yang baru" sambung Fadly, menatap nenek Andrea

__ADS_1


"Cucuku"ucap nenek Andrea, mencium kening faa dan Fadly bergantian


__ADS_2