
Kenzo terus menatap istrinya yang sedari tadi tidur tanpa mengubah posisinya sama sekali.
Sebenarnya Kenzo tidak tega melihat faa tidur di kursi dengan tangan di tumpukan di pinggir ranjang sebagai bantal.
Tak lama kemudian faa sedikit terusik oleh tangan Kenzo yang mengelus pipinya.
"Ah pinggangku sakit sekali" kata faa, memegang pinggangnya,dengan mata yang masih tertutup
"Sayang" panggil kenzo
Faa terkejut mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.
Faa segera membuka matanya,dan melihat suaminya itu kini sedang memandangi dirinya,sambil tersenyum.
"Ini mungkin hanya mimpi" ucap faa, memukul-mukul pipinya agar dia bangun dari mimpinya
"Sayang apa yang kau lakukan?" kata Kenzo,meraih tangan faa agar berhenti memukul-mukul pipinya
Faa diam, menatap lekat Kenzo yang kini sedang menatapnya dengan memegang wajahnya.
"Hey sayang,ini aku.
Ini bukan mimpi,yang kamu lihat nyata" kata Kenzo, dengan lembut lalu mencium kening istrinya itu
Faa tidak menjawab apapun,hanya diam dan menatap lekat pria yang ada di hadapannya itu.
Air matanya pun sudah tak bisa dia tahan lagi,mengalir begitu saja.
Faa berharap jika itu benar,bukan hanya sekedar mimpi.
"Faa ini aku sayang.
Aku sudah sadar,dan baik-baik saja sekarang" lanjut Kenzo tersenyum, mengusap air mata istrinya
"Hiks..hiks..Aku hanya takut kehilanganmu" kata faa, langsung memeluk kenzo setelah dia rasa itu memang bukan mimpi
Kenzo membalas pelukan istrinya, walaupun sedikit nyeri di bagian dadanya yang terluka.
Tapi dia tahan demi istrinya.
"Aku tidak akan kemana-mana.
Aku akan selalu bersamamu" sahut Kenzo, mengelus pundak faa
Cukup lama faa memeluk kenzo.
Bahkan faa semakin mengeratkan pelukannya, seakan faa takut Kenzo benar-benar meninggalkan dirinya.
"Aku merindukan kak..hiks..hiks" kata faa ,masih saja menangis
Faa sangat bahagia karena suaminya kini sudah sadar,dan baik-baik saja.
Jika terjadi apa-apa dengan Kenzo,faa tidak akan tau seperti apalagi hidupnya tanpa kenzo.
Akhirnya faa melepaskan pelukannya dari kenzo.
Menatap lekat pria di hadapannya yang berstatus sebagai suaminya itu.
"Maaf,aku lupa lukamu" ucap faa,dia baru sadar jika suaminya masih memiliki luka di dadanya
"Tidak apa-apa, Sayang.
Berhentilah menangis" kata kenzo, mengusap air mata faa
__ADS_1
"Kenapa sekarang kau mengemaskan sekali seperti ini?" goda kenzo,mencubit kedua pipi faa dengan gemasnya
"Kakak!!" serkas faa,agar Kenzo tidak menggodanya
"Ada yang ingin aku ceritakan" kata kenzo pada faa
"Apa?" tanya faa tersenyum
"Naiklah,aku ingin memelukmu lebih lama" pinta kenzo,dan faa menurut saja apa mau suaminya
Setelah faa naik,Kenzo menarik faa ke dalam dekapannya.
"Ada seorang anak kecil yang memanggil aku Daddy,dan itu adalah baby key.
Baby key bahkan sangat mirip denganku.
Aku bermain dengannya, bercanda bersama.
Apa kau tau sayang,apa yang baby key katakan" kata Kenzo mengeratkan dekapannya pada faa
"Apa?" tanya faa, dengan serius mendengar cerita suaminya
"Baby key mengatakan jika dia sangat menyayangi Daddy dan mommynya.
Baby key mengatakan jika mommynya adalah wanita yang paling cantik di dunia" kata kenzo
"Lalu apa ada lagi?" tanya faa antusias
"Baby key mengatakan jika mommynya kini sedang menangis kerena daddynya sakit.
Dan baby key ingin aku kembali pada mommynya.
Baby key menitipkan pesan setelah aku sadar.
"Lalu begitu baby key pergi, semuanya menjadi gelap" lanjut kenzo tersenyum
"Jika saja baby key bisa mendengar aku.
Aku hanya ingin mengatakan padanya.
Baby key,adalah malaikat pertama yang mommy miliki,dan akan tetap seperti itu.
Mommy sayang baby key selamanya" kata faa, menutup matanya mengatakan itu semua,dia hanya berharap jika almarhum putranya itu mendengarnya
"Baby key pasti mendengarnya sayang" kata kenzo,mencium singkat bibir faa
Faa melepaskan dekapan Kenzo darinya.
Lalu menatap kenzo dengan tersenyum.
"Apa kau sangat bahagia, bertemu dengan baby key?" tanya faa,pada suaminya itu
"Aku sangat bahagia!!
Karena ada bocah kecil memanggil aku dengan sebutan daddy.
Aku bahkan bersyukur karena di uji dengan aku koma,tapi aku bisa melihat baby key putra ku" jawab kenzo, sangat bahagia dengan semua yang dia temui saat dirinya koma
Lalu faa menggenggam tangan suaminya,lalu meletakkan ke perutnya.
"Di dalam sini,akan ada yang memanggilmu Daddy, beberapa bulan bulan lagi" kata faa, tersenyum pada suaminya
"Kamu hamil sayang?" tanya kenzo,dan di balas anggukan oleh faa
__ADS_1
"Seriously?" tanya lagi kenzo,dia berharap itu benar
"Iya kak,aku hamil.
Adik baby key" jawab faa dengan senyuman manisnya
Kenzo langsung memeluk faa,dengan tangannya mengelus lembut lembut perut istrinya,yang sudah terasa sedikit buncit.
"Aku sangat bahagia.
Aku akan menjaga kalian,dengan baik" kata Kenzo,mencium seluruh wajah istrinya itu
"Berapa usianya sayang?" tanya kenzo
"5 Minggu" jawab faa
"Itu berarti kamu sudah hamil saat bertemu dengan Rini.
Dan kamu saat itu juga melawan mereka semua" kata Kenzo merasa tidak becus sebagai suami,karena tidak menyadari jika istrinya sedang hamil
"Jangan salahkan dirimu kak.
Aku saja yang hamil tidak tau,apalagi kamu" kata faa,dia tau kini pasti suaminya menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mengetahui jika kini dia sedang hamil saat menemui Rini
"Aku tidak akan memberikan kesempatan lagi pada orang yang ingin mencelakai mu dan anak kita." ucap kenzo,tidak akan membiarkan kejadian waktu itu terulang kembali untuk kedua kalinya
"Baiklah aku tau suamiku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti istri dan juga anaknya" kata faa tersenyum
Kenzo mendekatkan wajahnya,lalu mencium bibir faa.
"Hmmmm.
Maaf apa kami mengganggu kalian?" tanya Wijaya yang tiba-tiba sudah kembali bersama dengan istrinya Dian,tanpa pasangan itu sadari
"Papa,mama" ucap faa malu,karena pasti kedua mertuanya melihat faa dan kenzo berciuman
Sedangkan Kenzo,hanya menampilkan wajah datarnya saja.
Seolah-olah tidak ada yang terjadi.
"Hahaha tidak perlu malu seperti itu sayang" kata dian, melihat faa menundukkan wajahnya karena malu
"Mama dan papa baru datang?" tanya faa
"Papa dan mama sudah kesini sayang tadi.
Tapi kamu saat itu sedang tidur.
Kami keluar membeli makan untukmu dan kenzo" jawab wijaya
"Benar sekali.
Dan kalian makan dulu" sambung dian memberikan semangkuk bubur pada faa
"Makasih mah" ucap faa, menerima bubur dari mertuanya
"Dan ken,biar mama yang menyuapi mu" kata Dian,dan di balas anggukan oleh putranya itu
Wijaya memperhatikan mereka dari sofa, tersenyum melihat putranya kini sudah baik-baik saja.
Dan sebentar lagi dia akan menyandang status sebagai seorang kakek.
Terimakasih tuhan" batin Wijaya , melihat betapa bahagianya istri,putra dan menantunya
__ADS_1