Nona Faa

Nona Faa
Aku merindukanmu


__ADS_3

Seminggu sudah Kenzo berada di rumah sakit,belum ada yang tau pasti kapan Kenzo akan melewati masa kritisnya.


Faa sudah mengetahui jika dirinya kini sedang berbadan dua.


Sungguh faa sangat bahagia akan hal itu.


Tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dia harus menerima kenyataan suaminya belum juga melewati masa kritisnya.


Setiap harinya faa selalu berada di samping suaminya,tidak pernah sedikitpun faa meninggalkannya.


Karena dia mau jika suaminya itu melihat dirinya saat dia membuka mata.


Sedangkan ellen sudah kembali pulih,dia sudah pulang dari rumah sakit setelah 2 hari di rawat.


Faa bahkan juga baru tau jika Ellen di rawat ,karena tidak sengaja mendengar percakapan Fadly dan Kevin waktu itu.


Faa sempat marah karena tidak ada yang memberitahunya.


Tapi setelah mendengar penjelasan dari kakaknya Fadly,dia mengerti jika itu mereka lakukan karena mereka semua menyayangi dirinya.


Bahkan olivia setiap harinya selalu datang ke rumah sakit bersama dengan fadly,kadang juga Fadly menemani adiknya menjaga Kenzo di rumah sakit.


Ingin sekali sahabatnya itu menemani faa menjaga kenzo,tapi faa menolak dia ingin menjaga suaminya sendiri.


Wijaya dan Dian setiap harinya datang mengunjungi menantu dan juga putranya.


Karena faa tidak mengijinkan mereka ikut menginap di rumah sakit.


Faa hanya tidak ingin mertuanya merasa tidak nyaman saat istirahat.


Maka dari itu Wijaya dan Dian datang ke rumah sakit di pagi atau siang harinya.


Frans,Anna dan Sarah harus berangkat ke Madrid,untuk mengurus pernikahan Fadly.


Karena hanya tinggal 2 Minggu lagi pernikahan Fadly dan olivia akan di selenggarakan di Madrid.


Awalnya Fadly dan olivia sudah mengatakan jika dia akan mengundurkan tanggal pernikahannya karena kondisi kenzo.


Tapi faa tidak setuju,faa tidak mau jika kakaknya mengundurkan tanggal pernikahannya.


Karena undangan sudah di sebar kemana-mana.


"Kakak kapan kau akan sadar?": gumam faa, menitihkan air matanya menatap kenzo itu


"Aku sekarang sedang hamil sayang.


Kamu pasti sangat bahagia bukan.


Maka cepatlah bangun,aku dan baby menunggumu" kata faa, membisikkan di telinga kenzo


"Aku merindukanmu" ucap faa , dengan air matanya yang terus saja mengalir


"Kak kapan kau akan bangun?


Hiks.. Hiks aku tidak bisa melihatmu terus saja terbaring seperti ini" ucap lagi faa , memegang tangan kanan Kenzo


"Baby kapan Daddymu akan sadar?


Kamu pasti juga merindukannya bukan" kata faa, mengelus perutnya yang masih rata di usia 1 bulan


Tiba-tiba pintu ruangan kamar inap kenzo terbuka, muncullah olivia dan fadly yang datang berkunjung.


"Faa" panggil Olivia,saat sudah masuk


Olivia mendekat lalu memeluk sahabatnya itu.


Terlihat oleh Olivia dan fadly,faa baru saja menangis


"Olivia,kakak kalian datang" jawab faa,dengan cepat faa mengusap air matanya


"Apa kamu sudah makan faa?" tanya Fadly ,pada adiknya


"Aku belum lapar kak" jawab faa,tidak mengalihkan pandangannya dari kenzo

__ADS_1


"Faa kamu harus makan.


Ingat bukan hanya kamu yang butuh asupan,ada baby juga di dalam perutmu" nasehat Fadly ,karena faa belum juga makan


Faa diam, memang benar yang di katakan oleh kakaknya.


Tapi faa benar-benar tidak berselera untuk memakan apapun.


"Faa ayo.


Kamu harus makan.


Aku akan menemanimu ke kantin" ajak Olivia,pada sahabatnya itu


"Baiklah.


Kakak tolong jaga suamiku.


Aku tidak akan lama" kata faa pada fadly,faa akhirnya mendengar ucapan kakak dan sahabatnya itu


"Kamu tenang saja.


Kakak akan menjaga kenzo.


Kamu harus makan yang banyak,demi Kenzo dan baby di dalam kandungan mu" ucap Fadly ,mencium pucuk kepala adiknya itu


"Iya kak" jawab faa,dengan senyuman pada kakaknya


Lalu faa dan olivia meninggalkan Fadly yang menjaga Kenzo sendiri.


"Ken bangunlah!!


Adikku menunggumu,aku tidak tega melihatnya seperti itu lagi" gumam Fadly , melihat wajah pucat sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri


"2 Minggu lagi aku akan menikah.


Aku harap kau bisa hadir di pernikahanku" lanjut fadly


Fadly merasa ada yang hilang dari dirinya, melihat sosok penyelamat di hidupnya itu sedang terbaring tidak berdaya.


Jika bukan karena Kenzo ,mungkin Fadly tidak akan berada di tengah-tengah keluarga kandungnya sekarang.


Kenzo adalah orang yang sangat berjasa di hidup Fadly.


Tak lama kemudian pintu ruang inap kenzo kembali terbuka,dan muncullah Ellen dan Kevin yang juga datang menjenguk kenzo.


"Fadly" panggil Kevin


"Kakak di mana faa?" sambung Ellen, menanyakan keberadaan sahabatnya


"Faa sedang makan di luar bersama Olivia" jawab Fadly, Ellen hanya mengganguk mengerti


"Fadly bagaimana kondisi kenzo?" tanya kevin, mendekat melihat kenzo


"Masih sama,dia belum juga melewati masa kritisnya" jawab Fadly sedih


"Ken sadarlah!!


Mau sampai kapan kau terus seperti ini.


Kami semua merindukanmu" kata Kevin, terdengar sangat sedih dengan kondisi Kenzo saat ini


Bagaimanapun Kevin sangat menyayangi kenzo sepupunya itu.


Kevin hanya memiliki Kenzo , sebagai saudaranya.


Sejak kecil mereka selalu saling menjaga satu sama lain.


Di saat Kevin terpuruk atas kepergian ayahnya,Kenzo lah yang selalu menghibur dirinya.


Mengatakan jika dia harus kuat.


Aku di sini,aku tidak akan meninggalkanmu.

__ADS_1


Karena kita adalah saudara, saudara tidak akan terpisah.


Itulah kata-kata yang selalu Kenzo katakan padanya.


Tanpa sadar air mata Kevin lolos begitu saja.


Ellen yang melihat Kevin menangis saat melihat kenzo.


"Kak,aku yakin jika kak Ken akan segera membuka matanya" semangat Ellen ,pada Kevin mengelus pundak kekasihnya itu


"Setelah kepergian Daddyku,hanya dia yang selalu menguatkan aku.


Dia satu-satunya saudaraku,aku sungguh menyayanginya" kata Kevin , mengeluarkan semua yang dia rasakan saat ini.


Melihat Kenzo sudah seminggu terbaring di atas ranjang rumah sakit


Fadly diam,dia mengerti akan semua yang dia rasakan oleh kevin.


Karena dia juga merasakan itu.


"Kakak,kak ken adalah orang yang kuat.


Dia akan baik-baik saja" kata Ellen, memeluk Kevin menenangkan kekasihnya


"Kak Kevin, Ellen kalian datang" kata faa,yang sudah berada di belakang mereka bersama olivia


"Faa" sahut Ellen dan Kevin.


Ellen dan Kevin mendekat ke faa


"Faa maaf aku baru bisa datang mengunjungi mu dan kak Ken"kata Ellen, memeluk faa


"Tidak apa-apa Ellen.


Maaf kau juga ikut terlibat dengan masalah yang di buat Rini,dan Rivaldi" jawab faa ,membalas pelukan sahabatnya itu


"Lupakan semuanya faa,aku bersyukur kamu baik-baik saja" jawab Ellen , mengelus punggung faa dengan lembut


"Aku tidak akan melupakan semua yang sudah di perbuat oleh Rini dan Rivaldi.


Mereka telah menyakiti mu dan suamiku" kata faa, sangat jelas jika faa menyimpan banyak ke bencian terhadap Rini dan Rivaldi


Olivia,Ellen Fadly dan kevin diam mendengar yang baru saja di katakan faa.


Mereka semua tau jika faa adalah orang selama ini selalu sabar, memaafkan semua orang yang sudah menyakiti dirinya.


Dan faa adalah orang yang tidak pernah memiliki dendam pada seseorang.


Tapi kali ini faa, benar-benar tidak bisa menerima semua yang terjadi pada orang-orang yang dia sayang.


"Hmmm.


Faa kakak ingin bilang padamu,jika kakak dan Olivia akan menyusul papa dan mama ke Madrid" kata Fadly ,pada adiknya itu


"Iya faa,kami tidak mau jika merepotkan yang lain.


Tidak apa-apa kan faa?" tanya Olivia,dia sebenarnya tidak mau meninggalkan sahabatnya dalam keadaan seperti ini.


Tapi mau bagaimana lagi, olivia dan fadly tidak bisa hanya memangku tangan dengan persiapan pernikahan mereka


"Tidak apa-apa.


Aku akan baik-baik saja.


Sampaikan salam ku pada papa,mama dan Oma ,dan Tante Sarah." jawab faa tersenyum pada kakak dan juga calon kakak iparnya,tak lain adalah sahabatnya sendiri


"Terimakasih" kata olivia memeluk faa,dan di balas oleh faa


"Kalina tenang saja.


Ada aku dan Ellen yang akan menemani faa dan kenzo.


Kami akan menyusul ke Madrid" kata kevin,dengan sangat yakin

__ADS_1


Aku harap juga seperti itu.


Kak Ken bisa menyaksikan pernikahan kak Fadly dan olivia" batin faa ,melihat suaminya yang masih setia menutup matanya


__ADS_2