Nona Faa

Nona Faa
Kehidupan faa di Madrid


__ADS_3

4 bulan kemudian.


Sudah 4 bulan sejak Kenzo dan faa memutuskan untuk menetap di Madrid.


Kini usia kandungan faa juga sudah memasuki bulan ke-6.


Dan juga pusat perusahaan Nugraha group juga sudah di pindahkan secara resmi ke Madrid.


2 bulan yang lalu faa,Kenzo beserta oma Marley,kembali ke Indonesia.


Untuk menghadiri pernikahan Kevin dan Ellen.


Ya saat ini Kevin dan Ellen sudah berstatus sebagai suami-istri.


Saat pernikahannya berlangsung tidak banyak tamu yang datang,karena memang sudah di sepakati oleh keduanya jika mereka mau pernikahan yang sederhana saja.


Yang hanya di hadiri keluarga dan juga para sahabatnya saja.


Kabar baiknya juga datang dari fadly dan Olivia,saat ini olivia tengah hamil 1 bulan.


Kabar itu membuat semua orang bahagia,tak terkecuali faa.


Karena dia akan segera menjadi seorang ibu dan akan segera memiliki ponakan juga.


"Sayang,apa mau Oma buatkan salad buah?" tanya oma Marley ,yang saat ini sedang bersantai di gazebo bersama faa, menikmati pemandangan sore hari,sambil menunggu Kenzo pulang dari perusahaan


"Faa mau oma" jawab faa,yang kini sudah mulai susah bergerak karena perutnya sudah semakin membuncit


"Baiklah, tunggu Oma di sini" kata oma Marley,lalu pergi meninggalkan faa sendiri di gazebo.


Berjalan masuk ke dalam rumah,untuk membuatkan salad buah untuk cucunya


Tak lama kemudian Oma Marley kembali ke gazebo,dengan membawa semangkuk salad buah,yang dia buat sendiri untuk cucunya.


"Ini sayang"kata oma Marley, memberikan salad buahnya pada faa


"Terimakasih oma" ucap faa,menerima salad buah buatan Oma Marley,lalu memakannya dengan lahap


"Enak tidak?" tanya Oma Marley pada faa


"Makanan yang Oma buat,pasti selalu enak.


Faa adalah pencinta nomer satu masakan Oma" kata faa, tersenyum sambil memakan semua salad buahnya


Oma Marley tersenyum mendengar ucapan cucunya.


"Awww" ringis faa, tiba-tiba itu membuat Oma Marley panik


"Sayang kamu kenapa?" tanya Oma Marley, melihat faa memegang perutnya


"Hahahaha..


Babynya nendang Oma,itu membuat faa terkejut,dan sedikit nyeri" tawa faa,karena baby dalam kandungannya menendang


"Benarkah" seru Oma Marley, mendekat langsung memegang perut faa yang buncit, oma Marley juga ingin merasakan tendangan cicitnya itu


Oma Marley tersenyum bahagia,karena saat dia mengelus lembut perut faa, babynya merespon dengan menendang.


"Cicit oma.


Oma benar-benar sudah tidak sabar bertemu denganmu" kata oma Marley,berbicara dengan baby dalam kandungan faa


"Baby juga sudah tidak sabar bertemu dengan Oma cantik" jawab faa, menirukan suara anak kecil


"Faa apa tidak sebaiknya kamu USG.


Agar kamu mengetahui jenis kelaminnya" saran oma Marley, mengelus lembut perut faa


"Tidak Oma!


Aku dan kak Ken,sudah sepakat jika kami tidak akan melakukan USG.


Biarkan itu menjadi kejutan setelah baby lahir" jawab faa,karena dia dan kenzo sudah sepakat untuk tidak melakukan USG


"Baiklah terserah kalian saja" kata Oma Marley


"Bagaimana kabar kakakmu dan juga istrinya?" tanya Oma Marley tiba-tiba teringat oleh cucu laki-lakinya dan cucu menantunya


"Kakak baik-baik saja Oma.


Begitu juga dengan olivia,apalagi saat ini olivia sedang hamil" jawab faa,karena baru saja pagi ini faa melakukan panggilan video call dengan kedua sahabatnya Olivia dan ellen


"Syukurlah jika mereka baik-baik saja.

__ADS_1


Oma sangat bahagia karena akan menerima cicit 2 sekaligus dari kamu dan kakakmu" kata Oma Marley, tersenyum bahagia karena akan mengendong 2 cicit dari kedua cucunya


"Bagaiman dengan Ellen,apa dia juga sudah hamil?" tanya Oma Marley, mengingat sahabat cucunya ,yang sudah seperti cucunya juga


"Ellen baik Oma.


Tapi sampai saat ini, ellen belum hamil.


Semoga saja ellen juga secepatnya hamil,agar anak-anak kami bisa bermain dan tumbuh bersama" jawab faa,dengan mengatakan keinginannya di masa depan


"Iya semoga saja Ellen,juga akan segera di berikan kepercayaan untuk segera hamil" kata Oma Marley,ikut mendoakan Ellen agar segera hamil


Oma Marley dan faa mengobrol hingga tidak menyadari jika saat ini hari sudah gelap, berganti dengan malam yang penuh bintang di langit.


"Oma,ini sudah malam.


Astaga faa sampai lupa dengan kak Ken" kata faa,sampai lupa apa suaminya itu sudah kembali dari kantor atau belum?


"Ya sudah kita masuk.


Tidak baik juga,jika kamu terlalu lama terkena angin malam" kata Oma Marley


Akhirnya Oma Marley mengajak cucunya itu untuk masuk,karena tidak akan baik jika faa terkena angin malam.


Setelah tiba di dalam rumah,faa langsung menanyakan suaminya sudah kembali apa belum pada pelayan.


"Bu Sofia,apa kak Ken sudah pulang?" tanya faa,pada kepala pelayan di rumah itu tak lain adalah Bu Sofia


"Tuan muda kenzo,belum kembali nona muda" jawab Bu Sofia


"Kenapa dia belum kembali?" gumam faa, khawatir dengan suaminya karena belum juga pulang dari kantor


"Nona muda,apa ada yang masih anda perlukan?" tanya Bu Sofia


"Ah tidak ada Bu, terimakasih" jawab faa,dengan sopan pada Bu Sofia.


Karena Bu Sofia sudah seperti bagian dari keluarga anderson,karena dia sudah mengabdikan dirinya sejak Frans masih muda


"Kalau butuh sesuatu langsung bilang pada ibu, nona muda.


Ibu ada di dapur" kata Bu Sofia pada faa


"Iya Bu, terimakasih" ucap faa tersenyum


Setelah faa duduk di sofa,faa segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi kenzo, menanyakan keberadaannya.


Tut.tut.tut.


"Halo, kakak di mana?


Kenapa belum kembali?" tanya faa,begitu sambungan teleponnya tersambung dengan kenzo


"Aku di sini sayang" jawab kenzo, berbisik di telinga faa


"Kakak,sudah kembali" jawab faa dengan cepat,dia terkejut karena kenzo tiba-tiba sudah berada di belakangnya


Kenzo mengitari sofa,lalu berjongkok di hadapan istrinya.


"Baby apa kabar?


Apa kau nakal hari ini pada mommy?" Kenzo mengajak,baby dalam kandungan faa berbicara.


Ya itulah yang selalu Kenzo lakukan , setelah pulang dari kantor.


Dia akan selalu mengajak anak dalam kandungan istrinya untuk berbicara


"No Daddy!


Baby sama sekali tidak nakal" jawab faa, menirukan suara seperti anak kecil


Kenzo mengelus perut buncit faa,dan itu di respon dengan babynya,dengan cara dia bergerak dan menendang.


"Daddy tau itu,karena baby juga tidak akan tega untuk menyakiti mommynya" kata kenzo, mencium lembut perut faa


"Kak Ken, sekarang ganti bajumu.


Setelah itu kita akan makan malam" kata faa,pada kenzo


"Ya sudah,aku ke kamar dulu.


Tapi ingat! kamu jangan melakukan apapun.


Biarkan saja pelayan yang menyiapkan makan malam" kata Kenzo, memperingati faa agar tidak melakukan aktivitas apapun,yang akan membuat dirinya lelah

__ADS_1


"Hmmmm.


Ya aku tau itu ,setiap hari juga kamu selalu mengatakan itu!" jawab faa,jengah karena setiap harinya dia selalu mendengar kata-kata itu dari suami dan juga Omanya


Kenzo tersenyum menatap istrinya,yang terlihat sangat menggemaskan menurutnya.


Lalu kenzo menuju kamarnya,untuk membersikan dirinya dengan cepat.


Dia tidak mau sampai istri dan Oma Marley menunggunya.


Faa diam duduk dengan manis,di ruang tamu.


Dengan menonton tv, sambil menunggu suaminya untuk makan malam.


Tak lama kemudian Bu Sofia datang, mengatakan jika makan malam telah siap.


"Bu tolong beritahu oma, untuk makan malam" pinta faa, pada Bu Sofia untuk memanggil Oma Marley makan malam


"Baik nona muda" patuh Bu Sofia, segera menuju kamar Oma Marley untuk memanggilnya untuk makan malam


Faa berjalan menuju meja makan,dia akan menunggu oma dan suaminya di sana.


"Faa apa Kenzo,sudah pulang dari kantor?" tanya Oma Marley,yang baru saja duduk di meja makan


"Sudah Oma,kak Ken sedang membersihkan diri" jawab faa,pada Oma Marley


Oma Marley hanya mengangguk mengerti.


Tak lama kemudian Kenzo ,baru saja turun.


Terlihat dia baru saja selesai mandi,dan sekarang terlihat lebih segar.


"Malam Oma" sapa kenzo, mencium pipi Oma Marley sebelum duduk di samping istrinya


"Malam sayang, bagaimana pekerjaan mu di kantor?" tanya Oma Marley


"Tidak ada kendala sama sekali oma.


Aman terkendali" jawab kenzo


"Syukurlah kalau begitu.


Sekarang kita makan malam" kata Oma Marley


Lalu kenzo memimpin doa sebelum makan malam.


Setelah itu mereka makan tanpa adanya suara,karena itu sudah menjadi peraturan saat di meja makan.


Setelah makan malam selesai,Oma Marley lebih dulu kembali ke kamarnya.


Begitupun dengan Kenzo dan faa, mereka juga kembali ke kamarnya.


Setelah tiba di kamarnya,faa di bantu oleh kenzo, untuk duduk bersandar di atas tempat tidur.


Kenzo juga ikut naik ke atas tempat tidur,duduk di samping istrinya.


"Apa saja yang kamu lakukan hari ini?" tanya kenzo, meraih lengan faa lalu memberikan sedikit pijatan lembut.


Itu juga menjadi rutinitas kenzo,selama faa hamil.


"Tidak banyak yang aku lakukan.


Karena kau dan Oma sama saja,aku ingin melakukan ini,itu tidak boleh sama sekali.


Dan pada akhirnya aku hanya bisa duduk, keliling rumah,atau ke perpustakaan atau tidak aku akan ke gazebo.


Sungguh membosankan!" keluh faa, panjang lebar, karena tidak banyak yang bisa dia lakukan,karena sikap overprotektif oma dan suaminya


"Aku maupun Oma,hanya tidak mau jika kamu sampai kelelahan sayang"ucap kenzo merasa bersalah,karena tidak memperbolehkan istrinya melakukan apapun.


Tapi itu dia lakukan karena dia takut terjadi apa-apa dengan faa ,yang sedang mengandung


"Iya kak aku tau ,kalau kakak dan Oma pasti sangat khawatir,jika terjadi apa-apa denganku.


Maka dari itu,aku menurut semua perkataan kakak dan oma" kata faa, memandangi suaminya,dia sadar jika sikap overprotektif suaminya itu hanya demi kebaikannya.


Apalagi saat kehamilan pertama faa,yang cukup membekas di dalam dirinya dan juga suaminya


"Terimakasih sayang,karena kamu bisa mengerti" ucap Kenzo , mencium kening faa lalu mencium bibir faa


Tak hanya sampai di situ,Kenzo melanjutkan aktivitasnya lebih jauh lagi.


Sebelumnya dia sudah berkonsultasi oleh dokter,jika dia bisa melakukan hubungan suami-istri.

__ADS_1


Dalam keadaan faa yang tengah hamil.


__ADS_2