
Masih di hari pernikahan Fadly dan olivia.
Acara pernikahannya berjalan dengan sangat lancar,tanpa kendala sama sekali.
Kini kedua pengantin baru itu sudah berada di dalam kamarnya setelah acara selesai beberapa menit yang lalu.
Fadly kini sedang berada di dalam kamar mandi,dia lebih dulu mandi.
Sedangkan Olivia kini sibuk di depan meja rias, menghapus makeup di wajahnya.
Tak berada lama kemudian pintu kamar mandi terbuka,dan Fadly keluar dengan hanya menggunakan handuk melilit di pinggangnya.
Olivia sejenak terpaku oleh tubuh kekar suaminya itu.
"Sayang cepatlah mandi" kaya Fadly,yang kini sibuk mengeringkan rambutnya.
Tanpa sadar saat ini olivia sedang memandanginya
"Ah iya,aku akan mandi" jawab olivia,dengan cepat beranjak menuju kamar mandi
"Jangan lama-lama" kata Fadly,tapi tidak di gubris oleh Olivia
Di dalam kamar mandi,Olivia diam mematung.
Setelah dia keluar dari kamar mandi,dia tidak tau apa yang akan terjadi.
Selepas dia dan Fadly sudah menjadi suami, istri sekarang.
Lelah memikirkan itu semua,Olivia berendam untuk menyegarkan kembali tubuhnya.
Setelah acara yang begitu meriah,dan panjang,berdiri di pelaminan sepanjang hari.
Itu membuat Olivia benar-benar seluruh tubuhnya terasa pegal.
1 jam Olivia berada di dalam kamar mandi,barulah Olivia keluar dengan menggunakan kimono mandinya.
Saat dia keluar, olivia menghela nafas lega karena melihat Fadly sudah memejamkan matanya.
Olivia mengira jika Fadly sudah tidur.
Dengan cepat Olivia menuju ruang ganti.
Tak lama kemudian,Olivia sudah keluar dari ruang ganti, dengan menggunakan baju tidurnya.
Setelah mengeringkan rambutnya, olivia beranjak naik ke atas tempat tidur.
Tepat di samping pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Tidak akan ada yang terjadi malam ini" gumam Olivia, memejamkan matanya dengan memeluk guling membelakangi Fadly
Tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di perutnya,itu membuat olivia terkejut.
"Kakak belum tidur?" tanya olivia,dengan cepat di sudah terlihat gugup
"Bagaimana bisa aku tidur,malam ini adalah malam pengantin kita" jawab fadly, membalikkan tubuh olivia menjadi berhadapan dengannya
Olivia diam,dia mengira jika suaminya itu sudah tidur.
Tapi ternyata kenyataannya belum sama sekali.
"Sayang" panggil Fadly,yang kini sudah menatapnya
"I-iya kak" jawab Olivia , terlihat gugup
Fadly langsung mencium olivia.
Itu membuat olivia diam mematung.
"Hey jangan berhenti bernafas seperti itu" kata Fadly,karena olivia menahan nafas saat Fadly menciumnya
"Kamu kenapa olivia?" tanya Fadly,karena Olivia hanya diam saja
"A-a-aku takut,apa kakak akan melakukan itu malam ini?" tanya Olivia ,dia takut membayangkan yang akan terjadi malam ini antara dia dan suaminya itu
"Kenapa takut?
Apa kau belum siap?" tanya balik Fadly, menatap Olivia
__ADS_1
"Bu-bukan aku belum siap,karena itu sudah menjadi kewajiban aku setelah menikah.
Tapi aku hanya takut saja" jawab Olivia, terbata-bata
"Jangan takut,aku akan melakukannya dengan lembut" bisik Fadly,yang kini sudah menindih Olivia.
Olivia hanya pasrah dan mengganguk.
Mau tidak mau dia tetap harus mau,karena ini memang sudah menjadi tuntutan setelah dia berstatus sebagai istri.
Dan malam ini dia akan memberikan seluruh hidupnya pada Fadly suaminya.
Dan hubungan antara suami, istri itu pun terjadi antara mereka.
....
Keesokan harinya,di kamar pengantin itu masih belum ada tanda-tanda penghuninya sudah bangun atau belum.
Kini semua orang sudah berkumpul di meja makan,untuk sarapan pagi.
"Kenapa kak Fadly dan olivia belum juga turun?" tanya faa,pada mamanya
"Sayang, namanya juga pengantin baru.
Biarkan saja mereka" jawab anna,pada putrinya itu
"Pelayan,antarkan sarapan ke kamar tuan muda Fadly" perintah oma Marley,pada salah satu pelayanannya
"Baik nyonya besar" jawab pelayan
"Oma kenapa kakak dan Olivia tidak di bangunkan saja untuk sarapan bersama?" tanya faa,karena dia dan kenzo berencana akan membicarakan tentang mereka akan tinggal di Madrid pada semua orang
"Biarkan saja sayang,mereka sarapan di kamarnya.
Memangnya kenapa faa?" tanya oma Marley, melihat faa sepertinya ingin menyampaikan sesuatu
"Mumpung kalian semua ada di sini,ada yang ingin kami sampaikan" kata kenzo,menjawab setelah faa memintanya yang berbicara
"Ada apa?
Katakanlah" ucap Frans
Untuk menemani oma" kata kenzo,menatap semua orang
Semua orang cukup terkejut dengan keputusan Kenzo dan faa,untuk menetap di Madrid.
Tak terkecuali Oma Marley,merasa terharu dan bahagia karena cucu dan cucu menantunya akan tinggal bersamanya.
"Apa kalian yakin?" tanya Wijaya
"Iya pah,kami berdua yakin.
Dan kenzo,ingin meminta ijin papa,untuk memindahkan pusat perusahaan ke Madrid" jawab kenzo
"Itu hak mu Ken,setelah papa memberikan semuanya padamu.
Kamu tidak perlu meminta ijin pada papa lagi.
Tanggung jawab Nugraha group ada pada dirimu" kata wijaya
"Terimakasih pah" ucap Kenzo,pada papanya itu
"Mama" panggil Kenzo,pada ibunya itu
"Iya sayang" jawab dian,dia tidak tau harus berkata apa,dengan keputusan putra dan menantunya
"Apa mama setuju kalau kenzo dan faa, tinggal di Madrid?" tanya kenzo,dia tau jika ibunya itu pasti sedih dengan keputusannya
"Jujur mama sedih karena keputusan kalian berdua tinggal jauh dari mama,Di negara yang berbeda.
Tapi mama setuju dengan keputusan kalian, terlebih lagi Oma juga hanya tinggal sendiri di rumah ini.
Oma lebih membutuhkan kalian,dari pada mama.
Kalian juga bisa datang,kapan saja untuk menemui mama,atau tidak mama dan papa akan berkunjung ke sini,jika merindukan kalian" jawab Dian,menatap wanita paru baya,yang sudah seperti ibunya sendiri
Oma Marley, tersenyum mendengar itu dari dian.
__ADS_1
"Terimakasih mah,aku dan faa pasti akan sering berkunjung ke Indonesia" kata Kenzo, pada ibunya
"Mah,papa" panggil faa,kepada kedua orangtuanya yang hanya diam sedari tadi
"Iya sayang" jawab Frans dan anna
"Bagaimana?" tanya faa, menatap kedua orangtuanya
"Apapun keputusan kalian,papa akan setuju.
Terlebih akan ada yang menemani oma" jawab Frans ,pada putri dan menantunya
"Iya mama,juga terserah kalian saja.
Dengan begitu mama,tidak khawatir jika Oma tinggal sendiri di rumah ini" sambung Anna, walaupun berat rasanya dia tinggal jauh dari putrinya.
Tapi dia tidak bisa egois,ibu mertuanya lebih membutuhkan faa dan kenzo,di masa-masa tuanya saat ini.
"Terimakasih pah,mah" ucap faa dan kenzo,dan di balas senyuman oleh Frans dan anna
Semua orang pun setuju,dengan keputusan Kenzo dan faa untuk menetap di Madrid.
"Sayang terimakasih,Oma bahagia karena kalian lebih memilih menemani oma di rumah ini" ucap Oma Marly menitihkan air matanya,karena cucunya akan menemani dirinya di masa tuanya sekarang
"Oma,jangan bersedih" ucap faa, mengusap air mata Oma yang sangat dia sayangi itu
Di sisi lain,Ellen yang juga ikut dalam sarapan pagi itu,menjadi sedih karena sahabatnya akan tinggal di madrid.
Itu berarti mereka akan berpisah jauh.
Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa,karena itu sudah menjadi keputusan faa dan kenzo.
"Kakak faa berarti sudah tidak main lagi dengan Lily?" tanya Lily,yang kini sudah cukup mengerti pembicaraan orang dewasa itu
"Ah adik kesayangannya kakak faa,kamu bisa main sayang ke sini kapan saja.
Dan kita akan main bersama lagi" jawab faa, pada gadis kecil berusia 4 tahun itu
"Benarkah?" tanya lagi Lily , mamastikan ucapan faa
"Iya sayang,kamu bisa ke sini kapan saja.
Dan bermain dengan kakak lagi" kata faa, memandangi dengan gemas gadis kecil di hadapannya itu
"Baiklah,aku akan datang setiap hari ke sini.
untuk bermain dengan kakak" celutuk Lily ,tidak tau jika mereka akan tinggal di negara yang berbeda
Semua orang tertawa dengan kepolosan gadis kecil Lily.
"Sayang aku ke toilet dulu" tiba-tiba faa, berlari ke toilet yang ada di dapur,dia merasa ingin sekali muntah
Faa pergi begitu saja,tanpa menunggu jawab dari Kenzo,itu membuat Kenzo dan yang lainnya merasa khawatir.
"Maaf aku akan menyusul faa" kata Ken,pada semua orang yang ada di meja makan
"Mama,kenapa dengan kakak faa?
Apa baik-baik saja?" tanya Lily terlihat khawatir , melihat faa berlari
"Kakak faa baik-baik saja sayang.
Hanya saja saat ini di dalam perut kakak faa,ada baby" jawab ayu,dia tau jika putrinya itu khawatir dengan faa
"Apa babynya nakal mam?
Kenapa kakak faa, seperti kesakitan?" tanya lagi Lily
"Babynya tidak nakal sayang.
Dan kakak faa,tidak kesakitan kok.
Kakak faa hanya butuh istirahat saja.
Sekarang kamu lanjut sarapan ya sayang" jawab ayu pada putrinya itu ,lalu Lily mengangguk
Ya saat ini faa,sedang mengalami trisemester pertama.
__ADS_1
Jadi wajar saja,faa akan mengalami mual di pagi hari.