Nona Faa

Nona Faa
Oma akan selalu bersama kalian


__ADS_3

Acara pemberkatan 7 bulan kehamilan faa pun di laksanakan hari ini di kediaman utama Anderson,dengan mengundang banyak yatim piatu.Faa dan Kenzo juga menyediakan sembako untuk di bagikan ke fakir miskin.Sampai semuanya berjalan dengan lancar.


“Aku sudah tidak sabar untuk melihat ponakan kecilku ini” seru Ellen, mengelus lembut perut faa


Ya Kevin dan Ellen sudah datang malam tadi,mereka berangkat dengan jet pribadi Kenzo yang di kirim untuk menjemput mereka ke Indonesia.


“Sabarlah aunty,aku juga sudah tidak sabar bertemu aunty”jawab faa,dengan menirukan suara anak kecil


“Hmm baiklah,aunty akan sabar menunggumu” balas Ellen lagi


“Ellen apa belum ada tanda-tanda kau hamil?” tanya faa,Ellen hanya membalasnya dengan gelengan kepala


“Semoga saja,kamu juga akan segera mendapatkannya” doa faa,pada sahabatnya itu


“Aminn” jawab Ellen, tersenyum pada faa


Aku sangat berharap segera hamil,aku ingin anak-anak kita nantinya akan bersama faa”batin Ellen


“Kalian di sini” kata Olivia yang baru saja datang


“Olivia,kau dari mana?” tanya Ellen, menggeser posisinya agar Olivia duduk di sampingnya


“Aku dari kamar, setelah membagikan sembako aku sedikit lelah,dan membuat aku tertidur” jawab Olivia,karena dia juga ikut dalam membagikan sembako


“Maaf Olivia,kamu pasti sangat lelah karena acara pemberkatan kehamilanku” ucap faa tidak enak pada sahabat sekaligus kakak iparnya itu


“Faa kau ini bicara apa! Aku sama sekali tidak apa-apa,ini demi kamu dan juga keponakan ku” kata Olivia ,dia tidak suka faa meminta maaf padanya


“Ellen apa kau sudah hamil?” lanjut Olivia bertanya pada sahabatnya Ellen


“Belum Olivia,doakan saja agar aku secepatnya juga di berikan kepercayaan untuk segera memiliki anak” jawab Ellen,pada Olivia


“Aminn..Aku sangat berharap jika nanti anak aku,anak faa dan juga anakmu akan bermain bersama, tumbuh bersama sampai mereka dewasa”ucap Olivia membayangkan anak-anak mereka bertiga


“Aku juga berharap seperti itu” ucap Ellen, menatap kedua sahabatnya itu


“Pokonnya anak-anak kita nanti harus bersama seperti kita” kata faa tersenyum


“Amiin” ucap Olivia dan Ellen serempak


Tak jauh dari ketiga wanita itu mengobrol tiga pria memperhatikan mereka. Ya mereka tak lain adalah Kenzo, Fadly,dan juga Kevin yang sedang memperhatikan para istrinya.

__ADS_1


“Akupun ingin jika anak-anak kita semua tumbuh bersama hingga mereka dewasa” ucap Fadly


“Ya anak-anak kita nanti akan seperti kita ayahnya dan juga ibunya” sambung Kenzo


Sedangkan Kevin diam,dia tidak tau harus berbicara apa,karena dia dan juga Ellen sangat ingin segera mendapatkan momongan,tapi tuhan belum memberikan kedua pasangan itu kepercayaan untuk menjadi orangtua.


Kenzo dan Fadly memperhatikan Kevin,kedua pria itu seakan tau apa yang sedang di pikiran oleh sahabatnya itu.


“Kevin,kau dan Ellen akan secepatnya mendapatkannya” kata Kenzo menepuk pundak Kevin


“Benar ! Kau harus sabar dan terus berusaha” sambung Fadly,juga memberikan semangat pada Kevin


“Terimah kasih,aku pasti akan bersabar sampai tuhan memberi kepercayaan padaku dan Ellen untuk menjadi orangtua” jawab Kevin, tersenyum pada kedua sahabatnya


Lalu ketiga pria itu bergabung bersama para istrinya yang sedang mengobrol.


“Hy sayang” sapa Kevin pada istrinya


“Kak” jawab Ellen, tersenyum melihat suaminya


“Ternyata kalian di sini” kata Kenzo,duduk di samping istrinya faa lalu mencium keningnya


“Apa semuanya sudah beres kak?” tanya faa, menanyakan tentang pembagian sembako


“Apa kamu sudah merasa baik-baik saja?” tanya Fadly,karena tadi melihat istrinya terlihat sangat kelelahan


“Iya kak,aku sudah baik-baik saja” jawab Olivia


Keenam orang itu melanjutkan obrolan mereka,sudah lama mereka tidak berkumpul bersama sejak Kenzo dan faa memutuskan menetap di Madrid.


1 Minggu berlalu sejak acara 7 bulan kehamilan faa kini semua orang memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


“Aku pasti akan sangat merindukan kalian” kata faa memeluk kedua sahabatnya itu


“Kami juga pasti akan merindukan mu faa” ucap Olivia,juga sedih karena harus berpisah lagi dengan faa


“Tapi kita janji saat kau melahirkan kami akan datang” sambung Ellen,pada faa dan di amggukki oleh Olivia


“Itu kalian wajib datang,aku akan marah jika saat anakku lahir tidak ada kalian!” kata faa kepada kedua sahabatnya


Semua orang hanya tersenyum melihat tingkah ketiga wanita bersahabat itu.

__ADS_1


2 Jam berlalu kini faa hanya duduk sendiri di gazebo, melihat pemandangan sore hari.Setelah kepulangan semua keluarganya ke Indonesia,faa hanya berdiam diri.


“Baru saja rumah ini ramai! Tapi sudah kembali sepi lagi” sedih faa


“Baby,mommy sudah tidak sabar kau lahir.Mommy pasti sudah tidak kesepian lagi jika ada kamu” kata faa, mengajak berbicara bayinya


Bayinya faa memberikan respon dengan menendang-nendang.


“Ah iya mommy tau kau juga sudah tidak sabar bertemu mommy ya” tawa kecil faa mengelus perut buncitnya


Rasanya sudah cukup lama faa duduk sendiri di gazebo, akhirnya faa memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


“Kemana Oma?” gumam faa tidak melihat Omanya itu


Faa lalu berjalan menuju kamar Oma Marley,dan tak sengaja faa mendengar Oma Marley.


“Andreson aku bahagia karena kedua cucu kita sekarang sudah bahagia, terlebih mereka akan segera menjadi orang tua. Aku sekarang sudah siap jika harus menyusulmu” ucap Oma Marley


“Apa yang Oma katakan! Jangan berbicara seperti itu lagi” faa masuk, setelah mendengar apa yang di ucapkan Omanya itu di hadapan foto kakeknya Anderson


“Sayang kamu di sini” ucap Oma Marley tersenyum


“Oma jangan pernah mengatakan itu lagi! Oma tidak akan kemana-mana,Oma akan selalu ada bersama faa, melihat anak-anak faa dan kakak tumbuh dewasa” kata faa,dia tidak suka dengan kalimat terakhir yang di ucapkan Oma Marley


Oma Marley hanya tersenyum, menatap cucu kesayangannya itu.


“Oma berharap seperti itu sayang,tapi Oma kini sudah tua. Oma hanya berharap bisa melihat anakmu dan juga anak kakakmu lahir sebelum Oma pergi menyusul kakekmu” jawab Oma Marley


“Oma stop! Faa tidak suka mendengar itu” kata faa,kesal karena Omanya itu terus saja mengatakan itu


“Baiklah, Oma tidak mengatakan itu lagi” ucap Oma Marley,karena melihat wajah cucunya sudah berubah mood


“Apa kenzo belum kembali?” tanya Oma Marley, karena Kenzo sedang berada di luar setelah mengantar keluarganya ke bandara dia langsung datang menghadiri meeting penting yang sama sekali tidak bisa dia tunda


“Belum Oma” jawab faa,masih wajah yang terlihat kesal


“Jangan cemberut seperti itu,kau semakin cantik” goda Oma Marley


“Jangan katakan hal seperti lagi Oma,faa tidak akan membiarkan Oma kemana-mana.Oma akan selalu ada bersama faa, melihat anak-anak faa dan kakak tumbuh dewasa. Cukup kakek yang pergi,tapi tidak dengan Oma”ucap faa,yang sudah meneteskan air matanya, entah kenapa dia sangat takut mendengar ucapan Omanya itu


Oma Marley merasa bersalah karena sudah mengatakan itu pada cucunya,dan sekarang membuatnya bersedih.

__ADS_1


“Maafkan Oma sayang,Oma tidak akan mengatakan itu lagi.Jangan menangis,Oma jadi merasa bersalah” kata Oma Marley memeluk faa


Oma akan selalu bersama kalian" batin Oma Marley


__ADS_2