
Fadly dan yang lain sudah siap untuk berangkat ke kediaman abimanyu.
Mereka semua sudah dalam perjalanan,frans berempat bersama istri,dan sahabatnya wijaya dan dian.
Sedangkan fadly,bersama dengan kevin.
Tentunya kenzo bersama dengan istrinya faa.
"Apa semuanya baik-baik saja?" tanya kenzo ,dia ingin jika istrinya memberitahu dirinya soal rini yang menghubunginya
Faa dia sejenak dengan pertanyaan suaminya,dia belum memberitahu tentang rini yang menghubunginya tadi.
"Sayang" panggil kenzo lagi karena faa tidak menjawabnya
"Ah iya kak.." jawab faa sedikit tersentak kaget karena sedang melamun
"Ada apa?" tanya kenzo,dia yakin jika istrinya itu sedang memikirkan semua percakapannya dengan rini tadi
"Rini menghubungi aku" jawab faa,dia tidak mau jika ada yang di sembunyikan dari suaminya
"Jangan jadikan itu beban pikiranmu!!
Kamu percaya bukan denganku, secepatnya aku akan membereskan wanita gila itu" tutur kenzo,faa di buat heran dengan kenzo.
Apa kenzo sudah tau kalau rini menghubunginya?
Kenzo melihat sang istri bingung, kenzo mengerti jika faa pasti berpikir apa dia sudah tau atau tidak.
"Aku sudah tau" ucap kenzo seakan tau itu yang sedang di pertanyakan oleh istrinya
"Dari mana kakak tau,aku bahkan baru menceritakan ini pada kakak?" tanya faa ,karena merasa belum menceritakan soal rini menghubunginya pada siapapun
"Aku menyadap ponselmu.
Maaf karena aku tidak meminta izinmu terlihat dahulu" jawab kenzo karena lancang menyadap ponsel istrinya tanpa persetujuannya
"Tidak masalah kak.
Kakak adalah suamiku,aku tau jika kakak hanya tidak mau jika terjadi sesuatu padaku" ucap faa dengan tulus tidak mempermasalahkan soal ponselnya di sadap tanpa persetujuan darinya
"Terima kasih sayang" ucap kenzo mencium punggung tangan istrinya
Faa hanya membalasnya dengan senyuman.
Tak terasa mobil mereka sudah memasuki halaman rumah mewah kediaman abimanyu.
Terlihat jika mobil frans dan fadly juga baru saja memasuki halaman rumah mewah itu.
Di pintu utama rumah mewah Abimanyu sudah ada tuan dan nyonya rumah yang menyambut mereka.
Di temani oleh sahabatnya ayu dan raga.
"Selamat datang calon besan" sambut bimo pada frans dan yang lain
"Apa kabar anna?" tanya sarah menyambut sahabat sekaligus calon besannya
"Aku baik sarah, bagaimana denganmu?" tanya balik anna
"Alhamdulillah baik" jawab sarah
"Dian apa kabar,lama aku tidak bertemu denganmu" ucap sarah mendekat lalu memeluk dian
"Aku baik sarah, aku senang karena putraku fadly bisa bersama dengan si cantik olivia" kata dian,turut bahagia karena fadly putra angkatnya bersatu dengan putri sahabatnya
"Keluarga kita memang sudah terikat" tutur sarah
Lalu mereka semua masuk ke dalam rumah mewah itu, menunggu acara segera di mulai.
"Bibi dimana olivia?" tanya faa tidak melihat sahabatnya itu
"Masih di kamarnya faa,bersama Ellen" jawab sarah pada faa
Faa lalu pamit untuk menyusul para sahabatnya ke kamar olivia,dan memintanya untuk segera turun.
Sedangkan kedelapan sahabat itu sedang asik berbincang,sambil menunggu olivia turun.
__ADS_1
Fadly,kenzo,dan kevin ikut mengobrol dengan para orang tua itu.
"Kevin kapan kamu akan menyusul?" tanya bimo juga mengetahui hubungan keponakan sahabatnya itu dengan sahabat putrinya
"Segera paman "jawab saya singkat kevin
"Kapan?
Apa perlu paman meminta mommy mu untuk kemari,dan langsung melamar Ellen ke orangtuanya" ucap wijaya pada anak dari adik perempuannya itu
"Tidak perlu paman.
Kalian semua tunggu saja, secepatnya aku akan menyusul kenzo dan fadly ke pelaminan" jawab kevin dengan yakin
"Baiklah,kami tunggu kabar baik darimu" sambung dian
Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka masing-masing.
Brakkkk...
Faa masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu,dan itu membuat olivia dan ellen yang ada di dalam kamar terkejut.
"Kalian lama sekali !!" cerocos faa
"Faa.
Dasar wanita satu ini !!" kesal olivia karena kebiasaan faa jika masuk ke dalam kamarnya selalu saja membuat dirinya terkejut karena pintu kamarnya selalu menjadi sasaran faa
"Olivia sepertinya pintu kamarmu harus kau ganti secepatnya,saat aku membukanya tadi sangat tidak nyaman" ucap faa tanpa dosa
"Ck!! pintu kamarku begitu karena dirimu nona Faa" serkas olivia mulai jengah oleh kelakuan sahabatnya itu
"Hehehe..." cengir faa
Ellen hanya menggeleng-geleng kepalanya,melihat kelakuan sahabatnya itu.
Tidak biasanya faa bersikap absurd seperti itu,itu juga di sadari oleh olivia.Pasti ada yang yang faa sembunyikan. pikir olivia dan ellen
Faa memang tidak memberitahu masalah tentang rini yang menerornya, kepada kedua sahabatnya itu.
Faa tidak ingin jika sahabatnya itu khawatir, terlebih olivia yang akan segera menikah dengan kakaknya.
"Ada apa faa?
Apa ada yang kamu sembunyikan dari kami?" tanya olivia memang sangat peka terhadap sahabatnya itu
"Iya faa ada apa?
Kenapa kamu bisa bertingkah absurd seperti tadi,itu sangat jauh dari kepribadianmu" sambung ellen
"Hahaha..
Kalian berdua ini bicarakan apasih.
Aku tidak menyembunyikan apapun dari kalian.
Dan kau,apa lupa jika saat ini ada pertemuan keluarga,untuk acara lamaran mu dengan kakakku?" tunjuk faa pada olivia yang sudah berdandan dengan sangat cantik , mengunakan gaun putih yang pas di tubuhnya
"Ya,ya aku ingat, bagaimana bisa aku melupakan itu" jawab olivia tersenyum
"Baiklah sekarang kita temui calon suamimu itu" ucap ellen menggoda olivia
"Ayo kakak ipar,jangan membuat kakakku yang paling tampan menunggu terlalu lama" sambung faa ikut menggoda olivia
"Kalian berdua berhenti menggodaku!!" serkas olivia sedari tadi kedua sahabatnya itu terus saja menggodanya
"Hahahah" tawa faa dan ellen mengelar di kamar olivia
Lalu ketiga wanita itu, segera turun ke bawah agar acara lamaran segera di mulai,faa dan ellen mengapit olivia menuruni tangga.
"Lihat itu" kevin menyenggol lengan fadly yang duduk tepat di sampingnya,agar melihat ke arah tangga di mana calon istrinya baru saja turun
"Woow.. perfect " fadly mengagumi akan kecantikan yang di miliki calon istrinya itu
"Fadly berhentilah menatap calon menantuku" ucap frans menghentikan lamunan fadly yang sedari tadi menatap olivia tanpa berkedip,tanpa fadly sadari jika olivia sudah berada di hadapannya
__ADS_1
Fadly tersadar karena suara papanya,dengan cepat fadly merubah ekspresi wajahnya.
Semua orang terkekeh melihat fadly yang begitu terpesona dengan olivia.
Lalu acar lamaranpun di mulai, sampai semuanya berjalan dengan lancar.
Kini kedua keluarga itu dan para sahabatnya sedang menentukan tanggal pernikahan yang tepat untuk fadly dan olivia.
"Kalian akan mengadakan pernikahan di mana?" tanya bimo pada fadly dan olivia
"Fadly berencana ingin mengadakan pernikahan di rumah utama anderson, Madrid" jawab fadly sebelumnya sudah mengatakan pada orangtuanya jika dia ingin menikah di rumah utama anderson,dimana dia di lahirkan
"Bagaimana dengan olivia,apa kamu setuju sayang?" tanya anna
"Aku terserah kalian saja" jawab olivia dengan tersenyum
Dan semua orang setuju dengan Fadly jika dia akan mengadakan pesta pernikahan di rumah utama anderson yang ada di Madrid, tempat tinggal Oma Marley.
"Kenapa kamu memilih Madrid fadly?" tanya ayu pada putra sahabatnya
"Karena fadly di lahirkan di sana ,dan fadly mau itu menjadi kejutan untuk Oma Marley" jawab fadly dengan pertanyaan ayu
"Untuk tanggal pernikahan,apa kalian sudah ada tanggal yang bagus?" tanya Wijaya
"Soal itu aku dan kak fadly mau jika kalian saja yang memilih tanggal pernikahan kami" jawab olivia
Semua orang tua itu sedang berdiskusi, mencari tanggal yang bagus untuk pernikahan Fadly dan olivia.
Sampai bimo memberikan saran untuk tanggal yang bagus,1 bulan lagi ada hari yang bagus menurut bimo.
Dan semua orang setuju dengan bimo,dan sudah di tetapkan pernikahan fadly dan olivia akan di laksanakan 1 bulan lagi, terhitung dari sekarang.
"Faa sepertinya Lily sangat suka denganmu" kata ellen melihat sedari tadi putri ayu dan raga itu sangat nyaman berada di pangkuan faa
"Hahaha pastinya di nyaman denganku,aku kan kakaknya" jawab faa menciumi seluruh wajah anak kecil itu, sehingga membuatnya tak henti tertawa
Semua orang di ruangan itu menjadi memperhatikan faa,cara faa berinteraksi dengan Lily seperti seorang ibu dan anaknya.
Semoga kebahagiaan itu akan segera di dapatkan oleh putri ku" batin frans melihat betapa bahagianya faa saat bermain dengan putri dari sahabatnya itu
Para orangtua dan sahabatnya, mendoakan faa agar secepatnya bisa kembali hamil.
Tuhan aku berterimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku,hanya satu yang aku minta padamu ,selalu jaga senyuman istriku,jangan sampai senyuman itu hilang " batin kenzo tersenyum melihat istrinya
....
Di kota yang sama ada seorang wanita paru baya berusia sekitar 70 tahun,hidup sendiri di rumah yang besar tanpa adanya anggota keluarga lain.
"Ibu sangat merindukanmu nak" gumam wanita paru baya itu merindukan anak perempuannya yang sejak kecil dia telantarkan
"Maafkan ibu karena sudah menelantarkan mu sejak kecil.
Itu adalah kesalahan terbesar ibu" tanpa sadar air mata wanita paru baya itu sudah mengalir membasahi pipinya
"Nyonya apa anda baik-baik saja?" tanya salah satu pelayan yang sudah lama bekerja dengan wanita paru baya itu
"Aku baik-baik saja" jawab wanita paru baya itu
Pelayan itu bernama ibu Titin,ibu Titin sudah bekerja selama puluhan tahun di rumah besar itu,bahkan ibu Titin tau semua permasalahan yang di alami majikannya dengan putri majikannya yang pergi dari rumah 30 tahun yang lalu.
"Nyonya apa anda merindukan nona lagi?" tanya ibu Titin yang sudah tau jika majikannya itu pasti merindukan putrinya
"Kau pasti sudah tau itu Titin ,tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku berpikir dia pasti sangat membenci diriku,karena sejak kecil aku sudah menelantarkan dirinya, putriku itu tidak pernah merasakan kasih sayang dariku" wanita paru baya itu tak kuasa menahan tangisnya lagi,di menangis di dalam pelukan ibu Titin
"Nyonya,saya yakin jika suatu hari nona akan datang menemui anda" ucap ibu Titin tidak tega melihat kondisi majikannya, hampir setiap harinya majikannya itu akan merasakan hal seperti itu
Selama ini wanita paruh baya itu hanya bisa melihat putrinya dari media,dia juga bahkan baru tau, beberapa tahun belakangan ini jika putrinya menikah dengan seorang pengusaha sukses dan sangat berpengaruh,dan sudah memiliki 2 anak.
Wanita paru baya itu setiap harinya selalu memandangi pintu rumahnya,dia berharap jika suatu hari putrinya yang sudah meninggalkan rumah selama 30 tahun, akan muncul di balik pintu rumahnya itu.
Rumah ini akan selalu terbuka untukmu nak,semoga saja aku bisa bertemu denganmu sebelum aku tiada." batin wanita paru baya itu
Ada yang bisa tebak siapa wanita paru baya itu?..
__ADS_1
Jawab di kolom komentar 😉
Jangan lupa Vote yang banyak ya.