Nona Faa

Nona Faa
Kehamilan Ellen


__ADS_3

“Kamu kenapa sayang?” tanya Kevin khawatir,karena dia baru saja pulang dari kantor,saat masuk ke dalam rumah dia mendapati Ellen berada di ruang tamu berbaring di sofa dengan wajah pucat


“Kakak sudah pulang” kata Ellen, melihat sang suami sudah berada di hadapannya


“Ellen,apa kamu baik-baik saja?” tanya kevin lagi memegang wajah istrinya itu


“Aku tidak apa-apa kak,aku baik-baik saja jangan khawatir” jawab Ellen dengan suara lemah


“Apa kamu yakin?” tanya Kevin lagi,dia benar-benar khawatir karena wajah pucat Ellen dan juga suaranya yang lemah


“Iya aku baik-baik saja. Sekarang kakak ganti baju saja” kata Ellen , menyuruh Kevin untuk ganti baju terlebih dahulu


“Baiklah, tunggu aku di sini. Jangan melakukan apapun!” tegas Kevin,di balas anggukan oleh Ellen


Kevin berlalu ke lantai 2 menuju kamarnya.


Huff rasanya perutku tidak enak sekali!” batin Ellen, memegang perutnya yang memang sedari tadi merasa tidak nyaman


Ellen kembali membaringkan tubuhnya di sofa, memejamkan matanya.Tapi tiba-tiba terdengar suara ponsel Ellen yang berbunyi yang ada di atas meja,Ellen segera meraihnya dan yang menghubunginya ternyata adalah sahabatnya yang sedang melakukan video call.


“Ellen,kenapa lama sekali mengangkat telponnya?” tanya faa, setelah Ellen menjawabnya


“Ellen kenapa wajahmu pucat?” tanya Olivia melihat wajah pucat sahabatnya itu


“Eh iya,apa kamu baik-baik saja Ellen?” sambung faa juga sama khawatirnya melihat wajah pucat sahabatnya itu


“Faa, Olivia aku baik-baik saja! Aku tidak apa-apa” jawab Ellen,yang sedari tadi mendengar pertanyaan kedua sahabatnya itu


“Kamu pasti tidak baik-baik saja Ellen” serkas faa , menatap sahabatnya itu


“Iya,dengan wajah pucat seperti itu. Kamu bilang baik-baik saja” sambung Olivia


“Ya aku hanya merasakan perutku sangat tidak enak,sedari tadi. Rasanya aku ingin muntah tapi tidak ada yang bisa aku muntahkan!” akhirnya Ellen menceritakan apa yang dia rasakan saat ini


“Jangan-jangan kau hamil!” seru faa dan Olivia, membuat


Ellen terkejut mendengar ucapan kedua sahabatnya itu,Ellen diam dan terlihat berfikir kapan terakhir kali dia haid?


“Ellen kau harus mengetesnya” pinta faa, terlihat dia begitu antusias


“Iya benar,Ellen “ sambung Olivia juga tak kalah antusias

__ADS_1


“Baiklah aku akan mengetesnya,tapi bagaimana jika aku tidak hamil” ucap Ellen,dia takut kecewa jik benar dia tidak hamil


“Jangan beranggapan seperti itu,kamu harus mengetesnya lebih dulu. Jika memang kenyataannya tidak sesuai harapan,kita hanya perlu berdoa agar kamu segera hamil” kata faa,dia juga bahkan sangat mengharapkan sahabatnya itu segera hamil


“Baiklah,aku akan coba. Bantu aku dengan doa,semoga saja hasilnya positif. Aku akan mengabari kalian,kak Kevin sudah kembali” kata Ellen,lalu mematikan sambungan video call dengan kedua sahabatnya,saat melihat suaminya turun dari lantai 2


“Kamu mengobrol dengan siapa sayang?” tanya Kevin yang sudah duduk di samping Ellen dengan tangan melingkar di pinggang istrinya


“Faa dan Olivia, melakukan panggilan video call” jawab Ellen, menyandarkan kepalanya di dada Kevin


“Apa kakak mau kopi?” tanya Ellen


“Aku bisa membuatnya sendiri,kamu sedang tidak sehat” ucap Kevin


“Kak aku tidak apa-apa! Tunggu disini,aku buatkan kopi untukmu” kata Ellen,lalu pergi menuju dapur


Kevin hanya mengembuskan napas kasarnya. Kevin terlalu khawatir karena melihat wajah istrinya yang pucat,dengan suara yang begitu lemah.


Praaaaakkkk...


“Ellen!” teriak Kevin, mendengar suara pecahan kaca yang jatuh dari dapur.Kevin segera menyusul Ellen ke dapur,ingin memastikan istrinya baik-baik saja. Tapi saat Kevin memasuki dapur, matanya seketika membulat melihat wanita yang menjadi istrinya sudah tergeletak di lantai.


“Sayang jangan membuat aku khawatir!” dengan segera Kevin mengangkat Ellen menuju mobil,untuk segera membawanya ke rumah sakit


“Dokter bagaimana dengan istri saya?” tanya Kevin, setelah melihat dokter keluar dari ruangan di mana Ellen berada


“Tuan Kevin,mari berbicara di ruangan saya. Di sana saya akan menjelaskannya” ajak dokter itu,pada Kevin


“Baiklah!” setuju Kevin


Kini Kevin sudah berada di dalam ruangan dokter yang menangani Ellen,dan yang akan menjelaskannya apa yang terjadi pada Ellen istrinya.


“Apa istri saya baik-baik saja dok?” tanya Kevin,dia sangat takut terjadi apa-apa pada Ellen


“Tuan nyonya Ellen, baik-baik saja.Nyonya ellen pingsan karena dia kelelahan karena usia kandungannya masih sangat muda. Saya harap kedepannya nyonya Ellen tidak melakukan aktivitas yang berat,karena masa kehamilan muda sangat rentang keguguran” ucap dokter, menjelaskan pada Kevin kondisi Ellen yang kini sedang mengandung


“Apa yang dokter katakan tadi? Istri saya sedang hamil?” tanya Kevin lagi,dia takut jika yang dia salah dengar


“Iya tuan, nyonya Ellen saat ini sedang hamil,usia kandungannya masih sangat muda yaitu 2 Minggu” jawab dokter,pada kevin


“Istri saya benar hamil dok, dokter tidak bohongkan?” tanya lagi Kevin,dengan wajah yang berbinar karena bahagia mendengar istrinya hamil

__ADS_1


“Saya tidak akan berani berbohong kepada anda tuan Kevin” jawab dokter itu,dia tau siapa pria yang ada di hadapannya itu,tidak akan ada yang berani pada keluarga Nugraha


“Saya ingin menemui istri saya sekarang” kata Kevin


“Silahkan tuan” ucap dokter


Akhirnya aku akan menjadi seorang ayah” batin Kevin,dia begitu bahagia karena penantian yang dia harapkan bersama istrinya telah hadir


Ceklek...


“Kakak kenapa aku ada di sini?” tanya Ellen yang sudah sadar, melihat suaminya masuk


“Jangan banyak bergerak,kamu harus banyak istirahat” tegas kevin, memengang kedua bahu Ellen agar tidak banyak gerak


“Kenapa aku ada di sini?” tanya Ellen ,karena suaminya belum menjawab pertanyaannya


Tanpa aba-aba kevin memeluk erat ellen, mencium seluruh wajah Ellen.Itu membuat Ellen begitu bingung melihat tingkah laku suaminya seperti itu.


“Aku mencintaimu,aku menyayangimu,aku bahagia karena kau wanita yang di kirim tuhan untukku” ucap kevin, menatap istrinya dengan lembut


“Ya aku tau itu! Ada apa denganmu kak,kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” tanya Ellen, semakin bingung


“Sayang sebentar lagi kita akan menjadi orang tua,akan ada anak kecil yang hadir di tengah-tengah kita” jawab Kevin, memberitahu Ellen jika saat ini dia sedang hamil


Ellen diam,dia tidak tau apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


“Aku tidak mengerti apa maksud mu sayang” kata Ellen, memandangi suaminya itu


“Sayang saat ini kamu sedang hamil,anak kita.” ucap Kevin, menjelaskan pada istrinya itu


Seketika air mata Ellen luruh begitu saja, mendengar suaminya mengatakan jika saat ini dia sedang hamil. Hal yang dia tunggu-tunggu bersama suaminya,kini sudah hadir.


“Hiks..hiks..aku hamil? Kakak tidak bohong?” tanya Ellen, menangis menatap suaminya


“Iya sayang,aku tidak berbohong” jawab Kevin meyakinkan


Ellen memeluk Kevin dengan sangat erat,dia sungguh bahagia dengan kehamilannya.


“Hiks...hiks..aku sangat bahagia karena aku akan menjadi seorang ibu. Akan ada yang memanggil aku mama” ucap Ellen, begitu bahagia


“Aku juga sangat bahagia sayang”kata Kevin, mengelus punggung istrinya dengan lembut

__ADS_1


Terimakasih tuhan karena memberikan aku kepercayaan untuk merasakan menjadi seorang ibu,aku janji akan selalu menjaganya dengan sangat baik” batin Ellen


Terimakasih tuhan,karena sudah melengkapi kebahagiaan ku bersama istriku” batin kevin bersyukur


__ADS_2