
Frans, Anna & Wijaya,Dian sudah berada di rumah sakit, menunggu di depan ruangan operasi.
Mereka semua sudah mengetahui kronologinya,Fadly sudah menceritakan semuanya.
Sedangkan Olivia menemani Ellen.
Fadly dan kevin kembali ke kantor polisi.
Untuk mengetahui lebih lanjut pengejaran yang di lakukan pihak polisi pada Rivaldi.
Sudah hampir 5 jam mereka semua menunggu,di depan ruangan operasi.
"Faa sayang" panggil Anna ,pada putrinya yang sedari tadi tak hentinya menitihkan air matanya
"Mama" kata faa ,lalu memeluk Anna
"Semua akan baik-baik saja sayang.
Kenzo pria yang kuat.
Teruslah berdoa pada tuhan,untuk keselamatannya" kata Anna , mengusap air mata putrinya itu
"Faa takut kehilangannya mah!!" tangisan faa begitu piluh, terdengar oleh mereka
Dian mendekat ke arah menantunya itu,lalu memeluknya.
"Sayang kita tidak akan kehilangan Kenzo.
Dia akan baik-baik saja.
Kamu harus kuat,jangan seperti ini.
Mama sangat sedih jika harus melihat kamu tak berdaya seperti ini juga" kata Dian menangis, memeluk erat menantu kesayangannya itu
Wijaya dan Frans,hanya bisa diam memandangi ketiga wanita itu.
Mereka semua hanya bisa berdoa akan keselamatan Kenzo.
"Mama ini semua salah aku!!.
Jika saja aku bisa menjaga diriku sendiri.
Suamiku tidak akan berada di ruangan itu.
Hiks..hiks..semua ini salah aku.
Semua yang terjadi hanya salahku,semua salah aku mah,hiks..hiks" histeris faa, menyalahkan dirinya,Dian dan Anna tidak sanggup lagi melihat faa terus saja menyalahkan dirinya
Frans sudah tidak bisa lagi melihat putrinya seperti itu.
Lalu Frans mendekat lalu mencoba menenangkan faa.
"Faa dengar,jangan salahkan dirimu seperti ini.
Lihat papa, semuanya akan baik-baik saja.
Papa mohon jangan seperti ini sayang" kata frans, memegang kedua bahu faa mencoba untuk menenangkan putrinya itu
"Papa,Hiks..hiks..
Aku hanya ingin kak Ken pah.
Aku takut kehilangan dirinya,sudah cukup aku kehilangan anakku" tangis faa seakan tidak bisa terhenti,semua orang yang melihatnya hanya bisa diam,dan sedih melihat kondisi faa sekarang
"Semua salah ak_" faa seketika tak sadarkan diri,itu membuat Frans,Anna dan Wijaya Dian menjadi panik
"Faa..Faa..faa.."Frans menepuk-nepuk pipi putrinya
Anna segera memanggil dokter, untuk memeriksa putrinya yang tiba-tiba tak sadarkan diri.
Setelah itu faa di bawah ke ruang UGD,tak lama kemudian dokter keluar setelah memeriksa faa.
"Bagaimana keadaan putriku dok?" tanya Anna , terlihat dia sangat khawatir akan keadaan putrinya
"Kondisi pasien saat ini sangat lemah karena faktor kelelahan,dan juga mengalami depresi berat.
Saya harap anda semua bisa menjaga pasien agar tidak terlalu memikirkan sesuatu yang berat,karena itu akan membahayakan fisik dan juga mentalnya.
Terlebih akan sangat berpengaruh pada janin yang ada di dalam kandungannya" kata dokter itu pada Anna,Frans ,dan Dian ,Wijaya
Keempat orangtua itu terkejut dengan apa yang baru saja di katakan oleh dokter di akhir kalimatnya.
Yang mengatakan faa hamil.
"Maksud dokter putri saya sedang hamil?" tanya Frans , memastikan
"Iya dok,apa benar menantu saya sedang hamil?" sambung Wijaya , berharap jika dia tidak salah dengar
"Benar tuan,pasien saat ini sedang mengandung.
Tapi untuk lebih jelasnya,kalian bisa memeriksakannya ke dokter kandungan.
Untuk sementara ini, pasien akan di rawat inap" jawab dokter
Anna langsung memeluk Dian,dia bahagia mendengar putrinya hamil.
"Aku bersyukur,faa hamil.
Aku sangat bahagia, Dian" kata Anna , memeluk Dian
"Kita akan kembali mempunyai cucu.
Terima kasih tuhan" seru Dian,membalas pelukan besannya itu
Frans dan Wijaya tak kalah bahagianya mendengar jika faa hamil.
Sungguh itu suatu keajaiban bagi keluarga mereka.
Ken kau harus segera sembuh.
__ADS_1
Istri dan calon anakmu menunggu dirimu" batin Wijaya
Tuhan selamatkan menantuku.
Dia akan segera menjadi seorang ayah lagi" batin frans
Kini faa sudah berada di ruang inap VIP di rumah sakit itu,di jaga oleh anna.
Setelah di pindahkan,faa sudah lebih dulu di periksa oleh dokter kandungan.
Dan benar jika faa sedang mengandung,dan usianya sudah memasuki 3 minggu.
"Kenzo akan baik-baik saja!
Kalian akan kembali menjadi orang tua.
Cucu nanny,kamu harus sehat di dalam perut mommy mu ya sayang" gumam Anna , mengelus lembut perut faa yang masih terlihat rata
Sedangkan Frans,Wijaya dan Dian menunggu kenzo,di depan ruangan operasi.
Masih belum ada tanda-tanda jika operasi itu telah usai.
Tak lama kemudian,lampu ruangan operasi mati,itu menandakan jika operasi sudah usai.
Kemudian muncullah dokter yang dulu sempat menangani faa waktu kecelakaan.
"Dokter Gustin.
Bagaimana keadaan putra ku?" tanya Dian
"Bersyukur operasinya berhasil.
Jika telat sedikit saja,mungkin pasien tidak akan selamat.
Karena peluru, hampir saja menembus jantungnya.
Pasien saat ini mengalami kritis,doakan saja semoga pasien bisa melewati masa kritisnya" kata dokter Gustin
Dian kembali menangis mendengar putranya kritis,baru saja dia merasa bahagia karena putranya akan segera menjadi seorang ayah.
Tapi di saat seperti ini putranya malah terbaring lemah tak berdaya.
"Dian,putra kita pasti bisa melawan masa kritisnya.
Dia anak yang kuat" kata Wijaya, menenangkan istrinya.
Bahkan saat ini Wijaya ingin rasanya dia menumpahkan semua air matanya , melihat putra yang sangat dia kasihi terbaring lemah
"Dokter terima kasih" kata frans ,pada dokter Gustin
"Sama-sama tuan Frans.
Kalian bisa melihat pasien , setelah kami memindahkan ke ruang inap" kata dokter Gustin
"Baik dok" jawab Frans
"Ayo sekarang kita tunggu Kenzo di ruang inap" ajak Frans pada Wijaya dan Dian
Kamar VIP yang sudah di sediakan oleh Frans.
....
Di lokasi yang berbeda Fadly dan kevin masih berada di kantor polisi.
"Pak Arifin,saya harap pihak kepolisian bisa segera menangkap Rivaldi" kata Fadly ,yang kini sedang duduk berhadapan dengan kepala kepolisian
"Kami akan berusaha terus mengejar pelakunya tuan Anderson" jawab polisi,yang bernama pak Arifin
"Kami akan menunggu kabar dari anda pak.
Kalua begitu kami permisi" pamit Fadly , menjabat tangan pak Arifin, bergantian dengan kevin
"Baik tuan Anderson dan tuan Nugraha.
Kami akan segera mengabari anda secepatnya" kata pak Arifin
Lalu Fadly dan Kevin meninggalkan kantor polisi.
Segera menuju rumah sakit.
"Apa sudah ada kabar tentang kondisi kenzo?" tanya Kevin ,saat ini sudah berada di dalam mobil bersama dengan Fadly
"Belum ada kabar.
Kita berdoa saja semoga Kenzo baik-baik saja" jawab Fadly ,yang kini mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit
"Semoga saja" kata Kevin ,berdoa agar sepupunya itu selamat
Tak lama kemudian,mereka tiba di rumah sakit,dan segera menuju ke ruangan Ellen.
"Sayang" panggil Fadly,pada Olivia yang kini sedang menjaga Ellen
"Kakak" kata olivia,berlari menghampiri lalu memeluk Fadly
Kevin berjalan mendekat ke arah Ellen yang masih menutup matanya.
"Apa dia belum sadar juga?" tanya kevin, memandangi wajah kekasihnya itu
"Belum kak.
Aku sungguh mencemaskan Ellen.
Di tambah lagi faa juga sedang di rawat,tadi dia sempat tak sadarkan diri" jawab Olivia,itu membuat Fadly dan Kevin terkejut mendengar kabar jika faa juga sempat tidak sadarkan diri
"Tapi faa kini sedang hamil.
Usia kandungannya 3 Minggu" lanjut Olivia , membuat kedua pria itu mengembangkan senyumnya.
Tapi tetap dengan raut wajah yang sedih.
__ADS_1
Mengingat jika kini kenzo sedang dalam penanganan medis
Anna tadi sudah menelepon Olivia,jika faa sedang di rawat juga.
Karena sempat tak sadarkan diri.
Anna juga sudah memberitahu Olivia jika faa kini sedang mengandung usia 3 Minggu.
Dan itu membuat Olivia bahagia setelah mendengar jika sahabatnya hamil.
"Aku ingin melihat adikku.
Aku juga belum tau kondisi kenzo" kata Fadly , ingin sekali melihat adiknya
"Aku ikut kak" kata olivia,dia juga ingin sekali melihat faa.
Tapi tadi berhubung tidak ada yang menjaga Ellen,jadi dia harus menunggu Fadly dan Kevin kembali
"Baiklah.
Aku akan menjaga Ellen.
Nanti aku akan melihat faa dan kenzo" kata kevin,dan dia balas anggukan oleh pasangan itu
Kevin sudah menghubungi ayah Ellen baru saja.
Di bahkan lupa memberitahu lebih awal,karena ketakutannya melihat Ellen.
Lemah tak berdaya.
Dan kini ayah Ellen sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Setelah mendapat kabar dari Kevin,jika kini putrinya sedang di rawat, setelah penculikan.
"Sayang bangunlah.
Aku tidak bisa melihatmu seperti ini!!" gumam kevin, menggenggam tangan Ellen.
Menundukkan wajahnya
"Kak Kevin"tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telinga kevin,dengan segera kevin mengangkat wajahnya.
Dan melihat Ellen sedang memandangi dirinya dengan tersenyum
"Ellen kamu sudah sadar" ucap bahagia Kevin, kini melihat kekasihnya itu tersenyum melihatnya
"Maafkan aku!!
Karena tidak bisa menjagamu,dengan baik" kata Kevin, melihat Ellen dengan wajah sedih karena tidak bisa melindungi kekasihnya
"Kakak sudah menjaga aku dengan baik.
Jangan berkata seperti itu" ucap Ellen, menatap Kevin
"Kak,apa faa baik-baik saja?" lanjut Ellen menanyakan sahabatnya itu.
Tapi yang di tanya hanya diam saja
"Kakak kenapa diam saja?
Apa faa baik-baik saja?" tanya lagi Ellen
"Faa baik-baik saja.
Tapi_" jawab Kevin ,tidak meneruskan perkataannya
"Tapi kenapa kak?" tanya Ellen penasaran
"Kenzo tertembak dengan pria yang bersama dengan rini.
Yang mencoba menembak faa,tapi Kenzo dengan sigap menjadi tameng untuk faa" jawab Kevin,dengan sedih
"Aku ingin melihat mereka!!" kata Ellen cepat ,mencoba untuk turun dari ranjangnya
"Tidak bisa!!
Kamu baru saja sadar Ellen.
Kita akan melihat mereka jika kondisimu sudah membaik" cegah Kevin, tegas pada Ellen
"Tapi mereka __
Hiks..Hiks..kenapa semua ini terjadi pada orang-orang yang aku sayang" tangis Ellen meratapi semua yang terjadi pada sahabatnya
"Semua akan baik-baik saja!!
Kabar baiknya sekarang faa,sedang mengandung" kata Kevin, memegang wajah Ellen
"Faa hamil,kakak serius?" tanya Ellen
"Iya sayang.
Faa saat ini sedang hamil,usia kandungannya 3 minggu" jawab kevin,itu membuat Ellen tersebut lebar.
Mendengar jika sahabatnya kini sedang hamil, membuat Ellen sungguh bahagia
"Kak aku ingin melihatnya" pinta Ellen pada Kevin, memohon agar dia bisa melihat faa dan kenzo
"Kita akan melihatnya nanti.
Kamu harus pulih dulu"ucap kevin tegas,dan itu membuat Ellen menurut saja
Tak lama pintu kamar Ellen terbuka,dan muncullah dari balik pintu pria paru baya.
Tak lain ayah Ellen,tuan Gery.
"Ayah" panggil ellen
"Sayang,apa kamu baik-baik saja?" tanya Gery khawatir pada putrinya
__ADS_1
"Ellen baik-baik saja ayah" jawab Ellen, memeluk ayahnya itu
"Syukurlah" lega Gery, mendengar anaknya baik-baik saja