
"Hallo Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya Anna,yang kini sedang menelpon putrinya
"Baik mah, bagaimana dengan mama,dan yang lain?" tanya balik faa
"Semuanya baik sayang,mama merindukanmu" kata anna terdengar sedih
"Faa juga merindukan mama" balas faa
"Sayang,kamu jadikan mengadakan 7 bulanan?" tanya Anna , menanyakan perihal 7 bulanan faa,yang mana 1 minggu lagi usia kandungannya 7 bulan
"Jadi mah,kalian akan datang ke Madrid bukan?" tanya faa,dia harap semua keluarganya datang
"Mama,papa pasti datang sayang" jawab Anna,karena tidak mungkin dia tidak menghadiri 7 bulanan putrinya
"Bagaimana dengan kakak?" tanya faa, menanyakan Fadly
"Mama tidak tau faa.
Setelah kakakmu pulang dari kantor nanti mama coba tanyakan" jawab Anna
"Baiklah mah" kata faa
"Kalau begitu mama tutup telponnya dulu ya sayang,jaga dirimu baik-baik" kata anna
"Iya ,mama juga" jawab faa,dan sambungan telepon dari Anna sudah berakhir
Anna kini sedang menatap keluar jendela kamarnya,dia sedang memikirkan sesuatu yang selama ini selalu menganjal hatinya.
"Mama" teriak olivia dari balik pintu kamar Anna
"Iya sayang , tunggu sebentar" jawab Anna, segera bangkit menuju pintu untuk membukanya
"Ada apa nak" tanya Anna
"Mama bisa buat rujak mangga muda tidak?" tanya Olivia,dengan manja pada Anna
"Bisa sayang,kenapa ?" tanya balik anna
"Mama bisakah Olivia minta tolong di buatkan rujak mangga muda" pinta olivia
"Bisa sayang,mama akan buatkan buat kamu" kata Anna, mengelus pipi olivia
"Terimakasih mama" ucap Olivia ,tersenyum manis
Anna dan Olivia lalu berjalan turun ke lantai satu menuju dapur.
Olivia duduk di meja makan ,sedangkan Anna meminta pelayan rumahnya untuk membeli mangga muda terlebih dahulu.
Sambil menunggu mangganya ,Anna membuat bumbu rujaknya terlebih dahulu.
Tak berapa lama pelayan yang di tugaskan untuk membeli mangga,sudah kembali.
"Ini nyonya" kata pelayan itu, menyerahkan mangga yang dia beli di supermarket
"Terimakasih" ucap Anna
Lalu Anna sibuk membuat rujak mangga muda untuk menantunya,yang kini tengah mengidam.
Olivia diam memperhatikan semua yang Anna kerjakan.
"Mama apa ada yang bisa Olivia bantu?" tanya Olivia , menawarkan bantuan pada ibu mertuanya itu
"Tidak perlu sayang,ini sudah mau selesai.
Kamu hanya perlu duduk manis saja,jangan sampai kelelahan" kata Anna,tanpa mengalihkan pandangannya dari apa yang sedang dia buat
Olivia lalu diam setelah mendengar ucapan ibu mertuanya.
"Sudah selesai" kata Anna
"Wahhh" seru Olivia ,dengan mata yang berbinar melihat rujak mangga muda buatan ibu mertuanya
Lalu anna meminta pelayan membawanya ke ruangan keluarga.
"Makanlah sayang" kata anna
"Terimakasih,mah" jawab olivia,lalu memakan rujak mangganya
Anna yang melihat Olivia sangat lahap memakan mangga muda itu hanya menggeleng kepala.
Karena Anna tau mangga itu pasti sangat asam.
"Mama tidak makan?" tanya olivia
"Tidak nak,kamu saja.
Mama tidak terlalu suka asam" jawab Anna,karena memang dia tidak suka makanan yang asam
"Ini sama sekali tidak asam mah" bantah Olivia,lalu kembali memakan rujaknya
__ADS_1
"Ya sudah kamu habiskan saja ya.
Mama ke kamar dulu ya sayang" kata Anna , pamit pada Olivia untuk ke kamarnya
"Iya mah" jawab olivia, mengangguk
Anna lalu meninggalkan Olivia sendiri di ruang tamu.
Setelah tiba di kamarnya,Anna segera membuka lemarinya.
Dan mengambil sesuatu,dari laci dalam lemarinya.
Anna duduk di atas tempat tidur,lalu membuka kotak yang dia ambil tadi dari dalam lemari.
"Bagaimana kabarmu sekarang?" gumam Anna, memegang sebuah foto
"Apa kau sama sekali tidak pernah merindukan aku sedikitpun?" lanjut Anna,yang kini sudah menangis, menatap foto yang ada di tangannya
"Apa aku benar-benar membuat mu menderita, sehingga aku tidak pernah bisa mendapatkan kasih sayang darimu!
Hingga detik ini aku selalu mencoba untuk membencimu,tidak mengingat mu lagi!!
Tapi aku tidak pernah berhasil melakukan itu,aku selalu teringat denganmu,bahkan aku selalu merindukanmu!!" tangis Anna , memeluk foto yang dia pegang
"Mama apa salahku!
Sehingga aku tidak pernah bisa mendapatkan perhatian kecil dari mu,sedikit saja..hiks..hisk" tangis Anna,begitu piluh
Yang di dalam foto itu,terlihat wanita cantik yang mirip dengan Anna.
Itu tak lain adalah ibu Anna.
•Flasback•
"Dasar anak nakal,selalu membuat aku repot saja!" kata ibu Anna ,begitu kesal
"Mama aku sama sekali tidak nakal mah" tangis Anna kecil
"Pergi dari sini,aku tidak mau melihat wajahmu itu!" titah ibu Anna
"Mama" panggil Anna kecil
"Pergi!! atau tidak aku akan mengurungmu ke gudang gelap itu lagi!" ancam wanita itu tak lain adalah ibu Anna
Anna pun pergi dari hadapan wanita itu,menuju kamarnya mengunci diri.
Malam harinya Anna bangun dan kembali menangis karena ucapan ibunya,yang tidak mau melihatnya lagi.
"Mama aku selalu menyayangi mu!
Aku tidak akan memperlihatkan wajah ku lagi,karena mama tidak suka akan hal itu" ucap Anna, meninggalkan rumah mewah itu
Anna pergi tanpa tau dia harus kemana lagi,yang dia tau keluarganya hanya mama dan ibu dari ayahnya.
Ibu ayahnya juga berada di luar negeri,dan Anna sama sekali tidak tau alamat neneknya.
Malam itu terlihat hujan turun begitu deras,Anna tanpa memperdulikan hujan dia terus berjalan di bawah guyuran hujan.
Cukup lama Anna berada di bawah guyuran hujan,Anna merasa kepalanya pusing dan seketika Anna sudah tidak sadarkan diri,di pinggir jalan.
Saat Anna bangun,dia merasakan berada di tempat asing baginya.
Bukan rumahnya,tapi rumah orang lain yang tidak di ketahui Anna.
"Hy kau sudah sadar"kata seorang anak laki-laki yang menghampiri Anna ,dan di belakang anak laki-laki itu ada seorang wanita cantik
"Kau sudah sadar anak manis" kata wanita itu , tersenyum menatap Anna
"Aku dimana ?
dan kalian siapa?" tanya Anna, melihat sekelilingnya
"Kamu ada di rumahku.
Tadi aku dan mamaku menemukan kamu di pinggir jalan ,tidak sadarkan diri" jawab anak laki-laki itu
"Terimakasih,karena sudah menolong aku" kata Anna, tersenyum
"Perkenalkan aku Frans,dan ini mamaku" kata anak laki-laki itu, mengulurkan tangannya pada Anna
"Aku Anna" jawab Anna, membalas uluran tangan Frans
"Sayang di mana rumah mu?" tanya wanita itu tak lain adalah Marley
"Aku tidak punya rumah bibi.
Mamaku tidak menginginkan aku,dia tidak suka melihat wajahku" jawab Anna, tertunduk sudah menitihkan air matanya
Marley dan Frans yang melihat Anna sedih seperti itu.
__ADS_1
Tidak bertanya lagi, mereka tau jika Anna pasti sangat sedih saat ini.
"Baiklah Anna,kamu bisa tinggal di sini dengan kami" kata Marley, memeluk Anna
"Terimakasih,tapi apa aku tidak merepotkan kalian?" tanya Anna
"Tidak sama sekali sayang" jawab Marley
"Kamu bisa menjadi teman aku" sambung frans tersenyum pada Anna
Sudah satu bulan Anna tinggal di rumah Frans,tapi sampai saat ini tidak ada yang mencari anna.
Dan Marley,Frans yang awalnya hanya berlibur di Indonesia,harus kembali ke Madrid.
Karena Marley merasa tidak ada orang yang mencari anna,dia pun akhirnya membawa Anna ikut ke Madrid.
Dan sejak saat itu,Anna dan Frans tumbuh bersama di Madrid.
•Flasback end•
"Bahkan kau tidak pernah mau melihat wajahku..hiks..hiks" gumam Anna, berbaring di atas tempat tidur menatap langit-langit kamarnya
"Jika saja saat itu tidak ada mama Marley dan mas Frans,aku tidak tau bagaimana hidupku saat ini" ucap anna, mengingat kebaikan suaminya dan ibu mertuanya
"Mama saat ini aku sudah memiliki 2 anak.
Ingin sekali aku memperkenalkan mereka padamu.
Tapi aku takut,mama masih tidak mau melihat wajahku" ucap anna,air matanya terus saja mengalir
Sebenarnya Anna,sudah beberapa kali ini pergi ke suatu tempat,hanya untuk melihat wanita yang sudah melahirkan dirinya.
Tentu saja tanpa sepengetahuan suaminya Frans.
Tapi Anna hanya melihat ibunya dari kejauhan.
Anna masih belum berani , menunjukkan dirinya pada ibunya itu.
"Anna kenapa kamu menangis?" tanya Frans panik,yang kini tiba-tiba sudah berada di atas tempat tidur terlihat dia baru saja kembali dari kantor
"Mas" ucap Anna, langsung bangkit mengusap air matanya
"Kau sudah pulang,kenapa aku tidak menyadarinya" kata anna, tersenyum pada Frans
"Anna ada apa?
Kenapa kau seperti ini?"tanya Frans, memergoki istrinya sedang menangis
Anna diam,dia tidak tau harus menjawab apa pada suaminya.
Karena jika dia berbohong,pasti suaminya akan tau jika saat ini dia sedang berbohong.
"Sayang kamu kenapa?
Jawab aku,dengan jujur!" tegas Frans, menatap Anna dengan memegang pundaknya
"Apa aku salah jika aku ingin memperkenalkan kedua anakku pada ibu kandung ku mas?
Aku merindukannya!!" tanya Anna , menatap Frans dengan air mata sudah mengalir begitu saja
"Kamu mengingatnya lagi" kata frans,menarik Anna ke dalam pelukannya
Frans tau betapa istrinya itu sangat merindukan ibu kandungnya.
Sampai saat ini Anna,tidak pernah menyinggung soal ibunya, tapi Frans selalu memergoki Anna menangis,dan itu Frans yakin jika yang di tangisi anna adalah ibunya.
"Aku belum bisa menemuinya mas,aku takut dia akan memperlakukan aku seperti dulu di hadapan kedua anak kita.
Aku tidak mau jika itu terjadi,aku hanya takut jika Fadly dan faa akan marah saat aku di perlakukan seperti itu" ucap Anna, tangisannya begitu piluh
"Aku tidak mau kedua anakku membenci neneknya sendiri,jika mereka tau bagaimana perlakuan neneknya dulu pada mamanya"lanjut Anna
"Dan sampai saat ini juga,aku selalu datang ke rumah itu.
Tapi aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan.
Dia tidak suka melihat aku,mas hiks..hiks" kata Anna , memeluk erat Frans
Frans diam,dia tidak tau harus melakukan apa.
Selama ini Frans selalu ingin menemui ibu Anna ,tapi Anna selalu mencegahnya.
Alasannya Anna tidak mau jika sampai dia di hina oleh ibunya.
Aku akan selesaikan ini semua!
Aku tidak akan membiarkan kamu,terus meratapi orang yang sama sekali tidak menerima kehadiran mu! batin Frans,sudah cukup dia sabar selama ini , melihat istrinya menderita karena ibu kandungnya sendiri
....
__ADS_1
Siapa tuh ibunya Anna?