Nona Milik Tuan Mafia!

Nona Milik Tuan Mafia!
Aksi Anastasya


__ADS_3

Anastasya pun segera melancarkan aksinya. Ia langsung berjalan masuk ke pantry yang terdapat di lantai yang sama.


Karena pantry itu khusus untuk menyajikan makanan yang akan dihidangkan untuk Elea, jadi hanya ada seorang perawat yang dipercaya untuk mengurus makanan di sana. Itu artinya sangat mudah bagi Anastasya untuk menyingkirkannya.


Setelah sampai di pantry, ia melihat punggung seorang wanita berpakaian perawat rumah sakit yang sedang sibuk menyiapkan sesuatu. Ya, perawat itu pasti sedang menyiapkan makan siang untuk Elea. Tanpa berlama-lama lagi, Anastasya mengambil sapu tangan yang sudah dibubuhi cairan obat tidur dengan dosis yang cukup tinggi.


Perlahan-lahan wanita bernama Anastasya itu berjalan dari belakang perawat itu. Setelah ia rasa dekat dengan perawat itu dan mudah untuk menjangkaunya, Anastasya dengan sigap langsung menyergapnya dari belakang dan menempelkan sapu tangan itu tepat ke hidung dan mulut perawat itu.


Anastasya membekapnya dengan kuat, sedangkan perawat itu meronta-ronta karena mulai kehabisan oksigen. Hingga tak lama kemudian, perawat itu sudah terkulai lemas karena obat tidurnya bekerja.


Ketika perawat itu pingsan, Anastasya segera menyingkirkannya ke tempat yang aman. Lalu ia memakai pakaian serta seluruh perlengkapan yang dipakai oleh perawat itu— masker, kacamata, dan lainnya.


Setelah itu, segera dituangnya racun bubuk itu ke makanan serta minuman Elea. Ia menambah dosisnya seperti yang diperintahkan oleh pria yang diteleponnya tadi.


"Anastasya."


DEGG


Anastasya terkejut. Ia mematung beberapa saat karena namanya dipanggil oleh seseorang yang tiba-tiba datang dari belakangnya. Dari arah pintu masuk pantry.


"Kenapa kau lama sekali menghidangkan makanan Nyonya Elea?" Ucap wanita itu yang ternyata adalah perawat lainnya.

__ADS_1


'Apa nama perawat yang di sini juga Anastasya?' Benak Anastasya. Ia tak dapat menghentikan keringat dingin yang bercucuran di wajahnya. Sepertinya ia sangat ketakutan sekarang.


Anastasya tentu saja tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum dari balik maskernya, lalu menunduk pada wanita yang datang itu.


Wanita itu kemudian tertawa pelan, lalu berkata, "Astaga, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau jadi sopan begini?—Ah sudahlah, cepat bawa makanannya."


Setelah itu, wanita itu akhirnya pergi lebih dulu meninggalkan Anastasya.


"Fyuhh~" Anastasya menghembuskan napas lega.


Setelah berjalan dan sampai di ruangan Elea yang hanya berjarak beberapa langkah saja dari pantry, Anastasya segera menghidangkan makanan dan minuman yang dibawanya untuk Elea.


Anastasya kemudian menunduk hormat. Dalam hati, ia berkata, 'Sama-sama, dan segeralah mati dengan tenang!"


Setelah menyelesaikan makanannya, Anastasya segera membereskan dan membawa piring serta gelas Elea untuk kemudian dicuci.


'Seharusnya dia takkan bertahan malam ini.' Yakin Anastasya dalam hatinya.


Setelah semua rencananya sudah beres, Anastasya mengganti bajunya dan bersiap untuk meninggalkan tempat itu. Namun sebelum itu, ia meminta kepala pengawal yang berjaga tadi untuk mengurus CCTV. Ia tidak ingin jejaknya sampai terendus. Ia ingin lolos seperti yang dari dulu dilakukannya saat Anastasya melancarkan aksinya.


.

__ADS_1


.



Halo everyone everytwo everything!!


Terimakasih ya bagi kalian yg masih setia buat nungguin dan ikutin ceritaku.


"Kak, kok chapter ini sedikit sih?" —Iya, soalnya kalo digabung ke yg sebelumnya, chapter sblmnya kebanyakan deh rasanya. Kalo digabung ke chapter depan rasanya ga nyambung, ga bngt gitu. Jdi aku buat chapter tersendiri, sekalian jwb sedikit kebingungan readers.


Nah, bagi yang bingung dan nanya, "kak, udh chapter segini, kok ML dan FL belum juga ada interaksi yg gimana-gimana sih? Belum banyak gituloh."


Iya iya sabar ya... Sebentar lagi bakal banyak banget kok interaksi antara mereka berdua. Awal-awal dikasih tipis-tipis aja dulu, reaksi mereka pas ketemu juga kan udh dikasih liat. Disha yang ngerasa si bang Ello misterius dan dingin banget orgnya, dan si Ello yg bakal ngira Disha itu cewe-cewe manja yg ngerepotin, berisik, dan taunya cuma ngabisin duit😑. Taulah, Disha kan cucu dri pengusaha super rich kan, pastilah Ello mikirnya Disha gitu. Eh, tapi ini diceritain di chapter kedepannya sih hehe.


Intinya, pertemuan dan interaksi mereka yang lebih banyak tinggal nunggu beberapa chapter lagi sih. Jadi sabar ya liat uwu-uwunya.


Aku fokusin dulu nih sama latar belakang kedua pemeran utama yang membuat interaksi mereka ke depannya bakal lebih nyambung gitu. Yang pasti, dari awal, mereka emang udah saling terlibat. Bahkan dari sebelum lahir. Ciahh malah spoiler. Wkwkwk


Oh ya, ada banyak juga teka-teki dan plottwist dri cerita ini, yok sama2 kita tebak dehh siapa villainnya. Hehehe...


Oke, sekian dulu yaa... Makasih sekali lagi udh ngikutin ceritaku. Jangan lupa likenya dan subs yaa... Love yaa~~

__ADS_1


__ADS_2