
(Rrrrr…rrrr..)
Ponsel milik Selvi bergetar. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan whatsapp yang dikirim kepadanya. Ternyata dari Riana, sahabatnya.
📱(Sel kalau nggak sibuk, datang ya ke coffee shop ku jam 7 malam nanti. Aku baru buka coffee shop. Ditunggu!)
Selvi pun membalas,
📱(Wah, pasti aku kesana Ri. Share lokasi nya ya. Biar nanti habis dari kantor langsung menuju tkp).
Setelah mengirim pesan, tidak lupa Riana juga mengirim lokasi tempat coffee shop nya. Selvi pun membalas pesan whatsapp Riana dengan singkat,
📱(Oke Riana.)
***
Jam sudah menunjukkan pukul 18.30. Selvi pun merapikan berkas-berkas di atas meja nya dan bersiap-siap meninggalkan ruangan kantornya. Ia pun mengambil ponselnya dan menelepon ke rumah,
📞"Halo.." terdengar suara di ujung telepon.
📞"Halo mah, Selvi pulang agak telat ya. Soalnya Selvi mau ke coffee shop nya Riana, teman SMA Selvi dulu."
📞"Iya nak. Jaga kesehatan dan jangan terlalu larut malam ya." kata mamah Selvi mengingatkan.
📞"Siap mah."
Telepon pun ditutup dan Selvi pun bergegas menuju mobilnya dan pergi ke tempat Riana.
***
Sesampainya di coffee shop Riana, Selvi pun masuk ke dalam. Disana Riana sudah menunggu bersama dengan beberapa orang yang Selvi kenal. Ya, teman-teman nya semasa SMA dulu.
"Hai Sel, makasih ya sudah datang," sapa Riana.
"Wah, seakan reuni ya kita. Semua pada datang," balas Selvi sambil menyapa yang lain.
"Iya Sel, Riana tadi menghubungi kita semua untuk jadi tamu pertama di coffee shop nya," ucap Tiara sambil melirik Riana.
"Iya. Untungnya aku habis dinas pagi. Di kabari Riana langsung kemari," jawab Rachel yang masih menggunakan seragam dinas kepolisiannya.
__ADS_1
Riana pun berkata, "Teman-teman, aku khusus mengundang kalian kemari untuk meresmikan coffee shop ini yang ku beri nama Nuansa Lima Dara, seperti nama grup kita sewaktu SMA."
"Wah… jadi terkenal dong nama grup kita," kelakar Selvi disambut dengan tawa kecil yang lain.
"Sama seperti jaman kita SMA. Nuansa Lima Dara terkenal dengan kecantikan dan kepandaian anggota grupnya," sahut Tiara.
"Plus ada yang hobi bolak-balik ruang BP," celutuk Riana sambil matanya mengarah ke Rachel.
"Itu kan karena adik-adik kelas ada yang suka bertingkah aneh-aneh. Sok kecantikan dihadapan kakak kelas. Bahkan sampai mengambil gebetan kakak kelas, makanya dikasih pelajaran sedikit. Eh tahu nya malah kena lapor ke guru BP," Rachel mengklarifikasi.
"Oh iya benar. Dulu kan kamu kecantol dengan anak baru pindahan dari Jakarta itu. si... ahhh... lupa namanya," balas Tiara.
"Teguh kalau nggak salah..." jawab Selvi.
"Lah... itu kan masa lalu. Bahaya loh kalau suamiku dengar dan tahu," kata Rachel.
Semua pun tertawa terbahak-bahak.
"Buka nya coffee shop ini juga jadi keberuntungan buat ku. Karena Riana mengajakku bekerja disini. Kebetulan semenjak bercerai, Aku jadi single parent. Jadi untuk menghidupi diri dan anakku, aku harus punya pekerjaan dan rejeki itu datang saat Riana mengajakku bergabung disini," ucap lirih Mira.
"Lho, kamu sudah bercerai dengan Bang Agus?" tanya Rachel.
Sambil mengangguk, Mira pun menjawab, "Iya, sudah tujuh bulan yang lalu. Penyebab kami bercerai karena bang Agus berselingkuh dan selingkuhan nya hamil dan minta tanggung jawab."
"Pengaruh lingkungan tempat kerja nya Sel. Bang Agus kan kerja jadi driver truk di perusahaannya," jawab Mira.
"Jadi maksudmu bang Agus suka singgah ke tempat jablay begitu?" kelakar Tiara.
"Ya begitulah…" balas Mira.
"Padahal kalian kan pacaran mulai kelas 2. Trus anak-anak di tempatmu?" tanya Selvi lagi.
"Iya."
"Tapi bang Agus tetap mengasih uang buat anak-anakmu?" tanya Rachel serius.
"Untuk biaya sekolah anak ku, bang Agus masih mengasih," jawab Mira.
"Ya udah, mending cari yang baru untuk pengganti bapak nya anak-anak," celutuk Rachel.
__ADS_1
"Wkwkw… aku lagi pengen sendiri dulu. Masih trauma dengan pernikahan dan pengen fokus merawat anakku sampai besar nanti. Mending kalian carikan tuh si Selvi sama Tiara jodoh supaya jangan keburu tua," gurau Mira.
"Lah kok kami?" kata Selvi dan Tiara berbarengan disambut gelak tawa semua.
Riana pun berkata, "Iya dong. Apa sih yang kurang dari kalian? Yang satu direktur perusahaan, satu lagi dosen. Sama-sama cantik. Sibuk mikirin kerjaan sih."
Tiara langsung menjawab, "Kalau aku masih menunggu adik-adik ku selesai pendidikannya. Maklum lah anak pertama. Terus orang tua sudah nggak ada lagi. Jadi tanggung jawab ku lah menjadikan adik-adik gue sarjana."
"Trus kalau dirimu Sel?" tanya Riana.
"Sebenarnya sih aku sudah ada pacar. Tapi belum memikirkan jenjang pernikahan. Masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing," jawab Selvi.
"Ayo dong secepatnya supaya kami bisa jadi pagar ayu," guyon Rachel.
"Nggak sekalian pagar betis?" balas Selvi.
Riana pun berdiri dan berkata, "Ya udah, gimana kalau kalian mencoba kopi andalan dari coffee shop ini."
"Iya nih biar gue buatkan spesial buat kalian," lanjut Mira sambil berdiri menuju tempat bartender.
***
Tak lama berselang Mira pun membawakan beberapa gelas berisi kopi andalan dari coffee shop untuk mereka. Semua pun menikmati kopi buatan Mira.
"Oh ya Riana, kenapa coffee shop ini diberi nama geng kita waktu SMA?" tanya Selvi.
Riana pun menjawab, "karena aku mengambil filosofi persahabatan kita yang tetap bertahan mulai dari SMA sampai sekarang. Ku harap coffee shop ini akan tetap bertahan seperti persahabatan kita di tengah-tengah persaingan dagang dengan coffee shop lain yang sudah lama ada di kota ini. Kalian semua nggak keberatan kan?"
"Nggak…" jawab yang lain serempak.
Mereka pun melanjutkan menikmati kopi buatan Mira dan mengobrol tentang kehidupan mereka sampai malam pun menjelang. Hingga satu persatu dari mereka pamit pulang ke rumah termasuk Selvi.
"Terimakasih buat semuanya yang sudah meluangkan waktu mengunjungi pembukaan coffee shop ku. Kapan-kapan mampir kemari lagi ya," ucap Riana.
"Pasti dong Ri. Mulai sekarang tempat ini jadi basecamp kita kok," kata Rachel.
Semua mengangguk dan mulai meninggalkan coffee shop termasuk Selvi. Ia pun menuju tempat parkir mobil dan mulai meninggalkan tempat itu.
Saat di perjalanan mau pulang ke rumah, Selvi pun terkejut dengan pemandangan yang ia lihat di jalan. Terlihat Tiara sedang dibonceng sepeda motor dengan seseorang yang ia sangat kenal. Ya… dia adalah mas Yudi, kekasihnya.
__ADS_1
"Bagaimana mas Yudi bisa kenal dengan Tiara? Apakah mas Yudi berselingkuh di belakang ku? Tapi kenapa harus dengan sahabatku sendiri?" pikiran Selvi berkecamuk dengan berbagai macam pertanyaan dan perasaan hati yang hancur.
***