
Riana mengambil ponselnya dan menghubungi Tiara,
📞"Halo Ri…" suara Tiara dari ujung telepon.
📞"Kamu sibuk sekarang, Ya?" tanya Riana.
📞"Baru selesai mengajar. Ada apa Ri?" tanya balik Tiara.
📞"Bisa nggak habis ini Yaya ke coffee shop ku, mumpung yang lain juga pada ngumpul disini. Sekalian ada yang mau dibicarakan," kata Riana.
📞"Penting banget ya? Sampai aku ditelepon buat ngumpul?" tanya Tiara.
📞"Iya…"
📞"Oke deh, aku langsung meluncur ke coffee shop mu."
📞"Ditunggu…"
Panggilan telepon pun berakhir.
"Tiara katanya otw kesini," kata Riana kepada yang lain.
"Semoga Tiara tidak emosi dengan ini," kata Selvi dengan lirih.
"Tenang Sel, ada kami kok. Kita jamin masalah ini kelar tanpa ada emosi dan mengganggu persahabatan kita," Riana meyakinkan Selvi.
"Iya Sel, ada kami disini," sambung Mira.
***
Tiara pun sampai di kafe dengan diantar oleh ojek online, kemudian Tiara masuk kedalam dan menemui sahabat-sahabatnya,
"Kayaknya penting banget nih. Sampai semua pada ngumpul. Eh ya, Rachel mana?" tanya Tiara.
"Dia lagi ada tugas negara, Ra," jawab Riana.
"ooh..." Tiara pun duduk bersama teman-temannya.
"Oh ya Ra, kamu mau pesan apa?" tanya Mira.
"Americano aja. Tapi kasih gula dikit ya. Soalnya rasa ngantuk oleh kemarin malam begadang menulis nilai buat mahasiswa," jawab Tiara.
Mira pun meninggalkan teman-temannya menuju ke meja bartender untuk membuatkan kopi sahabatnya itu.
"Oh ya Ri, tadi apa yang mau dibicarakan?" tanya Tiara kepada Riana.
"Tapi sebelumnya kamu janji ya tidak akan marah pada kami," pesan Riana.
"Hmm... iya, tapi apa dulu. Aku gak ada buat salah kan sama kalian," kata Tiara agak kebingungan.
Riana mulai bercerita, "Gak lah, kamu gak ada salah apa-apa. Jadi begini, sewaktu kita pertama kali berkumpul disini dan waktu pulang, Selvi melihat kamu diantar seseorang,"
__ADS_1
"Oh, itu mas Yudi. Pacarku," jawab Tiara.
"Udah berapa lama kalian pacaran?" tanya Selvi.
"Sekitar 3 bulan."
"Nah, topik ini yang mau kami bahas ke kamu," kata Riana kembali.
"Hah... ada apa dengan mas Yudi," Tiara penasaran.
Selvi pun mulai bercerita, "Jadi gini, mas Yudi yang sekarang jadi pacarmu itu adalah seorang buaya darat. Dia adalah tunanganku dan kami sudah pacaran setahun. Dan jujur aku agak syok waktu kamu dibonceng dengan mesra dengan mas Yudi. Jujur sakit memang waktu tahu ternyata mas Yudi selingkuh, tapi lebih sakit lagi ternyata dia selingkuh sama sahabatku sendiri."
"Hah! Yang benar dirimu Sel?" tanya Tiara dengan terkejut.
Selvi pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto nya bersama dengan mas Yudi kepada Tiara. Dengan ekspresi yang begitu terkejutnya Tiara menatap foto foto di layar ponsel Selvi.
"Aku terkejut dengan semua ini. Bisa-bisanya mas Yudi membohongi kita, dan berselingkuh. Yang lebih menyakitkan ternyata aku yang jadi selingkuhannya dan pacarnya adalah sahabatku sendiri," geram Tiara.
"Kita harus menyelesaikan semua ini. Gimana menurut kamu Ya?" tanya Selvie disambut dengan anggukan kepala Tiara.
"Gimana kalau kita bongkar saja kelakuan busuknya lelaki ini disini?" usul Riana.
"Caranya?" Tiara dan Selvi kompak bertanya.
Riana pun mulai menjelaskan usulnya, "Tiara hubungi mas Yudi ini. Ajak dia kumpul ditempat ini. Selvi sembunyi dulu termasuk mobil mu jangan parkir disini dulu. Nanti aku suruh sopir ku bawa mobil mu agak menjauh dari sini. Nah setelah situasi nya memungkinkan, baru Selvi keluar dan menyelesaikan semua bersama dengan Tiara."
Selvi dan Tiara setuju dengan usulan Riana. Kemudian Tiara berkata kepada Selvi, "Sel... aku minta maaf ke dirimu karena aku udah selingkuh dengan tunangan mu."
"Bukan salah kamu Ya. Kita disini sama-sama korban dari lelaki busuk ini," jawab Selvi.
Sekitar lima belas menit kemudian, datanglah pak Anto sopir dari Riana.
"Siap bu, mana mobil yang saya bawa?" tanya pak Anto.
Selvi pun mengasihkan kunci mobil dan 7 lembar uang seratus ribu kepada pak Anto sambil berkata, "Ini kunci nya pak. Mungkin saya sambil minta tolong bawa mobil saya ke SPBU untuk diisi bahan bakarnya 300 ribu, sisanya silakan bapak pakai untuk keperluan bapak."
"Wah ini kebanyakan bu," kata pak Anto sedikit sungkan.
"Nggak apa-apa pak. Saya ikhlas," balas Selvi.
Pak Anto pun pamit sambil membawa mobil Selvi.
"Nah sekarang Tiara telepon lelaki itu, Selvi sembunyi dulu di ruanganku. Mir, kamu bawakan Selvi ke ruanganku ," kata Riana.
Selvi pun mengikuti Mira menuju ruangan Riana. Sedangkan Tiara menelepon mas Yudi untuk datang ke coffee shop.
***
Setengah jam berlalu, tibalah Yudi ke coffee shop. Dari jauh dilihatnya Tiara duduk bersama dengan teman-temannya. Dia pun mendekati Tiara dan teman-temannya.
"Hai sayang..." kata Yudi sambil hendak memeluk Tiara namun ditepis oleh tangan Tiara.
__ADS_1
"Duduk mas, sambil pesan minumannya," kata Tiara.
Yudi pun memesan kopi spesial dari coffee shop.
"Tumben gak barengan sama aku kesini?" tanya Yudi.
"Aku kesini tadi ada masalah yang penting," jawab Tiara.
"Masalah apa?"
"Sebentar lagi kamu akan tahu, mas."
Tak lama kemudian muncul lah Selvi dan mendatangi tempat mereka. Seketika itu pula Yudi terkejut bukan main.
"Hai mas Yudi," sapa Selvi dengan senyum dan duduk disamping Tiara.
Seketika muka Yudi pun berubah menjadi pucat dan selalu tertunduk.
"Kenapa mas? Kok mukanya jadi pucat. Kamu sakit?" tanya Tiara.
"Eee... nggak kenapa-kenapa," jawab Yudi terbata-bata sambil tetap tertunduk.
Selvi pun berkata, "Kaget ya mas melihat aku disini. Oh ya, aku mau cerita sedikit. Aku dan Tiara ini sahabat mulai SMA dan kamu dengan tega nya berselingkuh dengan sahabatku sendiri."
Tiara pun menambahkan, "Awalnya kukira dirimu yang terbaik mas, ternyata ekspetasi ku salah. Kamu menjadikan ku selingkuhanmu dan kebetulan pula pacarmu itu sahabatku sendiri. Selamat mas, kamu ketahuan."
Dengan sedikit bernada marah, Yudi pun berkata, "Jadi kamu menyuruhku datang kesini hanya untuk ini? Selamat buat kalian."
Selvi pun membalas, "Seharusnya yang marah itu kami, kamu telah menduakan cintaku dan berselingkuh dengan sahabatku."
"Jadi apa mau kalian selanjutnya? Putus atau masih tetap menjadi pacarku?" tanya Yudi dengan sedikit tertawa sinis tanpa beban.
"Gila kamu mas, yang jelas aku tidak mau lagi mempunyai hubungan dengan mu," kata Selvi dan melemparkan cincin tunangannya ke arah Yudi.
"Aku pun sama seperti Selvi, mulai saat ini hubungan kita cukup sampai disini. Pergi kau dari sini dan dari kehidupanku," Tiara menimpali.
Yudi pun beranjak dari tempat duduknya sambil berkata, "Ingatlah kalian berdua akan kubuat menyesal dengan peristiwa hari ini."
Yudi pun pergi dari coffee shop dengan perasaan dongkol.
***
Setelah Yudi meninggalkan coffee shop, Tiara pun berkata kepada Selvi, "Maaf Sel kalau semua jadi seperti ini."
"Nggak apa-apa Ya. Yang salah si lelaki buaya itu. Kita disini hanya korban. Tetap kamu sahabatku," kata Selvi.
"Benar apa yang dikatakan Selvi, dan aku suka dengan tindakan kalian," balas Riana.
"Tapi aku masih takut dengan kata-kata terakhir dari mas Yudi tadi," kata Tiara.
"Tenang, Ya. Paling itu cuma gertakan sambal si buaya," kata Selvi menenangkan Tiara.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan bercerita sambil menunggu pak Anto, sopir Riana datang membawa mobil Selvi.
***