Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Kembali ke Tempat Kerja


__ADS_3

Di coffee shop nuansa 5 dara, Selvi, Riana, Rachel dan Mira pun menunggu kedatangan Tiara ke tempat mereka,


"Mana nih yang ngajak kita ngumpul disini?" tanya Rachel.


"Iya nih. Belum kelihatan batang hidungnya. Kata Tiara sih si Heru mau traktir kita," kata Selvi.


"Berarti aku sama Mira ditraktir juga nih kayaknya," celutuk Riana.


"Lah, mana ada yang punya jualan ditraktir jualannya sama pembelinya," sahut Selvi.


"Nah kalau aku berarti bisa dong. Soalnya kan aku bukan pemilik," celutuk Mira.


"Memang sih dirimu bukan pemilik, tapi kamu yang buat kopinya. Sama saja," kata Rachel disambut gelak tawa yang lain.


Tak lama kemudian, datanglah Tiara dan Heru ke tempat itu. Tiara membawa bungkusan berisi martabak spesial dan menaruhnya di meja mereka,


"Apaan nih Ra?" tanya Riana sambil memegang bungkusan yang ditaruh Tiara.


"Martabak spesial. Spesial kayak aku," celutuk Tiara.


"Oh ya, yang lain kalau mau mesan kopi atau apapun pesan aja, saya yang traktir," ucap Heru.


"Berarti aku sama Mira juga dapat traktirannya kan mas Heru?" tanya Riana.


"Iya mbak. Silakan pesan aja," jawab Heru.


"Ya udah, kalian pesan apa biar aku buatkan," kata Mira.


Mereka pun menyebutkan pesanan masing-masing. Setelah itu Mira pergi ke meja bartender untuk membuatkan pesanan mereka semua.


"Mohon maaf nih sebelumnya, dalam rangka apa ya kami ditraktir semua mas Heru?" tanya Rachel.


"Dalam rangka hari jadian kami hari ini," kata Heru.


"Lah katanya kan nunggu sebulan jawaban dari Tiara. Ini masih dua minggu loh," tanya Selvi agak heran.


"Nih, si mas Heru nya curang," sahut Tiara.


"Curang kenapa Ra?" tanya Riana lagi.


Tiara pun lanjut berkata, "Kan besok dia mau balik ke Kalimantan, cuti nya besok habis. Lagian mamahnya kan sudah selesai operasi. Makanya dipercepat masa training pacarannya."


Semua pun tertawa mendengar perkataan Tiara barusan.


"Berarti habis ini pacarannya LDR dong. Sudah siap nggak Ra dengan pacaran LDR?" tanya Selvi.


"Mau nggak mau aku harus siap. Makanya sebelum dia berangkat ke Kalimantan, Ku ikat dulu dia dengan hubungan supaya dia nya nggak kepincut cewek-cewek disana," celutuk Tiara.


"Lah kan nanti kalian jauh, emang dirimu bisa menjamin mas Heru ga selingkuh?" tanya Rachel.


"Kan kalau dia selingkuh, tinggal ku suruh aja kamu tangkap dia dan masukkan penjara polsek. Kasusnya buat anak orang menderita," sahut Tiara sekenanya.

__ADS_1


"Lah, aku gak bisa nangkap orang seenaknya Ra. Belum ada undang-undang nya buat lelaki buaya. Paling kita kebiri aja supaya dia gak macam-macam," ucap Rachel.


"Kalau dikebiri bahaya Hel. Nanti malah kalau kami sudah merried, gak bisa punya anak lagi," sahut Tiara yang mengundang semua tertawa.


"Tenang mbak Rachel dan semuanya, saya janji kok akan menjaga cinta saya kepada Tiara," kata Heru.


Mira yang datang dengan membawa pesanan mereka semua, ikut nimbrung dalam obrolan, "Apa alasannya mas menjaga cinta nya mas kepada sohib kami Tiara?"


"Sederhana saja mbak. Tiara ini adalah cinta pertama saya yang selalu saya mimpikan. Dan Tuhan mempertemukan kembali saya dengan Tiara disini. Makanya saya ingin merayakan hari jadian kami disini. Jika ditanya apakah saya bersungguh-sungguh mencintai Tiara? Saya memastikan untuk menutup hati saya dengan perempuan lain karena hati saya hanya untuk Tiara sampai kami akhirnya dipersatukan dalam ikatan pernikahan," jawab Heru.


"Buktinya apa?" tanya Riana.


"Bentar," kata Heru beranjak pergi menuju ke mobilnya. Beberapa saat kemudian, Heru kembali ke tempat mereka berkumpul sambil membawa 2 buah kotak kecil yang dibuka ternyata berisi cincin perak.


"Cincin ini memang bukan cincin emas, tetapi cincin ini melambangkan hubungan saya dengan Tiara satu dan tidak akan lepas sampai cincin ini berganti dengan cincin emas pernikahan," kata Heru sambil menyematkan cincin itu di jari manis Tiara.


Muka Tiara langsung memerah saat Heru menyematkan cincin di jari nya.


Sementara yang lain melihat keromantisan Heru langsung berekspresi senang, bahkan sampai ada yang cuit-cuit hingga menambah merah muka Tiara.


"Nggak nyangka mas nya yang dikira cuma humoris ternyata juga bisa romantis," sahut Mira.


"Iya dong. Demi pujaan hati," kata Heru.


"Gombal," celutuk Tiara.


"Biarin. Gombal nya sama orang yang disayang juga" balas Heru.


"Jam 11 pesawatnya berangkat, jadi jam 9.30 sudah harus ada di bandara," jawab Heru.


"Kami nanti boleh nggak ikut ngantarkan? Tentunya yang tercinta si Tiara juga ikut," kata Selvi.


"Boleh mbak. Asal nggak merepotkan," kata Heru.


"Oke deh. Kami nanti ikut nyusul ke bandara," jawab Selvi diikuti anggukan kepala yang lain.


Mereka pun meminum kopi pesanan mereka dan memakan martabak yang tadi dibawakan oleh Tiara.


***


Pagi itu, Heru didampingi dengan mamah dan adiknya si Dani sudah berada di bandara Soekarno-Hatta. Heru celingak-celinguk mencari keberadaan Tiara dan sahabat-sahabatnya.


"Nyari siapa nak?" tanya mamahnya Heru.


"Nyari pacarnya mah. Itu lho dosennya Dani," celutuk Dani.


"Apaan sih Dan," kata Heru sewot.


"Oh ya bang, emang bu dosen kemari?" tanya Dani.


"Katanya sih dia sama teman-temannya kemari," jawab Heru.

__ADS_1


Tak lama kemudian datanglah rombongan Tiara dan teman-temannya mendekati Heru. Kemudian Tiara mencium tangan mamah nya Heru.


"Ini mah, bu dosennya Dani yang sekarang jadi pacarnya bang Heru," celoteh Dani kepada mamahnya.


"Kok bawel sih ni anak?" tanya Heru sambil cemberut.


"Biarin. Oh ya bang, berarti aku panggilnya tetap bu dosen atau kakak ya?" tanya Dani.


"Suka-suka mu lah," jawab Heru sekenanya.


"Kalau dikampus panggil bu dosen karena hirarki di kampus, kalau disini panggil mbak aja," jawab Tiara.


"Tuh sudah dijawab. Puas kamu," kata Heru.


Yang lain termasuk mamahnya Heru pun tertawa melihat tingkah Heru kepada adiknya.


"Oh ya sayang, udah cek in tiket?" tanya Tiara.


"Ini mau cek in," kata Heru.


"Yok kudampingi," sahut Tiara.


"Lah kami juga ikut Ra," sahut Rachel.


Merekapun mendampingi Heru untuk cek in tiket di loket. Setelah selesai, mereka pun mengiringi Heru ke terminal keberangkatan. Untungnya Rachel bisa berkomunikasi dengan petugas bandara hingga mereka bisa masuk ke dalam terminal keberangkatan dan duduk disana sambil menunggu keberangkatan.


"Sayang aku boleh nggak minta tolong?" tanya Heru.


"Minta tolong apa sayang? Kalau bisa ku bantu, pasti ku bantu," jawab Tiara.


"Selama diriku di Kalimantan, boleh titip sesekali jenguk mamah di rumah. Terus kalau si bocah ini nakal dikampus, hukum aja. Kalau masih bebal, kabarin aku atau mamah," kata Heru sambil menunjuk Dani.


"Enak aja aku dibilang bocah. Noh tanya bu dosen, aku dikampus alim kok," jawab Dani dengan sewot hingga membuat yang lain tertawa.


Akhirnya pengumuman tanda penumpang disuruh naik ke pesawatpun berkumandang. Heru pun mendekati semua mulai dari mamahnya dan mencium tangannya,


"Mah, Heru berangkat ya, Mamah jaga kesehatan ya disini. Dani jaga mamah ya," kata Heru.


"Iya nak, kamu juga baik-baik di Kalimantan. Juga jangan sampai mengecewakan hati pacarmu yang nunggu disini ya," kata mamah.


"Iya bang. Aku pasti jaga mamah disini. Abang disana jaga hati ya. Jangan sampai kepincut cewek disana, jaga tuh perasaan bu dosen Dani," sahut Dani.


Heru pun mendekati Tiara dan memeluk serta mengecup keningnya seraya berkata, "Sayang, aku pergi dulu ya. Disana aku pasti akan serius bekerja disana supaya bisa mengumpulkan uang agar kembali kesini dan melamarmu. Selama itu, jaga hatimu untukku ya sayang."


"Tenang sayang. Aku pun pasti akan jaga hati untuk sayang. Ku harap sayang juga jaga hati untukku selama sayang di Kalimantan," sahut Tiara.


Kemudian Heru pun mendatangi sohib-sohib nya Tiara dan berkata, "Terimakasih ya sudah menemani saya dan membawa Tiara kesini. Saya titip Tiara ya."


"Tenang mas Heru, kami disini pasti akan menjaga pujaan hatimu," jawab Rachel.


Heru pun meninggalkan mereka semua untuk bersiap-siap menuju ke pesawat. Mereka pun meninggalkan bandara menuju ke tempat mereka masing-masing.

__ADS_1


***


__ADS_2