Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Semua Kembali Berkumpul


__ADS_3

Sebuah mobil singgah didepan coffee shop. Dari dalam mobil, keluarlah Riana sambil membawa bungkus plastik berisi oleh-oleh dari kampung halaman suaminya. Segera Riana masuk ke coffee shop menemui Mira dan pegawai yang lain,


"Wah... bos kita sudah datang. Gimana selama disana Ri?" tanya Mira begitu melihat Riana datang.


"Alhamdulillah mamah mertua gue sudah mulai baikan," jawab Riana.


"Alhamdulillah...."


"Oh ya Mir, gimana keadaan coffee shop selama kutinggalkan?" tanya Riana.


"Aman terkendali Ri."


"Trus teman-teman ada ngumpul kesini?"


"Ada Tiara sih yang kesini," jawab Mira.


"Kabar Rachel gimana ya? Sudah pulih atau belum ya?"


"Belum ada kabar sih? Cuman harusnya sih sudah pulih. sudah hampir dua minggu sejak masuk rumah sakit," sahut Mira.


Tak lama kemudian, Selvi datang bersama Rachel memasuki coffee shop. Begitu melihat Riana dan Mira, Selvi dan Tiara pun mendekati meja mereka. Kemudian mereka saling cipika-cipiki persahabatan.


"Gimana kabar mu Hel?" tanya Riana.


Sambil menunjukkan lengan nya yang ditopang, Rachel pun berkata, "Puji Tuhan sih kondisi ku sudah stabil, tapi lengan kiri ku masih perlu pemulihan karena ada urat syaraf tangan yang cedera waktu terkena peluru di daerah tulang belikat. Jadi untuk sementara lengan kiri ku ini gak boleh terlalu banyak gerak."


"Tapi lengan kiri mu masih bisa digunakan kan Hel?" tanya Riana.


"Lah... pasti lah. Aman kok Ri. Aku kan supergirl nya kalian," celutuk Rachel.


"Oh ya Sel, boleh tanya nggak?" tanya Rachel kepada Selvi.


"Tanya apa Hel?"


"Tuh sopir mu cakep banget. Dapat dimana?"


Riana dan Mira memandang ke arah luar,


"Iya Sel, cakep banget. Kayak oppa-oppa korea. Dapat dari mana Sel?" tanya Mira.


"Mamah ku yang nyarikan. Katanya sih dapat dari ibu-ibu arisan yang diikuti mamah" kata Selvi.


"Suruh masuk lah. Ikut gabung dengan kita," kata Riana.


Selvi pun berdiri dan pergi keluar menemui Stevan sopirnya. Tak lama kemudian Selvi bersama Stevan masuk ke dalam.


"Sini duduk dengan kita. Jangan malu-malu," kata Riana.


"Sekalian mau pesan apa?" tanya Mira.


"Nggak usah repot-repot mbak," jawab Stevan.

__ADS_1


"Halah, nggak ada kata repot buat orang ganteng," sahut Mira lagi.


"Ya udah mbak, Americano yang hot," balas Stevan.


Mira pun menuju ke meja bartender untuk membuatkan pesanan Stevan.


Riana pun berbicara kembali dengan Stevan, "Kalau boleh tahu, mas ini namanya siapa? Trus kenapa mau jadi sopir?"


Stevan pun menjawab, "Nama saya Stevanus. Bisa di panggil Stevan. Saya jadi sopir karena mencoba melamar di perusahaan-perusahaan gak keterima. Waktu ada kabar ada yang mencari sopir, saya coba masukin lamaran dan keterima mbak."


"Emang dulunya lulusan apa mas?" tanya Rachel.


"Saya lulusan ekonomi S1 mbak," jawab Stevan.


"Lah kenapa nggak ada yang menerima di perusahaan. Sel, coba kamu terima di perusahaan mu. Atau coba mas melamar jadi model coverboy atau jadi artis sinetron. Pasti keterima mas. Kan seganteng mas ini sudah layak jadi artis," ucap Riana.


"Ah mbak ini bisa aja. Saya biasa-biasa aja mbak. Gak layak lah jadi artis. Masih banyak yang lebih ganteng dari saya. Lagian saya lebih senang dengan pekerjaan ini," balas Stevan dengan muka memerah.


"Jujur lho mas, andai aku gak punya suami, pengen lho jadi istrinya mas," celutuk Riana.


Mira yang sudah kembali dan membawakan pesanan Stevan ikut menyahut, "Lah Ri, jangan diembat dong. Mending sama aku aja. Kan sekarang gue single."


Selvi pun gak mau kalah, "Lah, aku dikemanain woy. Kan aku juga naksir. He-he-he..."


"Lah, kalau bos nya naksir juga, kalah saing kita Mir," canda Riana.


Mereka pun tertawa terbahak-bahak.


Tak lama kemudian, datanglah Tiara dengan Heru ke coffee shop. Begitu melihat yang lain pada ngumpul, Tiara lalu mendekati mereka,


"Ya begini lah keadaan nya," jawab Rachel sambil memperlihatkan tangan kiri nya yang di balut dan ditopang.


"Ciee... Tiara, Kamu sudah jadian sama teman SMP mu ini ya? Si... He... Heru..." canda Mira.


"Apaan sih kamu Mir. Orang cuman jalan-jalan bareng aja," sanggah Tiara.


"Lah... jalan bareng kan artinya ngedate," balas Mira lagi.


"Nggak kok Mir. Masih ada tahap dulu yang harus dilewati Heru," protes Tiara.


"Iya mbak, lagi training dulu saya jadi pacarnya Tiara," canda Heru.


Tiara langsung menggalakkan matanya dan memasang ekspresi marah kepada Heru, sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Tiara.


"Ada kali lah pacaran ditraining dulu," guyon Rachel.


"Apaan sih Hel. Aku harus benar-benar percaya dulu, ni orang benar-benar mencintai aku atau cuman main-main," kata Tiara.


"Awas lho kalau dia nya malah naksir orang lain, nanti dirimu nyesal lagi Ra," sahut Riana.


"Kalau dia naksir sama orang lain, berarti gak jodoh sama aku. Simple lah..." jawab Tiara masa bodoh.

__ADS_1


Semua langsung tertawa mendengar perkataan Tiara barusan.


"Udah... udah... sekarang kalian mau pesan apa?" tanya Mira.


"Aku pesan kopi latte aja Mir, Kamu pesan apaan Heru?"


"Aku sama, kopi latte juga," jawab Heru.


Mira langsung nyeletuk, "Cie... samaan pesanannya."


Semua langsung ketawa dengan celutukan Mira. Lalu Mira pun pergi ke meja bartender untuk membuatkan pesanan Tiara dan Heru.


"Oh ya Sel, pacar mu ya dia nih?" tanya Tiara sambil menunjuk kearah Stevan.


"Oh, ini Stevan, sopir gue..." jawab Selvi.


"Wah seganteng ini sopir mu Sel? Aku juga mau..." kata Tiara asal.


"Woy, jangan lupakan lelaki disebelahmu Ra. Ntar dia cemburu lho," sahut Rachel diikuti gelak tawa yang lain.


"Habisnya dia ganteng..." sahut Tiara.


"Lah... aku juga ganteng Tiara. Plus setia..." ucap Heru.


"Preeet..." Tiara sedikit kesal.


Yang lain hanya tertawa melihat tingkah laku Tiara dan Heru.


"Oh ya mas, boleh kenal namanya," tanya Rachel.


Heru pun mulai menjawab, "Perkenalkan saya Heru. Teman satu SMP nya Tiara dulu. Dan sekarang lagi tahap ospek pacaran."


Tiara pun mencubit bagian perut Heru sampai Heru mengaduh kesakitan.


"Heru.... jangan buat ulah deh. Malu tahu..." kata Tiara emosi.


"Oke... oke... Ampun deh. Sakit benar," balas Heru sambil masih memegang perutnya yang dicubit Tiara.


"Oh ya mas Heru, Kalau kamu bener-bener suka dengan teman kami Tiara, kamu harus menjaga dia dengan baik. Jangan buat dia kecewa apalagi menangis. Kalau sampai berbuat seperti itu, saya antar kamu ke penjara polsek," canda Rachel.


"Nah dengar tuh kata ibu Kapolsek. Macam-macam dengan sohib kami, ambyar hidup mu..." sahut Selvi.


"Siap mbak. Janji aku akan jaga Tiara seperti menjaga diri ku sendiri," ucap Heru sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya sebagai bentuk orang berjanji.


Tak lama kemudian, datanglah Mira sambil membawakan pesanan Heru dan Tiara.


"Aku senang, kita bisa berkumpul bersama lagi setelah kejadian waktu itu," ucap Mira.


"Aku malas membahas masalah waktu itu. Moga aja itu merupakan masalah pertama sekaligus terakhir bagi kita semua," kata Selvi.


"Yup... aku juga... Moga tidak ada masalah lagi menimpa persahabatan kita," sahut Tiara.

__ADS_1


"Amin..." jawab yang lain.


Merekapun melanjutkan ngobrol sambil menikmati kopi yang disajikan Mira. Sahabat yang telah bersama kembali setelah kejadian berat menimpa dalam waktu sebelumnya, dimana gara-gara masalah tersebut, keceriaan mereka seperti hari ini hilang untuk beberapa saat.


__ADS_2