
Riana, Rachel, dan Mira sampai ke rumah sakit. Mereka pun bergegas mendatangi Selvi yang sudah dari tadi disana. Saat mereka melihat keberadaan Selvi, Stevan dan Heru, merekapun menghampiri,
"Bagaimana keadaan Tiara, Sel?" tanya Rachel.
"Dia sudah sadar... tapi..." Selvi agak tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Tapi apa Sel...?" tanya Riana penasaran.
Selvi pun menyuruh mereka mendekat, dan Selvi pun berbicara dengan nada yang pelan, "Kalian jangan terkejut dan tolong jangan buat ekspresi sedih di hadapan Tiara ya. Efek kecelakaan waktu itu membuat kaki Tiara lumpuh..."
"Hah..." Rachel, Riana dan Mira terkejut bersamaan.
"Mungkin lambat laun Tiara akan tahu. Tapi kita berusaha menyemangati dia supaya Tiara jangan drop," kata Selvi.
Tanpa sadar air mata Rachel, Riana dan Mira menetes. Demikian juga Selvi.
"Kasihan Tiara..." gumam Mira.
"Aku juga kasihan dengan mas Heru. Bela-belain datang ke sini meninggalkan pekerjaannya di Kalimantan, malah mendengar kenyataan pahit ini," tutur Mira sambil menatap ke Heru.
Heru pun tersenyum dan berkata, "Tenang aja mbak Mira. Setelah Tiara keluar dari rumah sakit, saya akan melamar dia menjadi istri. Saya tidak peduli apapun kondisi Tiara, yang penting saya bisa bersama dia selamanya."
"Mas Heru. Hati mu ini terbuat dari apa sih? Kok seperti malaikat yang teduh banget," tanya Riana.
"Hati saya sama seperti hati orang lain. Gak ada yang beda karena bentuknya sama diciptakan Tuhan. Saya tetap menerima Tiara karena cinta. Dia dari dulu mimpiku, semangatku, dan sekarang bisa menjadi bagian dari cintanya," jawab Heru.
Stevan mendekati Heru dan merangkulnya seraya berkata, "Nggak salah mbak Tiara mencintai orang seperti kamu mas bro. Semoga aku bisa sepertimu dengan Selvi."
Selvi dengan sedikit sewot membalas kata-kata Stevan, "Eh maksud sayang, kalau aku mengalami musibah baru kamu sayang denganmu?"
Stevan pun sambil tersenyum membalas, "Bukan begitu maksudnya tuan putri Selvi yang terhormat. Cintaku kuharap takkan luntur sampai kapanpun, seperti cintanya mas Heru ini dengan Tiara. Aku kagum dengan ketulusan cintanya, makanya aku berharap semoga aku bisa seperti itu seterusnya dengan sayang. Ini kok sewot mulu? Emang lagi PMS ya tuan putri?"
Rachel, Riana, Selvi dan Heru hanya bisa tersenyum melihat tingkah Stevan dengan Selvi.
"Nggak ada PMS... cuman pengen makan orang aja," jawab Selvi ngasal.
"Daripada makan orang, mending makan daun-daun pohon itu gih. Gak bakal masuk penjara," ucap Stevan sambil menunjuk ke sebuah pohon di dekat mereka.
"Iiihh..." Selvi mencubit gemas lengan Stevan, hingga dia merasa kesakitan.
"Mbak Rachel, bisa saya buat laporan pengaduan? Mau melaporkan kekasih saya melakukan tindakan kekerasan dalam dunia pacaran," kata Stevan sambil mengelus lengan nya yang habis kena cubit Selvi.
"Gak usah buat laporan mas. Langsung ajak nikah aja ke kantor catatan sipil," sahut Rachel sambil tertawa.
__ADS_1
"Hah... nikah sama nih orang? Cowok bawel se jagad raya," ucap Selvi sewot.
"Yeee... biar bawel tetap tampan kan. plus setia," sahut Stevan.
"Setia? Setiap Tikungan Ada..." balas Selvi.
"Yee... bilang aja sayang juga kan dengan aku yang ganteng ini. Hayo ngaku..." sindir Stevan.
"Pedeeeeee...." sahut Selvi.
"Udah... udah. Kalian ini baru pacaran aja sudah gini. Gimana kalau merried?" tanya Mira.
"Perang dunia ke tiga mbak. Seperti Rusia dan Amerika," sahut Stevan.
"Hmm... sudah kuduga jawabannya begini..." kata Selvi sambil mencubit kembali lengan Stevan yang satunya hingga membuat Stevan meringis.
"Astaghfirullah... emang kucing sama cat kalian ini," ucap Mira.
"Kucing sama tikus..." jawab Stevan dan Selvi hampir bersamaan.
"Sudah... sudah, mending kita jenguk Tiara di dalam," usul Riana.
Semuanya kemudian masuk ke dalam ruangan tempat Tiara dirawat. Tampak disana Tiara melihat keberadaan mereka dan menyambut dengan senyum,
"Terimakasih kalian datang jenguk aku. Ada apa tadi ribut di luar?" tanya Tiara.
"Lah yang duluan siapa? Emang cewek gak pernah mau disalahkan," sahut Stevan.
"Kamu yang salah..." ucap Selvi.
"Kamu..."
"Kamu..."
"Haduh, didalam ruangan aja masih lanjut pertikaian kucing sama tikus yang satu ini," kata Mira.
Semua pun tersenyum melihat kelakuan Stevan dan Selvi, termasuk Tiara. Namun kemudian senyum Tiara menghilang dari wajahnya,
"Sayang kenapa?" kata Heru melihat muka Tiara menjadi murung.
"Tadi aku mencoba menggerakkan kaki tapi nggak bisa. Kata perawat tadi, karena kecelakaan itu menyebabkan sementara ini kakiku nggak bisa digerakkan. Aku lumpuh sayang," kata Tiara sambil menitikkan air matanya.
"Tenang lah sayang. Nanti setelah kamu pulih, kita latih dan terapi sama-sama," kata Heru mencoba menenangkan.
__ADS_1
"Tapi kalau aku selamanya lumpuh, apakah sayang masih ada untukku? masih mau mencintaiku?" tanya Tiara yang sudah mulai menangis.
Rachel, Riana, Selvi dan Mira yang melihat tak kuasa menahan air mata mereka.
"Bagaimanapun kondisimu, aku akan mencintaimu seperti sebelumnya dan sampai selamanya. Aku akan menjadi kakimu dan bersama melangkah kedepan," jawab Heru.
"Tapi aku takut kehilanganmu sayang... Jujur aku tertekan dengan semua ini. Namun aku sadar kalau sayang ingin mencari yang lebih baik dan tidak cacat, aku ikhlas sayang," kata Tiara sambil terisak-isak.
Sambil mengelap air mata yang membasahi pipi Tiara, Heru pun berkata, "Disini, dihadapan semua temanmu lima Dara, aku berjanji setelah kamu pulih dan keluar dari rumah sakit, aku akan melamarmu menjadi istriku."
"Trus, aku sayang bawa ke Kalimantan?" tanya Tiara lagi.
Dengan tersenyum Heru pun menjawab, "Saat aku kesini menjenguk dan menjagamu di rumah sakit, Aku sudah resign dari perusahaan di Kalimantan."
"Astaghfirullah, Terus bagaimana pekerjaan sayang selanjutnya? Gara-gara aku sayang jadi berhenti bekerja," sahut Tiara sambil kembali mengeluarkan air matanya.
"Tenang sayang, mas Stevan mengajakku untuk bergabung di perusahaan nya," jawab Heru.
"Iya mbak Tiara. Mas Heru saya ajak bergabung dengan perusahaan saya agar tidak jauh lagi dari mbak," sahut Stevan.
"Tuh kan. Udah dengar langsung dari mas Stevannya sendiri kan. Aku cuman ingin menjagamu dan berada di dekatmu sampai selama-lamanya. Aku mencintaimu sayang," ucap Heru.
Tangan Tiara pun memeluk Heru seraya berkata, "Makasih sayang. Aku juga mencintaimu. Maafkan kalau aku buat kamu menderita bahkan berkorban banyak."
"Untuk bintang rigel hatiku, aku tidak merasa berkorban. Tapi inilah bentuk rasa sayangku padamu. Aku cuman minta supaya sayang juga harus semangat dan tidak bersedih lagi agar cepat proses pemulihannya," kata Stevan.
Tak lama kemudian, Dani dan mamah Heru datang menjenguk Tiara.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar nak. Sudah melewati masa kritismu," kata mamah Heru.
"Iya mah, tapi Tiara terancam lumpuh," kata Tiara sambil menangis.
"Heru sudah cerita tadi di telepon dengan mamah. Awalnya mamah kaget, tapi melihat kamu sudah sadar saja mamah bahagia. Lagian kan Heru bilang kalau kamu sudah pulih, mau melamarmu. Mamah mendukung keputusan Heru," kata mamah sambil tersenyum.
"Yeeesss... akhirnya dosenku nantinya jadi istri abangku. Kan kalau begitu jadi keuntungan buatku. Jadi ada dosen privat di rumah," celutuk Dani.
Semua tertawa mendengar perkataan Heru barusan.
"Cepat sembuh ya mbak Tiara. Ayo semangat, supaya cepat married dengan bang Heru. Supaya cepat juga mamah dapat cucu," celutuk Dani lagi.
"Makasih ya Dani. Makasih buat semua. Terutama buat sayang yang sudah menjagaku sampai saat ini," ucap Tiara lirih.
"Pokoknya sahabat kami harus cepat sembuh. Supaya kita bisa mengadakan pesta," kata Rachel.
__ADS_1
Suasana yang tadinya haru berubah menjadi sukacita canda tawa dan semuanya membuat Tiara lebih bersemangat untuk pemulihan dirinya dan sedikit melupakan keresahannya akan kelumpuhan kakinya.
***