
Malam nya setelah isya di rumah mertua Riana diadakanlah tahlilan hari pertama setelah mamah mertua Riana meninggal. Tiara dan Mira mengikuti tahlilan. Sedangkan Rachel dan Selvi membantu ibu-ibu warga kampung menyediakan makanan di dapur. Setelah selesai acara tahlilan, tiba-tiba...
RRR... RRR...
Telepon Tiara bergetar. Tiara mengambil ponselnya dari tas dan melihat siapa yang menelepon nya. Ternyata dari Heru. Tiara pun pergi ke luar dan mengangkat teleponnya,
📞"Assalamualaikum Ru..."
📞"Waalaikumsalam... Halo cantikku, manisku, bidadariku..."
📞"Heh... jijay amat sih. Risih aku Ru..."
Seketika muka Tiara berubah jadi seperti emot marah di WhatsApp.
📞"Sorry, namanya juga merayu pujaan hati..."
📞"Suka-suka mu lah..."
📞"Waduh... Tiara marah. Maaf..."
📞"Iya... iya..."
📞"Oh ya Tiara masih di Sukabumi?"
📞"Iya... Ini baru selesai acara tahlilan. Kamu dimana Ru?"
📞"Aku di rumah sakit..."
📞"Hah, mamahmu kenapa lagi Ru?"
📞"Tadi sore dokter ngasih tahu kalau keadaan mamah sudah mulai menunjukkan kemajuan positif setelah operasi. Kalau begini terus, kemungkinan dalam dua hari kedepannya mamah bisa pulang ke rumah."
📞"Alhamdulillah kalau begitu..."
📞"Trus kapan dirimu balik kesini Ra?"
📞"Kemungkinan habis ini Aku, Selvi, Mira dan Rachel balik ke sana."
📞"Terus nanti aku jemput?"
📞"Nggak usah Ru, Selvi nanti ngantar aku sampai ke rumah. Kamu fokus aja jaga mamah di rumah sakit."
📞"Padahal Aku mau jemput bidadari cantik ini deh. Lagi kangen tingkat kabupaten. Adik ku si Dani kan bisa jaga mamah di rumah sakit."
📞"Aku bukan anak kecil yang pulang main dijemput orang tuanya Ru."
📞"Lah, kamu bukan anak kecil memang, tapi calon mamah nya anak-anak kita, makanya kewajiban ku menjemput dan memastikan dirimu sampai di rumah dengan selamat."
📞"Kok tambah rese ya kamu Heru?"
Tiara berkata dengan nada yang sedikit meninggi karena kesal dengan jawaban Heru.
📞"Lah... kok marah lagi sih? Nanti tambah tua lho."
📞"Bodo amat. Habisnya kamu rese sama bawel banget jadi laki-laki."
📞"Iya deh, Aku minta maaf..."
📞"Aku tutup ya Ru teleponnya. Mau gabung sama teman-teman yang lain..."
📞"Oke deh Ra, jaga kesehatan ya disana."
📞"Diri mu juga. Nanti kalau Aku sudah sampai di rumah, Ku kabarin kamu."
__ADS_1
📞"Oke deh Tiara. Miss you..."
📞"Hmm..."
📞"Kok hmm... balas kek..."
📞"Belum sah padahal... ya udah deh, miss you too Heru. Puas?"
📞"Makasih Tiara... Assalamualaikum..."
📞"Waalaikumsalam..."
Telepon pun ditutup.
Mira pun mendekati Tiara dan bertanya, "Siapa yang menelepon Ra?"
"Itu si Heru. Nanyain kapan balik," jawab Tiara.
"Ciee... yang sudah kangen. Padahal sehari aja baru nggak ketemu," celutuk Mira.
"Mulai dah sohib gaje," kata Tiara sewot.
Tak lama kemudian datanglah Rachel dan Selvi mendekati mereka berdua,
"Pada ngapain disini?" tanya Rachel.
"Ini tadi si yayang Heru barusan menelepon sohib kita si Tiara," canda Mira.
"Ciee... si ayang menelepon..." Selvi ikutan bercanda.
Tiara langsung memasang muka sewot mendengar perkataan kawan-kawannya barusan dan berkata, "Kok nambah lagi sih yang gaje?"
"Sorry Ra... canda kok," kata Selvi.
"Pertama, kan aku habis trauma dengan laki-laki. Kedua, kan Aku sama Heru sudah lama nggak ketemu. Jadi ya Aku harus kenal dan tahu dulu seberapa sayang Heru sama diriku," jawab Tiara.
"Tapi sebenarnya kamu suka gak sama Heru? Kan kasihan kalau kamu PHP dia," kata Selvi.
Tiara pun langsung menjawab, "Sebenarnya jujur aku suka sama Heru. Dia orangnya lucu walau kadang ngeselin. Dia juga tahu kapan aku lagi bete dan bisa membuat bete aku hilang dengan jokes-jokes spontannya. Tapi aku harus meyakinkan diri dulu apakah Heru memang cowok yang terbaik atau nggak."
"Tapi kalau kelamaan takutnya Heru berpaling ke lain hati," kata Mira.
"Berarti namanya belum jodoh ku. Kalau benar dia sayang sama diriku, berarti dia harus bisa kan membuktikannya. Lagian kan sebulan bukan waktu yang lama," jawab Tiara.
"Ya udah, terserah kamu lah Ra, asal dirimu senang," balas Mira.
"Trus dia nanti datang menjemput mu kesini?" tanya Rachel.
"Nggak lah. Kan aku berangkat sama Selvi, ya pulangnya sama Selvi juga. Lagian mamanya Heru kan baru saja selesai operasi pengangkatan tumor di usus. Makanya dia ijin dari pekerjaannya di Kalimantan dan balik ke Jakarta untuk menjaga mamahnya di rumah sakit," jawab Tiara.
"Astaghfirullah... terus bagaimana keadaan mamahnya sekarang?" tanya Mira.
"Tadi sih Heru bilang kondisi mamahnya berangsur pulih. Mungkin dalam waktu dua hari kedepan, mamahnya bisa pulang kerumah," Tiara menjelaskan.
"Ternyata dia begitu peduli dengan orang tuanya ya. Sampai harus ijin cuti dari kerjaannya di Kalimantan dan merawat mamahnya. Jangan dilepas orang seperti Heru ini Ra. Orang tuanya aja dijaga, apalagi kamu," ucap Selvi kagum.
"Ya kita lihat lah kedepannya. Jujur sih itu yang ku suka dari Heru. Cuman aku belum bisa menjawab apakah dia yang terbaik sampai dia bisa membuktikan dalam sebulan ini. Aku takut masa lalu terulang lagi. Semacam dejavu," balas Tiara.
"Iya sih. Tapi kan itu masa lalu. Kita harus move on dari kejadian itu. Kami pokoknya mendukung apapun keputusanmu Ra," jawab Selvi di ikuti anggukan kepala yang lain.
"Makasih Sel. Makasih juga buat kalian yang support ku," kata Tiara.
"Oh ya, kira-kira kapan kita balik nih?" tanya Mira.
__ADS_1
"Menunggu Riana datang kesini lah, biar kita bisa ijin pulang," ucap Rachel.
Tak lama kemudian, Riana pun mendekati mereka dan bertanya, "Ada apa nih semuanya ngumpul disini?"
"Tadi si ayang nya Tiara menelepon bilang kangen sama Tiara. Ya sebagai sohib yang baik kan kita kepo dan julid," jawab Mira ngakak.
Riana dan yang lain ikut tertawa mendengar perkataan Mira barusan, sedangkan Tiara memasang ekspresi sewot dan berkata, "Apaan sih Mir... Bete tahu."
"Sorry Ra... canda kok," balas Mira.
Lalu Rachel pun mulai berbicara, "Oh ya Riana, kami ini rencananya habis ini langsung balik ke Jakarta. Kan besok masih masuk kerja."
"Oh kalian mau balik sekarang ya?" tanya Riana.
"Iya..." jawab yang lain hampir bersamaan.
"Aku sangat berterimakasih kalian mau datang kesini dan ikut prosesi pemakaman mertua ku," kata Riana.
"Namanya juga bestie. Selalu ada kapanpun dan dimanapun," sahut Selvi.
"Ya udah, kalian hati-hati ya di jalan," pesan Riana.
"Siap bos," kata Mira mewakili yang lain.
Merekapun akhirnya meninggalkan rumah mertuanya Riana dan kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.
***
Tiara mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Heru,
📞"Assalamualaikum Tiara..."
📞"Waalaikumsalam Ru, Lagi dimana nih?"
📞"Lagi mencari makan sekalian membeli obat mamah di apotik."
📞"Trus yang jaga mamah di rumah sakit siapa?"
📞"Kan ada Dani. Dia tadi pulang dari kampus langsung ke rumah sakit."
📞"Oh... Iya Aku lupa ada si Dani adik mu. Oh ya Ru, kami nih sudah mau perjalanan pulang."
📞"Berarti tengah malam sampai di Jakarta Ra?"
📞"Ya kemungkinan sih, Ru."
📞"Ya udah kalau sudah sampe rumah, langsung mandi trus istirahat."
📞"Dirimu juga lah, hati-hati dijalan mencari makan sama ke apotiknya."
📞"Iya Tiara..."
📞"Ku tutup ya teleponnya Ru..."
📞"Oke, miss you Tiara. Jawab ya..."
📞"Miss you too. Assalamualaikum Ru."
📞"Waalaikumsalam..."
Telepon pun ditutup, Mobil Selvi yang ditumpangi Selvi dan Tiara serta mobil Rachel yang ditumpangi Rachel dan Mira melaju melewati jalan menuju Jakarta membelah malam.
***
__ADS_1