Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Penculikan


__ADS_3

Selvi terlihat sedang duduk di ruangan kantornya. Terlihat dia sedang mengerjakan berkas-berkasnya. Saat dia sedang konsen bekerja, tiba-tiba terdengarlah bunyi pintunya diketuk oleh seseorang dari luar.


tok tok...


"Silakan masuk."


Lalu masuklah Wati sekretaris Selvi ke dalam ruangannya sambil membawakan secangkir teh hangat yang diminta Selvi.


"Ini bu teh nya."


"Terimakasih Wati. Taruh aja disini. Kamu kalau sudah selesai semua kerjaanmu boleh pulang," kata Selvi sambil terus mengerjakan berkasnya.


"Enggak bu, Saya menunggu ibu selesai baru pulang," jawab Wati.


"Lha, kan kamu punya keluarga. Kasihan kan anak dan suamimu."


"Tadi sudah saya hubungi suami bu. Tenang saja, kan dirumah ada suami. Kalau anak mau minta makan kan bapaknya bisa masak, atau beli yang sudah jadi."


"Enak dong kalau bapaknya anak-anak bisa masak dan bisa jaga anak-anak," celoteh Selvi.


"Biasa aja bu Selvi. Kebetulan pula suami saya memang waktu bujangan dulu sudah jauh dari orang tua. Jadi biasa mandiri. Dan dulunya waktu kuliah, dia pernah kerja di restoran. Jadi lumayan lah rasa masakannya. Makanya kami gak pakai pembantu dirumah. Nah ibu Selvi sendiri kapan nih mau berumah tangga?"


"Belum mikir kesana Wati," jawab Selvi sekenanya.


"Mohon maaf ni bu, kan ibu sudah tajir, cantik, pintar. Sempurna banget dah sebagai seorang perempuan. Idaman laki-laki," celutuk Wati.


"Tapi tukang omel dan keras kepala," tambah Selvi sambil tersenyum kecil.


"Itu kan buat kebaikan juga kan bu," ucap Wati.


"Ah kamu terlalu memuji Ti. Gak lah. Aku gak sesempurna itu," balas Selvi.


"Fakta itu bu. Andainya saya jadi cowok, pasti saya naksir sama ibu," ucap Wati.


"Kalau kamu cowok, gak mungkin jadi sekretarisku. Gak mungkin pakai rok, berdandan, bahkan mungkin aku lari dari sini," guyon Selvi sambil tertawa kecil.


"Ah, bu Selvi bisa aja."


"Yo kita lanjutkan berkas ini buat presentasi besok Wati," kata Selvi sambil melanjutkan mengerjakan berkasnya.


"Siap bu," jawab Wati sambil ikut membantu.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Selvi yang duluan menyadari kemudian berkata kepada Wati, "sepertinya kita lanjutkan di rumah aja Wati. Ini sudah malam. Ayo kita pulang."


"Baik bu," balas Wati sambil merapikan berkas yang berada di meja bos nya itu.


Setelah semua beres, Selvi dan sekretarisnya meninggalkan kantor menuju ke tempat parkir kendaraan mereka.


"Saya duluan bu," kata Wati dengan sepeda motor matic nya mendahului Selvi yang masih diluar mobilnya.


"Iya Wati, hati-hati dijalan," jawab Selvi sambil membuka pintu mobilnya.


Selvi pun memasuki mobilnya dan menyalakan mesinnya kemudian meninggalkan kantor menuju ke rumah. Ditengah perjalanan ponselnya berbunyi. Selvi pun melihat ke layar handphonenya yang ternyata panggilan dari Rachel. Ia pun mengambil ear phone bluetooth nya dan mengangkat teleponnya,


📞"Halo Hel? ada apa nih nelpon?"

__ADS_1


📞"Ya mau say hello saja sekalian pengen ngomong sama kamu. By the way ini lagi dimana Sel?"


📞"Lagi di jalan arah pulang ke rumah. Baru pulang ngantor."


📞"Waduh, jam segini baru pulang ngantor. Emang bos teladan dah."


📞"Besok mau ada presentasi, makanya tadi aku sama sekretarisku lembur ngerjain file presentasinya. Ngomong-ngomong, apa yang mau kamu bicarakan Hel?"


📞"Kemarin katanya ada kejadian di coffee shop nya Riana. Apa sih kejadiannya? kepo nih..."


📞"wkwkwk... mau tahu aja atau mau tahu banget?"


📞"Ayolah cerita. Jangan sampai diriku kebawa mimpi."


📞"Masalah cowok antara aku dan Tiara."


📞"Terus..."


📞"Waduh bu polwan nih kayak mengintrogasi penjahat aja."


📞"Namanya juga kepo Sel."


📞"Begini Hel, tunangan ku ternyata selingkuh. Tapi yang bikin sakit hatinya dianya selingkuh sama Tiara."


📞"Kurang ajar benar tuh cowok, ngomong-ngomong dari mana kamu bisa tahu kalau tunanganmu selingkuh sama Tiara?"


📞"Waktu kita habis ngumpul di kafenya Riana. Nah, sewaktu pulang aku melihat Tiara dibonceng seseorang, ternyata itu si cowok buaya. Makanya kemarin kami sekalian buktikan ma tuh cowok buaya dengan menyuruh dia datang dan terbongkar lah semua."


📞"Trus kenapa nggak kabarin aku?"


📞"Nggak lah. Paling-paling dapat salam dari polwan cantik."


📞"Nah itu lebih parah lagi Hel..."


Tiba-tiba di depan mobil Selvi ada sebuah mobil yang memotong jalan mobil Selvi dan berhenti tepat di depan mobilnya. Dengan cepat Selvi menginjak rem untuk menghentikan mobilnya.


📞"Tunggu sebentar ya, Hel."


📞"Ada apa Sel?"


📞"Ada sebuah mobil yang tepat berhenti didepanku."


📞"Ini emang kamu sudah sampai mana, Sel?"


📞"Sekitar 1 km dari komplek rumahku."


📞"Mobil apa Sel?"


📞"Mobil jenis avanza warna hitam, platnya B 91*7 M. Bentar ya Hel."


📞"Hati-hati Sel, takutnya mereka bajing loncat."


📞"Tenang Hel, aku kan jago beladiri juga. Lagian di tas aku punya semprotan lada."


Selvi pun keluar dari mobil untuk mendatangi mobil yang berhenti didepannya. Namun baru beberapa langkah Selvi berjalan tiba-tiba...

__ADS_1


Prak...


Seseorang memukul tengkuk Selvi dari belakang dengan sebuah kayu yang mengakibatkan Selvi jatuh tersungkur dan pingsan.


"Bos, target sudah pingsan," kata seseorang yang memukul Selvi.


"Bawa ke mobil. Kita cabut," kata seseorang yang lain.


Terdengar suara Rachel di earphone Selvi,


📞"Sel... Selvi... apa yang terjadi..."


Salah seorang yang melihat earphone ditelinga Selvi langsung mengambil dan menginjak earphone Selvi hingga hancur.


"Ayo cepat bawa dia ke mobil sebelum ada yang melihat kita," kata orang yang satunya.


Mereka pun membawa Selvi yang sudah pingsan menuju mobil avanza mereka dan pergi dari tempat itu.


***


Rachel yang bingung setelah tidak mendengar suara Selvi lagi mulai berpikir, "jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Selvi."


Rachel pun menelepon anak buahnya untuk memeriksa jalan arah ke rumah Selvi. Setelah selesai menelepon, ia pun bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya.


Roy, suami Rachel yang melihat istrinya bersiap-siap keluar bertanya, "Mau kemana, sayang?"


Rachel pun menjawab, "Aku mau mengecek keberadaan Selvi, kawan ku waktu sekolah."


"Emangnya kenapa dengan Selvi?" tanya suami Rachel lagi.


"Tadi waktu kami berteleponan, tiba-tiba kata Selvi ada mobil yang menghentikan laju mobilnya. Setelah itu ponsel Selvi mati. Aku takut terjadi apa-apa dengan Selvi. Makanya aku mau ngecek ke sana dulu," jawab Rachel.


"Hah... kalau begitu aku ikut. Kamu suruh anak buahmu untuk duluan cek ke tkp. Aku ganti baju dulu," kata Suami Rachel sambil berjalan menuju kamar untuk mengganti baju.


5 menit kemudian, Roy suami Rachel keluar dari kamar.


"Pakai mobilku aja sayang," kata Roy.


Akhirnya Roy dan Rachel berangkat menuju tempat terakhir Selvi sebelum hilang kontak.


***


Sesampai nya di TKP, Roy dan Rachel mendekati polisi yang memeriksa mobil Selvi.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Rachel kepada salah seorang polisi.


"Siap komandan. Sepertinya terjadi penculikan dengan kekerasan dan korban dibawa dalam keadaan tidak berdaya. Kemungkinan dipukul dari belakang," jawab polisi tersebut sambil memperlihatkan sebuah kayu dan bekas Selvi terkapar.


Seketika Rachel teringat dengan ciri-ciri mobil yang tadi Selvi ceritakan di telepon. Kemudian Rachel memanggil polisi yang lain dan berkata, "Coba kerahkan anak buah untuk mencari keberadaan sebuah mobil jenis avanza warna hitam, platnya B 91*7 M. Terakhir saya teleponan dengan korban, sang korban mengatakan mobil itu. Kemungkinan besar mobil tersebut yang menculik korban."


"Siap komandan," jawab polisi tersebut dan kemudian menghubungi rekannya untuk mencari keberadaan mobil yang tadi sudah disampaikan oleh Rachel.


"Semoga kamu tidak kenapa-kenapa Sel. Aku pasti akan berupaya untuk menemukan keberadaanmu," gumam Rachel dalam hatinya.


***

__ADS_1


__ADS_2