Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Upaya Menemukan Titik Terang


__ADS_3

Pagi itu Rachel mendatangi kantor Selvi untuk sedikit mencari petunjuk tentang penyebab diculiknya Selvi. Disana ternyata sudah ada beberapa anggota polisi yang sudah lebih dulu mengintrogasi Wati, sekretaris Selvi. Rachel pun bertanya kepada salah satu polisi anak buahnya itu,


"Bagaimana hasil keterangan dari sekretarisnya?"


Salah seorang polisi yang tadi mengintrogasi menjawab, "Korban tadi malam pulang dari kantor jam 10 malam karena ada berkas yang harus diselesaikan. Dan rencananya pagi ini korban dijadwalkan bertemu klien untuk presentasi."


Rachel pun bertanya ke Wati, "Apakah selama ini ada tanda-tanda kalau ada seseorang yang memusuhi Selvi? atau ada saingan bisnisnya?"


Wati pun menjawab, "Saya rasa tidak ada bu. Soalnya bu Selvi tidak pernah berbuat curang apalagi bermusuhan dengan saingan bisnisnya. Namun beberapa hari terakhir ini bu Selvi terlihat sering melamun. Entah apa yang dipikirkan."


Rachel pun berpikir apakah ini ada hubungannya dengan kejadian di coffee shop antara Selvi, Tiara dan laki-laki yang memacari mereka berdua?


Tiba-tiba handphone Rachel bergetar. Ia melihat ke layar handphonenya. Ternyata dari Riana sahabatnya. Ia pun mengangkat telepon,


📞"Bagaimana perkembangan kasus Selvi, Hel? Apakah ada tanda-tanda keberadaan Selvi akan ditemukan?"


📞"Untuk saat ini belum ada Ri. Cuman aku menduga mungkin ada hubungannya dengan kejadian di coffee shop waktu itu."


📞"Maksud mu kejadian antara Selvi, Tiara sama laki-laki buaya itu?"


📞"Kemungkinan Ri. Soalnya aku sudah mengecek ke kantor Selvi dan kutanya sama sekretarisnya, nggak ada rekan-rekan bisnisnya yang memusuhi Selvi. Nanti bisa nggak dirimu dan teman-teman yang lain datang ke kantor untuk memberi keterangan tentang kejadian tempo hari itu?"


📞"Oke Hel. Nanti aku kabari yang lain supaya datang ke kantormu. Semoga Selvi bisa cepat ditemukan dan tidak terjadi apa-apa ya."


📞"Amin. Ya udah nanti kutunggu ya kalian."


📞"Siap Hel."


Telepon itu akhirnya dimatikan oleh Rachel. Ia pun mendekati Wati dan berkata, "Kami akan berusaha agar Selvi bos kamu bisa cepat diketemukan dan semoga tidak terjadi apa-apa."


"Mohon bantuannya ya bu. Semoga bu Selvi tidak kenapa-kenapa," balas Wati.

__ADS_1


"Pasti, karena bos kamu itu sahabatku juga. Kalau begitu kami permisi dulu." kata Rachel pamit meninggalkan kantor Selvi bersama dengan anggota nya.


***


Riana, Tiara, dan Mira telah sampai di polsek. Kedatangan mereka sudah ditunggu oleh Rachel dan mempersilakan mereka untuk duduk.


"Maaf ya teman-teman, kalian semua ku suruh kemari supaya kita bisa mengungkap apa yang melatarbelakangi penculikan Selvi kawan kita," tutur Rachel.


"Nggak apa-apa Hel, kita juga berharap dengan keterangan kami bisa membantu pihak kepolisian untuk mengetahui keberadaan Selvi secepatnya," jawab Mira yang di ikuti oleh anggukan setuju yang lain.


Rachel pun mulai bertanya, "Jadi bagaimana kejadian waktu itu di coffee shop?"


Tiara pun mulai bercerita, "Jadi begini Hel, Selvi kenal dan pacaran dengan seorang lelaki bernama Yudi. Mereka bahkan sudah bertunangan. Namun mas Yudi ini playboy cap kadal. Nggak puas pacaran dengan Selvi, ternyata dia selingkuh dan mencari wanita lain dan kebetulan korbannya aku. Entah termakan rayuan gombal nya, akhirnya aku dan Yudi ini pacaran selama 3 bulan tanpa aku tahu kalau dia tunangan Selvi. Sampai akhirnya waktu kita semua ketemuan di coffee shopnya Riana, sewaktu pulang Selvi melihat gue dijemput oleh Yudi. Nah disitu awalnya."


"Terus?" tanya Rachel lagi.


Riana pun membantu Tiara melanjutkan, "Nah, mungkin karena Selvi melihat kejadian itu makanya dia mengajak kami bertemu. Nah sewaktu kami berkumpul, Selvi pun menceritakan semua dan kami sepakat mau menyelesaikan masalah dan membuktikan kebusukan lelaki itu. Akhirnya setelah si lelaki itu datang, Selvi dan Tiara membongkar semua kelakuan lelaki kurang ajar itu."


"Trus bagaimana reaksi laki-laki itu?" tanya Rachel lagi.


Rachel sedikit menghela nafas dan berkata, "Hmm... sepertinya laki-laki ini patut dicurigai. Oh ya Tiara tahu dimana alamat laki-laki ini?"


Tiara pun menuliskan alamat dari Yudi. Segera setelah itu Rachel menyuruh beberapa polisi untuk pergi ke tempat yang dituliskan Tiara.


Riana mencoba bertanya kepada Rachel, "Oh ya Hel, jadi bagaimana kamu bisa tahu terjadi apa-apa pada Selvi?"


Rachel pun menjawab, "Awalnya sih aku menelepon Selvi untuk bertanya kejadian di Coffee Shop itu, trus tiba-tiba kata Selvi ada sebuah mobil yang berhenti di depannya. Sudah kuperingatkan supaya Selvi jangan keluar dari mobil, namun dia bersikeras dan berkata tenang karena kalau ada yang macam-macam, dia bisa melawan. Setelah dia keluar dari mobil itu aku kehilangan kontak dengan Selvi. dan setelah aku bersama beberapa polisi ke TKP, kami melihat mobil Selvi berada di pinggir jalan namun Selvi tidak ada di lokasi. Disana kami menemukan bekas Selvi terjatuh dan sebuah kayu. Di duga Selvi dipukul dari belakang hingga pingsan dan diangkut ke mobil. Oh ya Tiara, kamu kenal dengan mobil Avanza hitam dengan plat B 91*7 M?"


"Kalau Yudi sih mobilnya bukan avanza hitam. Mobilnya honda civic warna putih. Tapi dia jarang menggunakan mobil kalau jemput aku. Biasanya dia pakai sepeda motor kalau jemput aku di kampus atau di rumah, kecuali hari hujan. Karena katanya mobil itu milik orang tuanya. Cuman kalau nggak salah, ada sih temannya Yudi yang pakai avanza hitam waktu aku dibawa Yudi ke tongkrongan teman-temannya. Tapi aku nggak memperhatikan plat mobilnya," cerita Tiara.


Rachel pun berpikir sejenak dan kemudian menyimpulkan, "Hmm... kecurigaanku sepertinya mengarah ke lelaki ini. Kemungkinan si laki-laki ini menculik Selvi karena dia merasa sakit hati dan tidak terima diputuskan kalian."

__ADS_1


"Aku takut terjadi apa-apa dengan Selvi," lirih Tiara.


"Kita berdoa aja supaya Selvi baik-baik saja," jawab Mira sambil memegang pundak Tiara yang sudah berlinang air mata. Rachel dan Riana pun mengamini kata-kata Mira.


Tak lama kemudian datanglah seorang polisi menghadap ke Rachel,


"Lapor komandan, petugas yang tadi pergi ke alamat yang dituliskan tadi menyampaikan kalau kata orang rumahnya si Yudi dari kemarin tidak ada di rumah karena katanya pergi ke luar kota," kata petugas tersebut.


Rachel pun mengernyitkan dahi dan berkata, "Kecurigaan ku sepertinya memang mengarah ke laki-laki ini. Oh ya pak, apakah orang rumahnya tahu kalau si Yudi ini pergi keluar kotanya kemana?"


"Siap komandan, mereka tidak ada yang tahu," jawab petugas tersebut.


"Oke, terimakasih pak atas informasinya. Tetap terus kabari info terakhir nya," kata Rachel.


"Siap komandan," jawab si petugas sambil undur diri.


Rachel pun berkata kepada teman-temannya, "Sepertinya kita tunggu kabar dari petugas yang mencari keberadaan mobil avanza hitam yang diduga membawa Selvi."


Tak lama berselang, petugas tadi datang kembali sambil memberi info, "Lapor komandan, petugas di lapangan menemukan keberadaan mobil avanza hitam itu."


"Dimana posisinya?" tanya Rachel.


"Di kawasan pergudangan di dekat pelabuhan," jawab sang petugas.


"Oke kita kesana sekarang," kata Rachel mengomando polisi anak buahnya.


"Hel, kami boleh ikut? Kami mau tahu keadaan Selvi," pinta Riana.


"Jangan. Mungkin ini sangat berbahaya. Biar aku dan para polisi yang lain pergi kesana. Kita nggak tahu apakah mereka melawan atau tidak dan mereka punya senjata api atau tidak," cegah Rahel.


"Oke Hel, kami tunggu kabar darimu saja. Kalau begitu kami pamit mau ke coffee shop. Kamu hati-hati ya Hel," kata Riana.

__ADS_1


Mereka pun berpisah dari kantor polisi. Riana dan yang lain berangkat menuju coffee shop, sedangkan Rachel bersama dengan polisi yang lain bergerak menuju TKP tempat diketemukannya mobil avanza hitam yang dicurigai membawa Selvi.


***


__ADS_2