
Sepuluh hari berlalu setelah kejadian demi kejadian yang menimpa member nuansa 5 dara. Sore itu terlihat suasana di coffee shop begitu lenggang. Mira tampak merapikan meja dan pekerja yang lain sedang beres-beres.
Tak lama kemudian datanglah seorang costumer lelaki yang agak di kenal oleh Mira.
"Kamu yang waktu itu temannya Tiara kan. Lupa siapa namamu," Mira membuka percakapan.
"Heru mbak," jawab lelaki yang bernama Heru itu.
"Oh iya Heru. Sorry lupa namanya. Mau pesan apa nih?" tanya Mira.
"Mau pesan kopi latte yang semalam," kata Heru sambil berjalan kearah meja kasir dan men scan barcode untuk bayar pesanannya.
"Oke mas Heru, silakan duduk. Nanti pesanannya saya antar," ucap Mira.
"Terimakasih mbak."
Heru pun duduk dan menunggu pesanannya diantar. Tak lama kemudian, Mira datang membawa pesanan Heru dan ikut duduk menemaninya.
"Oh, ya mbak. Saya boleh tanya?" Heru membuka percakapan.
"Widih... Semacam wartawan aja. Silakan bertanya dan semoga saya bisa jawab," kelakar Mira.
Heru pun mulai bertanya, "Begini mbak, saya boleh tanya nggak. Bagaimana sih Tiara sekarang ini? Misalnya tipe cowok idamannya, terus apakah dia sekarang sudah punya cowok, bagaimana kehidupannya, kapan ulangtahunnya, terus apa kesukaannya..."
Dengan tertawa kecil, Mira pun nyelutuk, "Kayaknya ada yang mau mendekati sohibku nih. Naksir ya?"
Heru pun tersipu malu. Kemudian berkata, "Dari dulu saya suka dengan Tiara. Dia idola pertama kali ku mbak. Makanya setelah tempo hari ketemu disini, saya langsung jatuh cinta lagi. Tapi saya harus kenal lebih banyak dulu supaya saya bisa jadi yang terbaik buatnya kalau dia masih sendiri. Hehehe..."
Mira pun mulai berkata, "Oke saya coba bantu jawab. Kalau ulang tahunnya, silakan cari sendiri di KTP nya. Terus kalau tipe cowok idamannya ya tanya sendiri dengan orangnya. Yang pasti sebelum ini dia sempat punya pacar. Namun ternyata pacarnya itu merupakan tunangan temannya. Saat dia tahu, betapa hancurnya hati Tiara."
"Wah, ada ya lelaki egois yang tega menduakan dan menyakiti hati Tiara yang cantik," ucap Heru.
"Ya, kan lelaki itu buaya mas," celutuk Mira.
Heru pun menyanggah, "Maaf nih mbak. Tidak semua lelaki buaya. Contohnya saya. Sampai sekarang belum punya pasangan karena menurutku pasangan itu sekali seumur hidup dan jodoh itu terbaik dari Tuhan."
"Emang sih. Ya semoga aja dirimu seperti kata-katamu barusan. Kasihan kalau Tiara terluka lagi. Kalau dirimu buat terluka Tiara lagi, siap-siap kehilangan masa depan. Ada tuh nanti adik kecilnya digantung di depan pintu," ancam Mira.
"Waduh.... sadis benar mbak..." ucap Heru.
"Makanya jangan permainkan perasaan wanita, terlebih sahabatku Tiara," balas Mira.
"Jadian aja belum. Tapi tenang deh mbak. Saya janji kalau memang berjodoh dengan Tiara, saya akan jaga Tiara seperti menjaga diri saya sendiri," kata Heru.
"Kalau buat kecewa Tiara?" tanya Mira.
"Silakan gantung saja adik kecil masa depan saya di depan pintu, atau kalau perlu saya nya sekalian," jawab Heru.
__ADS_1
"Semoga saja ini bukan sekedar kata-kata ya. Kalau memang tekadmu seperti itu, aku bantu kok dengan Tiara," kata Mira.
"Makasih mbak..."
Tak lama kemudian, Tiara datang ke coffee shop dan melihat Heru dan Mira sedang duduk disana.
"Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Sang pujaan hati datang kesini. Kayaknya kalian jodoh," canda Mira.
Tiara yang agak kesal dicandain Mira langsung berkata, "Apaan sih Mir. Aku habis dari kampus ada jam ngajar. Pengen datang kesini mau minum kopi. Oh ya, Heru ngapain juga disini?"
"Ya nongkrong aja sambil minum kopi sambil berharap orang yang dikangeni datang," jawab Heru spontan.
"Trus orang yang dikagumi nya datang?" tanya Tiara.
"Iya. Barusan. Sekarang orangnya didepan mata," jawab Heru.
"Gombal bin gimbal," kata Tiara agak sewot.
"Jangan marah lah. Canda kok. Ayo duduk sambil pesan, nanti aku bayarin," kata Heru.
"Aku bisa bayar sendiri..." sahut ketus Tiara.
"Kan namanya kawan lama yang datang masa aku gak boleh traktir?"
"Ya udah terserah kamu aja," jawab Tiara singkat.
"Kucing sama tikus Mir. Kalau tikus sama mouse itu sama aja," jawab Tiara.
"Ya udah, nih mau pesan apa Ra?"
"Kopi yang biasanya ku pesan. Americano tapi tambah dikit gula nya ya."
"Oke... nanti kuantar," kata Mira sambil berjalan menuju meja bartender.
Setelah Mira pergi, Tiara pun bertanya kepada Heru, "Kamu sekarang tinggal dimana Heru?"
"Kalau ditanya sekarangnya dimana, ya ku jawab disini di coffee shop ini?
"Maksudku tempat tinggal, kerja dan apa lah. Bukannya saat ini kamu dimana. Ya aku tahu kok kamu disini. Aku nggak buta," Tiara mulai sewot.
"Jangan marah... canda kok. Aku sekarang tinggal di Kalimantan. Jadi konsultan di sebuah pertambangan," jawab Heru.
"Terus kenapa kemari? Emangnya nggak kerja?" tanya Tiara.
"Aku ngambil cuti 21 hari karena mamah ku operasi pengangkatan tumor di ususnya. Beliau satu-satunya orang tua ku yang masih hidup. Daripada menyesal kan lebih baik ambil cuti dan ikut merawat mamah. Walaupun doaku supaya mamah tetap panjang umur," tutur Heru.
Tiara sedikit tersentak. Ternyata Heru sangat menyayangi orang tuanya, sampai saat ibu nya sakit dan dioperasi, ia bela-belain ngambil cuti dan datang menjenguk dan merawat ibunya. Tiara pun berkata, "Amin. Moga mamahmu cepat dipulihkan dan panjang umur. Pantas saja Dani sempat beberapa hari ijin dari kuliah."
__ADS_1
"Terus, sekalian rawat mamah, sekalian bertemu dengan idolaku yang ada di depanku sampai terbawa dalam mimpi," guyon Heru.
"Mulai...mulai lagi gombalnya..." Tiara kembali sewot.
"Lah emang benar kok. Makanya demi bertemu idola, aku nggak mau pacaran. Ciyus..."
"Halah... Mana ada. Paling di Kalimantan banyak pacarnya."
"Sueer... tanya aja sama adikku si Dani. Apakah abangnya punya pacar atau belum?"
"Lah apa urusanku nanya ke adikmu?"
"Kan siapa tahu mau nanya kesetiaan abangnya."
"Preett..."
Heru pun tertawa melihat ekspresi Tiara. Tak berapa lama, datanglah Mira membawakan pesanan Tiara dan kemudian ikut nimbrung dan bertanya, "Sudah sampai mana nih pembahasannya?"
"Sudah sampai ke planet Venus.... wkwkw," guyon Heru.
"Cocok nih jadi peserta stand up comedy. Lucu orangnya," kata Mira.
"Emang sekarang kan orang lucu lebih difavoritkan daripada orang ganteng. Terlebih orang lucunya ganteng kayak aku. Makanya Tiara wajib bersyukur kalau dapat orang seperti aku," Heru kembali bercanda.
Tiara menggalakkan matanya dan berkata, "Gak jelas dah. Ngapain sih kamu candain aku, Heru?"
"Karena aku ingin mendapatkan hatimu. Tapi bingung caranya menaklukkan hati cewek pemarah ini," kata Heru.
Tiara langsung tersentak mendengar perkataan Heru barusan. Sebenarnya ada rasa bangga karena masih ada orang yang mencintainya. Lagian Heru pun ganteng. Tapi dia masih ragu untuk memulai cinta lagi. Dia masih trauma akan kejadian waktu itu.
"Pertama, gue bukan cewek pemarah. Kedua, terserah elo dah mau naklukin hati gue kek mana. Cinta gak bisa dipaksakan," kata Tiara.
"Tapi bisa kan di usahakan seiring berjalannya waktu?" tanya Heru.
"Terserah lah..."
"Jadi PDKT ku berhasil?"
"Ngaco ah... suka-suka mu lah."
"Yes..."
"Apanya yang yes?"
"Mau bilang yes aja orang cantik..."
Mira yang melihat pertengkaran mulut sahabatnya itu tersenyum sambil berkata, "Udah...udah... Emang kayak kucing sama tikus dah. Aku jadi anti nyamuk kalau gini."
__ADS_1
Ketiganya langsung tertawa bersama. Apakah Heru berhasil menaklukan hati Tiara? Semoga saja... Amin