Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Spesial


__ADS_3

Di bagian administrasi rumah sakit, terlihat Heru sedang mengurus administrasi selama Tiara dirawat. Hari ini Tiara diperbolehkan pulang oleh dokter setelah sebulan lebih berada di rumah sakit. Setelah semua beres, Heru pun balik kembali ke ruangan tempat Tiara,


"Sayang, sudah ku urus administrasi selama sayang di sini. Tinggal kita tunggu Dani bawa mobil kesini jemput kita," kata Heru.


"Makasih sayang," jawab Tiara.


Heru pun menggendong Tiara menuju ke kursi roda nya. Setelah berada di kursi roda, Tiara pun berkata,


"Sayang, kenapa kamu masih peduli dengan aku walaupun aku cacat begini?"


Heru pun menjawab, "Karena aku cinta kamu apa adanya. Nanti kita kerumahku dulu. Aku mau kasih hadiah spesial."


"Kenapa nggak disini saja hadiahnya sayang?" tanya Tiara.


"Hadiah nya ada dirumahku. Nggak bisa dibawa kesini," jawab Heru.


Tak lama kemudian datanglah Dani ke ruangan itu,


"Sudah semua bang?" tanya Dani.


"Sudah Dan. Kamu bawa barang-barang ya. Abang yang dorong Tiara menuju mobil," jawab Heru.


"Oke bang," sahut Dani sambil membawa seluruh barang.


Disaat Heru mendorongkan kursi roda Tiara dan membawanya menuju mobil, Tiara berkata, "Sayang, maafkan aku seperti ini tidak berdaya dan menyusahkan mu."


"He-he-he... mana ada menyusahkan sayang. Aku sekarang adalah kakimu untuk berjalan menuju dunia luar," jawab Heru tersenyum.


"Tetap saja gara-gara aku, sayang jadi kerepotan. Andai aku tidak mengalami kecelakaan waktu itu," kata Tiara lirih.


"Semua sudah menjadi kehendak Allah SWT. Tenang saja sayang. Kita pasti bisa melewati ini. Tetap semangat ya sayang," kata Heru.


Akhirnya mereka tiba di mobil. Heru pun menggendong Tiara masuk kemobil dan duduk disampingnya. Mobil pun berangkat menuju rumah Heru.


***


Sesampai di rumah Heru, terlihat orang-orang begitu ramai. Terlihat juga disana Selvi dan Stevan, Mira dan Noval, serta Riana dan Rachel dengan suami masing-masing menyambut kepulangan Tiara.


"Kalian ada disini juga ya?" tanya Tiara.


"Iya dong. Kan hari ini spesial buat sahabat kami," jawab Rachel.


"Mas Heru, kami bawa dulu ya Tiaranya," pinta Selvi kepada Heru.


"Silakan mbak," jawab Heru sambil lanjut membantu Dani mengangkat semua barang Tiara selama di rumah sakit.


Semua member 5 dara membawa Tiara menuju kamar yang disiapkan buatnya. Dan menyuruh Tiara mengganti pakaiannya dengan gaun putih yang sudah disiapkan Riana.

__ADS_1


"Untuk apa gaun ini. Kayak orang mau nikahan aja," sahut Tiara.


"Udah, pakai aja. Kan mau dikasih hadiah sama mas Heru. Masa pakai baju dari rumah sakit," balas Mira sambil tersenyum.


Mereka pun membantu Tiara memakai gaun yang diberikan Riana. Setelah gaun terpasang, merekapun mendandani Tiara secantik mungkin.


"Cantik sekali sahabatku ini," tutur Selvi disambut anggukan yang lain.


"Tapi cacat..." sahut Tiara sambil bersedih.


"Sudahlah Ra, kamu harusnya bersyukur. Walaupun kamu seperti ini, mas Heru menerima kamu apa adanya. Jujur kami iri dengan perhatian mas Heru kepadamu. Sudah jangan bersedih lagi. Nanti make up nya luntur," celoteh Mira.


"Iya Mir," sahut Tiara.


Setelah selesai mendandani Tiara, merekapun mendorong Tiara dengan kursi rodanya menuju keluar mendatangi Heru yang sudah berpakaian rapi dan duduk dilantai dengan dihadapannya ada seorang bapak.


"Eh, calon pengantin perempuan sudah datang," sahut mamah Heru.


"Hah... calon pengantin?" tanya Tiara kebingungan.


Heru pun mendekati Tiara dan berkata, "Sesuai janjiku padamu, setelah sayang keluar dari rumah sakit, aku akan menikahimu."


Tiara pun mengeluarkan air matanya, namun sebelum membasahi pipinya, Heru pun mengelap air mata Tiara dengan sapu tangannya seraya berkata, "Kenapa harus nangis sayang? Ini hari bahagia untukmu."


"Aku menangis bahagia karena ini hadiah yang begitu indah. Namun aku juga bersedih, karena sebagai calon istrimu, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisiku seperti ini. Maaf sayang," tutur Tiara.


Tania si bungsu berkata, "Kak, harusnya kakak bahagia. Karena kakak mendapatkan suami yang tulus mencintai kakak."


"Eh, kenapa kalian tidak menjemput kakak tadi dirumah sakit?" tanya Tiara.


"Kami tadi disuruh bang Heru langsung kesini," jawab Ulfa.


Heru pun membawa Tiara menuju ke penghulu untuk melangsungkan akad nikah.


"Calon pengantin sudah siap melaksanakan akad?" tanya penghulu.


"Sudah siap pak," jawab Heru.


Penghulu pun menyalami tangan Heru dan berkata, "Saya nikahkan saudara Heru Primawan bin Abdullah Santoso dengan saudari Tiara Rahmawati binti Ferry Irawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar dua puluh sembilan juta lima puluh dua ribu dua puluh dua rupiah dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawin nya Tiara Rahmawati binti Ferry Irawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar dua puluh sembilan juta lima puluh dua ribu dua puluh dua rupiah dibayar tunai!" Heru mengucapkan ijab-kabul dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu.


"Sah..." sahut semua yang hadir.


"Barrakallah..."

__ADS_1


"Sekarang kalian berdua resmi menjadi pasangan suami istri," sahut penghulu.


Heru pun memasangkan cincin pernikahan ke jari manis Tiara demikian pula Tiara gantian memasangkan cincin pernikahan di jari manis Heru. Setelahnya Heru pun mencium kening Tiara dan berkata, "Akhirnya sayang resmi menjadi nyonya Heru Primawan. Dan aku akan menjagamu sampai maut memisahkan kita."


"Aku tidak bisa lagi berkata-kata sayang. Aku nyonya dari Heru Primawan akan menjadi istri yang setia sampai maut memisahkan kita dan siap menjadi ibu dari anak-anak kita kelak," jawab Tiara.


Kemudian mereka mendekati mamah dari Heru dan memeluk nya,


"Nak Tiara, mulai sekarang, mamah juga adalah mamahmu. Baik-baik ya kalian dalam membina rumah tangga. Kalau si Heru macam-macam, kasih tahu mamah. Biar nanti mamah yang kasih pelajarannya," kata mamah Heru.


Dengan mencium tangan mamah Heru sambil menangis Tiara pun berkata, "Maaf mah, karena mamah mendapatkan menantu cacat seperti aku."


"Mamah tidak memandang cacat mu nak. Tapi hatimu dan rasa cinta yang kamu berikan buat Heru sehingga anak mamah itu cinta mati denganmu. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah dan mawadah," sahut mamah Heru.


Dani pun ikut menyelutuk, "Yes akhirnya ibu dosen jadi kakakku. Kan enak kalau begini buat dapat cumlaude."


Mamah Heru menjewer telinga Dani seraya berkata, "Tetap kamu harus belajar giat juga nak. Jangan bikin kakak iparmu susah di kampus."


"Iya mah," jawab Dani.


Semua orang yang melihat tertawa dengan apa yang dilakukan mamahnya Heru terhadap Dani.


Setelah prosesi ke orang tua Heru, mereka pun mendatangi member 5 dara yang ada disana,


"Terimakasih buat kalian yang sudah sangat peduli denganku selama ini," ucap Tiara.


"Sama-sama Tiara. Kita ini 5 Dara. Sesuai dengan motto kita selama ini, susah dan senang kita hadapi bersama. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah ya," kata Riana mewakili yang lain.


"Oh ya mas Heru, setelah honeymoon nanti, jangan lupa datang ke kantor ya supaya mas bisa bergabung di perusahaan," kata Stevan.


"Siap mas Stevan. Terimakasih atas bantuannya," ucap Heru.


"Tiara, moga aja dirimu cepat isi habis honeymoon ya," canda Mira.


"Eh, iya yang disampingmu ini siapa?" tanya Tiara.


Riana pun nyelutuk, "Ini mas Noval. Seorang perwira TNI yang ngambil cinta Mira. Berarti habis ini tinggal menunggu undangan Selvi dan Stevan sama Mira dan Noval. Kapan nih?"


Selvi pun menjawab, "Ya tanya laki-laki nya dong. Kita kan sebagai perempuan nurut aja."


"Dalam waktu dekat," kata Stevan dan Noval hampir bersamaan.


Semua langsung tertawa.


"Nah itu sudah dengar kan dari laki-laki nya. Kita tunggu aja tanggal mainnya," sahut Rachel.


Acara pun dilanjutkan dan kebahagiaan menghias sepanjang acara akad nikah Heru dan Tiara.

__ADS_1


***


__ADS_2