Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Bantuan Untuk Heru


__ADS_3

Lima hari sudah Tiara terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU rumah sakit. Belum ada tanda-tanda dia akan siuman. Selama Heru datang dan menjenguk Tiara, selama itulah ia belum pernah meninggalkan kekasihnya.


"Sayang, please sadarlah. Lihat aku disini menjagamu dengan setia. Berharap sayang bangun dan melihat kehadiranku," lirih Heru.


Tiba-tiba ponsel Heru bergetar tanda ada pesan masuk. Ia pun membuka pesan di ponselnya. Ternyata dari bagian HRD perusahaan tempat dia bekerja,


📱"Saudara Heru, karena sudah lebih dari tiga hari saudara tidak masuk kerja, maka perusahaan memutuskan memberikan SP pertama untuk saudara. Mohon saudara pertimbangkan untuk kembali bekerja agar tidak mendapat teguran kembali yang pada akhirnya akan merugikan karir saudara sendiri."


Heru pun memasukkan lagi ponselnya ke saku celananya. Tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipi Heru. Dalam hati ia pun bergumam, "Selama Tiara belum sadar, aku tidak akan balik ke Kalimantan. Masa bodo dengan dipecat atau apapun, karena saat ini Tiara yang lebih penting dari semuanya."


Tanpa Heru sadari, muncul Selvi dan Stevan mendekati Heru yang sedang duduk di depan ruang ICU sambil menitikkan air mata,


"Mas Heru kenapa? Ada sesuatu kah yang terjadi dengan Tiara?" tanya Selvi.


Heru yang terkejut melihat kedatangan Selvi dan Stevan dengan cepat menghapus air mata nya seraya berkata, "Oh, nggak apa-apa. Tiara masih belum menunjukkan tanda-tanda dia akan sadar."


"Sudah lima hari semenjak kecelakaan yang menimpa Tiara, dia belum sadar juga," sahut Stevan.


"Iya. Oh ya, sejak kapan kalian sudah berada disini?" tanya Heru.


"Sebenarnya barusan kami kesini dan melihat mas sedang menangis. Mungkin kalau ada masalah, kami bisa bantu semampu kami," kata Selvi.


"Eee..Enggak apa-apa. Saya nggak mau merepotkan orang lain," sahut Heru.


"Tiara adalah sahabatku, dan mas juga kami anggap bagian dari pertemanan kami. Cerita lah, siapa tahu kami bisa bantu," balas Selvi diiringi anggukan kepala tanda setuju dari Stevan.


Sambil menghela nafas dalam-dalam, Heru pun mulai bercerita, "Sebenarnya tadi ada pesan dari perusahaan saya di Kalimantan yang mengatakan saya di SP1 karena meninggalkan pekerjaan. Perusahaan juga memberi ultimatum kalau saya tidak masuk kerja, perusahaan akan memecat saya. Tapi kondisi Tiara yang masih belum sadar seperti ini membuat saya ragu untuk kembali ke Kalimantan."

__ADS_1


Selvi dan Stevan saling bertatapan dan Stevan pun berkata dengan Heru, "Trus sekarang apa yang akan dilakukan mas Heru?"


"Saya akan tetap disini sampai Tiara siuman dan menunjukkan tanda-tanda membaik," jawab Heru.


"Tapi resiko nya mas akan kehilangan pekerjaan?" tanya Stevan lagi.


"Bagi saya yang terpenting untuk saat ini adalah Tiara karena dia adalah masa depan saya, orang yang paling saya sayangi selain orang tua dan keluarga saya saat ini. Masa bodo dengan pekerjaan. Nanti bisa saya cari lagi disini kalaupun pada akhirnya saya dipecat," kata Heru.


Selvi tercengang dengan perkataan Heru barusan. Betapa sayangnya Heru dengan Tiara sampai dia rela kehilangan pekerjaan demi menjaga kekasih hatinya. Selvi pun berbisik kepada Stevan, "Sayang, coba kamu masukkan Heru ini ke perusahaanmu. Siapa tahu Heru berminat. Supaya dia bisa tetap bekerja dan dekat dengan Tiara."


"Ada sih ditempatku posisi yang kosong. Tapi aku harus bertanya dengan Heru dulu apa dia berminat atau tidak," jawab Stevan.


"Coba sayang tanyakan sama Herunya," balas Selvi.


Stevan pun mendekati Heru dan mengajaknya jalan-jalan di halaman rumah sakit. Kemudian Stevan bertanya, "Mas Heru. Boleh saya nanya? Mas Heru ini pendidikan terakhirnya apa?"


"Kalau misalnya mas Heru gabung di perusahaan saya jadi manajer mau nggak mas?" tanya Stevan lagi.


"Wah, apa orang seperti saya bisa jadi manajer mas? Saya sih sebenarnya berterimakasih atas tawarannya, Tapi saya takut malah mengecewakan mas, karena pendidikan saya bukan sarjana manajemen," ucap Heru.


"Nanti kan bisa sambil belajar. Saya salut dengan sikap mas yang demi orang yang mas cintai, sampai rela meninggalkan pekerjaan," sahut Stevan memuji.


"Bagi saya, Tiara adalah nomor satu mas. Pekerjaan masih bisa dicari, tapi kalau Tiara kenapa-kenapa, hati saya pasti tak karuan rasanya," ucap Heru.


"Ini yang saya salut kan. Gimana kalau begitu, mas bilang resign aja dengan perusahaan mas di Kalimantan, trus besok bawa aja lamaran nya ke saya. Nanti saya kabari sekretaris saya di kantor untuk menerimakan lamaran mas," kata Stevan.


"Baiklah mas, besok saya akan membawa lamaran saya ke perusahaan mas. Sekali lagi terimakasih banyak atas bantuannya," ucap Heru.

__ADS_1


"Sama-sama mas. Nanti mas bisa mulai bekerja setelah mbak Tiara sudah sadar. Jadi mas saat ini bisa konsentrasi menjaga mbak Tiara. Sekarang ayo kita ke depan ruang ICU lagi," kata Stevan sambil mengajak Heru balik ke depan ruang ICU.


Sesampai di depan ruang ICU, mereka disambut kembali oleh Selvi yang mendekati Heru seraya berkata, "Jadi bagaimana mas Heru tawaran dari Stevan? Apakah diterima?"


"Saya sangat berterimakasih atas bantuan dari mas dan mbak. Jujur, saya sangat senang karena dengan seperti ini, Saya bisa dekat dengan Tiara tanpa harus balik ke Kalimantan lagi," tutur Heru.


"Sama-sama mas. Kami begini karena mas juga kami anggap sebagai bagian dari keluarga 5 Dara. Terlebih saya merasa bangga dengan semangat mas menjaga sahabat saya Tiara," ucap Selvi.


"Sekali lagi terimakasih mbak. Saya janji untuk tidak mengecewakan mas dan mbak nantinya," kata Heru.


Selagi mereka berbincang-bincang, datanglah Riana dan Mira ke rumah sakit dan mendekati mereka.


"Bagaimana keadaan Tiara?" tanya Riana.


Dengan menundukkan kepala, Heru pun menjawab, "Sampai sekarang Tiara masih belum sadarkan diri. Entah kapan Tiara bisa sadar dan keluar dari masa kritisnya."


Riana sambil mendekati Heru dan memberi semangat kepadanya sambil berkata, "Kita hanya bisa berdoa semoga yang terbaik diberikan Tuhan kepada Tiara. Semoga Tiara cepat siuman dan keluar dari masa kritisnya. Oh ya mas Heru, bagaimana pekerjaan mas Heru di Kalimantan, karena sudah lima hari mas tidak masuk kerja. Sebelumnya kan sudah ngambil cuti."


Selvi pun berkata kepada Riana, "Tadi gue sudah bicara dengan Stevan untuk memasukkan mas Heru di perusahaannya. Stevan juga sudah berdiskusi dengan mas Heru dan mas Heru sendiri sudah setuju masuk di perusahaan Stevan."


Heru pun ikut berbicara, "Iya mbak, saya sangat berterimakasih dengan mbak Selvi dan mas Stevan yang membantu saya sebesar ini. Jujur, tadi saya dapat pesan dari perusahaan saya di Kalimantan kalau saya diberi surat peringatan yang pertama. Saya sempat bingung apakah harus kembali kesana sedangkan disini Tiara masih belum sadar. Makanya saya putuskan untuk tetap bertahan disini dengan resiko kehilangan pekerjaan. Tapi ternyata Tuhan baik sama saya. Lewat perantaraan mas Stevan dan mbak Selvi, saya di ijinkan untuk bergabung di perusahaan mas Stevan disini."


"Syukur Alhamdulillah mas. Kami bisa membantu mas disini. Kami tahu mas berat untuk melepas pekerjaan mas disana, tapi jujur saya pribadi kagum dengan pilihan mas yang merelakan pekerjaan demi menjaga Tiara sampai dia sadar," ucap Riana.


"Kalau gitu gimana kalau kita semua disini sama-sama berdoa menurut agama kita masing-masing agar Tuhan secepatnya memberikan pemulihan bagi Tiara dan bisa melewati masa kritis nya," sahut Mira.


Mereka pun kemudian bersama-sama memanjatkan doa buat kesembuhan Tiara dan agar Tiara bisa melewati masa kritis nya.

__ADS_1


***


__ADS_2