Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Jawaban Untuk Heru


__ADS_3

Sore ini Tiara baru pulang dari mengajar. Ia pun menghempaskan badannya ke kasur. Rasa malas menghantui nya untuk mandi. Inginnya hanya untuk rebahan dan meluruskan pinggang.


RRR..RRR...


Ponsel Tiara berdering. Tiara pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon. Ternyata dari Heru.


"Mau apa sih Heru nelpon? Gak tau apa orang lagi capek," gerutu Tiara.


📞"Halo...", Tiara dengan malasnya menyahut telepon.


📞"Assalamualaikum Tiara..."


📞"Waalaikumsalam Heru, ada apa?"


📞"Baru pulang ngajar ya Ra?"


📞"Iya... Makanya agak sedikit bete waktu kamu nelpon."


📞"Eh ganggu ya? Padahal Aku mau ngajak kamu jalan-jalan.."


📞"Aku lagi capek banget sih Ru.)


📞"Oh, ya udah kalau kamu lagi capek. Padahal aku berharap banget bisa jalan sama kamu di hari terakhir aku berada disini..."


Tiara agak terkejut mendengar kata-kata Heru barusan. Ia kemudian bangun dan mengambil posisi duduk,


📞"Maksudnya Ru?"


📞"Besok cuti ku berakhir, Aku harus balik ke Kalimantan"."


"Astaga... kenapa aku lupa. Heru kan disini cuti 21 hari buat merawat mamah nya," batin Tiara.


📞"Tiara... Tiara..."


Tiara kaget waktu Heru memanggil namanya di telepon,


📞"Iya Ru..."


📞"Berarti kalau kamu capek ya udah istirahat aja."


📞"Eh nggak kok. Aku mau kok jalan-jalan sama kamu."


📞"Nggak apa-apa nih?"


📞"Nggak. Tapi aku mandi dulu."


📞"Oke, setengah jam lagi ku jemput ya Ra."


📞"Oke."


📞"Ya udah, mandi gih sana. assalamualaikum"


📞"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Telepon pun ditutup.


Bergegas Tiara bangun dan mengambil handuk kemudian menuju kamar mandi.


***


20 menit berlalu, Tiara sudah berada di depan cermin meja riasnya. Ia telah siap dengan gaun merah kesayangannya. Sekarang dia lagi merias wajahnya agar terlihat cantik.


RRR... RRR...


Ponsel nya kembali berdering. Tiara pun mengangkat teleponnya.


📞"Assalamualaikum Ru, sudah dimana?"


"Waalaikumsalam Tiara, akusudah di depan komplek perumahan mu."


📞"Oke deh. aku siap-siap dulu..."


📞"Iya Ra, assalamualaikum..."


📞"Waalaikumsalam..."


Telepon pun ditutup.


Tiara pun siap-siap. Setelah sudah siap, Tiara pun keluar dan mengunci pintu rumahnya. Terlihat mobil Heru sudah sampai di depan rumah. Tiara pun bergegas menuju mobil Heru.


"Hai cantik, sorry ya membuat istirahat mu terganggu," kata Heru sambil membukakan pintu depan mobilnya.


"Nggak kok Ru," jawab Tiara setelah masuk kedalam mobil Heru.


"Aku ikut aja. Kan yang nyetir dirimu," jawab Tiara sambil mengambil ponsel nya untuk mengirim pesan kepada teman-teman 5 dara.


📱"All, kalau nggak sibuk, ngumpul yok sejam lagi di coffee shop. Heru mau ntraktir katanya."


Pesan pun dikirim ke semua kontak member 5 dara.


***


Mereka pun telah sampai di taman kota. Setelah memarkirkan mobilnya, Heru dan Tiara masuk ke area taman dan duduk disana.


"Ingat gak waktu kita pertama kali kesini. Dimana aku kala itu menembakmu dan sampai sekarang belum dapat jawabannya karena masih belum sebulan lewat masa training pacaran nya," kata Heru dengan senyum.


"Heru ah... malu aku. Tapi benar sih belum sebulan. Tapi aku juga gak ingat kamu kan disini cuman ngambil cuti karena mamahmu di operasi," kata Tiara dengan ekspresi sedih dan air matanya tanpa sadar mengalir di pipinya.


Heru yang melihat Tiara menangis, mencoba untuk menyeka air matanya dan berkata, "Tenanglah, dimanapun aku berada, ketika dari awal aku sudah menyatakan sayang sama kamu, aku akan menjaga perasaan ini sampai bertemu kamu lagi, bahkan sampai selamanya."


"Ru..."


"Iya Tiara?"


"Aku jawab sekarang ya apa perasaan ku sama kamu," kata Tiara.


"Lah kan masih dua minggu lagi baru genap sebulan," jawab Heru.

__ADS_1


"Iih... mau nggak aku jawab," Tiara dengan kesal mencubit tangan Heru.


"Ya, kalau kamu mau jawab sekarang sih aku malah senang," kata Heru sambil memegang tangannya yang terasa sakit habis dicubit Tiara.


"Aku... aku... sayang sama kamu. Aku menjawab iya," ucap Tiara.


"Yes... akhirnya kita resmi pacaran mulai saat ini?" tanya Heru.


Tiara hanya mengangguk tanda setuju.


Heru langsung memeluk dan mengangkat tubuh mungil Tiara dan membawanya berputar saking kegirangan.


"Woy, baru jadian sudah berani ya," kata Tiara.


"He-he-he maaf. Saking senangnya diriku. Tiara...aku sayang sama kamu," ucap Heru.


"Aku juga sayang sama kamu Heru. Tapi...," kata Tiara tiba-tiba terhenti.


"Tapi apa Tiara?" tanya Heru.


"Tapi kenapa waktu jadian nya kamu malah harus balik ke Kalimantan," ucap lirih Tiara.


"Tiara, Aku balik ke Kalimantan karena kerja dan mengumpulkan uang untuk melamar kamu nantinya jadi istri ku," kata Heru.


"Tapi nanti gimana kalau kamu malah kepincut cewek-cewek disana dan melupakan aku?" tanya Tiara.


Heru pun membawa Tiara duduk dan menunjuk ke langit sambil berkata, "Seperti kata ku sebelumnya, Saat kamu melihat bintang Rigel yang bersinar terang di rasi bintang Orion, seperti itulah rasa cinta ku kepada mu. Kita bisa melihat bintang itu dimanapun tempat kita berada, dan ia setia menemani malam kita. Aku juga berprinsip seperti itu, walaupun kita nantinya terpisah jarak, hati dan cinta ku tetap berada untuk mu. Akan terus menemani mu sampai Tuhan menyatukan kita dalam pernikahan dan memisahkan kita dalam kematian."


Tiara pun memeluk erat Heru dan menangis sambil berkata, "Terimakasih sudah mencintai ku dan semoga kamu tidak akan menyakiti hati ku kedepannya."


Heru pun berkata, "Hey, kan bukan muhrim kenapa meluk?"


"Bodo amat... suka-suka ku..." jawab Tiara sekenanya.


Heru pun membalas pelukan Tiara dan berkata, "Aku tahu dulu kamu pernah punya kenangan pahit dalam membangun sebuah cinta. Namun aku merasa kalau kamu itu anugerah terindah dari Tuhan yang ku miliki. Aku bukan datang untuk meratapi kisah pahit mu, tapi aku merasa Tuhan mempertemukan kita karena aku merasa kamu yang terbaik buat ku. Dan aku bukan hanya berjanji, tapi bersumpah untuk menjaga anugerah Tuhan berupa cinta ini untuk dirimu dan aku akan berusaha mengumpulkan uang agar bisa kembali dan mempersunting dirimu menjadi istri ku. Tunggulah aku ya sayang."


"Eh baru jadian sudah berani bilang sayang," kata Tiara sewot.


"Mengutip dari kata-kata kamu barusan. Bodo amat. Yang penting aku cinta ma kamu" balas Heru.


"Aku juga sayang kamu Heru. Jangan pernah berpaling dari aku ya," pinta Tiara.


"Pasti Tiara sayang. Aku akan menjaga cinta ini seperti kamu juga aku yakini bisa jaga cinta kita," jawab Heru.


"Iya sayang," jawab Tiara.


Heru pun melihat jam dan berkata, "Oh ya sayang, kira-kira teman-teman mu sudah di coffee shop gak?"


Tiara pun mengambil ponselnya dan membaca pesan WhatsApp dari teman-temannya. Lalu ia berkata, "Kayaknya mereka udah ngumpul disana."


"Yuk kita nyusul kesana," ajak Heru.


Merekapun meninggalkan taman dan menuju ke Coffee Shop bertemu dengan yang lainnya.

__ADS_1


***


__ADS_2