
Pagi itu Riana menyiapkan masakan buat suami dan anaknya. Riana ditemani oleh Surti, pembantunya. Dia memasak opor ayam kesukaan suaminya.
"Tumben ibu masak opor buat bapak?" tanya Surti.
Sambil tersenyum Riana berkata, "Tadi malam kan dikasih jatah batin sama bapak. He-he-he.."
"Walah... Pantesan ibu sumringah banget pagi ini. Jadi iri Surti bu," kata Surti.
"Makanya tuh cepetan nikah sama Supian, Satpam nya keluarga Markus Ong tetangga kita, Kan sering ngapel kemari," canda Riana.
"Ah males bu. Mas Supian itu playboy cap buaya di kompleks bu. Masa semua pembantu di kompleks digodanya. Apalagi kalau abang sayur lewat dan semua pembantu keluar, hmm... jijik dah dengan kelakuaannya. Tebar pesona mulu si mas Supian. Terlebih sekarang ada si Neneng, tukang jamu muda langganan kami. Noh si pawang buaya itu langsung melancarkan jurus maut rayuan gombal nya," cerita Surti sambil berapi-api.
"Lah, berarti kamu cemburu Surti?"
"Gak lah bu. Siapa yang mau sama dia."
"Trus masih betah melajang nih. umur sudah hampir 32 tahun loh..."
"Tenang bu, Surti lagi PDKT dengan bang Solihin, yang jualan kosmetik di toko kosmetik dekat tower PDAM yang sekitaran lampu merah jalan kearah rumah ini bu. Udah cakep, putih, baik lagi bu..." Surti menjelaskan.
"Emang dianya suka juga sama kamu Surti?"
"Suka lah bu. Dia malah berjanji bulan depan mau melamar Surti dan ketemu orang tua Surti di kampung," kata Surti sambil sumringah.
"Wah bagus itu. Nanti ibu dan bapak akan bantu biaya resepsinya. Nanti bikin aja acaranya di gedung disini. Masalah biaya, nanti kami yang bantu. Asal kamu bahagia," ucap Riana.
"Wah... masa saya yang nikah, ibu dan bapak yang repot?" tanya Surti agak kurang enakan.
"Lah, Surti kan sudah kami anggap keluarga juga. Jadi kami berhak kan bantu," jawab Riana.
Riana pun mengambil gelas dan pergi kearah kulkas mengambil air dingin untuk ia minum, namun entah kenapa baru ia akan minum, pegangan Riana terlepas dari gelas hingga gelas itu jatuh ke bawah,
"PRANG...."
Gelas yang tadi terjatuh akhirnya pecah. Riana mencoba memunguti pecahan-pecahan gelas tapi tiba-tiba tangannya tergores pecahan kaca dan berdarah. Melihat hal itu, Surti langsung mendekati bos nya,
"Aduh...tangan ibu berdarah. Biar Surti ambilkan kapas sama obat merah. Biarin aja bu, nanti Surti aja yang beresin pecahan gelasnya," kata Surti lalu bergegas mengambil kotak P3K.
Beberapa menit kemudian Surti kembali dengan membawa kotak P3K. Ia kemudian membersihkan dan membalut luka Riana dan juga membereskan pecahan-pecahan kaca bekas gelas yang terjatuh itu.
Tak lama kemudian, Malik suami Riana turun dari kamarnya di lantai atas dan melihat Riana yang lagi diobati oleh Surti,
"Kamu kenapa sayang?" tanya Suami Riana.
"Nggak apa-apa sayang. Tadi gelas yang kupegang terjatuh dan pecah. Aku coba memungut pecahan-pecahan kacanya, tahunya tanganku terluka. Eh kenapa kamu sayang? Kok seperti habis menangis?" tanya balik Riana melihat mata suaminya merah.
"Mamah... Mamah..."
"Kenapa mamah sayang?"
"Mamah... meninggal barusan."
__ADS_1
"Innailaihi wa innailaihi rojiun. Berarti gelas yang jatuh tadi pertanda mamah meninggal," jawab Riana sambil tidak sadar sudah mengeluarkan air matanya.
"Kita habis ini langsung berangkat ke Sukabumi. Anak-anak kita bawa aja. Nanti sayang kabarin wali kelas nya bilang ijin," kata suami Riana.
Riana pun bergegas mengambil ponsel nya dan menelepon wali kelas anak-anaknya. Setelah menelepon wali kelas anaknya, Riana pun menelepon Mira,
📞"Hallo Riana, ada apa?"
📞"Aku titip Coffee Shop lagi ya Mir?"
suara Riana terisak-isak menahan tangisnya.
📞"Lho kenapa Ri? Kamu nggak kenapa-kenapa kan?"
📞"Mamah mertua ku pagi ini meninggal dunia. Kami sekeluarga mau ke Sukabumi sekarang."
📞"Innailaihi wa innailaihi rojiun... Oke deh Ri, Ku kabarin juga ya teman-teman..."
📞"Iya Mir, makasih ya. Aku siap-siap dulu ya."
📞"Oke Ri, Assalamualaikum."
📞"Waalaikum salam."
Telepon pun ditutup, dengan tergesa-gesa Riana pun mempersiapkan bawaannya dan kemudian ia pergi mandi.
20 Menit berlalu, Riana beserta suami dan anak-anak nya sudah siap berangkat.
"Sudah sayang..."
Riana pun mendekati Surti dan berkata, "Surti, titip rumah ya!"
Surti pun menjawab, "Siap bu..."
Akhirnya Riana beserta suami dan anak-anak nya berangkat meninggalkan rumah menuju ke Sukabumi.
***
Di perjalanan, Riana menerima telepon dari Selvi,
📞"Ri, sudah dimana?"
📞"Kami sudah hampir memasuki Tol Jagorawi."
📞"Nanti share lock ya. Aku, Rachel, Tiara dan Mira rencananya mau nyusul ke tempat mertua mu."
📞"Kalian emang nggak kerja?"
📞"Kami sudah ijin sama pekerjaan kami masing-masing. Mira juga katanya mau ikut."
📞"Oke deh Sel. Nanti setelah sampai disana ku share lock lokasi kami."
__ADS_1
📞"Oke Ri. Aku mau jemput Tiara dulu sambil menunggu Rachel jemput Mira. Kami nanti start berangkat dari coffee shop."
📞"Iya Sel..."
Telepon pun ditutup.
***
Tiga jam berlalu akhirnya mobil keluarga Riana sampai ke rumah mertuanya. Disana sudah banyak orang yang melayat. Setelah mengirim gps lokasi kepada Selvi, Riana dan suami beserta anak-anaknya bergegas masuk kedalam dan melihat ibu mertua Riana sudah terbujur kaku dan tertutup kain. Dengan tangis yang tak tertahankan lagi, Riana langsung memeluk jasad ibu mertuanya,
"Mamah..." kata Riana sambil terisak-isak.
Salah seorang pelayat berusaha menenangkan Riana dan berkata, "Yang sabar ya neng, Mamah mertuanya sudah tidak merasakan sakit lagi. Beliau sudah tenang dan sehat dipangkuan Ilahi."
Sejam berlalu, rombongan Rachel, Mira, Tiara dan Selvi sampai di rumah duka. Mereka pun keluar dan mendatangi Riana dan memeluknya sambil memberikan semangat dan ketabahan kepada Riana. Mira, dan Tiara yang muslim langsung duduk dan mengambil buku surah Yasin dan membacanya di depan jenazah. Sedangkan Rachel dan Selvi yang beragama Kristen hanya duduk mendampingi sahabat-sahabatnya.
Ketua RT setempat mendekati Malik, suami Riana dan berkata, "Mas, rencananya jenazah akan dikebumikan dimana? Terus jam berapa? Sekalian mau ijin, Sebentar lagi jenazah akan dimandikan dan di sholatkan di mesjid."
Malik pun menjawab, "Rencananya mamah dikebumikan habis ashar di alkah keluarga. Silakan pak kalau mau memandikan jenazah mamah saya."
Setelah mendapat persetujuan dari Malik, jenazah mamah nya pun dibawa untuk dimandikan. Malik pun ikut membantu memandikan jenazah mamahnya, karena saat ini dia satu-satunya anak kandung. Abangnya Malik sudah meninggal beberapa tahun lalu karena mengalami kecelakaan, dan meninggalkan istri dan anak perempuannya.
Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah mamah mertua Riana dibawa ke mesjid untuk disembahyangkan dan dari sana, jenazah diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.
***
Setelah proses pemakaman selesai, sahabat-sahabat Riana pun mendekati Riana dan memberikan semangat,
"Ri, Dirimu dan suami sudah merawat mamah mertua mu dengan baik. Mungkin ini takdir Tuhan agar beliau tidak merasakan sakit lagi," kata Selvi.
"Iya Ri," jawab yang lain.
"Makasih ya sohib-sohib ku udah bela-belain datang kesini," kata Riana.
"Kita adalah 5 dara. Sesuai dengan motto persahabatan kita, suka duka, sedih senang, kita sama-sama merasakan," balas Rachel.
Riana pun mendekati Aisyah, istri almarhum abang iparnya dan berkata, "Mbak, mamah sudah meninggalkan kita. Mbak mau nggak ikut kami ke Jakarta?"
Aisyah pun menjawab, "Neng Riana, mbak sepertinya bertahan di kampung ini aja. Lagian anak-anak mbak kan masih sekolah. Dan juga disini banyak kenangan mbak bersama almarhum suami dan mamah. Terus mbak kan bisa menjaga rumah peninggalan mamah dan merawatnya. Sekali lagi makasih banyak neng Riana atas tawarannya."
"Kalau begitu ijinkan saya dengan mas Malik membantu keuangan mbak disini ya," kata Riana.
"Nanti merepotkan neng Riana sekeluarga. Tenang aja, mbak juga kan kerja, jadi bisa kok menghidupi diri dan anak-anak," jawab Aisyah.
"Nggak kok mbak. Kami malah berterimakasih karena mbak merawat mamah selama beliau masih hidup dan sekarang merawat rumah peninggalan mamah. Iya kan sayang?" kata Riana sambil melihat kearah suaminya minta persetujuan suaminya.
Suami Riana mengangguk setuju.
"Ya udah, yuk kita balik ke rumah. Pelayat yang lain sudah pada pulang tuh," ajak suami Riana.
Mereka pun meninggalkan kuburan mama mertua Riana dan pulang ke rumah yang jadi tempat tinggal dan kenangan masa kecil Suami Riana.
__ADS_1
***