
Malam ini adalah malam pesta ulang tahun yang diadakan sang mamah untuk Selvi. Semua teman-teman Selvi dan teman arisan sang mamah, juga karyawan di kantor Selvi hadir di acara ulang tahun Selvi. Termasuk juga member 5 dara.
"Aku lihat dari tadi kamu murung terus. Padahal ini ultah mu Sel?" tanya Riana melihat muka Selvi yang terus murung.
"Agak bete aja sih Ri," jawab Selvi.
"Bete kenapa Sel?" tanya Tiara juga.
Selvi pun mulai menceritakan, "Di hari ulang tahun ku, mamah mau memperkenalkan seseorang dan mau menjadikannya sebagai tunangan ku. Kan kesal aku nya. Masa hari gini masih ada perjodohan orang tua?"
"Waw, kisah Siti Nurbaya dong. Ni sudah jaman canggih padahal" celutuk Mira yang dibalas dengan anggukan kepala Selvi.
Tiara mendekati Selvi dan merangkul pundaknya seraya berkata, "Mungkin mamah mu ingin memberikan yang terbaik untuk jadi pendamping hidupmu kelak. Gak mungkin lah pilihan orang tua gak baik untuk anaknya."
"Masalahnya aku belum kenal siapa orang yang mau mamah ku jodohkan sama diriku. Katanya sih anak kawannya waktu sekolah dulu," balas Selvi.
"Hah... dirimu belum tahu?" tanya member 5 dara hampir serempak.
"Yup. Makanya aku gelisah banget," jawab Selvi.
Sesaat kemudian mamahnya Selvi pun muncul. Pembawa acara pun memulai acara dengan memperkenalkan mamah Selvi,
"Hadirin yang saya hormati, mari kita sambut orang tua dari Selvi dan dimohon juga untuk saudari Selvi untuk gabung bersama orang tuanya agar kita bisa memulai acara," Pembawa acara mempersilakan Selvi untuk ke depan mendekati mamahnya.
Begitu Selvi sudah bersama mamahnya, sang mamah pun mengambil mikrofon dan mengumumkan sesuatu, "Terimakasih buat semua yang sudah hadir di acara ulang tahun anak saya ke 25 tahun. Di acara ini sekalian saya mau mengumumkan seseorang yang akan menjadi tunangan Selvi. Mari kita sambut calon tunangan Selvi, Stevanus Winata."
Orang yang disebut pun muncul dari tempat orang-orang yang hadir di tempat itu. Ternyata dia adalah sopir pribadi Selvi selama ini.
"Lah kok kamu sih yang jadi calon tunangan ku? Ini ada skenario apa sih?" tanya Selvi keheranan saat Stevan hadir di depannya bersama orang tuanya.
Mamah Selvi yang melihat kebingungan Selvi pun tersenyum kemudian mendekatinya dan berkata, "Semua adalah skenario mamah buatmu."
__ADS_1
"Selvi masih bingung mah," bisik Selvi kepada mamahnya
"Mamah lanjutkan dulu ya perkenalannya," kata mamah sambil mengambil mikrofon kembali.
"Hadirin yang saya hormati, perkenalkan ini adalah Stevanus Winata. Seorang pengusaha advertising terkenal di kota ini. Ia adalah anak dari teman kuliah saya. Dan kami sudah mempersiapkan perjodohan kedua anak kami. Mari kita bersama mendoakan agar hubungan mereka bisa langgeng sampai pernikahan," kata sang mamah.
Stevan pun berdiri mendekati Selvi dan mengeluarkan dua buah kotak berisi cincin perak tanda hubungan pertunangan mereka,
"Sel, maaf kalau aku selama ini menyembunyikan identitas. Semua agar aku bisa mendekatimu dan menjagamu dari dekat. Dan ini adalah tanda bahwa aku serius mencintaimu. Cincin ini bukan sebagai pengikat, tapi lambang bahwa aku akan selalu menjagamu dan mencintaimu sampai pada saat pernikahan kita berlangsung, Sekalian hadiah ulang tahunku buatmu. Selamat ulang tahun Selvi," kata Stevan diiringi tepuk tangan riuh dari semua yang hadir.
Selvi pun berkata, "Pertama aku kaget, ternyata yang dikenalkan mamah ke aku adalah dirimu, soal nya aku kenal kamu karena dirimu supir pribadi ku. Walaupun aku sempat curiga, kok seorang supir gantengnya kayak artis korea plus seorang sarjana. Kedua, aku senang ternyata orang yang selama ini ku taksir ternyata adalah calon tunangan ku. Ini adalah kado terindah ulang tahun ku."
"Ternyata kamu juga naksir aku ya? Wah, gayung bersambut dah," celutuk Stevan.
Selvi langsung mencubit lengan Stevan sampai ia meringis kesakitan.
"Itu hadiah dari ku atas akting mu yang sukses buat aku salting. Sukses membuat seorang bos menyukai sopirnya. Kenapa gak sekalian aja dirimu jadi artis sinetron?" kata Selvi yang sudah gemas.
"Nanti malah banyak yang mengidolakan ku, malah kamu cemburu lagi," kata Stevan disambut cubitan Selvi kembali di lengannya.
"Ya udah Sel, Kita lanjutkan lagi acara ulang tahunnya," pinta Mamah Selvi.
Acara pun dilanjutkan oleh pembawa acara dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun, meniup lilin dan potong kue. Pada saat acara potong kue, Selvi memberikan potongan kue kepada sang mamah tercinta, Stevan dan keluarganya serta sohib-sohib tercintanya 5 Dara. Setelah acara prosesi pemberian kue ulang tahun selesai, Selvi bersama Stevan mendekati sahabat-sahabat Selvi,
"Sel, selamat ya atas ulang tahunnya dan atas pertunangannya," kata Rachel.
Riana pun ikut berkata, "Selamat ulang tahun ya bestie ku. Oh ya, aku mau bertanya dulu sama si Stevan, kenapa mendekati Selvinya harus dengan cara jadi sopirnya dulu? Kenapa bukan mendekati sebagai seorang pengusaha?"
Stevan pun menjawab pertanyaan Riana, "Gini mbak. Saya ingin agar Selvi tidak melihat saya sebagai sosok yang tajir, Saya ingin agar Selvi melihat ketulusan cinta saya karena saya memang tulus, bukan karena kekayaan saya. Terus kenapa saya harus menjadi sopir? Karena ingin selalu dekat sama Selvi dan menjaganya semampu saya."
"Pantesan nih orang bawel banget jadi sopir. Sampe-sampe masalah kesehatan ku diperhatikannya," celutuk Selvi.
__ADS_1
"Hah, maksudnya Sel?" tanya Riana.
"Contohnya, ada waktu itu aku lagi PMS, trus waktu aku mesan es untuk ku minum, malah dia tukar dengan teh hangat," cerita Selvi.
"Lah, bukannya itu bagus Sel," kata Mira nyelutuk.
"Ya kan bawel nya buat siapa dulu. Untuk menjaga orang yang disayang kan!" balas Stevan.
Tiara pun ikut berkata, "Kok jadi semacam sinetron yah. Bisa nih dibuat dengan judul Sopirku Cintaku."
Semua langsung terbahak-bahak mendengar perkataan Tiara barusan.
"Tapi jujur ya Sel, apa yang dilakukan Stevan ini sangat romantis dah. Mengingat dulu kamu pernah kecewa dengan sosok lelaki yang sampai selingkuh dengan sahabat sendiri bahkan tega menculik kamu. Nah sekarang buat mas Stevan, jangan kecewain sahabat kami ya. Kalau sempat kamu kecewain, siap-siap ku masukkan anda ke sel penjara polsek, biar disana anda di eksekusi sama napi lain," kata Rachel mewanti-wanti.
"Dengar tuh mas Stevan. Itu ancaman ibu Kapolsek nggak main-main lho!" balas Mira.
"Tenang mbak. Makanya saya membuktikan diri untuk jadi yang terbaik buat Selvi. Dan mohon doakan agar hubungan kami bisa langgeng sampai menikah sampai kakek nenek," jawab Stevan.
"Amin...." jawab semua hampir berbarengan.
"Terus habis ini, masih jadi sopir nya Selvi nggak?" tanya Riana lagi.
"Iya mbak. Tapi jadi sopir tanpa bayaran uang namun dengan bayaran cinta," celutuk Stevan yang membuat semua tertawa.
"Nah sekarang, semuanya sudah punya pasangan. Tinggal aku yang belum," lirih Mira sedih
"Bukannya belum Mir, tapi Sudah pernah punya pasangan, tapi bukan yang terbaik. Tenang aja, pasti Tuhan akan mempertemukan dirimu dengan jodoh yang terbaik buat mu dan anak semata wayang mu," kata Riana.
"Amin..." jawab yang lain hampir serempak.
"Ya udah, ayo kita lanjutkan rayain ultah sekaligus pertunangan sohib kita," kata Tiara.
__ADS_1
Semua pun melanjutkan acara ulang tahun Selvi. Sebuah kebahagiaan buat Selvi. Selain acara ulang tahunnya, ia mendapat kejutan dengan hadirnya sosok yang kelak akan mendampingi hidupnya yang ternyata adalah orang yang selama ini dekat dengannya, yaitu sopirnya yang ternyata adalah seorang pengusaha besar.
***