Nuansa 5 Dara

Nuansa 5 Dara
Tiara Kecelakaan


__ADS_3

Pagi ini Tiara terlihat sedang terburu-buru. Dia kesiangan bangun efek hari ini sebenarnya hari minggu, tapi karena ada seminar yang harus Tiara hadiri sebagai seorang dosen, terpaksa dia bangun pagi dan cepat-cepat bersiap-siap.


"Waduh, setengah jam lagi jam 8. Mana jam segitu sudah mulai seminarnya." gerutu Tiara.


Setelah mandi ayam dan menyemprotkan parfum hampir seperempat isinya, dan berdandan singkat, akhirnya Tiara pun siap berangkat.


"Lebih baik aku naik sepeda motor aja supaya gak telat," batin Tiara sambil mengeluarkan sepeda motor matic nya dari garasi.


Segera ia mengemudikan sepeda motornya dan mulai meninggalkan rumah. Tiara pun mengemudikan sepeda motornya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


Hingga pada sebuah simpangan, tiba-tiba sebuah mobil melaju dari arah simpangan hingga memotong jalur sepeda motor Tiara. Dia pun mencoba menghindar dan mengerem sepeda motor nya. Namun...


BRAKKK...


Naas bagi Tiara. Dia menabrak trotoar dan terpental hingga menghantam sebuah pohon besar di sekitar trotoar hingga membuatnya berdarah dan pingsan seketika.


Semua yang melihat termasuk pengemudi mobil yang dihindari Tiara tadi mendekati Tiara yang terkapar, dan dengan segera menelepon ambulans agar membawa Tiara yang pingsan dan banyak mengeluarkan darah ke rumah sakit.


***


Dani yang sedari tadi menunggu calon kakak ipar sekaligus dosennya itu dengan gelisah berjalan bolak-balik di depan halaman kampus.


"Sampai jam segini belum kelihatan nih calon kakak ipar. Apa masih ketiduran ya? Coba ku telepon," gerutu Dani sambil mengambil ponselnya dan menelepon Tiara.


📞"Assalamualaikum... Halo..."


"Lho kok yang menjawab laki-laki?" pikir Dani langsung tidak karuan.


📞"Waalaikumsalam... Maaf ya, saya bicara dengan siapa? Kok telepon kakak saya ada di anda?"


📞"Kakak anda sedang berada di rumah sakit. Tadi mengalami kecelakaan lalu lintas. Untung anda tadi nelpon, karena ponsel kakak anda dalam keadaan terkunci dan kami tidak bisa mengecek siapa yang harus di hubungi..."


"Astaghfirullah... mbak Tiara kecelakaan," Dani kaget luar biasa.


📞"Oh ya pak, saya meluncur ke sana sekarang. Assalamualaikum..."


📞"Waalaikumsalam..."


Telepon pun dimatikan.


Dani pun segera menuju ke sepeda motornya dan bersiap-siap menuju ke rumah sakit. Anissa kekasihnya Dani yang juga wakil ketua BEM melihat Dani yang terburu-buru segera menghampiri,


"Kemana kamu, sayang?" tanya Annisa.


"Mbak Tiara, eh bu Tiara kecelakaan. Sekarang beliau ada di rumah sakit. Aku mau kesana melihat keadaannya," kata Dani.


"Astaghfirullah, aku ikut ya sayang," pinta Annisa.


"Kamu kabarin aja pihak kampus dan panitia seminar kalau bu Tiara kecelakaan. Nanti susul aja aku ke rumah sakit," balas Dani sambil mengendarai sepeda motornya berlalu dari hadapan Annisa.


***


Tiba di rumah sakit, Dani langsung menemui orang yang memegang ponsel Tiara.


"Saya adiknya korban. Sekarang kondisi korban bagaimana pak?" tanya Dani.


"Korban lagi di ruang ICU. Dalam keadaan kritis karena banyak kehilangan darah. Oh ya, ini ponselnya korban saya kembalikan," kata bapak tersebut.


"Makasih pak," jawab Dani sambil mengambil dan menyimpan ponsel Tiara di tasnya.

__ADS_1


Selagi Dani menunggu, tiba-tiba ponsel Tiara berdering. Dani pun melihat ternyata dari Selvi. Langsung Dani mengangkat telepon nya,


📞"Assalamualaikum..."


📞"Eh, waalaikumsalam... lho kok suara cowok. Kamu siapa? Terus mana Tiara nya?"


📞"Saya Dani adiknya bang Heru pacar mbak Tiara. Sekarang mbak Tiara nya ada di rumah sakit."


📞"Hah... kenapa Tiara?"


📞"Tadi pagi mbak Tiara mengalami kecelakaan sewaktu mau ke kampus."


📞"Kenapa hari minggu ke kampus Dan?"


📞"Mbak Tiara harusnya menghadiri seminar. Dan mbak Tiara jadi salah satu dosen yang memberikan bahan seminar mbak."


📞"Terus sekarang bagaimana kondisi Tiara?" Nada suara Selvi berubah menjadi tegang.


📞"Sekarang kondisi mbak Tiara lagi kritis di ruang ICU."


📞"Oke, saya dan teman-teman langsung kesana. Terimakasih ya Dani udah mengabarin."


📞"Sama-sama mbak."


Telepon pun ditutup.


***


Setengah jam berlalu. Selvi, Riana, Rachel dan Mira datang ke rumah sakit. Mereka sudah disambut oleh Dani.


"Bagaimana keadaan Tiara Dan?" tanya Selvi.


Tiba-tiba keluarlah suster dari ruang UGD dan mendekati mereka,


"Pasien banyak kehilangan darah sehingga memerlukan transfusi darah. Siapa diantara saudara saudari yang memiliki golongan darah O?" tanya sang suster.


"Saya sus.." jawab Selvi.


"Saya juga O sus.." jawab Mira.


"Saya O juga sus..." jawab Dani.


"Oke kalau begitu silakan saudara dan saudari semua ikut saya ke laboratorium buat transfusi darah," jawab sang suster.


Setelah proses donor darah selesai, Selvi, Mira dan Dani pun berkumpul kembali dengan yang lain.


"Udah ada tanda-tanda Tiara siuman?" tanya Selvi.


Rachel dan Riana hanya menggeleng kan kepalanya.


"Semoga Tiara bisa cepat sadar," ucap Selvi sambil menitikkan air matanya.


"Amin..." jawab yang lain.


"Kita ini 5 dara dan apapun masalah satu orang, merupakan masalah kita bersama. Tapi... ini cobaan yang berat bagi kita. Kenapa harus Tiara yang mengalami ini?" Riana tak kuasa menahan emosi dan tangisnya.


Rachel menenangkan dan berkata, "Semua terjadi atas kehendak Tuhan dan kita hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan dan kesembuhan Tiara."


"Andainya saya tahu kalau mbak Tiara kecelakaan seperti ini, saya tadi yang jemput mbak Tiara dari rumahnya. Ya Allah, kenapa harus seperti ini terjadi sama mbak Tiara," kata Dani menangis sambil menyalahkan diri.

__ADS_1


Rachel pun kembali menenangkan Dani, "Emang kita bisa tahu kecelakaan ini terjadi pada Tiara? Kita pun sebenarnya berharap semua baik-baik saja. Tapi Tuhan berkehendak lain. Ayo semangat Dan. Ini bukan kesalahan kamu. Bukan kesalahan siapa-siapa. Ini murni takdir. Oh ya, kamu dah kasih tahu abang mu si Heru kalau Tiara kecelakaan?"


"Belum mbak," jawab Dani.


"Coba telepon dia. Kasih tahu pelan-pelan supaya dia jangan kepikiran," lanjut Rachel.


Dani pun mengeluarkan ponselnya dan menelepon abangnya si Heru.


📞"Assalamualaikum Dan, ada apa?"


📞"Waalaikumsalam bang. Abang janji ya jangan kaget dan sedih kalau Dani nanti mengatakan sesuatu."


📞"Apaan sih Dan..."


Dengan sedikit gemetar karena menahan tangis, Dani pun melanjutkan percakapan teleponnya,


📞"Mbak Tiara kecelakaan lalu lintas..."


Heru pun langsung shock dan melanjutkan percakapannya dengan suara terbata-bata karena menahan tangis,


📞"Kapan? Bagaimana keadaan nya sekarang?"


📞"Tadi pagi bang. Keadaan mbak Tiara sekarang masih belum sadar di ICU. Berdoa ya bang supaya mbak Tiara cepat sadar."


📞"Aku harus ke sana sekarang Dan. Habis ini aku mau ijin dan mencari tiket ke Jakarta."


📞"Jangan bang. Abang kan dalam tahun ini sudah cuti. Masa abang cuti lagi?"


📞"Dia kekasihku Dan. Calon kakak iparmu. Masa abang diam disini? Abang nggak tenang Dan. Abang usahakan supaya bisa ijin dan mendapatkan tiket..."


📞"Ada kami kok bang yang jaga mbak Tiara disini. Ada juga kok sahabat-sahabat mbak Tiara."


📞"Tetap Dan. Abang gak tenang."


📞"Ya udah bang. Terserah elo lah. Pokoknya hati-hati dijalan dan kabarin kalau sudah mau berangkat."


📞"Iya Dan. Makasih ya infonya. Tolong titip jaga dulu Tiara ya."


📞"Iya bang."


📞"Assalamualaikum..."


📞"Waalaikumsalam..."


Telepon pun ditutup.


"Apa kata abang mu Dan?" tanya Rachel.


"Bang Heru katanya mau cuti kesini lagi," jawab Dani.


"Astaga. Padahal kan sebelumnya sudah ngambil cuti?" tanya Selvi setengah terkejut.


"Sudah Dani bilang mbak. Tapi bang Heru nya ngotot mau kesini. Dia nggak tenang sebelum melihat keadaan mbak Tiara" jawab Dani.


"Ya udah. Biarin dah. Itu kemauan dia. Nggak bisa kita memaksakan kehendak kita," kata Rachel.


Merekapun terus menunggu perkembangan kondisi Tiara sambil terus berdoa semoga Tiara cepat sadar.


***

__ADS_1


__ADS_2