Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Begitu lagi


__ADS_3

Zihan menatap langit langit kamarnya. Dunia ini benar benar mempermainkan Zihan.


Setelah meninggalkan Gabriel yang sedang tertawa sendiri,Zihan dengan buru buru mengunci pintu kamarnya. Sengaja kunci pintu kamar Zihan tidak ia di lepas. Tujuannya supaya Gabriel tidak bisa masuk walau menggunakan kunci cadangan.


Pemikiran yang matang menurut Zihan.


Dia masih trauma dengan kelakuan Gabriel, waktu Gabriel mengambil aset berharganya. Dan Zihan tidak ingin kejadian itu terulang.


tok..tok..tok...


Suara ketukan itu menyadarkan Zihan.


" Buka pintunya,Sayang "


Pinta Gabriel di luar sana. Zihan terdiam tak ingin menjawab ucapan Gabriel. Biarkan dia mengira Zihan sudah tertidur. Ketukan itu semakin keras,dan itu membuat amarah Gabriel memuncak di luar sana.


" Kalau kamu tidak membuka pintu,jangan harap kamu bisa keluar dari mansion ini. Dan jangan harap kamu bisa kuliah di kampus yang kamu inginkan. Di mana pun itu " ancam Gabriel.


Zihan melotot tak percaya. Gabriel bahkan tidak ragu untuk mengancam Zihan. Sekarang apa yang harus di lakukan fikir Zihan.


" Be...bentar,Om " dengan gugup dan takut Zihan akhirnya membuka pintu.


Dia bahkan sedikit berlari karna takut dengan ancaman Gabriel. Sia sia dong ucapan manis Zihan selama ini.


Akh...sial. Pake ngancem segala lagi. batin Zihan jengkel.


tlek...tlek...ceklek...


Setelah membuka kunci dan pintu terbuka. Betapa Zihan terkejut melihat Gabriel dengan muka seramnya. Dengan susah payah dia menelan salivanya sendiri.


Oh Tuhan.... nyeremin...


Tanpa berkata Gabriel mendorong badan Zihan.


Aww... rintih Zihan.


Badannya serasa remuk atas dorongan kuat Gabriel. Sedangkan Gabriel dia kembali dan dengan segera mengunci kamar serta membuang kunci kamar entah kemana.

__ADS_1


Zihan mundur dengan segera. Dia sangat takut dengan amarah Gabriel. Zihan fikir,Gabriel tidak akan melakukan hal ekstrim seperti ini. Tetapi dia salah,bahwa Gabriel bukan orang yang mudah untuk di taklukan.


Untuk sesaat Gabriel berdiri membelakangi Zihan. Matanya tertutup berharap amarahnya mereda. Dia tidak ingin melukai wanita yang berstatus istri beberapa jam yang lalu itu.


Di tariknya nafas dalam dalam,hingga terdengar nafas keras Gabriel di saat membuangnya.


" Kenapa selalu menguji kesabaranku,Zihan "


" Maaf " lirih Zihan.


Gabriel berbalik dan berjalan mendekat ke arah Zihan. Dia memandang Zihan dengan tatapan tajam.


" Jangan membuatku marah Zihan. Atau sesuatu yang buruk akan terjadi "


Dengan takut Zihan memandang mata Gabriel yang mulai berubah teduh. Ada rasa bersalah di hati Zihan.


" Maafin,Zihan Om... Zihan tak bermaksud mengurung diri Zihan " ucap Zihan terbata bata.


" Jangan lakukan itu lagi. Kamu itu istriku Zihan. Aku berhak melakukan apapun yang ingin ku lakukan padamu. Dan satu hal lagi. Jangan sampai mengunci pintu lagi " ancam Gabriel.


" Iya,Om. Maaf "


Untuk sesaat Zihan tertegun,dia masih tak percaya dengan sikaf Gabriel yang tiba tiba berubah.


" Apakah kamu ingin melakukan hal lain? " goda Gabriel saat melihat Zihan terdiam.


" Ti.. Tidak "


Dengan segera Zihan tidur,bahkan badan nya ia bungkus pakai selimut. Takut sesuatu akan terjadi. Sampai ia tertidur pulas di balik selimut. Gabriel yang melihat tingkah Zihan hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala dan ssgera mengikuti Zihan yang sudah terbang ke alam mimpinya.


◇◇◇◇


Pagi hari,di saat Gabriel terbangun,Zihan sudah tak ada di sampingnya. Rasa takut akan kehilangan Zihan mulai menyerang Gabriel.


Namun setelah mendengar gemercik air di balik pintu kamar mandi. Hatinya berubah lega. Dia dengan segera membuka pakaian yang melekat pada tubuhnya. Berjalan menuju kamar mandi.


Setelah pintu terbuka,terlihatlah pemandangan yang menyegarkan mata Gabriel. Membuat gairah Gabriel bangkit seketika. Di dekatinya istri cantiknya itu. Perlahan tapi pasti,kini Gabriel memeluk Zihan.

__ADS_1


Aaakkkhhh " teriak Zihan.


" Sttt....gak usah teriak "


Dengan cepat Zihan membungkam mulutnya. Dia masih takut dengan kejadian semalam.


Rasa geli yang di rasakan Zihan akibat kecupan dan sentuhan Gabriel membuat tubuhnya menegang.


" Berhenti,Om. Zihan mohon. Jangan akh,ulangi lagi " ucap Zihan di saat tangan Gabriel bermain di tubuhnya.


Bahkan sekali kali Gabriel menggigit leher Zihan. Sambil memainkan dua benda kesukaan Gabriel.


" Om, berhen...mmmpp " dengan cepat Gabriel membalik tubuh Zihan dan segera membungkam bibir Zihan dengan bibirnya.


Tangannya bergerilya tak tinggal diam. Tanpa melepaskan pugutannya,Gabriel mengangkat tubuh Zihan. Menggendongnya sampai tempat tidur. Setelah itu merebahkan tubuh Zihan dan mengungkungnya.


Terjadilah pagi erotis yang sempat tertinggal tadi malam. Meskipun dengan penolakan Zihan. Namun itu tetap berhasil menuntaskan hasrat Gabriel saat ini. Sampai Zihan terlelah dan tidur kembali.


◇◇◇◇


Setelah acara yang mengasyikan untuk Gabriel dan mengerikan untuk Zihan. Gabriel segera membersihkan badan,bersiap untuk pergi ke kantor.


Rencananya,nanti sing Gabriel akan mengantar Zihan untuk melihat Universitas yang Zihan inginkan.


Dengan cepat ia mengeluarkan kunci cadangan yang Gabriel simpan di saku celana nya. Maklum,kunci yang asli Gabriel buang entah kemana tadi malam.


Sejenak melihat istri cantiknya yang tertidur kelelahan. Terbitlah senyum tulus di wajah tampan Gabriel.


Sepertinya aku terlalu semangat,sehingga membuatmu kelelahan sampai tertidur...


Cupp..


Di kecupnya kening Zihan sebelum ia membenarkan selimut yang menutupi tubuh naked Zihan. Setelah itu berlalu keluar sambil menenteng tas kerja di tangannya.


•••●●●•••


Satu episode dulu ya untuk hari ini...

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2