Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Perkelahian


__ADS_3

Ketika Rafael sampai di depan pintu ruang rawat Zihan. Untuk sesaat dirinya diam mematung. Setelah perkataan dari suster yang di suruh Rafael untuk menjaga Zihan. Hati Rafael mendadak takut dan sesak.


Bagaimana pun kini Rafael sudah jatuh terlalu dalam mencintai Zihan. Ada sedikit tidak rela di hatinya jika Zihan benar benar akan di bawa pergi oleh orang yang mengaku, Suaminya.


" Kamu siapa? " tanya Rafael ketika dia masuk setelah memutar knop pintunya.


" Mohon maaf,tuan. Dia adalah suami nona Zihan. " Ucap Koko membuat Rafael diam mematung,pandangan nya pun tak lepas dari sosok Gabriel yang tertidur kelelahan sambil menggenggam tangan Zihan.


" Terus,kenapa dia membiarkan nona Zihan berkeliaran sendiri? " sentak Rafael membuat Gabriel terbangun dari tidurnya.


" Maaf,masalah itu mungkin seharusnya anda tidak perlu tahu " jawab Koko tegas.


" Kenapa? Aku berhak tahu karena akulah orang yang menolongnya " ucap Rafael membuat Gabriel seketika mengeraskan rahangnya.


Koko terdiam,dia sedang mengatur amarahnya supaya tidak meledak. Sedangkan Rafael sendiri sudah sangat panas, tubuhnya serasa di bakar api akibat cemburu.


" Apa hak mu mencampuri urusanku dengan istriku? " kata Gabriel dingin,menekan kata katanya. Dia bahkan kini telah berdiri, berhadapan dengan Rafael.


" Istri? Cih... mana ada seorang suami membiarkan istri yang sedang mengandung bepergian sendiri, lebih baik kau tinggalkan dia saja " ucap Rafael dengan amarah yang semakin menggebu.


Gabriel semakin mengeraskan rahangnya. Dia sungguh merasa bahwa Rafael terlalu mencampuri urusannya. Padahal kurang apa lagi Gabriel menyayangi Zihan. Bisa bisanya Rafael men-judge Gabriel mengabaikan Zihan.


" Aku masih ingat batasanku karena ini di lingkungan orang sakit. Tapi kalau sampai kamu melewati batas itu,maka aku gak akan melihat di mana kini aku berada. Ingat itu, Tuan " kata Gabriel membuat Rafael menajamkan pandangannya.

__ADS_1


' Sial...ternyata lelaki ini tidak gampang di provokasi. Siapa sebenarnya lelaki ini? ' batin Rafael.


" Sebaiknya Tuan pergilah. Jangan ikut campur urusan rumah tangga majikan saya " ucap Koko.


" Aku berhak ikut campur,karna aku mencintai dia " kata Rafael lantang membuat Gabriel bangun kembali dari kursinya, dan melayangkan tinjunya tepat di pipi Rafael. Tak hanya di situ. Gabriel pun memukul Rafael hingga Rafael babak belur dan meraung kesakitan. Dan hal itu membuat para Suster dan Dokter mendatangi ruangan Zihan.


" Kenapa kalian ribut di sini? " bentak dokter Viktor yang menangani Zihan. " Di sini ruangan pasien yang sedang sakit,bukan ruangan untuk orang yang saling tinju " lanjutnya marah.


" Maaf,Dok. Tapi majikan saya ini suaminya pasien yang sedang koma. Dan dia membuat amarah majikan saya memuncak setelah mengucapkan bahwa dia mencintai istri dari pasien ini " jelas Koko membuat Dokter Viktor menghela nafas kasar.


" Suster tolong bawa tuan muda ini,kita rawat di ruangan lain " ucap Dokter Viktor. " Saya harap untuk kedepan tidak ada kejadian seperti ini kembali " peringat Dokter Viktor pada Gabriel yang masih diam untuk meredakan amarahnya.


' Beraninya dia bilang cinta pada istriku. Lain kali kan ku buat kau mati secara mendadak. Takkan ku biarkan istriku jatuh ke tangan orang seperti dia ' batin Gabriel.


" Koko,cari informasi mengenai lelaki tadi. Jangan biarkan satu informasi pun terlewat. Berani beraninya dia mencintai istriku. Bahkan setelah tahu istriku sedang mengandung benihku " kata Gabriel membuat Koko menganggukkan kepala nya.


Setelah itu berbalik dan duduk kembali di kursi samping tempat tidur Zihan. " Bangunlah... Kita harus pulang secepatnya. Aku tidak mau lelaki itu menghancurkan pernikahan kita. Merebut dirimu dariku dan calon anak kita " gumam Gabriel.


Sementara Rafael sedang mengerang kesakitan bahkan sampai Rafael pingsan. Setelah di periksa dokter,ternyata luka yang di sebabkan Gabriel pada tubuh Rafael lumayan serius.


Pergelangan tangan kiri Rafael terkilir. Dan terdapat banyak luka lebam di sekujur tubuh Rafael..


Kyle yang baru mendapat kabar dari dokter Viktor tentang kondisi Rafael mendadak cemas. Bahkan Kyle berlari dan dengan cepat menekan tombol lift yang akan membawanya ke lantai bawah.

__ADS_1


Tubuh Kyle gemetar. Dia seakan tahu apa yang akan di lakukan lelaki itu pada Rafael.


Mudah mudahan lelaki itu masih punya belas kasih untuk Bos malangku. batin Kyle tak tenang.


ting...


Tepat di saat lift terbuka. Kyle kembali berlari menghiraukan sapaan dari para karyawan. Dengan cepat dia masuk ke mobil dan melajukan mobilnya.


Dua puluh menit pun berlalu. Kyle tiba di rumah sakit dengan keadaan yang berantakan. Ujung kemeja depan Kyle salah satunya keluar dari dalam celana panjang yang ia kenakan. Bahkan rambut Kyle pun berantakan di tambah keringat yang hampir sepenuhnya membasahi rambut Kyle.


" Dok,bagaimana keadaannya? " tanya Kyle di saat ia sampai di depan ruang rawat Rafael dan membukanya.


" Dia mengalami luka lebam hampir di sekujur tubuhnya. Dan tangan kirinya pun terkilir, saya harap mulai saat ini anda dapat menjaga tuan Rafael agar dia tidak kembali berbuat onar " jelas Dokter Viktor membuat Kyle seketika merasa bersalah.


" Baiklah,Dok. Terima kasih " ucap Kyle.


Setelah dokter berlalu pergi,Kyle mendekati brankar yang di pakai Rafael.


" Kali ini kamu salah lawan,Bos " ucap Kyle.


" Dia itu orang yang tidak punya belas kasih. Dan kamu malah menyinggungnya dengan mengatakan bahwa kau mencintai istrinya tepat di depan mukanya " kata Kyle.


Jujur,Kyle merasa iba melihat keadaan Rafael yang selalu bergilir perempuan kini malah jatuh cinta pada istri orang. Dan berakhir di rumah sakit dengan keadaan yang mengenaskan.

__ADS_1


◇◇◇◇


Bersambung...


__ADS_2