Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Titik Terang


__ADS_3

Kyle datang ke Rumah Sakit tempat Zihan di rawat.Dia membawa paper bag berisi pakaian Rafael. Di saat Kyle akan membuka knop pintu ruang rawat Zihan,dia terenyuh dengan apa yang di lihatnya dari kaca kecil di tengah pintu.


' Segitu cintanya kamu,Bos sama wanita itu. Kalo Bos tahu siapa wanita itu,kamu pasti akan bertambah sakit Bos. Bahkan,aku gak sanggup membayangkan nya ' gumam Kyle.


Selama seminggu Kyle mencari informasi tentang Zihan. Dirinya terkejut,mengetahui bahwa Zihan sudah menikah. Dan pernikahan itu antara Zihan dan adik dari ibunya sendiri. Yang tak lain adalah lelaki paling di takuti di Itali. Dan anak dalam rahim Zihan adalah anak suaminya, yang selama ini Kyle ketahui hasil dari paksaan suaminya.


Sejujurnya Kyle merasa was-was, tetapi dirinya tidak mampu membicarakan tentang Zihan pada Rafael. Entah apa yang akan di lakukan Rafael,mengetahui bahwa Rafael sangat keras kepala. Akhirnya dia memutuskan untuk menutup rapat informasi keberadaan Zihan,hanya untuk keselamatan Rafael.


Rafael Adson,lelaki tampan yang memegang perusahaan dalam bidang perhotelan itu adalah anak tunggal dari pasangan Erlando Adson dan Carrie Adson.


Sedangkan Kyle sendiri adalah anak angkat dalam keluarga Erlando. Orang tua Kyle meninggal di saat Kyle masih berumur 3 tahun. Mereka meninggalkan Kyle karena kasus tabrakan yang membuat keduanya merenggut nyawa.


Cekrek..


( Kyle membuka knop pintu )


Rafael yang mengetahui kedatangan Kyle memutar tubuhnya.


" Apa,Bos udah makan? " tanya Kyle basa basi.


" Aku gak laper,Kyle " ucap Rafael sambil memegang tangan Zihan.


" Makanlah dulu. Biarkan dia bersamaku " kata Kyle. " Nanti kalau kamu sakit,siapa yang akan menjaga wanita ini "kata Kyle lagi.


" Baiklah " pasrah Rafael.


Akhirnya Rafael berdiri setelah melepaskan tautan tangannya dengan Zihan.


' Cepat sadarlah. Jangan membuat aku khawatir terus ' batin Rafael berbicara sebelum dirinya meninggalkan Zihan bersama Kyle.


" Aku titip dia "


" Ganti bajulah dulu. Pakaianmu terlihat banyak noda darah " ucap Kyle menyodorkan paper bag itu pada Rafael. Dan Rafael hanya mengangguk.


" Terimakasih " ujarnya.


" It's Okey..."


**


Sedangkan di belahan negara yang berbeda,Hito terus menghubungi Gabriel,bahkan Hito bergantian dengan Erina menghubungi Gabriel. Namun tak ada satu pun Gabriel menerima telepon itu membuat Hito dan Erina marah.


Mereka sangat mengkhawatirkan Zihan. Yang selama hampir tiga minggu,mereka tidak mendapat kabar.


' Kanapa ponsel mereka tidak dapat di hubungi ' pikir Hito dan Erina.

__ADS_1


Sedangkan di kediaman Gabriel...


Gabriel terbangun dan langsung berlari ke kamar mandi. Dia memuntahkan semua isi perutnya. Namun lagi-lagi hanya cairan bening yang keluar dari mulut Gabriel.


' Sebenarnya ada apa dengan badanku,kenapa rasa pusing dan mual ini terus menyerangku. Aku sungguh lelah,.. ' batin Gabriel.


Gabriel sudah hampir dua minggu tidak berangkat ke kantor. Setiap dirinya akan berangkat ke kantor,rasa pusing dan mual selalu menyerangnya. Membuat Gabriel memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor dan mengerjakan semua pekerjaan nya dari rumah.


Ketika Gabriel menahan rasa lemas di tubuhnya,ponsel dalam saku celana Gabriel bergetar.


" Hem " jawabnya.


" Apa kamu muntah lagi? " tanya Sarla.


" Iya, aku heran kenapa badan aku tiba tiba begini " keluh Gabriel.


" Bukankah sudah periksa ke dokter? "


" Sudah. Tapi mereka semua bodoh. Mereka mengatakan aku baik baik saja,tapi kenyataannya aku muntah dan pusing terus menerus "


" Kok bisa ya?... " heran Sarla " Ya Sudah, kamu istirahat saja kalau gitu " ucap Sarla.


Setelah itu mereka memutuskan panggilannya.


Gabriel berjalan keluar kamar mandi,lalu duduk di pinggir kasur. Untuk sesaat fikirannya tertuju pada Zihan yang masih belum di ketahui keberadaannya.


Sakit rasanya dada Gabriel. Dia benar benar kehilangan Zihan-nya. Kalau saja waktu bisa di putar kembali. Dia akan mengurung Zihan,walau itu membuat Zihan tersiksa.Tak kan Gabriel biarkan Zihan pergi dari sisinya.


Namun,itu hanya dalam angan angan Gabriel. Nyatanya,kini Zihan pergi meninggalkan luka di hati Gabriel. Luka yang sama ketika Gabriel meninggalkan negara yang di tempati Zihan untuk menetap di Milan.


dreet,dreet,dreet..


( ponsel Gabriel kembali berdering)


" Hallo,Tuan " ucap lelaki di seberang sana.


" Ada apa menelponku?. Kalau tidak ada hal penting,lebih baik matikan " tegas Gabriel membuat Koko mengumpat kesal.


" Ini tentang nona Zihan,Tuan.. "


Mendengar kata Zihan dari mulut Koko membuat Gabriel mengembangkan senyum.


" Iya,ada kabar apa? " tanya Gabriel antusias.


" Nona Zihan ada di rumah sakit Holy Spirite . Menurut informasi dari wanita yang melihat seorang lelaki yang di yakini menggendong nona Zihan. Namun... " Koko menggantung perkataannya. Dia takut jika Gabriel akan berbuat yang tidak di inginkan nantinya.

__ADS_1


" Namun apa? " tanya Gabriel tidak sabar. Bahkan dirinya langsung berdiri untuk menekan ritme jantungnya.


" Namun.. em..itu... anu... " Ucap Koko terbata


" NAMUN APA,BRENGSEK!!! CEPAT KATAKAN " bentak Gabriel membuat Koko terlonjak kaget. Bahkan hanya untuk menekan salivanya sendiri pun koko merasa kesulitan.


" Nona Zihan mencoba melakukan aksi bunuh diri,dia menyayat tangan kirinya hingga membuat dia berakhir di rumah sakit. Dan, Nona juga sedang hamil,Tuan " ucap Koko sekarang yang membuat Gabriel kaget.


" Hamil? ,katakan sekali lagi ? " tanya Gabriel memastikan.


Ada getaran di hatinya mendengar Zihan hamil. Walaupun ada rasa cemas di hati Gabriel.


" Iya,Tuan.Nona Zihan hamil. Kalau gak salah kandungannya sudah jalan tiga minggu " ujar Koko mengembangkan senyum Gabriel.


Dari mana Koko tahu informasi Zihan. Tentu berkat kepintarannya membajak setiap informasi yang di tutupi Kyle.


Jangan anggap bahwa seorang Koko dapat di kalahkan. Karena hanya dia yang mampu menutup dan membuka informasi yang orang lain tutupi atau orang lain buka.


" Ya Tuhan.....Koko. Akhirnya aku akan menjadi seorang ayah " teriak Gabriel senang. Membuat Koko mengembangkan senyuman.


Bagaimana dirinya tidak senang.Ini yang selama ini Gabriel harapkan. Menanam benih yang akhirnya berkembang dalam rahim Zihan. Menghadirkan malaikat kecil yang akan memanggilnya Papi.


Sungguh,hati Gabriel seakan di penuhi oleh bunga bunga indah yang bermekaran. Tetapi perasaan itu sedikit terganggu dengan keadaan sang istri yang bisa kapan saja membahayakan calon bayinya.


" Terus,bagaimana keadaan istriku sekarang,Koko? , Apa dia baik baik saja ? " tanya Gabriel.


" Untuk keadaan Nona Zihan,saya belum mendapat informasi,Tuan " ujar Koko di seberang sana.


Batin Gabriel terguncang. Kenapa kebahagiaan itu harus di ikuti kesedihan. Semoga istri dan calon bayinya baik baik saja.


" Baiklah. Gali terus informasinya. Aku akan berangkat nanti malam ke kota Roma menyusulmu " ucap Gabriel sebelum memutuskan sambungannya.



Untuk Readers semua,sebelumnya saya minta maaf,karena novel ini jadi jarang up.


Author lagi membagi waktu untuk menulis di novel ini,dan novel satunya yang berjudul " Si Mungil Kesayangan ".😔😔😔


Tapi Author akan usahakan agar bisa up sana sini.💪💪💪


Terima kasih untuk kalian yang masih setia sama Gabriel dan Zihan 😘😘😘


Mohon maaf bila ceritanya kurang memuaskan.


Happy Reading..

__ADS_1



Bersambung..


__ADS_2